Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan

Rabu, Oktober 24, 2018

Video Detik-Detik Helikopter Mi-17 Angkatan Laut Meksiko Jatuh ke Laut

Video helikopter Mil Mi-17 Angkatan Laut Meksiko dengan 12 awaknya jatuh ke laut di Teluk Santa Clara, Baja California, pada 20 Oktober.

Helikopter Mi-17 Meksiko jatuh di laut

Sebuah helikopter Mil Mi-17 Angkatan Laut Meksiko jatuh pada Sabtu saat misi pemantauan penangkapan ikan ilegal di lepas pantai Baja California.

Kapal Sea Shepherd M / V Farley Mowat turut berpartisipasi dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), hasilnya 11 dari 12 awak berhasil diselamatkan.

Secara kebetulan, para saksi merekam saat helikopter Mi-17 itu jatuh. Rekaman video menunjukkan helikopter itu berputar-putar dan kehilangan ketinggian dan moncongnya mengarah ke laut.

Menggunakan teknik yang sama yang biasa digunakan untuk menemukan alat tangkap ikan ilegal, kelompok konservasi laut menunjukkan posisi yang tepat dari kecelakaan helikopter Mi-17 di dasar laut menggunakan sonar, membantu Angkatan Laut Meksiko.


Helikopter MI-17 nahas itu sedang dalam misi patroli untuk memastikan laut di Teluk Atas California bebas dari kegiatan penangkapan ikan ilegal. Nelayan di daerah itu melaporkan insiden itu kepada pihak berwenang menggunakan ponsel dan melaju ke lokasi kejadian menggunakan perahu kecil, tak lama Angkatan Laut Meksiko datang ke lokasi kejadian.

Sembilan dari awak dilaporkan dalam kondisi baik, dengan dua luka serius dan dirawat di rumah sakit dan satu masih dilaporkan hilang. Penyebab kecelakaan itu masih diselidiki Angkatan Laut Meksiko.

Sebagian besar penumpang diselamatkan oleh perahu nelayan dan kapal Angkatan Laut Meksiko, yang sudah berada di laut. Insiden ini masih diselidiki, menurut rilis.

Mi-17 Angkatan Laut Meksiko
Mi-17 Angkatan Laut Meksiko (Sputniknews)

Mil Mi-17 (dikenal sebagai Mi-8M di kedinasan Rusia) merupakan helikopter angkut kelas menengah buatan Rusia. Saat ini Mi-17 diproduksi di dua pabrik, yaitu di Kazan dan Ulan-Ude. Helikopter ini adalah pengembangan dari Mil Mi-8 yang menjadi andalan Pakta Warsawa semasa Perang Dingin. Indonesia juga mempunyai beberapa Mi-17 yang dioperasikan oleh TNI-AD. (fr)

Senin, Oktober 08, 2018

Video Baru Penyebaran S-300 Rusia di Suriah

Pengiriman S-300 Rusia di Suriah

Rusia mengirim total 49 peralatan S-300 ke Suriah, yang terdiri dari empat peluncur, radar, kendaraan kontrol, dan perangkat keras lainnya sebagai tanggapan atas insiden penembakan pesawat intai Ilyushin Il-20 Rusia di Mediterania 17 September lalu.

Zvezda, saluran televisi resmi Kementerian Pertahanan Rusia, menayangkan video baru pengiriman sistem rudal pertahanan udara S-300. Video menunjukkan peralatan S-300 tiba pada malam hari di Pangkalan Udara Hmeymim di provinsi Latakia dengan diangkut pesawat antariksa Antonov An-124 yang besar.




Sistem S-300 tiba di Suriah pada 2 Oktober, hanya berjarak sekitar dua minggu setelah sistem rudal pertahanan udara S-200 Suriah secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat intai Il-20 Rusia yang berawak 15 orang saat menanggapi serangan udara Israel pada 17 September. Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Israel sengaja menggunakan pesawat Rusia sebagai tameng, dan tidak memberikan peringatan yang cukup untuk membuatnya keluar dari bahaya.

Sebagai tambahan untuk S-300, sekarang Suriah menjadi satu-satunya negara di luar Rusia dengan sistem identifikasi teman/lawan Rusia yang canggih, dengan Rusia juga menyediakan Suriah bantuan dalam supresi radio elektronik navigasi satelit, radar udara dan sistem komunikasi pertempuran dari setiap pesawat yang berusaha menyerang target di Suriah.

Israel terus menyalahkan Suriah atas insiden penembakan Il-20, dan mengatakan bahwa pihaknya belum berencana untuk menghentikan serangan terhadap apa yang dikatakannya sebagai sasaran Iran di Suriah.

