Tampilkan postingan dengan label Top 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Top 10. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Juni 27, 2020

10 Pesawat Serang Ringan Terbaik di Dunia

Pesawat serang ringan memainkan peran penting untuk menyerang musuh dalam konflik intensitas rendah. Artileri membuat daftar 10 pesawat serang/tempur ringan terbaik. Penilaian berdasarkan senjata yang dibawa, kapasitas muatan, dan kinerja.

1. Textron AirLand Scorpion
Textron AirLand Scorpion

Textron AirLand Scorpion adalah pesawat serang ringan dan mampu melakukan misi intelijen, pengawasan dan pengintaian (ISR) yang dikembangkan oleh Textron AirLand Amerika Serikat, sebuah perusahaan patungan dari Textron dan AirLand Enterprises. Pesawat ini terbang pertama kali pada Desember 2013.

Textron Scorpion memiliki kapasitas muatan maksimum 4.173 kg, sedangkan enam cantelan pada sayap dapat mengangkut hingga 2.810 kg persenjataan, termasuk kanon, roket, rudal berpemandu laser, rudal udara-ke-udara, dan amunisi terarah dan tidak terarah.

Sumber tenaganya berasal dari dua mesin turbofan Honeywell TFE731, yang masing-masing memberikan daya 18 kN. Pesawat ini dapat terbang dengan kecepatan maksimum 833 km/jam dan memiliki jangkauan 4.074 km.

2. KAI TA-50
KAI TA-50

TA-50 adalah pesawat serang ringan dan juga sebagai varian pesawat latih terdepan dari pesawat latih supersonik T-50 yang dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI) Korea Selatan yang bekerja sama dengan Lockheed Martin Amerika Serikat. TA-50 pertama kali memasuki layanan dengan Republik Angkatan Udara Korea (ROKAF) pada tahun 2011.

Pesawat ini membawa muatan senjata hingga 3.850 kg, terdiri dari kanon putar tiga-laras General Dynamics A-50, rudal udara-ke-udara AIM-9 Sidewinder dan AIM-9 AMRAAM, rudal udara-ke-permukaan AGM-65 Maverick, peluncur roket Hydra 70 dan LOGIR, bom cluster (curah), dan bom serbaguna.

Didukung oleh mesin turbofan General Electric F404-GE-102, TA-50 dapat melaju pada kecepatan maksimum 1.852 km/jam dan mencapai jarak maksimum 1.850 km. Pengguna pesawat ini antara lain Korea Selatan, Irak, Thailan, Filipina, dan Indonesia.

3. HAL Tejas
HAL Tejas

Tejas adalah pesawat tempur ringan multi-peran (LCA) yang dikembangkan oleh Hindustan Aeronautics Limited (HAL) India, untuk Angkatan Udara dan Angkatan Laut India. Pesawat ini pertama dioperasikan IAF pada Juli 2016.

Jet supersonik yang memiliki delapan cantelan ini memiliki kapasitas muatan maksimum 3.500 kg. Tejas dapat dipersenjatai dengan kanon dua laras 23mm, rudal udara-ke-udara, udara-ke-permukaan, dan rudal anti-kapal, amunisi presisi terarah, roket dan bom.

Tejas ditenagai oleh mesin turbofan General Electric F404-GE-IN20, yang memberikan daya dorong maksimum 90 kN dengan afterburner. Tejas dapat terbang dengan kecepatan hingga 1.975 km/jam dan jangkauan maksimum 3.000 km.

4. M-346FA
M-346FA

M-346FA (Fighter Attack) adalah varian tempur ringan dari jet latih M-346 yang dikembangkan oleh Leonardo (sebelumnya Alenia Aermacchi) Italia. Diluncurkan di Paris Air Show 2017, M-346FA dipromosikan sebagai pesawat serang ringan yang juga dapat digunakan untuk pelatihan tempur.

Pesawat ini memiliki tujuh cantelan untuk membawa senjata udara-ke-udara dan udara-ke-darat yang terarah dan tidak terarah serta muatan eksternal lainnya, termasuk senjata, pod akuisisi target dan pengintaian yang beratnya mencapai 3.000 kg.

M-346FA memanfaatkan dua mesin turbofan Honeywell F124-GA-200 dengan daya dorong masing-masing 28 kN. Ini memastikan kecepatan maksimumnya 1.075 km/jam.

5. Hongdu L-15
Hongdu L-15

Hongdu L-15 adalah pelatih jet canggih dan pesawat serang ringan yang diproduksi oleh Hongdu Aviation Industry Group (HAIG) China untuk Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF). Pesawat ini mulai digunakan oleh PLAAF pada tahun 2010.

Hongdu L-15 memiliki enam cantelan pada sayap, yang dapat menampung muatan hingga 3.000 kg. Pesawat ini dapat dipersenjatai dengan rudal udara-ke-udara jarak pendek, rudal udara-ke-permukaan, pod roket dan bom.

Hongdu L-15 dilengkapi dengan dua mesin turbofan afterburning Ivchenko Progress AI-222K-25F. Mesinnya memastikan kecepatan maksimum pesawat ini di 1.715 km/jam dan jangkauan feri 3.100 km.

6. L-159 ALCA
L-159 ALCA

L-159 advanced light combat aircraft (ALCA) adalah pesawat serang subsonik satu kursi dari pabrikan AERO Vodochody Ceko. Prototipe ALCA pertama kali terbang pada Agustus 1997 sementara pesawat pertama memasuki layanan dengan Angkatan Udara Ceko pada tahun 2000.

Pesawat ini terutama ditujukan untuk misi serangan ringan, pengintaian, pertahanan udara, kontra-pemberontakan, dan patroli. Konfigurasi dua-kursi juga tersedia untuk pelatihan penerbangan lanjutan. Pesawat ini memiliki enam cantelan di bawah sayap, yang dapat membawa bom, peluncur roket, dan rudal udara-ke-darat dan udara-ke-udara.

Didukung oleh mesin turbofan F124-GA-100, pesawat ini memiliki berat lepas landas maksimum 8.000 kg dan kapasitas muatan 2.340 kg. Kecepatan jelajah maksimumnya adalah 936 km/jam dan jangkauan operasi dengan tangki bahan bakar tambahan adalah 2.530 km.

7. YAK-130
YAK-130

Yakovlev Yak-130 adalah jet latih canggih berkapasitas dua kursi dan juga sebagai pesawat tempur ringan yang ditawarkan oleh pabrik Irkut Corporation Rusia. Pesawat subsonik ini pertama memasuki layanan dengan Angkatan Udara Rusia pada Februari 2010.

Selain untuk pelatihan penerbangan lanjutan, Yak-130 dapat melakukan misi serangan ringan dan pengintaian. Memiliki sembilan cantelan dengan kapasitas muatan total 3.000 kg, Yak-130 dapat membawa rudal udara-ke-udara, bom pintar, bom udara, roket, dan pod senjata.

Pesawat ini ditenagai oleh dua mesin turbofan Ivchenko-Progress AI-222-25 dengan daya dorong masing-masing 24,52 kN. Yak-130 dapat terbang dengan kecepatan maksimum 1.060 km/jam dan mencapai jarak maksimum 2.100 km.

8. L-39NG
L-39NG

L-39NG adalah pesawat latih dan serang ringan yang dikembangkan oleh Aero Vodochody Ceko terutama untuk Angkatan Udara Ceko. Dikembangkan berdasarkan L-39 Albatros, pesawat ini melakukan penerbangan pertamanya pada Desember 2018.

Pesawat jet ini dapat dikerahkan untuk pelatihan penerbangan dasar dan lanjutan, pertempuran ringan, dukungan udara dekat, kontra-pemberontakan, dan misi pengintaian. L-39NG memiliki lima cantelan eksternal, yang dapat membawa muatan hingga 1.640 kg, termasuk pod senjata, rudal udara-ke-udara, roket terarah/tidak terarah, dan bom.

Sumber tenaga L-39NG mengintegrasikan mesin turbofan FJ44-4M, yang memiliki daya dorong maksimum 16,87 kN. Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum 780 km/jam dan dapat terbang sejauh 2.130 km dengan bahan bakar internal.

