Kapal Selam Terbaru Spanyol Terlalu Besar Untuk Doknya

Friday, July 20, 2018 Add Comment
S-80

Kapal selam Isaac Peral Angkatan Laut Spanyol harus didesain ulang demi memecahkan masalah mengapungnya dan sekarang terlalu besar untuk muat di pelabuhannya sendiri.

Isaac Peral adalah kapal selam serang generasi baru pertama di kelasnya di Angkatan Laut Spanyol, tapi terlalu besar untuk muat di pelabuhannya sendiri. Ukuran kapal selam itu diperbesar setelah mengalami cacat desain sehingga menimbulkan keraguan bahwa kapal selam itu bisa naik ke permukaan.

Pada tahun 2003, Angkatan Laut Spanyol memerintahkan pembuatan empat kapal selam serang S-80 listrik diesel, untuk menggantikan kapal selam kelas Agosta era Perang Dingin yang sudah tua. S-80 baru dirancang dengan sistem propulsi udara independen (AIP), yang memungkinkannya menyelam lebih lama daripada kapal selam listrik diesel konvensional.

S-80 dipersenjatai dengan enam tabung torpedo 533 milimeter untuk meluncurkan torpedo DM2A4 Seahake Jerman, rudal anti-kapal Harpoon dan rudal jelajah serangan darat Tomahawk Amerika.

S-80 dibebani masalah sejak awal pengembangannya. Ekonomi Spanyol mengalami kemerosotan parah selama akhir 2000-an, dan anggaran pertahanan negara itu mengalami tekanan. Pada tahun 2013, sepuluh tahun setelah kapal pertama dipesan, otoritas mendeteksi cacat kritis dalam desainnya. Kapal selam itu ternyata 100 ton lebih berat dari yang direncanakan. Kapal selam itu memang bisa menyelam tetapi timbul pertanyaan, apakah bisa muncul lagi ke permukaan. Menurut BBC mengutip Associated Press, masalahnya adalah akibat kesalahan seseorang yang terlibat dalam proses desain salah menempatkan titik desimal. Masalah ini tidak ditemukan sampai kapal dibangun.

Pembuat S-80, Navantia, segera menghentikan pembangunan kapal selam dan memanggil pembuat kapal selam AS, Electric Boat, untuk memecahkan masalah daya apungnya. Electric Boat merekomendasikan Navantia memanjangkan S-80 tiga puluh kaki, membentang dari 232 kaki hingga 265 kaki, menambahkan pressure hull ring untuk mendukung panjang barunya, dan meningkatkan bobot benamannya dari 2.200 ton menjadi 3.100 ton.

Sekarang, setelah setelah masalah mengapungnya teratasi, kapal selam S-80 pertama, Isaac Peral, ternyata terlalu besar untuk muat di pelabuhannya di Cartagena. Otoritas mengatakan pelabuhan bahwa pelabuhan itu harus diperbesar dan dikeruk agar sesuai dengan desainnya yang baru.

Karena salah menempatkan titik desimal, pembangunan kapal selam menjadi molor dan pelabuhan harus diperbesar, belum lagi biaya yang membengkak. Tapi sekarang setelah masalah diselesaikan, S-80 diharapkan segera melayani Angkatan Laut Spanyol .

Resources
  • Gambar: Navantia

3 Senjata Tertua Militer Amerika Serikat

Friday, July 20, 2018 Add Comment
Senapan mesin berat M2

Untuk negara dengan anggaran pertahanan $600 miliar, Amerika Serikat ternyata masih menggunakan senjata tua dalam jumlah yang cukup besar. Senjata-senjata kuno itu tetap militer AS gunakan karena masih bekerja sangat baik, dan tidak ada penggantinya yang lebih baik. Dalam kasus lain, senjata lama tetap digunakan karena kesulitan mengembangkan penggantinya, yang biasanya karena alasan terkait kompleksitas atau biaya.

Kembali ke pertanyaan: "Apa senjata tertua militer AS? Di sini, Artileri akan menampilkan tiga senjata tertua militer AS yang masih beraksi hingga saat ini: senapan mesin berat M2, KC-135 Stratotanker, dan bomber B-52H.

Meskipun salah satu senjata ini sudah ada sejak Perang Dunia I, Pentagon belum berencana untuk membuatnya pensiun dalam waktu dekat.