Angkatan Udara Israel telah melakukan 200 misi penerbangan atas Suriah dalam satu setengah tahun terakhir, tetapi belum melakukannya lagi sejak 17 September. Militer Rusia diperkirakan akan memberikan pelatihan kepada militer Suriah selama tiga bulan ke depan. (fr)

Senin, Oktober 01, 2018

Video: Low Pass Edan Su-24M Angkatan Udara Ukraina

Crazy low pass Su-24M Angkatan Udara Ukraina

Rasanya harus punya lebih dari satu nyawa untuk terbang lebih rendah dari Su-24 ini

Sudah banyak video pesawat Angkatan Udara Ukraina yang melakukan low pass (terbang rendah) dengan sangat rendah. Yang paling terkenal adalah MiG-29 yang unjuk gigi  di blok separatis pro-Rusia; pesawat angkut strategis berbadan besar Ilyushin Il-76; Su-25 terbang rendah di atas kepala sekelompok prajurit wanita berpose untuk sebuah foto dan kemudian melakukan aileron roll; sebuah Su-27 Flanker melakukan low pass tepat setelah lepas landas; dan pesawat pengintai taktis Su-24MR terbang rendah di atas flight line di Starokostiantyniv.

Tapi rekaman terbaru ini sangat mengesankan. Menunjukkan sebuah Su-24M Fencer, pesawat supersonik, semua cuaca, bermesin ganda, dua tempat duduk dengan sayap geometri variabel, yang dirancang untuk melakukan misi penyerangan low level yang dikembangkan semasa Uni Soviet dan melayani, antara lain, Angkatan Udara Suriah, Iran, dan Libya melakukan low pass gila di flight line di sebuah pangkalan udara di Ukraina. Namun, lokasinya diperkirakan di 7th Tactical Aviation Brigade dimana di sana Su-24M Ukraina berbasis.

Meskipun pilot Angkatan Udara Ukraina sudah secara reguler terbang di ketinggian rendah, namun kali ini Su-24 tampaknya terbang lebih rendah dari biasanya sampai-sampai kameraman harus berbaring merekamnya.

Sukhoi ini juga bahkan terbang hanya beberapa meter atau mungkin centimeter saja dari Fencer lain yang sedang parkir di apron.

Tak perlu berpanjang lebar, Anda sendiri yang menilai videonya:

Selasa, September 04, 2018

Video Menarik Pesawat-Pesawat Rusia Dikerahkan Ke Suriah Untuk Latihan Di Laut Mediterania

Su-30 SM isi bahan bakar di udara

Tupolev Tu-142, Sukhoi Su-30SM, Ilyushin Il-78 dan Il-20 ambil bagian dalam latihan skala besar di Laut Mediterania.

Sebuah video menarik rilisan Zvezda menunjukkan banyaknya pesawat Rusia yang ambil bagian dalam latihan perang di Laut Mediterania.

Rusia sendiri telah menumpuk armada angkatan lautnya di Laut Mediterania timur dengan 26 kapal perang (termasuk 2 kapal selam) dan 34 pesawat. Kontingen udara yang terlibat dalam latihan itu juga termasuk pesawat pembom strategis Angkatan Udara Rusia Tu-160, pesawat patroli maritim dan anti kapal selam (ASW) dan kapal permukaan Angkatan Laut Rusia Tu-142 Bear-F  (dua dari mereka dilaporkan dikerahkan ke Suriah beberapa hari lalu) dan berbagai varian Flanker, termasuk Su-30SM.

Video menunjukkan beberapa Su-30SM bersenjata milik Angkatan Laut Rusia lepas landas dari Pangkalan Udara Khmeimim bersama dengan Il-78 Midas dan pesawat mata-mata Il-20 Coot. Kemudian Flanker dapat dilihat mengawal sebuah Tu-142M "Bear F", sebuah varian pengintaian dan ASW yang berasal dari bomber Tu-95 Bear yang ikonik, dengan ekor yang khas dengan MAD (Magnetic Anomaly Detector) boom.

Pada awal video, dapat dihitung ada tujuh Su-30SM dan empat Il-78 di darat.

Perlu diperhatikan, video itu juga menunjukkan air refueling Su-30SM dari tanker  Il-78. Menurut Sputnik, pilot Su-30 dari Angkatan Laut Rusia sangat jarang melakukan air refueling. Itulah mengapa jarang sekali kita menemukan videonya.

Jumat, Agustus 31, 2018

Itulah Mengapa Latihan dan Uji Coba Jet Tempur itu Sangat Penting

Rudal lepas dari pesawat


Banyak sudah laporan tentang masalah-masalah yang dialami F-35 Lightning II. Padahal jet tempur ini harus menjadi tulang punggung masa depan dari banyak angkatan udara dunia. Pengujian F-35 tampak tiada akhir, perbaikan terus dilakukan seiring munculnya masalah baru, terus mengulang, dengan senjata yang belum benar-benar berfungsi dengan baik.

Uji coba pesawat itu sendiri dan latihan bagi pilot memang harus dilakukan dalam waktu yang tidak sebentar untuk mendapatkan mesin perang yang benar-benar berfungsi.