9. AT-6 Wolverine
AT-6 Wolverine

AT-6 Wolverine adalah pesawat serang ringan dan pengintaian bersenjata yang ditawarkan oleh perusahaan Beechcraft Amerika Serikat.

Pesawat multi-misi ini bersaing dengan A-29 Super Tucano untuk program pesawat serang ringan Angkatan Udara AS. Dibekali tujuh cantelan dan dapat membawa muatan maksimum 1.864 kg, termasuk lebih dari 13 amunisi pesisi dan serbaguna.

Mesin turboprop PT6A-68 Pratt & Whitney Canada yang dipasangkan dengan baling-baling berbilah empat Hartzell mendukung AT-6 Wolverine. Mesin menghasilkan daya maksimum 1.177 kW dan memungkinkan pesawat terbang dengan kecepatan maksimum 827 km/jam. Jangkauan terbang ferinya adalah 3.195 km ketika dilengkapi dengan empat tangki bahan bakar eksternal.

10. Embraer A-29 Super Tucano
Embraer A-29 Super Tucano

EMB 314 Super Tucano, juga dikenal sebagai A-29 Super Tucano, adalah pesawat serang ringan turboprop yang dikembangkan oleh Embraer Brasil untuk memenuhi kebutuhan pesawat tempur ringan angkatan bersenjata di seluruh dunia. Ini adalah penerus dari pesawat latih EMB 312 Tucano.

Pengguna utama pesawat ini antara lain Angkatan Udara Brasil, Kolombia, Afghanistan, Chili, Ekuador, dan Indonesia. A-29 Super Tucano mampu membawa berbagai persenjataan total hingga 1.550 kg, termasuk pod senjata, rudal udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan, amunisi dan bom presisi terarah.

Pesawat ini menggunakan mesin turboprop PT6A-68C Pratt & Whitney Canada yang menggerakkan baling-baling berbilah lima Hartzell. Mesinnya menghasilkan daya yang cukup untuk mencapai kecepatan maksimum 593 km/jam, sementara tangki bahan bakar eksternal memastikannya terbang sejauh 3.056 km.

Sabtu, Juni 13, 2020

Berbagai Kendaraan Tempur Baru Rusia di Parade Militer Victory Day 2020

Latihan untuk parade militer Victory Day sebagai peringatan yang ke-75 kemenangan Sekutu atas Nazi Jerman pada 1945 telah berlangsung di Alabino, dekat Moskow. Pada kesempatan ini, militer Rusia melibatkan banyak kendaraan dan peralatan baru atau kendaraan yang baru berpartisipasi untuk pertama kalinya.

Kendaraan tempur baru di Parade Militer Victory Day 2020
Kendaraan tempur baru yang diluncurkan oleh tentara Rusia di Parade Militer Victory Day 2020. (Gambar: Kementerian Pertahanan Rusia)
Karena pandemi Covid-19, parade militer Victory Day tahunan di Moskow ditunda dari 9 Mei menjadi 17 Juni, memperingati "Perang Patriotik Hebat" yang berakhir pada 9 Mei 1945. Teks definitif ditandatangani di Karlshorst, Berlin, pada malam 8-9 Mei 1945.

Seperti biasa, banyak unit akan berparade dengan berjalan kaki, diikuti oleh barisan mekanis dari berbagai kendaraan dan peralatan tempur dalam jumlah banyak. Tahun ini, Presiden Putin akan berfokus pada jiwa patriotik dan aspek historis dari Perang Dunia II. Unit militer pejalan kaki akan diwakili oleh 11 formasi. Barisan mekanis dalam parade nantinya akan terdiri dari 38 unit peralatan militer bersejarah, serta lebih dari 190 jenis kendaraan modern dan menjanjikan, banyak di antaranya akan melewati Lapangan Merah untuk pertama kalinya.

Kamaz-53949 Typhoon-K
Kamaz-53949 Typhoon-K sasis 4x4
Kamaz-53949 Typhoon-K sasis 4x4 dengan mesin NSV 12,7 mm dan Stasiun Senjata Jarak Jauh Arbalet-DM. (Gambar : Kementerian Pertahanan Rusia)
Pada latihan parade militer Victory Day Rusia 2020, tentara Rusia memamerkan dua versi KAMAZ-53949 Typhoon-K yang didasarkan pada sasis 4x4. Satu varian dilengkapi dengan turret (menara/kubah) satu orang yang dipersenjatai dengan satu senapan mesin berat NSV 12,7 mm. Varian kedua dilengkapi dengan stasiun senjata remot kontrol Arbalet-DM yang dipersenjatai dengan satu senapan mesin berat kaliber 6P49 KORD 12,7 mm.

Kamaz-53949 Typhoon-K adalah kendaraan lapis baja 4x4 yang memiliki perlindungan baik dari ranjau yang diproduksi oleh Remdiesel, anak perusahaan KAMAZ. Desain kendaraan adalah standar kendaraan pengangkut personel lapis baja 4x4 dengan mesin di depan, kursi pengemudi dan komandan di tengah dan kompartemen pasukan di belakang. Lambung kendaraan menyediakan perlindungan balistik dan ranjau Tingkat STANAG 4569 terhadap penembakan senjata kecil amunisi armour-piercing (penetrasi lapis baja) 14,5 mm dan ledakan dari TNT 8 kg di bawah lantai dan ledakan TNT 10 kg di bawah roda.

K-4386 Typhoon-VDV
K-4386 Typhoon-VDV
Kendaraan lapis baja pengangkut personel K-4386 Typhoon-VDV (Gambar via Yandex)
K-4386 Typhoon-VDV dikembangkan dan dirancang oleh JSC "Plant of special vehicles" dan Kamaz. Kendaraan bermotor dengan mesin diesel KAMAZ 610.10-350 mengembangkan kekuatan 350 hp. K-4386 dapat berjalan dengan kecepatan maksimum 105 km/jam dengan jarak jelajah maksimum 1.200 km.

Lambung K-4386 dibuat dengan komposit keramik dan lapis baja yang memberikan perlindungan balistik terhadap tembakan senjata kecil amunisi armour-piercing 14,5 mm di sekeliling kendaraan dan perlindungan ledakan ranjau dari ledakan TNT seberat 8 kg di bawah roda. K-4386 memiliki struktur monocoque dengan lambung berbentuk V terintegrasi yang melindungi personel dengan mengalihkan ledakan ranjau di bawah kendaraan.

K-4386 Typhoon-VDV pada parade militer Victory Day 2020 dilengkapi dengan turret tanpa awak BM-30-D yang dipersenjatai dengan satu kanon (meriam) otomatis 2A42 30 mm, satu senapan mesin koaksial PKTM 7,62 mm dan enam peluncur granat asap. Rangkaian peralatan opto-elektronik yang dipasang di atas senjata utama termasuk penglihatan siang/malam, kamera inframerah dan pengintai laser.

BMPT-72
BMPT-72
BMPT-72 (Gambar via Kementerian Pertahanan Rusia)
Kendaraan dukungan tempur BMPT-72 (Terminator-2) didasarkan pada sasis tank tempur utama T-72. Menurut katalog resmi UVZ pengembangnya, kendaraan ini memiliki bobot penuh tidak lebih dari 44 t, panjang keseluruhan 7,2 m, lebar keseluruhan 3,6 m dan tinggi keseluruhan 3,2 m.

Kendaraan ini diawaki oleh tiga personel termasuk pengemudi, komandan dan penembak. BMPT-72 memiliki kecepatan maksimum 60 km/jam dan jangkauan jelajah 550 km (dengan tangki bahan bakar eksternal). Rangkaian persenjataan kendaraan ini terdiri dari dua kanon otomatis koaksial 2A42 30 mm dengan amunisi 850 butir, sistem rudal berpemandu sinar laser semi-otomatis dengan empat rudal berpemandu anti-tank ATAKA yang siap diluncurkan dengan rentang tembakan maksimum 6 km dan senapan mesin Kalashnikov PKTM 7,62 mm dengan amunisi 2.100 kartrid.

Menurut pabrikan, kanon 2A42 30 mm memiliki jangkauan efektif 1.500 m terhadap target darat seperti kendaraan lapis baja ringan sementara target yang lebih lunak dapat efektif hingga 4.000 m. Target udara juga dapat dilumpuhkan jika terbang pada ketinggian rendah hingga 2.000 m pada kecepatan subsonik dan hingga kisaran kemiringan 2.500 m.