Senapan Mesin Berat M2

Senapan mesin berat M2

Senapan mesin berat M2 adalah senapan perang Pentagon yang tak terbantahkan, dan tahun 2018 ini M2 sudah berulang tahun yang ke-100. M2 dikembangkan oleh perancang senjata legendaris John Moses Browning, yang juga mengembangkan pistol Colt .45 M1911A1, senapan otomatis Browning Automatic Rifle (BAR). Browning menanggapi permintaan Jenderal John "Blackjack" Pershing untuk senapan mesin berat untuk digunakan dalam parit Perang Dunia I.

Hari ini M2 masih melayani militer dan pasukan coast guard AS. Di Angkatan Darat biasanya digunakan oleh awak kendaraan, termasuk pada tank M1A2 Abrams, sementara Marinir menggunakan versi tripod dan kendaraan. Angkatan Laut dan Angkatan Udara menggunakannya untuk mempertahankan kapal dan pangkalan udara.

M2 adalah senapan mesin berpendingin udara yang menembakkan kaliber .50 dengan 450 hingga 550 putaran per menit, hingga jangkauan 1.250 meter. M2 dapat menembus pelat baja satu inci pada jarak 1.000 meter.

M2 original memiliki berat 85 kilogram, tetapi Angkatan Darat AS saat ini sedang membuat versi M2 yang lebih ringan yang bobotnya akan 20 hingga 30 persen lebih rendah. Meskipun ada sedikit perbaikan pada desainnya, namun M2 tidak pernah diganti dan mungkin akan tetap melayani hingga abad 22.

KC-135 Stratotanker

KC-135 Stratotanker

Selama Perang Dingin, Angkatan Udara AS membeli 732 pesawat komersial Boeing 707 dan mengubahnya menjadi pesawat tanker. Pesawat KC-135 Stratotanker dilengkapi dengan aerial refueling boom dan penyimpanan bahan bakar internal yang cukup untuk mentransfer hingga 32.200 galon bahan bakar untuk jet tempur, pesawat pembom, dan pesawat transportasi. KC-135 juga bisa mengangkut hingga 41,5 ton kargo di dalam kargo internalnya.

Boeing mulai mengirimkan KC-135 pada tahun 1957 dan armada tanker udara ini mendukung pembom strategis AS yang terbang berpatroli melawan Uni Soviet, operasi udara AS atas Vietnam, dan bahkan Operasi Badai Gurun pada tahun 1991.

Angkatan Udara, Cadangan Angkatan Udara, dan pasukan penjaga udara nasional AS hingga saat ini masih menerbangkan 414 KC-135. Meskipun setiap pesawat rata-rata berusia 58 tahun, armada KC-135 akan terus terbang selama beberapa dekade ke depan, tanpa rencana penggantian.

Pembom Strategis Kelas Berat B-52H

B-52H

Pembom B-52H didesain untuk membawa bom termonuklir ke Uni Soviet dan untuk kembali. B-52 dikembangkan segera setelah Perang Dunia II berakhir dan pertama kali terbang pada tahun 1952. Pembom B-52H yang pertama dikirim pada 1961 dan yang terakhir pada tahun 1963.

Saat ini, sebanyak 76 dari 102 B-52H original masih terbang bersama Angkatan Udara AS. Perjanjian kontrol senjata dan platform telah memaksa AS mengkonversinya menjadi pembom konvensional, kemampuan mereka untuk membawa senjata nuklir secara permanen dilucuti.

B-52 dapat menjatuhkan bom presisi pada musuh bila tidak dijaga sistem pertahanan udara canggih, meluncurkan rudal untuk kebuntuan seperti Joint Air to Surface Standoff Missile yang dijaga sistem pertahanan udara canggih, dan bahkan membuat ladang ranjau di laut dengan ranjau-ranjau angkatan laut yang dijatuhkan oleh "Quickstrike".

Angkatan Udara AS berencana untuk menghidupkan kembali pembom ini, membuat mereka lebih murah dan lebih andal, menjaga hidup mereka di udara hingga tahun 2030-an, pada titik mana armada B52H akan berusia rata-rata 70 tahun.