Bahkan, untuk sesuatu yang tampak sederhana seperti menjatuhkan bom atau menembakkan rudal sebenarnya sama sekali tidaklah mudah (belum lagi ditambah masalah moral). Apakah aerodinamis yang salah? Keseimbangan berat pesawat? Ketika komputer menerima instruksi untuk melepaskan rudal, bagaimana cara melakukannya? Dan begitu tombol ditekan, apa yang sebenarnya terjadi?

Saat ini hampir semuanya bisa dilakukan oleh komputer, tetapi tetap saja tidak semuanya. Dan tentu saja tidak secara historis. Agar tidak ada kesalahan dalam meluncurkan rudal, pesawat dan pilot harus sama-sama berfungsi dengan baik.

Jika tidak, inilah yang akan terjadi:

Minggu, Agustus 05, 2018

VIDEO: Gerakan Lambat Bell V-280 Valor dengan Detail Mengesankan

V-280 Valor

Lihat Video mengesankan yang difilmkan dengan 120 frame per detik ini. Pada 31 Juli, prototipe pertama dari V-280 Valor, nomor registrasi N280BH, melakukan demo penerbangan di hadapan media dan orang penting di Bell Helicopter Amarillo Assembly Center, Texas, Amerika Serikat.

V-280 Valor merupakan fase dari program Joint Multi-Role Technology Demonstrator (JMR-TD) Angkatan Darat AS.

V-280 akan diawaki 4 orang (dengan dua pilot) dan mampu mengangkut hingga 14 pasukan. Kecepatan jelajahnya 280 knot (karena angka inilah disebut sebagai V-280) dan kecepatan maksimumnya 300 knot. Jangkauannya 2.100 mil laut dan jangkauan tempur efektifnya 500 hingga 800 mil laut.

Demo penerbangan pada 31 Juli lalu, difilmkan oleh seorang jurnalis dan fotografer dalam gerakan lambat, pada 120 fps. Video di halaman ini memberikan tampilan menarik dari semua sudut di Bell Next-Generation Tilt-Rotor Aircraft, termasuk desain tilting gearbox T64-GE-419 yang "terkenal", tidak seperti mesin V-22 Osprey yang berputar bersama dengan gearbox, di V-280, gearbox adalah satu-satunya hal yang berputar.


Sebenarnya gearbox V-280 sudah terlihat jelas sejak Agustus tahun lalu, ketika gambar-gambar pertama Valor muncul.

Menurut media, Valor jauh lebih "silent" daripada pesawat Osprey tilt-rotor. Selama demo, manajer program Bell mengatakan mereka bekerja untuk varian tanpa awak - tata letak mesin yang sedikit lebih kecil. Mereka juga berharap untuk membuat varian tempur V-280 untuk Marinir AS.

Bell Helicopter juga merencanakan pengujian akustik dan RCS (Radar Cross Section); perusahaan yakin radar signature pesawat ini akan sangat rendah. (avnt)

VIDEO: Kemampuan Tempur dan Manuver Su-35


Daripada galau mikirin pembelian Su-35 Indonesia yang terhambat gara-gara perlu "restu" dari Amerika Serikat, mending lihat video Su-35 ini dulu.

Video dengan durasi kurang dari dua menit ini berasal memamerkan kemampuan pesawat tempur Su-35. Sumber video dari Kementerian Pertahanan Rusia.


Rekaman itu menunjukkan penerbangan pesawat mulai dari lepas landas hingga atraksi manuver, seperti formasi “daun maple”, yang hanya bisa dilakukan oleh pesawat yang memiliki thrust vectoring atau lubang buang mesin jet (nozzle) yang bisa dibelokkan sehingga memungkinkan sebuah pesawat mengatur arah semburan dari mesin jetnya untuk memberikan dorongan vertikal ke atas.

Pesawat tempur Rusia ini tak hanya memiliki kemampuan manuver dan pertempuran udara yang luar biasa, tapi juga dilengkapi dengan sistem deteksi musuh dengan jarak 400 km. Sistem tempur pesawat ini bahkan dapat melacak hingga 30 target secara simultan dan menembak delapan target di antaranya.

Su-35S dapat membawa hingga delapan ton metrik rudal udara-ke-udara dan rudal udara-ke-permukaan dengan berbagai kemampuan di dalam 12 stasiun senjatanya. Selain itu, pesawat ini dapat melancarkan serangan dari kejauhan di luar zona yang terlindungi sistem pertahanan udara musuh.

Saat ini, Angkatan Udara Rusia memiliki 71 unit jet tempur Su-35.

Akhir tahun lalu, Tiongkok telah menerima empat belas jet tempur Su-35 pertama mereka dari total order 24 unit. Ke depan, 11 pesawat Su-35 diharapkan juga akan memperkuat TNI AU.

Resources
  • https://id.rbth.com/multimedia/video/2017/02/17/video-kemampuan-tempur-dan-manuver-su-35_wyx704298

Kamis, Agustus 02, 2018

[Video] Su-34 Rusia Luncurkan Rudal Supersonik Kh-31


Pada 24 Juli, satu grup jet tempur Rusia yang terdiri dari Su-30, Su-24, Su-25, dan Su-34 berpartisipasi dalam latihan militer di Laut Kaspia bersama dengan Angkatan Laut Rusia.