T-80BVM
T-80BVM
Tank tempur utama T-80BVM. (Gambar : Kementerian Pertahanan Rusia)
T-80BVM adalah versi terbaru dari tank T-80BV. Tank ini memiliki penglihatan multi-channel, kanon 2A46M1 125 mm dan senjata anti pesat NSVT 12,7 mm dan senapan mesin koaksial PKT 7,62 mm. Muatan amunisi terdiri dari 45 putaran 125 mm, 300 putaran 12,7 mm, dan 1.250 putaran 7,62 mm. Tank ini juga memiliki rudal Refleks 9K119 (AT-11 Sniper). Tank ini dilengkapi dengan stabilizer senjata dan peralatan observasi.

T-80BVM ditenagai dari mesin turbin gas GTD-1250TF yang ditingkatkan dengan kapasitas 1.250 hp. T-80BVM memiliki kecepatan maksimum 70 km/jam  dan jangkauan 500 km. Tank ini memiliki kemampuan manuver dan mobilitas yang baik dan dilengkapi dengan perangkat yang meningkatkan efektivitas tempur, tingkat perlindungan, dan keandalannya dalam kondisi ekstrem. Mesin baru meningkatkan karakteristik perjalanannya, terutama dalam kondisi Kutub Utara yang keras.

Baca juga: T-80, Tank Berkecepatan Tinggi Rusia

T-90M
T-90M
Tank tempur utama T-90M. (Gambar : Kementerian Pertahanan Rusia)
T-90M (Proryv-3) model 2017 adalah varian upgrade dari varian ekspor tank tempur utama T-90MS yang dikembangkan dan dirancang oleh Perusahaan Rusia Uralvagonzavod. T-90M Model 2017 ditingkatkan dalam hal perlindungan, mobilitas, dan daya tembak.

Persenjataan utama dari T-90M Model 2017 terdiri dari satu kanon smoothbore 2A46M-4 125 mm yang tidak hanya mampu menembakkan amunisi standar tetapi juga rudal anti-tank berpemandu (ATGM) Refleks (AT-11 Sniper-B). Kanon utama 125 mm dilengkapi degan penstabil sehingga memungkinkan T-90M untuk menembak saat bergerak dengan probabilitas tinggi. Senjata sekunder termasuk satu senapan mesin koaksial PKT 7,62 mm yang dipasang di sebelah kanan kanon utama. Di bagian belakang palka komandan dipasang stasiun senjata yang dioperasikan secara remot kontrol berupa senapan mesin berat NSVT 12,7 mm.

Tata letak T-90M Model 2017 mirip dengan semua keluarga tank tempur utama T-90 Rusia dengan pengemudi di depan, turret di tengah dan mesin di belakang. T-90M menampilkan desain turret baru yang semuanya dilas yang dilindungi oleh lapis baja Relikt ERA (Explosive Reactive Armor) yang melapisi bagian depan dan di setiap sisi turret. Ini memberikan perlindungan yang lebih tinggi dan kemudahan perawatan dibandingkan dengan Kontakt-5 ERA.

BMP-2M Berezhok
BMP-2M Berezhok
Kendaraan Tempur Infanteri IFV lapis baja BMP-2M Berezhok. (Gambar : Kementerian Pertahanan Rusia)
BMP-2M "Berezhok" adalah versi upgrade dari kendaraan tempur infanteri lapis baja (IFV) BMP-2 buatan Soviet dengan turret (two-man) yang sama dengan turret standar BMP-2 yang dipersenjatai dengan kanon 2A42 30 mm yang stabil dan sebuah senapan mesin koaksial PKT 7,62 mm yang dipasang di sebelah kiri kanon utama, tetapi ada senjata baru yang dipasang di turret termasuk peluncur granat otomatis AG-17 30 mm dan empat peluncur rudal berpemandu anti-tank seri 9M133 Kornet.

Dibandingkan dengan BMP-2, Berezhok dilengkapi dengan rangkaian sensor yang jauh lebih baik. Turret telah dilengkapi dengan komputer balistik dan pelacak target otomatis. Menurut KBP, modul menembakkan hingga dua rudal dalam mode salvo untuk mencetak probabilitas hit yang lebih tinggi.

BMP-2M "Berezhok" tetap didasarkan pada suspensi standar torsion bar BMP-2 yang terdiri dari masing-masing sisi dengan enam roadwheels dengan sproket drive di bagian depan, idler di belakang dan tiga track return roller.  Bagian atas suspensi dilindungi oleh pelat baja. Kendaraan ini dapat membawa total 9 personel militer termasuk seorang pengemudi, penembak, komandan dan 6 prajurit infanteri.

Baca juga: 10 Rudal Anti Tank Terbaik di Dunia

2S38
2S38
Senjata anti-pesawat swa-gerak 2S38. (Gambar : Kementerian Pertahanan Rusia)
2S38 Derivaciya PVO adalah senjata anti pesawat swa gerak /Self-Propelled Anti-Aircraft Gun (SPAAG) baru Rusia yang didasarkan pada sasis IFV BMP-3. 2S38 dirancang untuk melibatkan pesawat terbang rendah, helikopter, UAV, rudal jelajah, rudal udara-ke-darat.

2S38 dilengkapi dengan stasiun senjata yang dikendalikan secara remot kontrol dipersenjatai dengan kanon otomatis 57 mm. Persenjataan kedua termasuk satu senapan mesin 7,62 mm yang dipasang di sisi kanan turret. Kendaraan ini dilengkapi dengan sistem deteksi dan pelacakan pasif. Ia menggunakan penglihatan termal daripada radar untuk mendeteksi dan melacak target udara. Itu dapat mendeteksi target udara pada kisaran 12.300 m tergantung pada mode deteksi dan UAV pada kisaran maksimum 4.900 m. Kanon 57 mm memiliki jangkauan tembak maksimum 6.000 m.

IFV T-15 dengan kanon 57 mm
T-15 IFV
IFV T-15 57 mm. (Gambar : Kementerian Pertahanan Rusia)
T-15 adalah IFV lapis baja generasi baru Rusia. Sebelumnya T-15 dipersenjatai dengan satu kanon otomatis 2A42 30 mm sebagai senjata utama, tetapi pada Parade Victory Day, T-15 dilengkapi dengan stasiun senjata remot kontrol yang dipersenjatai dengan kanon otomatis 57 mm .

Kanon 57 mm juga dipasang di stasiun senjata 220M Baikal yang dioperasikan secara remot kontrol. Kanon 57 mm adalah yang baru didasarkan pada kanon anti-pesawat S-60 yang dimodifikasi. Kanon ini memiliki jangkauan 14,5 km dengan kecepatan tembak maksimum 80 putaran per menit. Stok amunisi terdiri dari 80 shell dan termasuk proyektil 57 mm termasuk amunisi multirole dengan peledakan kontak jarak jauh, armour-piercing, dan peluru kendali yang mampu menghancurkan drone kecil, jet terbang rendah dan helikopter, serta lapis baja ringan dan fortifikasi lapangan.

Persenjataan kedua dari T-15 juga termasuk satu stasiun senjata yang dioperasikan secara remot kontrol yang dipersenjatai dengan satu senapan mesin 7,62 mm yang dipasang di sisi kanan persenjataan utama serta dua rudal anti tank Ataka. Ataka adalah rudal anti-tank berpemandu yang kuat dengan kinerja yang jauh lebih baik daripada AT-6 Spiral yang lebih lama. Ia memiliki jarak tembak maksimum 6 km dan hulu ledak tandem dapat melakukan penetrasi lapis baja setebal 800 mm.

T-15 dengan kanon 57 mm memiliki tingkat perlindungan yang sama dengan T-14 Armata dengan sistem pelindung modular yang terbuat dari baja, keramik, dan material komposit. Menawarkan perlindungan hingga STANAG 4569 Level 5. Bagian depan dan sisi lambungnya dilapisi dengan lapis baja reaktif. Dapat juga dilengkapi dengan lapis baja aktif dan pasif tambahan. Sistem perlindungan aktif Afganit yang juga baru dipasang pada T-15 adalah untuk pertahanan terhadap rudal anti tank berpemandu, roket, dan RPG.