Resources
  • Gambar: Wiki common / US Navy

Ditemukan: Bangkai Kapal Perang Rusia Bawa Emas Miliaran Dolar

Thursday, July 19, 2018 Add Comment
Kapal perang Rusia Dmitrii Donskoi

Sebuah bangkai kapal perang era Kekaisaran Rusia yang bernama Dmitrii Donskoi ditemukan di lepas pantai Korea Selatan (Korsel). Kapal perang yang tenggelam dalam pertempuran laut 113 tahun yang lalu itu diyakini mengangkut 200 ton emas batangan dan koin senilai USD130 miliar (rumor lain menyebutkan 170 miliar).

Kapal perang itu ditemukan sekitar satu mil dari pulau Ulleungdo di kedalaman lebih dari 1.400 kaki. Diperkirakan kapal tersebut tenggelam selama Perang Rusia-Jepang dan mengangkut emas dari seluruh armada kapal.

Dmitrii Donskoi adalah kapal penjelajah lapis baja milik armada Baltik Angkatan Laut Kekaisaran Rusia yang dikerahkan ke Pasifik dalam Perang Rusia-Jepang tahun 1904-1905. Kapal perang itu akan mengambil bagian dalam Pertempuran Tsushima yang menjadi saksi kekalahan Rusia atas tangguhnya armada laut kekaisaran Jepang.

Surat kabar The Daily Telegraph melaporkan bahwa tim gabungan menemukan bangkai kapal pada hari Minggu. Mereka telah menggunakan dua kapal selam berawak untuk merekam bangkai kapal perang tersebut.

"Gambar yang diambil oleh kru kapal selam menunjukkan kerusakan yang luas pada kapal yang disebabkan dalam perjumpaan dengan kapal perang Jepang pada bulan Mei 1905, bersama dengan meriam dan senjata di dek bertatahkan tumbuhan laut, jangkar dan roda kapal," tulis Telegraph, yang dikutip Kamis (19/7/2018).

Beberapa catatan sejarah telah mengungkap bahwa Dmitrii Donskoi membawa perbendaharaan seluruh armada yang akan mencakup biaya pelabuhan dan juga gaji para pelaut dan perwira. Cadangan emas dari berbagai kapal lain yang rusak dalam pertempuran kemungkinan juga diangkut ke kapal perang itu.
Bangkai kapal Angkatan Laut Rusia Dmitrii Donskoi
Bangkai kapal Angkatan Laut Kekaisaran Rusia Dmitrii Donskoi, yang terletak di lepas pantai Ulleungdo Korea Selatan
Perusahaan pemburu harta karun Korsel, Shinil Group, menghabiskan bertahun-tahun mencoba untuk menemukan kapal harta karun dan sekarang sedang mempersiapkan operasi gabungan dengan perusahaan-perusahaan dari China, Kanada dan Inggris untuk mengambil harta karun.

“Kami melihat hal-hal yang terlihat seperti kotak harta karun, tetapi kami belum membukanya," bunyi pernyataan perusahaan tersebut.

"Kami akan membukanya pada waktunya," imbuh pernyataan itu seperti dikutip dari Daily Express, Rabu (18/7/2018).

Perusahaan Shinil telah berjanji untuk menyerahkan 10 persen dari uang yang ditemukan pada kapal perang pada proyek investasi di Pulau Ulleng, yang merupakan tujuan wisata populer bagi warga Korsel.
Bangkai kapal Angkatan Laut Rusia Dmitrii Donskoi
Bangkai kapal Angkatan Laut Kekaisaran Rusia Dmitrii Donskoi
Perusahaan juga berharap dapat membuat museum tentang kapal yang tenggelam. Museum ini kemungkinan akan melakukan pameran bernama Kapten Ivan Lebedev, yang meninggal beberapa hari setelah Pertempuran Tsushima

Rusia juga akan mendapatkan bagian yang sama dari harta karun itu karena mereka adalah pemilik kapal yang sah dan telah membantu perusahaan Korsel dalam melakukan pencarian tersebut.

Dana tersebut dapat digunakan untuk proyek bersama Rusia dan Korsel, seperti kereta api yang menghubungkan Negeri Beruang Merah itu dengan Negeri Ginseng.