Setidaknya ada dua peluncuran rudal supersonik Kh-31 yang sukses dilakukan oleh jet tempur Su-34 selama latihan militer Rusia di Laut Kaspia.

Video penembakan tersebut juga diunggah di Youtube. Video itu menunjukkan rudal supersonik itu mengenai sasaran yang mereka tentukan di laut. Target kemudian tenggelam karena kerusakan besar di lambung. Namun, tidak diketahui varian rudal Kh-31 apa yang digunakan dalam latihan tersebut.


Latihan militer Rusia di Laut Kaspia melibatkan beberapa jenis pesawat tempur Rusia, termasuk Su-30, Su-24, Su-25 dan Su-34, dan setidaknya 10 kapal Angkatan Laut Rusia yang bekerja bersama-sama untuk mendeteksi target hipotetis di laut dan menyerang mereka. Latihan ini dilakukan pada 24 Juli lalu.

Kh-31 (kode NATO AS-17 Krypton) adalah rudal udara-ke-permukaan supersonik, yang kecepatannya dapat mencapai Mach 3.5, menjadikannya target yang sulit untuk dicegat sistem pertahanan anti-rudal. Kh-31 dapat mengunci ke sumber emisi radio target dan, jangkauannya antara 15-110 kilometer (untuk model dasar Kh-31A) atau 7,5-160 kilometer (untuk Kh-31AD). (fr)

Sabtu, Juli 21, 2018

Lihat C-130 Terbaru Lakukan Manuver Satu Putaran

Manuver Hercules C-130

Pesawat LM-100J, varian sipil dari Hercules C-130 memamerkan aksi terbaiknya di Farnborough International Airshow 2018.

C-130 adalah pesawat tangguh yang tak terbantahkan. Dengan sejarah yang bermula dari tahun 1950-an, dan empat mesin turboprop yang sangat besar, C-130 adalah raksasa terbang yang didesain untuk membawa apa pun yang dibutuhkan, entah itu tank atau 452 penumpang. Tapi itu belum semuanya: C-130 juga bisa melakukan manuver satu putaran!.

Di Farnborough International Airshow minggu lalu, sebuah LM-100J — versi sipil baru dari C-130J Super Hercules — benar-benar melakukan aksi akrobatik yang menarik yang sulit dipercaya.


Versi sipil C-130 telah ada hampir seumur C-130 itu sendiri, dengan penerbangan LM-100 pertama pada tahun 1964 dan sudah ada 114 pesawat yang dikirim sebelum produksinya berakhir pada tahun 1992.

Harga LM-100J baru lebih dari $60 juta, memiliki mesin turboprop Rolls-Royce AE 2100 D3 dan enam baling-baling enam Dowty R391 seperti yang sama digunakan C-130J, bersama dengan fitur-fitur seperti Full Authority Digital Engine Control (FADEC).

Senin, Juli 16, 2018

Menarik, 12 Kegagalan Peluncuran Roket / Rudal

Peluncuran roket gagal

Salah satu pencapaian manusia terbesar dalam dunia penerbangan adalah penciptaan mesin roket. Mesin roket mendorong kita lebih cepat daripada kecepatan suara dan membawa kita ke bulan. Namun ketika roket gagal, kisahnya juga tak kalah spektakuler.

Pada umumnya, kegagalan peluncuran roket sering merupakan peristiwa tragis yang mungkin memakan korban jiwa. Namun, diantara kisah-kisah itu ada juga kisah kegagalan peluncuran roket yang membuat orang-orang tersenyum atau bahkan tertawa ketika menyaksikannya, seperti beberapa di bawah ini.

Video yang pertama adalah kegagalan peluncuran rudal sistem pertahanan udara S-300 Rusia. S-300 yang satu ini mengalami sedikit kesulitan dalam meluncurkan boosternya.


Roket Rusia, Proton-M, yang baru saja meluncur dari landasan peluncuran langsung berputar arah dan kembali menghantam bumi. Untungnya, tidak ada yang terluka kecuali kerugian peralatan senilai $ 200 juta.


Ini juga sejenis dengan video yang pertama, yakni rudal S-300 yang gagal meluncur.



Ini juga S-300 Rusia. Roket yang pertama meluncur tanpa masalah, tetapi roket yang kedua tidak seberuntung roket pertama. Untungnya, roket kedua yang jatuh ini tidak meledak.



Di sini kita melihat kegagalan rudal China di mana rudal pertama menuju langit dengan sempurna, tetapi rudal kedua terlihat menggila. Lintasan rudal kedua menggila, dan terlihat akan kembali ke lokasi peluncuran, untungnya rudal itu berbelok dan meledak.