IFV Kurganet
IFV Kurganet
IFV Kurganet dengan turret Epokha. (Gambar : Kementerian Pertahanan Rusia)
Kurganets adalah IFV (Kendaraan Tempur Infanteri) lapis baja baru yang dikembangkan oleh industri Pertahanan Rusia, versi pertama dilengkapi dengan turret yang dipersenjatai dengan kanon otomatis 2A42 30 mm. Senapan mesin koaksial PKT 7,62 mm dipasang di sisi kiri senjata utama.

Versi baru ini dipamerkan di parade militer Victory Day 2020 dengan dilengkapi turret Epokha, sebuah stasiun senjata yang dikendalikan secara remot kontrol dipersenjatai dengan satu kanon otomatis 30 mm, satu senapan mesin koaksial 7,62 mm dan dua peluncur untuk rudal berpemandu anti-tank Kornet yang dipasang di setiap sisi turret.

Howitzer 2S33 MTSA-SM2
2S33 2S19M2
Howitzer 2S33 2S19M2.  (Gambar : Kementerian Pertahanan Rusia)
2S33 MSTA-SM adalah versi penyempurnaan dari howitzer swa-gerak 2S19 MSTA-S 152 mm yang dipersenjatai dengan kanon 2A79 152 mm baru yang memiliki jangkauan tembakan lebih jauh. Howitzer artileri 2S33 sekarang memiliki jangkauan lebih dari 40 km, dibandingkan dengan 2S19 yang memiliki jarak tembak maksimum 25 km.

2S19M2 dilengkapi dengan sistem pengarah dan kontrol tembak yang ditingkatkan yang menawarkan akurasi lebih tinggi dan memungkinkan kru mencapai target dengan laju tembakan hingga 10 putaran per menit.

Peluncur roket BM-30 (upgrade)
BM-30
Peluncur roket BM-30.  (Gambar : Kementerian Pertahanan Rusia)
Versi terbaru dari BM-30 Smerch di parade militer Victroy Day 2020 dilengkapi dengan antena Glonass yang dipasang di kabin kru. Sedangkan untuk versi modern dari BM-21, Tornado-G, versi yang ditingkatkan dari BM-30 dilengkapi dengan sistem panduan satelit. Sistem senjata dilengkapi dengan sistem automated laying dan penembakan otomatis, bersama dengan navigasi satelit mandiri dan sistem penentuan posisi. Ini dapat menembakkan roket dengan jangkauan 25 hingga 70 km.

Kendaraan peluncur 9K58 BM-30 Smerch dilengkapi dengan 12 tabung peluncur. Susunan tabung roket 300 mm adalah dua tepian terpisah dengan empat atap penghubung dari empat tabung yang tersisa di atas tabung dalam tepian.

Pantsir-SM
Pantsir-SM
Sistem pertahanan udara Pantsir-SM.  (Gambar : Kementerian Pertahanan Rusia)
Pantsir-SM adalah keluarga dari sistem pertahanan udara Pantsir buatan Rusia. Kendaraan ini didasarkan pada sasis KamAZ-53958 Typhoon-K 8x8 . Bagian depan sasis truk dilengkapi dengan kabin baja tertutup yang menawarkan perlindungan terhadap tembakan senjata kecil dan serpihan shell artileri. Sistem senjata dipasang di bagian belakang sasis truk.

Pantsir-SM lebih unggul 1,5-2 kali dari Pantsir-S1 . Ini menggabungkan stasiun radar penargetan multi-fungsi, meningkatkan jangkauan deteksi target dari 40 menjadi 75 km dan jangkauan keterlibatan dari 20 hingga 40 km, sehingga dua kali lebih efisien daripada Pantsir-S1 saat ini. Stasiun senjata dilengkapi pada sasis KamAZ K-53958 8 × 8 baru dengan kabin berlapis baja.

Sistem rudal pertahanan pantai anti-kapal BAL
Sistem rudal BAL
Sistem rudal pertahanan pantai anti-kapal BAL.  (Gambar : Kementerian Pertahanan Rusia)
Bal adalah sistem rudal pertahanan pantai buatan Rusia yang menggunakan rudal jelajah anti-kapal Kh-35. Kendaraan peluncur didasarkan pada sasis MZKT-7930 heavy high mobility dengan konfigurasi 8x8 dan membawa 8 wadah silinder dengan rudal jelajah anti-kapal Kh-35.

Jarak maksimum rudal Kh-35 adalah 120 km. Kh-35 adalah rudal skimming laut yang terbang di kecepatan Mach 0.8. Karena rudal tergantung pada data radar, jangkauannya terbatas pada efektivitas sistem radar pantai. Rudal dengan muatan ledak 145 kg ini efektif terhadap sasaran laut berukuran sedang, seperti fregat.

Satu baterai Bal terdiri dari kendaraan komando, dua kendaraan peluncur rudal, dan dua transloader. Satuan pertahanan pantai biasanya terdiri dari dua baterai. Semua kendaraan didasarkan pada sasis truk MZKT-7930 8x8. (AR)

Senin, Juni 08, 2020

5 Pesawat Tempur Kapal Induk Terbaik dalam Sejarah

Harrier

Mendesain sebuah pesawat terbang yang dapat terbang dengan kecepatan tinggi sambil membawa banyak senjata berat, dan memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat di dek penerbangan pendek yang panjangnya hanya beberapa ratus meter selalu merupakan tantangan yang berat.

Pesawat tempur yang berbasis kapal induk biasanya memiliki sayap lipat untuk kemudahan penyimpanan, landing gear, dan arrester equipment (alat penangkap) yang kuat, dan daya tahan yang lebih baik untuk menahan keausan akibat operasi berbasis laut. Semua rekayasa ini sangat membebani ketimbang mengembangkan pesawat tempur berbasis darat.

Namun sejak Perang Dunia II berakhir, pesawat-pesawat tempur berbasis kapal induk sudah kurang mendapatkan "jatah" untuk bertempur melawan musuh-musuh di darat.

Untuk daftar ini, pesawat tempur kapal induk yang kami pilih tidak hanya yang efektif, tetapi juga yang memiliki dampak operasional yang signifikan. Jadi pesawat-pesawat tempur kapal induk modern saat ini seperti Super Hornet atau Rafale-M tidak dimasukkan karena mereka belum pernah menjalani pekerjaan tempur yang intensif.

Pesawat-pesawat yang masuk dalam daftar ini juga adalah pesawat-pesawat yang memiliki kemampuan pertempuran udara-ke-udara yang baik. Karena itu, beberapa pesawat kapal induk yang luar biasa seperti Douglas SBD Dauntless, A-1 Skyraider, dan A-4 Skyhawk yang tergolong sebagai pesawat serang utama, tidak dimasukkan dalam daftar kali ini, meskipun adakalanya mereka berhasil dalam pertempuran udara-ke-udara.

1. Mitsubishi A6M Zero
Mitsubishi A6M Zero
Mitsubishi A6M Zero. (Gambar via Pinterest)

A6M Zero adalah pesawat tempur elegan yang dirancang oleh insinyur Jiro Horikoshi untuk Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Berat kosongnya kurang dari 1.700 kg. Mesin radial Zero 840 hp (tenaga kuda) membuatnya mampu terbang sejauh 2.574 kilometer hanya dengan bahan bakar internal, mengalahkan dan melampaui kemampuan banyak pesawat tempur berbasis darat kontemporer dengan kecepatan tertingginya 533 km per jam.

Ketika Jepang melancarkan serangan mendadaknya ke Pearl Harbor dan wilayah lainnya di seluruh Asia dan Pasifik Barat, Zero yang diterbangkan oleh pilot-pilot veteran Jepang telah memberikan teror terhadap pesawat-pesawat tempur Sekutu, seperti Hawker Hurricane dan F4F Wildcat yang berada di bawah Zero dalam hal kecepatan dan kemampuan manuver. Pilot Sekutu bahkan menghabiskan tahun pertama Perang Pasifik untuk mengembangkan mengatasi kemampuan Zero.

Namun, tidak seperti pesawat tempur berbasis kapal induk lain yang sukses, Zero akhirnya gagal berkembang ketika pesawat lawan sudah memiliki kecepatan yang sama. Performa Zero yang luar biasa diperoleh dengan cara menghilangkan hampir semua perlindungan lapis bajanya. Keadaan bertambah buruk ketika pesawat tempur Sekutu sudah lebih cepat dan lebih lapis baja serta mengangkut persenjataan yang lebih berat.