Resources
  • https://international.sindonews.com/read/1323003/46/bangkai-kapal-perang-rusia-bawa-miliaran-emas-ditemukan-di-korsel-1531930559
  • Gambar: SHINIL GROUP

Iran Akan Produksi dan Perbarui 800 Tank Tempur

Thursday, July 19, 2018 Add Comment
Tank tempur utama Karrar Iran

Teheran berencana untuk memproduksi atau memperbarui 700 hingga 800 tank tempur. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Pertahanan Iran, Reza Mozaffarinia.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Iran Tasnim, Mozaffarinia tidak menyebutkan jenis tank yang dia maksud atau berapa banyak yang akan dibuat baru dibandingkan dengan berapa banyak yang akan diperbarui. Dia juga tidak menyebutkan batas waktu untuk penyelesaian proyek tersebut.

"Setiap tahun, ada 50 hingga 60 tank yang diproduksi dan anggaran yang cukup telah dialokasikan karena tentara dan Garda Revolusi memiliki kebutuhan yang besar," kata Mozaffarinia seperti disitir dari Radio Free Europe, Kamis (19/7/2018).

Amerika Serikat (AS) dan kekuatan Eropa telah lama berusaha untuk mengekang program rudal balistik Iran. Namun pasukan militer konvensional Iran dianggap lebih lemah daripada saingan regional utamanya, Arab Saudi.

Menurut World Factbook CIA, pengeluaran militer Iran sebagai persentase dari GDP adalah 2,69 persen pada tahun 2015, sementara Arab Saudi adalah 9,86 persen pada tahun 2016.

Dalam laporan Desember, Institut Internasional untuk Studi Strategis meramalkan bahwa Iran akan memodernisasi dan menyeimbangkan kekuatan konvensionalnya untuk mencerminkan pelajaran yang dipetik di Suriah. Pasukan Iran telah berperang di Suriah sejak 2012 untuk mendukung pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Resources
  • https://international.sindonews.com/read/1323019/43/iran-akan-memproduksi-800-tank-tempur-1531940415
  • Gambar: sputniknews

F-15 Baru Akan Bawa Lebih Dari Dua Lusin Rudal

Thursday, July 19, 2018 Add Comment
F-15 Eagle

Secara diam-diam Boeing telah menawarkan versi terbaru dari F-15 Eagle yang terkenal di dunia itu kepada Angkatan Udara AS (USAF). F-15 baru Boeing akan menggabungkan airframe baru dengan banyaknya jumlah rudal udara-ke-udara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Adalah F-15X yang akan membawa lebih dari dua lusin rudal udara-ke-udara, tiga kali lipat lebih banyak dari yang biasa dibawa jet tempur saat ini. Namun, USAF masih mempertimbangkan tawaran Boeing ini.

F-15 Eagle pertama kali diperkenalkan pada tahun 1972. Dirancang sebagai jet tempur superioritas udara, F-15 dipersenjatai dengan empat rudal AIM-9 Sidewinder jarak pendek dipandu-inframerah dan empat rudal AIM-7 Sparrow jarak menengah dipandu-radar.

Selama puluhan tahun, F-15 telah secara konsisten membawa rudal dalam jumlah yang sama, sekarang ini membawa empat rudal Sidewinder AIM-9X dan pengganti AIM-7, AIM-120 AMRAAM. Pesawat pengganti F-15, F-22 Raptor, dapat membawa empat rudal Sidewinder dan enam AMRAAM, dan F-35 dapat membawa empat AMRAAM.

F-15 bukanlah jet tempur siluman, jadi keuntungannya adalah "kekuatan mentah." Selain itu, sementara jet siluman terbang dengan sedikit senjata yang disimpan secara internal untuk menjaga deteksi dari radar musuh, F-15 tentu bebas membawa sebanyak-banyaknya senjata di badan dan sayapnya.

Pada tahun 2017, Boeing mengusulkan varian Eagle 2040C, yang membawa rudal AMRAAM hingga 16 biji. Eagle 2040C mungkin dimaksudkan sebagai magazin terbang, yang mana Eagle akan terbang bersama-sama dengan jet tempur siluman seperti F-22 dan F-35. Selanjutnya F-15 akan menerima informasi penargetan dari jet tempur siluman, jadi ibarat sebagai magazin senjata F-22 atau F-35.