Kegagalan peluncuran rudal Ukraina ini adalah pelajaran untuk ketekunan. Setelah ledakan rudal pertama tampak benar-benar menghancurkan peluncur rudal, ternyata masih bisa difungsikan. Rudal kedua meluncur dengan mulusnya.



Yang ini juga cukup lucu. Roket Atlas-Agena Amerika Serikat benar-benar hancur bahkan sebelum mesin roketnya menyala.


Kegagalan rudal Bomarc Amerika Serikat sangat buruk sejak magnesium, yang menjadi bahan pembuat rudal ini, terbakar lebih cepat.


Peluncuran rudal pertahanan udara RAF ini benar-benar tidak sesuai rencana.



Teknologi roket telah sangat maju, bahkan peluncuran dari bawah air pun bisa dilakukan. Tapi tentu saja, itu tidak berarti tidak ada trial and error. Ambil contoh yang satu ini, rudal balistik Trident II Amerika Serikat.


Uji peluncuran roket Merkuri pertama merupakan kegagalan yang sangat buruk, mengejutkan bahwa badan antariksa NASA yang masih muda kala itu mampu bertahan. Tom Wolfe, dalam The Right Stuff, menggambarkan peluncuran itu sebagai "kegagalan akhir" ketika beberapa anggota kongres dan pejabat pemerintah hadir untuk menyaksikan acara tersebut. Dalam konteks Perang Dingin, ini adalah pukulan yang luar biasa - tetapi sekarang ini mungkin jaid cerita lucu.


Interstellar Technologies, sebuah badan antariksa swasta dari Jepang, mendapat pelajaran keras pada Juni 2018 bahwa ilmu roket memang sesuatu yang rumit. Roket itu sepertinya hanya ditakdirkan untuk terbang ke langit beberapa detik saja untuk selanjutnya turun kembali ke lokasi peluncurannya.

Minggu, Juli 15, 2018

[Video] Heli CH-47 Chinook Lakukan Pendaratan Mengagumkan untuk Selamatkan Pendaki

Beroperasi di ketinggian tinggi dan kondisi suhu tinggi, kru CH-47 melakukan pendaratan berbahaya untuk menyelamatkan pendaki dan tim penyelamat.

Heli Chinook melakukan penyelamatan

Mount Hood di Portland, Oregon, Amerika Serikat termasuk salah satu gunung terindah di dunia. Keindahan dan kemudahan aksesnya telah menarik banyak pendaki dan petualang, alhasil tak jarang juga yang membutuhkan penyelamatan.

Ketika tim penyelamat setempat tidak mampu menyelesaikan tugas SAR-nya, helikopter Chinook didatangkan untuk melanjutkan operasi SAR. Kejadian ini terjadi pada 13 Juli ketika sebuah helikopter CH-47 Chinook dari Oregon Army National Guard dipanggil untuk mengekstraksi pendaki yang ingin bunuh diri dan tim penyelamat dari Mount Hood.

Semua dimulai dengan sebuah panggilan ke polisi dari seorang pendaki di puncak Mount Hood yang mengatakan bahwa dia akan memakan obat hingga overdosis. Polisi menelpon balik tetapi tidak ada jawaban. Akhirnya, operasi SAR pun dilakukan oleh tim penyelamat setempat.

Orang itu ditemukan di puncak Mount Hood di ketinggian 11.250 kaki oleh tim penyelamat yang berjumlah enam orang, tetapi kondisi panas membuatnya tidak aman bagi tim untuk menurunkannya. Lalu dipanggillah helikopter CH-47D Chinook dari Pendelton Oregon untuk menjalankan operasi ekstraksi.

Untuk misi penyelamatan di atas ketinggian 8.000 kaki, dan terutama dalam kondisi hangat, Oregon Army National Guard lebih memilih menggunakan Chinook daripada Black Hawk, salah satu alasan mengapa Chinook begitu disukai untuk beroperasi di daerah pegunungan Afghanistan.

Pilot Chinook tampak telah mencoba mendarat pada sebuah tonjolan kecil di puncak tetapi kemudian pindah ke lokasi lain. Mungkin pilot menilai itu bukan rute terbaik untuk ekstraksi, tapi untuk pastinya kita tidak tahu mengapa pilot mengambil keputusan ini.



Helikopter besar itu melakukan 'pinnacle landing' tepat di lereng di bawah puncak gunung. Ini adalah saat dimana kru hanya mendaratkan salah satu sisi (belakang) Chinook dan tetap menyeimbangkan sisi lain (depan) yang tetap berada di udara. Ini benar-benar pekerjaan unik dan berbahaya. Karena Anda tahu baling-balingnya berputar sangat dekat di lereng.

Manuver pendaratan semacam ini telah digunakan selama beberapa dekade oleh kru Chinook, dan di Afghanistan dan dalam operasi khusus di seluruh dunia ini menjadi taktik yang sangat berguna dan bahkan menjadi penyelamat.

Di bawah ini adalah video heli UH-60M Black Hawk yang jatuh karena melakukan misi serupa.