2. Vought F4U Corsair
Vought F4U Corsair
Vought F4U Corsair. (Gambar via modelist-konstruktor.org)

Pada tahun 1943, Grumman F6F Hellcat mengakhiri dominasi Zero, menembak jatuh ratusan pesawat Jepang itu dalam pertempuran udara, seperti dalam Pertempuran Laut Filipina yang dijuluki oleh AS sebagai "Great Marianas Turkey Shoot".

Hellcat lebih dulu digunakan meskipun F4U Corsair berkinerja lebih tinggi. Corsair terkenal dengan desain sayap camarnya yang unik, tetapi kesulitan mendaratkannya menyebabkan Angkatan Laut menunda pengoperasiannya di awal-awal pengembangannya. Pada akhirnya Corsair dengan cepat terbukti sangat sukses sehingga Angkatan Laut AS dan Inggris mengadopsinya dalam layanan.

Mesin Double Wasp Corsair yang kuat membuatnya cepat dan mematikan, mencetak rasio pembunuhan 11: 1 terhadap pesawat tempur Jepang, yang menjulukinya "Whistling Death." Corsair memainkan peran penting dalam mencegat serangan Kamikaze Jepang dan memberikan dukungan darat untuk Marinir di Iwo Jima dan Okinawa menggunakan napalm cannister dan roket berkecepatan tinggi.

Hebatnya, ketika karier Corsair baru dimulai, pada 1950-an, Corsair kembali beraksi di langit Korea dan Vietnam yang diduduki Prancis, terutama digunakan dalam peran serangan darat. Pesawat tempur Corsair terbang malam yang dilengkapi radar menembak jatuh pesawat Korea Utara. Pilot Corsair, Guy Bordelon, hanyalah personel angkatan laut biasa dari Perang Korea, dan satu Corsair bahkan menembak jatuh jet MiG-15.

Karier perang Corsair berakhir dengan kekerasan pada Juli 1969, ketika El Salvador menyerbu Honduras karena pertandingan sepak bola. Kedua belah pihak mengoperasikan Corsair, dan seorang pilot F4U Honduras menembak jatuh dua Corsair dan P-51 Salvador sebelum perang berakhir yang berlangsung selama empat hari.

3. Grumman F9F Panther
Grumman F9F Panther
Grumman F9F Panther. (Gambar via oldafsarge.blogspot.com)

Panther adalah pesawat tempur pertama yang berhasil diintegrasikan ke dalam sayap udara kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat untuk layanan jangka panjang. Pesawat ini mengemas empat kanon dua puluh milimeter dan terbang ratusan kali dalam serangan selama Perang Korea. Pesawat ini mencetak jet-on-jet aerial kill pertama dalam sejarah dengan menenggak MiG-15 pada 9 November 1950.

Meskipun keduanya ditenagai oleh mesin turbojet serupa yang berbasis pada mesin Rolls Royce Nene, Phanter (sayap-lurus) hanya bisa mencapai kecepatan 997 km per jam, dibandingkan dengan 1.078 km per jam dari MiG-15 (sayap-menyapu). Namun, itu tidak mencegah seorang pilot Phanter tunggal melahap empat MiG-15 Soviet dalam pertempuran udara yang berputar-putar di Laut Jepang pada tahun 1952.

Seperti halnya pesawat- tempur angkatan laut terbaik lainnya, Phanter juga berevolusi dengan anggun dari waktu ke waktu, berkembang menjadi lebih modern dengan mengunakan model sayap-menyapu yang disebut "Cougar."

4. Harrier
Harrier
Harrier. (Gambar via Pinterest)

Ada banyak varian Harrier yang dibuat oleh berbagai pabrikan, tetapi daya tarik dasarnya selalu sama, yaitu: mesin vector-thrust turbofans yang memungkinkannya lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti helikopter dari dek kapal induk amfibi kecil atau pangkalan yang tidak memiliki landasan pacu.

Namun, kapabilitas Harrier ini juga harus dibayar. Meskipun memiliki kemampuan udara-ke-udara, Harrier adalah jet subsonik yang akan berada pada posisi yang sangat tidak menguntungkan ketika melakukan duel dengan jet tempur supersonik kontemporer. Lebih jauh lagi, tingkat kesulitan dari mesin VTOLnya telah menyebabkan Harrier menderita tingkat kecelakaan yang sangat tinggi.

Namun Harrier masuk ke dalam daftar ini karena kemampuannya mempengaruhi hasil Perang Falkland (Malvinas). Selain dua puluh delapan BAe Sea Harrier yang berbasis kapal induk, AS dengan cepat mengonversi kapal kontainer untuk mengangkut empat belas Hawker Harrier yang berbasis darat milik Angkatan Udara Inggris. Bersama-sama, kapal-kapal ini menggempur sasaran darat Argentina.

Argentina mengirimkan sejumlah jet serang ke armada Inggris, yang berada di ujung jangkauan operasi mereka. Meskipun mereka mungkin setara dengan Harrier, pilot Argentina mengikuti perintah untuk hanya menyerang kapal-kapal Inggris — bisa dibilang ini suatu kesalahan. Harrier berhasil menembak jatuh kira-kira dua puluh pesawat tempur Argentina menggunakan rudal Sidewinder AIM-L. Pilot Argentina mengalami kerugian besar meskipun berhasil menenggelamkan beberapa kapal. Tetapi tanpa pencegahan oleh Harrier, kerusakan mungkin akan jauh lebih besar.

AV-8 Harrier yang diproduksi oleh McDonnell Douglas juga tampil baik dalam pertempuran di Afghanistan dan Irak dan saat ini masih digunakan oleh Marinir A.S. dan angkatan laut Spanyol dan Italia. Ke depan mereka akan digantikan oleh F-35B, yang terlepas dari masalah-masalah selama pengembangannya dan biaya yang sangat mahal, menjanjikan peningkatan luar biasa berkat kemampuan penerbangan supersonik, karakteristik siluman, dan avionik canggih.

5. McDonnell-Douglas F-4 Phantom
McDonnell-Douglas F-4 Phantom
McDonnell-Douglas F-4 Phantom. (Gambar via nara.getarchive.net)

F-4 Phantom ditenagai oleh dua mesin J79 turbojet besar yang dapat mendorongnya melewati dua kali kecepatan suara. Phantom dua kursi yang digunakan oleh ketiga cabang militer AS, mampu mendeteksi musuh dan menembaknya dengan rudal jarak jauh menggunakan radar yang dipasang di nose, dan juga membawa muatan bom yang lebih berat daripada pembom B-17, pesawat dari Perang Dunia II.

Phantom sering mendapat stigma buruk karena kesulitannya menghadapi MiG di Vietnam akibat kemampuan manuvernya yang lebih rendah dan ketidakefektifan rudal udara-ke-udara awalnya. Angkatan Laut menanggapi masalah ini dengan melembagakan sekolah "Top Gun" yang mendidik para penerbang dalam teori manuver pertempuran udara. Pilot Angkatan Laut Phantom mengklaim empat puluh MiG ditembak jatuh hanya karena tujuh Phantom hilang dalam pertempuran udara-ke-udara. Kemudian model F-4J dan F-4S yang dioperasikan oleh Angkatan Laut AS memasukkan bilah sayap yang sangat meningkatkan kemampuan manuver dan kinerja pendaratan, meskipun harus dibayar dengan sedikit pengurangan kecepatan.

Terlepas dari kekurangannya, Phantom membuktikan bahwa kecepatan, muatan berat, sensor canggih, dan (akhirnya) ketangkasan dapat digabungkan dalam satu pesawat besar, sebuah prinsip yang menginspirasi jet tempur generasi keempat modern seperti FA-18E / F Super Hornet. (NI)

Rabu, Juni 03, 2020

Daftar Tank, IFV, dan APC Terbaik Milik TNI

Mulai dari APC Arisgator hingga tank tempur utama Leopard, berikut daftar tank, IFV, dan APC terbaik milik TNI :

1. Arisgator
Arisgator
(Kredit : FTS Belgia)
TNI AD telah mengakuisisi Arisgator untuk melengkapi satuan Infanteri Mekanis. Arisgator merupakan pengembangan dari APC M-113 Italia, yang kemudian diperbarui di Belgia. Beberapa modifikasi dilakukan terutama di sektor daya apung dan propulsi untuk meningkatkan kemampuan amfibi Arisgator.