Pria yang diselamatkan, yang jelas tidak memiliki rencana untuk turun atau mungkin rencana untuk hidup terlihat duduk sebelum dimuat ke ambulans dan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.

Sungguh mengesankan melihat kru Chinook dan enam pendaki penyelamat bersedia mempertaruhkan hidup mereka untuk seseorang yang tidak menghargai nyawanya sendiri. Itulah profesionalisme....

Rabu, Juli 04, 2018

Lihat Su-22 Fitter Polandia Ini Buka Drag Chute Sebelum Sentuh Landasan

Su-22 Polandia buka drag chute sebelum waktunya

Jarang terjadi: pelepasan drag chute sebelum waktunya.

Sabtu lalu sebuah insiden yang tidak biasa terjadi di Pangkalan Udara 17 Angkatan Udara Polandia di Świdwin, selama open day pangkalan udara. Jet tempur Su-22 Fitter bersiap mendarat, dan pilot membuka drag chute sebelum waktunya, menyebabkan pesawat menghantam landasan dengan sangat keras.

Sebuah pemandangan yang tidak lazim ketika melihat sebuah jet dengan parasut di belakangnya padahal masih berada di udara. Tapi kejadian ini memberikan tontonan menarik bagi fotografer dan penonton.


Penggunaan drag (atau drogue) chute (atau parachute) cukup umum pada jet-jet buatan Soviet. Sistem parasut ini terdiri dari satu atau beberapa parasut yang ditempatkan di pod khusus yang terletak di bagian belakang badan pesawat. Parasut besar dikeluarkan dengan menggunakan parasut yang lebih kecil, pegas, atau sistem udara terkompresi berbasis pegas.

Drag chute sering dilengkapi dengan sistem keamanan, dengan cincin yang bisa pecah jika parasut itu dibuka pada kecepatan yang terlalu tinggi. Dalam kasus di atas mungkin kecepatannya masih cukup rendah sehingga elemen tersebut tetap utuh dan parasut tetap berada di tempatnya.

Sebagai informasi, hambatan yang diciptakan oleh drag chute lebih rendah dari drop chute konvensional. Ini untuk mencegah kerusakan pada pesawat.

Entah karena kesalahan atau kesengajaan, kejadian dalam video merupakan salah satu teknik pendaratan di landasan yang rusak: parasut dibuka saat pesawat di ketinggian sekitar 7 kaki dari landasan dan pesawat setidaknya hanya akan membutuhkan jarak 350 meter untuk berhenti.

Senin, Juni 25, 2018

Video: Kapal selam Turki Tenggelamkan Kapal Tanker dengan Torpedo

Kapal Tanker dihantam torpedo kapal selam AL Turki

Angkatan Laut Turki mempublikasikan video kapal selam Tipe 209/1200 TCG Yildiray yang menenggelamkan kapal tanker angkatan laut yang sudah non-aktif dalam latihan penembakan torpedo.

Angkatan Laut Turki menyebutkan bahwa penembakan itu dilakukan pada 11 Juni tapi tidak menginformasikan lokasi latihan.

Dalam video tersebut, kapal selam Kelas Ay terlihat menyelam sebelum menembakkan sebuah torpedo wire-guided. Video itu kemudian menunjukkan kapal tanker itu meledak dan tenggelam setelah terbelah menjadi dua bagian.

Berusia 37 tahun, TCG Yildiray adalah salah satu kapal selam tertua yang dioperasikan Angkatan Laut Turki. Kapal selam ini akan digantikan oleh kapal selam dari Kelas Reis mulai tahun 2020, termasuk kapal selam Kelas Ay lainnya.

Rabu, April 11, 2018

Wow, Terbang Formasi 3 Pembom Siluman B-2 Spirit

Formasi B-2 Spirit

Video yang diambil pada 4 April 2018 ini menunjukkan tiga pesawat pembom siluman B-2 Spirit terbang di atas langit Amerika Serikat, tepatnya di Pittsburg, negara bagian Kansas.

Disebutkan bahwa pesawat-pesawat pembom B-2 Spirit memang sudah sering terbang di langit Kansas, setidaknya antar 3 hingga 5 kali dalam sebulan. Namun, formasi terbang dengan backlit contrails ini tidak umum dilakukan.

Hasilnya cukup memukau


Pembom B-2 ini kemungkinan juga akan dilibatkan dalam operasi militer AS di Suriah, seperti yang dilakukannya di Libya atau pada Operation Allied Force (serangan NATO dalam Perang Kosovo) tahun 1999.

Intinya, video ini menunjukan tentang pelatihan kontinyu dari pembom B-2 Spirit dengan tujuan menyiapkannya untuk misi-misi serangan AS di seluruh dunia.

B-2 Spirit adalah pesawat pembom siluman strategis Angkatan Udara Amerika Serikat yang didesain untuk menembus sistem pertahanan anti pesawat. B-2 pertama kali terbang pada tahun 1989, tapi baru dioperasikan oleh AU AS pada 1997. Saat ini sudah 21 unit B-2 yang diproduksi dalam rentang tahun 1987-2000.

Minggu, Oktober 19, 2014

Ini Video Pertama Jet ISIS Terbang di Langit Suriah?

L-39 Suriah

Belakangan, beberapa media melaporkan bahwa ISIS telah memulai operasinya dengan menggunakan jet tempur MiG dari pangkalan udara di Suriah.

Memang, di tahun ini, ISIS telah berhasil menguasai dua pangkalan udara di pusat Suriah, Tabqa dan Kshesh, di mana ISIS berhasil menyita beberapa pesawat Angkatan Udara Suriah. Di antara pesawat-pesawat ini, adalah MiG-21 dan L-39 yang dalam kondisi yang mungkin tidak layak terbang. -Militer Suriah menyatakan pesawat-pesawat ini tidak lagi bisa terbang bahkan suku cadangnya tidak ada lagi-

Foto pejuang ISIS yang berpose disamping pesawat L-39 utuh di Kshesh, sekitar 70 kilometer di sebelah timur Aleppo, juga telah dipublikasikan di beberapa situs dan media sosial.

Munculnya beberapa foto tersebut bukan berarti ISIS memiliki angkatan udara sendiri. Namun, kemampuan ISIS untuk menjadikan MiG atau L-39 tersebut layak terbang tidak juga bisa diremehkan. Diberitakan, dengan bantuan personel Irak yang sebelumnya bertugas di Angkatan Udara Irak, tiga pesawat di Kshesh telah berubah statusnya menjadi operasional.

Pada 18 Oktober kemarin, muncul video yang dilaporkan diambil di Kshesh. Menunjukkan pendaratan sebuah jet di pangkalan udara tersebut yang dikuasai ISIS.

Sulit menebak pesawat tersebut, tapi sepertinya L-39.


Jika memang beberapa pesawat tersebut telah berstatus operasional, maka sangat aneh jika pesawat Amerika Serikat yang terlibat dalam Operation Inherent Resolve (kampanye Perang AS terhadap ISIS) belum ditargetkan ke pangkalan udara yang dimaksud untuk menghancurkan pesawat-pesawat tersebut. Militer Amerika Serikat sendiri belum menerima laporan adanya jet ISIS yang operasional atau mantan pilot Angkatan Udara Irak yang membantu ISIS menerbangkan pesawat tersebut.

Foto pada gambar di atas adalah foto dari L-39 Angkatan Udara Suriah selama serangan udara di langit Aleppo.

Jumat, September 26, 2014

[Video] Aksi MBT T-90 dalam Slow Motion

T-90

Di bawah ini adalah video slow-motion keren manuver, off-road, dan menembak target dari turunan MBT T-90 Rusia (T-90MC). Silahkan dilihat dulu videonya.


MBT T-90 Rusia atau 'Vladimir' merupakan evolusi dari T-72 dan T-80, beratnya sekitar 48 ton. Dikembangkan tahun 1992 pasca Perang Dingin, T-90 adalah prajurit tempur yang efektif. Kemampuan dan kompleksitasnya boleh diacungi jempol mengingat unit-cost-nya yang memang terbilang rendah. Sudah lebih 1.500 unit T-90 yang diproduksi. Tank inilah yang akan ditempatkan Rusia di garis depan jika saat ini terjadi perang.

Tergantung varian, harga per unit T-90 berkisar antara USD 2,77 juta - 4,25 juta (tahun 2011). Sekedar perbandingan, harga MBT Abrams (60 ton) Amerika Serikat sekitar USD 8,58 juta (tahun 2012) dan harga Leopard 2A6 (63 ton) Jerman di kisaran 5,74 juta (tahun 2007). Tapi kita tidak bisa berkata "Wah enakan beli T-90 kalau gitu", karena kemampuan ketiga tank ini berbeda. Lagipula video di atas adalah hal yang biasa dilakukan ketiga MBT itu. Tapi yang pasti, ucapan Deddy Mizwar "Murah tapi bukan murahan" tampaknya cocok ditujukan untuk T-90.

Infographic ketiga tank ini bisa dilihat disini.

Jumat, September 12, 2014

[Video] 10 Kecelakaan Parah Pesawat di Kapal Induk

Kecelakaan di kapal induk

Take off dan landing dari dan ke kapal induk merupakan hal yang sangat berbahaya. Dibutuhkan pelatihan yang intensif dan kemampuan yang baik agar mampu melaksanakan tugas ini.

Menurut sobat jenis pekerjaan apa yang paling berbahaya di dunia. Mungkin salah satunya adalah pekerjaan ini, yaitu bekerja di kapal induk baik sebagai pilotnya maupun kru udaranya.