Arisgator diawaki oleh 2 orang dan mengangkut 8 personel. APC ini ditenagai mesin diesel 6V53 4.4 liter dari General Motors berkonfigurasi V6 bertenaga 212 dk. Dengan mesin ini Arisgator mampu mencapai kecepatan 61 km/jam dan jangkauan 480 km.

Arisgator aman digunakan di laut terbuka, bahkan dalam kondisi yang cukup berat. Yang tidak kalah pentingnya kendaraan ini juga mempunyai kemampuan di darat yang sama dengan kendaraan aslinya yaitu M113. Kemampuan bermanuver sangat mudah dalam pengendaraan, juga dapat berputar di sekitar sumbu vertikal, menunjukkan profil yang rendah di atas air, dapat dengan mudah diluncurkan, balik kembali dan disimpan oleh kapal LPD. Kendaraan dapat beroperasi dalam misi khusus yang berdiri sendiri atau sebagai pendukung kendaraan amfibi lainnya.

2. Pandur II
Pandur II
(Kredit : Thomas T / Flickr)
Pandur II 8x8 yang diproduksi oleh Excalibur Army (Czechoslovak Group) ini juga disebut sebagai Kobra 8x8 di TNI AD. PT. Pindad, dalam kemitraannya dengan Czechoslovak Group, mempromosikan Pandur II 8x8 TNI AD dalam beberapa versi.

Pada 2017, PT Pindad menerima empat unit Pandur II dari Republik Ceko, dan melengkapinya dengan persenjataan: dua Pandur II dilengkapi dengan modul tempur Ares REMAX (Elbit Systems) remot kontrol jarak jauh yang dipersenjatai dengan senapan mesin 12,7 mm, satu kendaraan lainnya dilengkapi dengan modul tempur Sistem Elbit nir-awak Ares UT30MK.II dengan kanon Bushmaster Mk 44 30mm dan satu kendaraan lainnya dipersenjatai dengan CMI Defense CMI-3105HP turret (Cockerill Series 3000) Belgia. dengan kanon 105mm.

Pandur II 8×8 versi Indonesia mengalami peningkatan pada kemampuan amfibi di laut, penyesuaian tropical kit, seperti pemasangan AC, anti korosi, anti humiditas, karet-karet khusus tropis, dan perubahan air cooling menjadi water cooling.

Berdasarkan laporan kami Maret lalu, Czechoslovak Group bersama PT. Pindad akan mengirimkan 23  kendaraan lapis baja Pandur II 8x8 untuk TNI AD  sesuai dengan kontrak yang disepakati pada Desember 2019.

3. Badak 6x6
Badak 6x6
(Kredit : KKIP)
Badak 6x6 adalah panser kanon yang dilengkapi dengan kanon 90 mm. Badak merupakan varian baru dari keluarga Ranpur 6x6 PT Pindad yang dibuat berdasarkan kebutuhan satuan kavaleri TNI AD.

Badak dilengkapi dengan two-man turret kaliber 90 mm serta senapan mesin kaliber 7,62 mm untuk daya gempur maksimal dan dioperasikan oleh 3 orang personel. Mesin diesel 340 HP yang dilengkapi dengan Turbo Charger Intercooler mampu membawa kendaraan ini pada kecepatan tertinggi 80 km/jam dengan jangkauan sejauh 600 km.

4. Alvis FV101 Scorpion
Scorpion
(Kredit : Mohamad Munaf Adi / Wiki Common)
Tank asal Inggris ini diproduksi mulai 1973 hingga 1994 sebanyak 3.000 unit. Scorpion berdimensi panjang 4,79 m dan lebar 2,24 m. Dengan bobot 9 ton, tank ini masih dapat dimobilisasi dengan menggunakan pesawat transportasi kelah menengah.

Awak Scorpion dilindungi oleh ketebalan bajanya yang 12,7 mm dengan senjata utama kanon 76 mm L23A1. Menggunakan mesin diesel Cummins BTA 5.9 memiliki kecepatan maksimal 80 km/jam dengan jangkauan jelajah 644 km.

Scorpion merupakan jenis tank yang cepat, gesit dan tangkas. Model awal menggunakan mesin (bensin) Jaguar 4,2 liter dan dapat berjalan dengan kecepatan 76 km/jam. Model terakhir menggunakan mesin disel dengan kecepatan 80 km/jam.

5. BMP-3F
BMP-3F
(Kredit : Robertus Pudyanto / Getty Images)
IFV buatan Rusia ini merupakan pesanan khusus Korps Marinir TNI AL. Semula tank ini dilengkapi senapan AK-47 namun di Indonesia telah disesuaikan dengan senapan serbu dari PT Pindad.

BMP-3F memiliki komputerisasi balistik dengan sistem digital. BMP-3F mampu beroperasi di laut selama tujuh jam. Sisi kanon, dilengkapi kaliber 100 mm, dimana kanon ini dirancang menembakkan peluru/roket non-kendali (shell). Kanon tersebut bisa menembak 250 m per detik. Terdapat juga peluncur roket berkaliber 7,62 mm.

BMP 3F memiliki bobot 18,7 ton, panjang delapan meter, lebar 3,5 meter dan tingginya 2,5 meter. Kapasitasnya adalah tiga awak dengan tujuh personel.

Selain itu, keunggulan-keunggulan lainnya yang dimiliki Tank BMP-3F diantaranya, mampu beroperasi di laut selama 7 jam dan untuk menunjang kemampuan amfibinya, tank ini dapat dipasangi snorkel.

6. Harimau
Harimau
(Kredit : Raisan Al Farisi / Antara)
Tank Harimau dibuat oleh PT Pindad melalui kerjasama dengan perusahaan pertahanan Turki FNSS. Tank yang berbobot antara 30-35 ton yang masuk kelas medium ini dibuat untuk menggantikan tank TNI AD terdahulu seperti AMX-13 buatan Prancis yang telah digunakan sejak 1960-an.

Diawaki oleh 3 orang, Harimau dilengkapi dengan two-man turret kaliber 105 mm serta senapan mesin kaliber 7,62 mm untuk daya gempur maksimum. Kecepatannya mencapai 70 km/jam. Harimau didesain khusus untuk beroperasi di daerah tropis dan sangat disesuaikan dengan kondisi medan Indonesia.

7. Leopard 2
Leopard 2
(Kredit : Kostrad)
Tank tempur utama asal Jerman ini dikembangkan oleh perusahaan Krauss-Maffei Wegmann. Dengan panjang 9,67 m dan lebar 3,7 m, tank yang berbobot 61 ton ini memuat 4 awak di dalamnya. Sebagai penggerak, tank ini menggunakan mesin diesel 12 silinder MTU MB-873 yang mampu menghasilkan tenaga 1,500 dk pada 2.600 rpm. Mesin ini mampu melajukan tank ini hingga kecepatan 72 km/jam dengan jangkauan sejauh 550 km.

Leopard 2 menggunakan baja multi lapis untuk menjamin keamanan awaknya. Empat sisi depan utamanya diperkuat, termasuk juga kubahnya. Lapis baja bagian depan Leopard 2 sanggup menahan hantaman proyektil kaliber 125 mm dari jarak 1500 m.

Senjata utama Leopard 2 adalah kanon Rheinmetall 120 mm smoothbore gun. Kanon ini terdapat dua variasi. Variasinya yaitu, L44 dengan laras yang pendek dipasang dari varian awal sampai A5 dan L55 dengan laras yang panjang yang dipasang di varian A6 sampai varian seterusnya. Kanon Leopard 2 juga telah dikembangkan untuk menembakkan rudal anti tank LAHAT. Senjata pendukung Leopard 2 lainny adalah senapan mesin koaksial dan senapan mesin anti personel dan pesawat.*

Jumat, April 24, 2020

10 Pertempuran Laut Paling Epik dalam Perang Dunia II

Pertempuran laut Perang Dunia II
(Gambar: history.navy.mil)

Laut bukanlah wilayah kosong yang terhampar luas tanpa manfaat bagi sebuah negara. Laut memegang peran penting, terutama dalam situasi perang. Perang Dunia II membuktikan betapa pentingnya laut sebagai jalur transportasi kapal dagang, kapal pengangkut pasukan dan kapal perang. Tidak heran jika terjadi banyak pertempuran laut selama Perang Dunia II.

Mulai dari Samudra Atlantik, Laut Mediterania hingga Pasifik sangat berpengaruh dalam jalannya peperangan sehingga blok Poros maupun Sekutu mati-matian mempertahankan dominasinya atas lautan. Berikut ini 10 daftar pertempuran laut yang paling menegangkan dalam Perang Dunia II.

1. Pertempuran Sungai Plate (13 Desember 1939) 
Pertempuran Sungai Plate
(Gambar: history.navy.mil)

HMS Ajax dan HMS Exeter milik Angkatan Laut Kerajaan Britania Raya bersama HMNZS Achilles milik Selandia Baru memergoki kapal penjelajah Admiral Graf Spee milik Kriegsmarine, Angkatan Laut Jerman Nazi pada 13 Desember 1939. Graf Spee sedang berada di perairan dekat Montevideo, Uruguay dalam misi untuk menghancurkan kapal dagang Britania Raya di Atlantik Selatan.

Pertempuran laut pun tidak terhindarkan dan menjadi pertempuran antar kapal perang pertama serta pertempuran pertama bagi Selandia Baru dalam Perang Dunia II. Seperti ditulis dalam laman New Zealand History, keempat kapal sama-sama mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kapten kapal Graf Spee, Hans Langsdorff, memerintahkan Graf Spee untuk berlabuh di Montevideo untuk memperbaiki kerusakan. 17 Desember, Graf Spee siap berlayar lagi. Namun, HMS Ajax, HMNZS Achilles bersama HMS Cumberland sudah menunggu dan siap menyerang Graf Spee lagi. Langsdorff merasa tidak mungkin dapat melewati hadangan kapal Britania Raya.

Untuk menghindari korban jiwa, ia kemudian memerintahkan untuk menenggelamkan Graf Speed dan krunya dibawa ke Buenos Aires, Argentina. Langsdorff bunuh diri tiga hari kemudian.

2. Pertempuran Atlantik (September 1939 - Mei 1945) 
Pertempuran Atlantik
(Gambar: blogs.shu.edu)

Masih di Samudra Atlantik, kali ini ada Pertempuran Atlantik yang merupakan kampanye militer terlama dalam Perang Dunia II, berlangsung dari awal hingga berakhirnya perang. Pertempuran Atlantik bertujuan untuk melindungi lalu lintas kapal dagang Britania Raya di Samudra Atlantik dari serangan kapal selam U-boat dan kapal perang permukaan Jerman.

Seperti ditulis dalam laman Imperial War Museum, Britania Raya mulai menerapkan strategi konvoi kapal dagang yang dikawal oleh kapal perang sejak 2 September 1939. Perdana Menteri Britania Raya, Winston Churchill, pada 6 Maret 1941 menyebut Pertempuran Atlantik sama penting dengan Pertempuran Britania.

Pada awal periode pertempuran, Britania Raya mengalami kerugian besar akibat banyak kapal dagang yang berhasil ditenggelamkan Jerman. Posisi Britania Raya semakin sulit ketika Jerman menguasai Prancis pada pertengahan tahun 1940 serta pelabuhan Prancis mulai dijadikan sebagai markas U-boat Jerman.

Mengutip dari laman Britannica, Britania Raya mulai membalikkan keadaan ketika Amerika Serikat dan Kanada ikut membantu mengawal konvoi Atlantik. Berkembangnya teknologi untuk memburu kapal selam serta komunikasi rahasia Jerman yang bocor semakin membuat Britania Raya mendapatkan posisi yang unggul dalam Pertempuran Atlantik.

3. Pertempuran Tanjung Matapan (27 - 29 Maret 1941) 
Pertempuran Tanjung Matapan
(Gambar: ww2today.com)

Regia Marina (Angkatan Laut Kerajaan Italia) mendapat perintah dari Mussolini untuk membangun kembali kekuasaan penuh terhadap Laut Mediterania sebagai "mare nostrum" yang bermakna "laut kita". Tentunya didorong juga oleh keinginan Italia untuk terlihat berguna di mata Jerman Nazi sebagai sekutunya.

Mengutip dari laman The National Interest, kapal tempur Vittorio Veneto, 6 kapal penjelajah berat dan 17 kapal penghancur dikerahkan Regia Marina untuk mencegat konvoi kapal perang Britania Raya yang akan melintas di Laut Mediterania.

Malang bagi Italia, ternyata Britania Raya sudah mengetahui rencana tersebut akibat komunikasi rahasia yang berhasil dibongkar. Kapal perang Britania Raya menunjukkan superioritasnya dalam pertempuran ini. Armada Italia juga kalah karena tidak memiliki dukungan pesawat, sementara Britania Raya membawa serta kapal induk HMS Formidable dalam konvoinya.

Italia harus menelan kekalahan dalam pertempuran yang mereka rencanakan sendiri. Mimpi Mussolini menguasai Laut Mediterania harus tenggelam bersama tiga kapal penjelajah berat dan dua kapal penghancur Italia yang tenggelam dalam Pertempuran Tanjung Matapan.

4. Pertempuran Laut Jawa (27 Februari 1942) 
Pertempuran Laut Jawa
(Gambar: warfarehistorynetwork.com)

Berpindah ke Teater Pasifik, kali ini Kekaisaran Jepang membawa kabar gembira bagi kekuatan laut blok Poros atas kemenangannya dalam Pertempuran Laut Jawa melawan empat negara Sekutu sekaligus pada 27 Februari 1942.

Mengutip dari laman National Museum of the U.S. Navy, Aliansi ABDA yang terdiri dari Amerika Serikat, Britania Raya, Belanda, dan Australia mencoba menghentikan invasi Jepang ke Jawa. Laksamana Muda Karel W.F.M. Doorman dari Angkatan Laut Kerajaan Belanda memimpin armada ABDA melawan Jepang.

Aliansi ABDA tidak mampu mengimbangi serangan armada Jepang akibat komunikasi yang tidak berjalan dengan baik. Setelah 7 jam, Pertempuran Laut Jawa secara telak dimenangkan oleh Kekaisaran Jepang tanpa mengalami kerusakan yang berarti. Sekutu harus mengalami kekalahan besar dalam pertempuran ini.

Dari pihak Belanda, kapal penjelajah HLNMS Java dan De Ruyter beserta kapal penghancur HLNMS Kortenaer tenggelam. Kapal penghancur HMS Electra dan HMS Jupiter milik Britania Raya juga tenggelam.

Sementara itu, kapal penjelajah USS Houston milik Amerika Serikat dan HMAS Perth milik Australia berhasil selamat dari pertempuran meski mengalami kerusakan. Kedua kapal ini kemudian melanjutkan pertempuran di Selat Sunda pada 28 Februari.

5. Pertempuran Laut Koral (4 Mei 1942 - 8 Mei 1942)
Pertempuran Laut Koral
(Gambar: history.navy.mil)

Tidak seperti pertempuran sebelumnya yang menguji ketangguhan meriam-meriam kapal perang untuk menghancurkan armada musuh, kali ini pesawat-pesawat dari kapal induk saling beradu kemampuan dalam Pertempuran Laut Koral.

Seperti ditulis dalam laman History, gugus tugas Amerika Serikat di bawah komando Laksamana Muda Frank J. Fletcher menyerang armada Jepang yang sedang menginvasi Port Moresby, Papua Nugini. Serangan ini menandai dimulainya pertempuran laut-udara antar kapal induk pertama dalam sejarah.

Pertempuran berlangsung sengit hingga akhirnya kapal induk Jepang tidak mampu mengimbangi serangan udara dari kapal induk Sekutu. Jepang kemudian memutuskan untuk mundur akibat terlalu banyak pesawat Jepang yang ditembak jatuh sehingga kapal induk mereka tidak mampu lagi untuk bertempur.