Berbeda dengan take off dan landing di lapangan terbang di darat, pesawat dan helikopter yang beraksi di kapal induk atau kapal perang besar akan menghadapi berbagai kendala, seperti ruang gerak yang terbatas, weight limit, kondisi cuaca dan angin, dan tentu saja tidak ada landasan terbang pengalihan, selain di kapal induk itu sendiri. Itulah sebabnya meskipun para personelnya sudah banyak menjalani pelatihan dan keterampilan, ditambah lagi teknologi platform berbasis kapal induk kian canggih, sesuatu yang tidak beres masih terus terjadi hingga sekarang, apalagi dulu.

Video di bawah ini menunjukkan beberapa kecelakaan pendaratan dan kecelakaan lainnya di kapal induk. Termasuk insiden di kapal induk atau kapal perang AS dan negara lain.


Di Youtube banyak sekali video semacam ini. Mungkin sobat pernah melihat video kecelakaan yang lebih mengerikan dari video ini. Silahkan bagikan di komentar.

Rabu, Juli 02, 2014

Video Keren: Anda Ikut Misi Pengeboman Bersama Su-24 Fencer


Misi pengeboman Su-24 Fencer

Video berikut memperlihatkan misi pengeboman oleh jet tempur Su-24 Fencer Angkatan Udara Rusia. Video diambil melalui kamera yang terpasang pada perut Fencer, hasilnya sudut pandang yang tidak biasa dan tentunya menarik.

Anda dapat melihat bom terarah (unguided) yang dijatuhkan dari Fencer, serta pengoperasian landing gear (roda pendaratan). Target pengeboman adalah MiG-25 yang sudah pensiun.

Misi pengeboman Su-24 Fencer


Su-24 Fencer berkecepatan supersonik, jet tempur segala cuaca yang dikembangkan oleh Uni soviet, dan juga menjadi bagian Angkatan Udara Suriah, Iran dan Libya. Jet ini bermesin ganda, dua kursi pilot, sayap geometri variabel/sweep wing (sayap dilipat dan dikembangkan sesuai kebutuhan dalam penerbangan) dan dirancang untuk misi serangan level rendah.

Pada April 2014 lalu, Su-24MR Rusia terbang berulang kali dengan jarak 900 meter dari USS Donald Cook, kapal perusak Angkatan Laut AS yang beroperasi di Laut Hitam, pemerintah AS menganggap manuver Fencer ini sebagai "tindakan provokatif dan tidak konsisten dengan perjanjian internasional."

Selasa, Juni 10, 2014

Video: Separatis Ukraina Hidupkan Kembali Tank Soviet tahun 1943

Tank IS-3

Separatis di timur Ukraina mencoba menghidupkan kembali tank tua Soviet tahun 1943. Tank ini adalah tank IS-3 yang merupakan tank monumen peringatan Perang Dunia II terkait perjuangan Ukraina meraih kemerdekaan. Sudah berpuluh-puluh tahun tank ini 'duduk' di atas alas batu sebagai monumen di kota Kostiantynivka, kantor berita ITAR-Tass Rusia melaporkan pekan lalu.

"Pengrajin kami telah berhasil menghidupkan kembali mesin tank IS-3 yang duduk sebagai monumen di taman," disebutkan ITAR-Tass (mungkin mengutip pernyataan langsung kelompok tersebut). "Tank sedang dipersiapkan dan akan segera dilibatkan dalam pertempuran," lanjut ITAR-Tass.

IS-3 mengusung meriam 122mm dan di masa jayanya bisa melaju dengan kecepatan 35 km per jam di jalanan beraspal, menurut ITAR-Tass.

Video yang beredar di Youtube ini menunjukkan bahwa tank 12 silinder dengan mesin berkekuatan 520 tenaga kuda ini jelas masih memerlukan beberapa perbaikan sebelum bisa melenggang keluar dari taman. Mesin yang berdecit, suara yang keras, dan kepulan asap ibarat aksi fogging petugas kesehatan memberantas nyamuk demam berdarah seharusnya diperbaiki dulu agar tidak minder berhadapan dengan Oplot Ukraina :)

Jumat, Mei 16, 2014

[Video] Cantik Namun Mematikan, Penembakan Roket 122mm Secara Salvo

Penembakan artileri

Ini bukan pesta kembang api tahun baru, tapi penembakan artileri 122mm secara salvo. Tertulis di pada laman sumber (LiveLeak) bahwa penembakan ini dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Finlandia dan tag terkait untuk video ini menyebutkan penembakan menggunakan MLRS 122mm namun tidak menyebutkan namanya.

Bila boleh menebak, kemungkinan ini adalah BM21 "Grad" buatan Uni Soviet, truk yang dipasangi MLRS yang akan menembakkan amunisi yang akan memenuhi langit. Roket ini mungkin bukan roket pintar tapi akan sangat efektif dalam rentang puluhan kilometer untuk memukul area luas konsentrasi formasi atau material musuh. Kecepatan roket dan kecepatan tembak BM21 "Grad" akan sangat menakutkan bagi unit-unit darat musuh.


Buka link ini https://www.liveleak.com/ll_embed?f=e21cccf7990f pada browser lain apabila video tidak tampil di Firefox (saya tadi menggunakan Firefox).