Meski demikian, Jepang berhasil menenggelamkan kapal induk Amerika Serikat USS Lexington dan membuat USS Yorktown mengalami kerusakan. Pemenang tidak begitu terlihat dalam pertempuran ini, tetapi akan sangat terlihat pada dampaknya di pertempuran selanjutnya.

6. Pertempuran Midway (4 - 7 Juni 1942) 
Pertempuran Midway
(Gambar: warontherocks.com)

Jepang merencanakan untuk menginvasi Kepulauan Midway, sebuah markas militer Amerika Serikat di Pasifik. Namun, rencana yang dirancang untuk menghancurkan kekuasaan Amerika Serikat di Pasifik ini sudah diketahui oleh Amerika akibat kode komunikasi rahasia Jepang yang berhasil dipecahkan.

Seperti ditulis dalam laman History, informasi Jepang yang bocor mulai dari lokasi dan waktu penyerangan hingga kekuatan armada Jepang yang akan dikerahkan dimanfaatkan Amerika Serikat dengan mengirim gugus tugas ke wilayah Midway untuk mencegat armada Jepang. Amerika juga sudah mengetahui rencana serangan tipuan Jepang ke Kepulauan Aleut, Alaska sehingga tidak terjebak dalam perangkap Jepang.

Setelah pertempuran yang sangat sengit di lautan, armada Jepang terpaksa mundur dan membatalkan rencana invasi Midway pada 6 Juni. Satu kapal penjelajah berat dan 4 kapal induk Jepang tenggelam dalam Pertempuran Midway, sedangkan Amerika Serikat hanya kehilangan 1 kapal penghancur dan 1 kapal induk.

7. Pertempuran Kepulauan Santa Cruz (26 Oktober 1942) 
Pertempuran Kepulauan Santa Cruz
(Gambar: usni.org)

Armada laut Amerika Serikat mendapat tugas yang berat untuk melindungi Lapangan Udara Henderson di Guadalkanal yang sebelumnya berhasil direbut dari tangan Jepang di Pertempuran Guadalkanal. Seperti ditulis dalam laman National Naval Aviation Museum, armada laut Jepang dikerahkan dalam jumlah besar untuk merebut kembali Guadalkanal pada Oktober 1942.

Amerika Serikat mengerahkan gugus tugas bersama kapal induk USS Enterprise dan USS Hornet untuk mencegat kapal induk Zuiho, Shokaku dan Zuikaku milik Jepang. Pertempuran antar kapal induk tidak terhindarkan.

Meski berhasil menenggelamkan USS Hornet, Jepang gagal merebut kembali Guadalkanal. Armada Jepang harus mundur dari Pertempuran Kepulauan Santa Cruz karena kapal induk mereka mengalami kerusakan parah. Kapal induk USS Enterprise masih dapat selamat meskipun mengalami kerusakan parah akibat terkena bom dari pesawat pengebom tukik Jepang.

8. Pertempuran Laut Filipina (19 - 20 Juni 1944) 
Pertempuran Laut Filipina
(Gambar: history.navy.mil)

Inilah pertempuran kapal induk paling dahsyat dalam sejarah. Bahkan, bisa dikatakan bahwa Pertempuran Laut Filipina menunjukkan siapa sebenarnya armada kapal induk terkuat di dunia.

Pada pertengahan bulan Juni 1944, seperti ditulis dalam laman History, Laksamana Ozawa Jisaburo mengerahkan armada kapal induk dengan kekuatan 430 pesawat sebagai serangan pertama untuk menggagalkan invasi Amerika Serikat ke Saipan di Kepulauan Mariana. Jika Saipan jatuh ke tangan Amerika Serikat, maka Filipina dan bahkan daratan utama Jepang dapat dengan mudah dijangkau oleh serangan udara Amerika.

Amerika Serikat yang sudah mendeteksi kedatangan pesawat Jepang dari radar langsung merespon dengan mengerahkan armada kapal induknya. Lebih dari 300 pesawat Jepang berhasil ditembak jatuh dan 2 kapal induk berhasil ditenggelamkan.

Amerika Serikat berhasil menenggelamkan satu kapal induk Jepang lagi dalam serangan kedua. Hingga berakhirnya pertempuran, Jepang telah kehilangan 480 pesawat dan 3 kapal induk, angka kehilangan yang memperburuk kekuatan militer Jepang. Kekalahan Jepang dalam Pertempuran Laut Filipina memuluskan invasi Amerika ke Saipan.

9. Pertempuran Teluk Leyte (23 - 26 Oktober 1944) 
Pertempuran Teluk Leyte
(Gambar: nationalinterest.org)

Pertempuran Teluk Leyte dikenal sebagai pertempuran laut paling dahsyat dalam Perang Dunia II. Pertempuran ini terjadi ketika Jepang merespon invasi Amerika Serikat dan Australia pada Oktober 1944 ke Pulau Leyte, Filipina. Jika Filipina dapat dikuasai Sekutu, maka suplai bahan bakar dari wilayah Singapura dan Indonesia menuju daratan utama Jepang akan terhambat.

Mengutip dari laman History, kali ini Jepang harus mengirimkan armadanya ke Teluk Leyte dari tiga lokasi yang berbeda sebagai dampak dari pertempuran sebelumnya. Armada kapal tempur berada di Singapura agar dekat dengan sumber bahan bakar, armada kapal penjelajah yang berpindah posisi akibat serangan kapal induk Amerika di Taiwan dan armada kapal induk berada di Jepang karena harus merekrut pilot baru.

Ketiga armada Jepang berangkat menuju Teluk Leyte dan masing-masing terlibat pertempuran sengit dengan armada Sekutu. Jepang kehilangan 4 kapal induk, 6 kapal penjelajah berat, 4 kapal penjelajah ringan, 11 kapal penghancur, 10.500 pelaut dan 3 kapal tempur termasuk Musashi, salah satu kapal tempur terbesar dalam sejarah. Ratusan pesawat Jepang juga dilaporkan berhasil ditembak jatuh. Sementara itu, armada Sekutu hanya kehilangan 6 kapal.

10. Berburu U-864 (9 Februari 1945) 
Berburu U-864
(Gambar: historyofwar.org)

Sebagai kisah penutup, kali ini pertempuran tidak terjadi di permukaan laut, tetapi di bawah laut. Satu-satunya pertempuran yang terjadi di bawah laut dalam sejarah yang melibatkan dua kapal selam yakni HMS Venturer milik Angkatan Laut Kerajaan Britania Raya dan U-864 milik Kriegsmarine Jerman.

Seperti ditulis dalam laman The National Interest, U-864 sedang menjalankan misi rahasia dengan sandi Operasi Caesar untuk mengirim dokumen dan komponen rahasia terkait proyek mesin jet beserta teknisi perusahaan Messerschmitt. Selain itu, U-864 juga mengangkut lebih dari 67 ton merkuri yang akan digunakan sebagai bahan baku peledak. Semua muatan ini rencananya akan diberikan oleh Jerman Nazi kepada Jepang.

Rencananya, U-864 berangkat dari Kiel menuju Laut Utara, kemudian berlanjut ke perairan Soviet dan menuju tujuan akhir di Jepang. Sayangnya, operasi rahasia ini berhasil diketahui oleh pihak Britania Raya. HMS Venturer mulai mendeteksi U-864 di perairan Norwegia pada 9 Februari 1945.

Dengan hanya membawa 8 torpedo, HMS Venturer tidak boleh meleset sama sekali. Tidak ingin kehabisan kesempatan, Letnan James S. Launders sebagai komandan HMS Venturer memutuskan untuk menembakkan 4 torpedo sekaligus dengan pola menyebar dan jeda masing-masing 17,5 detik.

U-864 mendeteksi adanya torpedo yang ditembakkan ke arahnya dan langsung melakukan gerakan menghindar hingga menambah kedalaman. 3 torpedo berhasil dihindari, tetapi torpedo keempat berhasil kena dan langsung menenggelamkan U-864 bersama muatannya.

Bangkai U-864 menimbulkan masalah ketika ditemukan oleh Angkatan Laut Kerajaan Norwegia pada tahun 2003. Muatan merkuri U-864 dikhawatirkan akan merusak lingkungan laut. Norwegia kemudian memutuskan untuk mengubur bangkai U-864 dengan pasir dan beton untuk menghindari bocornya merkuri ke lautan. (Farhan Alam)