Setahun kemudian, Boeing rupanya telah meningkatkan jumlah rudal udara-ke-udara F-15 menjadi lebih dari dua lusin. Tidak jelas bagaimana Boeing melakukan ini. Sudah menjadi ketentuan, F-15 membawa empat rudal jenis AMRAAM di fuselage, sementara Eagle 2040C menambahkan quad pack dari empat rudal masing-masing ke wing pylon. Dengan asumsi dua quad pack pada setiap sayap ditambah centerline missile, hasilnya hanya 20 rudal, sedangkan ini lebih dari 24 buah.

Boeing mungkin akan menghadapi perjuangan berat untuk menjual Eagle ke USAF. Pasalnya harga jet tempur F-35A telah turun di bawah $ 90 juta untuk pertama kalinya dan pada akhirnya akan mencapai $ 85 juta, akhirnya membuat pesawat tempur baru itu kompetitif dalam harga untuk desain yang matang. USAF sebelumnya telah berkomitmen hanya akan membeli jet tempur  siluman, tetapi satu-satunya jet tempur siluman yang diproduksi saat ini adalah F-35, dan F-35 hanya dapat membawa empat rudal untuk mode siluman. (FR)

Inilah Daftar Negara dengan Senjata Api Terbanyak (Sipil, Militer, dan Penegak Hukum)

Thursday, July 19, 2018 Add Comment
Senjata api

Sebuah penelitian baru yang diterbitkan oleh Small Arms Survey telah memperkirakan jumlah senjata api yang dipegang oleh lembaga militer dan penegak hukum di seluruh dunia.

Penelitian ini memperkirakan bahwa jumlah senjata api yang dimiliki oleh lembaga sipil, militer dan penegak hukum di seluruh dunia adalah lebih dari 1 miliar.

Lebih dari 857 juta senjata api dipegang oleh sipil, dengan 400 juta diantaranya berada di AS, dan 155 juta sisanya dipegang oleh militer dan lembaga penegak hukum di seluruh dunia. Sementara kepemilikan senjata api sipil AS jauh melampaui negara-negara lain, dengan India yang kedua, kepemilikan senjata api untuk militer dan penegak hukum AS ternyata masih di bawah beberapa negara di dunia.

Small Arms Survey yang berbasis di Jenewa mengakui menghadapi kesulitan yang besar dalam memperkirakan jumlah senjata api yang dipegang oleh lembaga pemerintah. Small Arms Survey mengatakan dalam siaran pers mereka terkait hasil penelitian, bahwa tingkat transparansi lembaga sipil berbeda dengan transparansi militer dan kepolisian. Eric Berman, Direktur Small Arms Survey, mengatakan bahwa “kurangnya transparansi pemerintah soal pengadaan, penimbunan, dan transfer senjata membuat penelitian ini menjadi pekerjaan yang paling menantang.”

Bersamaan dengan rilis laporan, Small Arms Survey juga membuat peta interaktif yang menunjukkan distribusi senjata api secara global dan oleh kepemilikan sipil, militer dan penegak hukum.
Peta sebaran senjata api militer
Peta senjata api yang dimiliki oleh militer di seluruh dunia (Small Arms Survey)
Laporan Small Arms Survey menempatkan kepemilikan senjata api militer Rusia lebih dari 30 juta, tepat di depan China dan jauh di depan AS yang diperkirakan memiliki 4,5 juta senjata api dalam militernya. Negara-negara lain seperti Korea Utara, Ukraina, Iran, dan Pakistan melengkapi daftar 10 besar.
  1. Federasi Rusia – 30,3 juta
  2. China – 27,5 juta
  3. Korea Utara – 8,4 juta
  4. Ukraina - 6,6 juta
  5. Amerika Serikat – 4,5 juta
  6. India – 3,9 juta
  7. Vietnam – 3,8 juta
  8. Iran – 3,3 juta
  9. Korea Selatan – 2,7 juta
  10. Pakistan – 2,3 juta
  11. Negara lainnya – 39,7 juta

Peta senjata api yang dimiliki oleh lembaga penegak hukum di seluruh dunia
Peta senjata api yang dimiliki oleh lembaga penegak hukum di seluruh dunia (Small Arms Survey)
Dalam hal jumlah senjata api untuk penegakan hukum dan badan keamanan, Rusia lagi-lagi berada di puncak daftar dengan hampir 2,5 juta senjata api mereka miliki. Berbeda dengan sejumlah besar senjata api yang dimiliki oleh warga sipil Amerika, lembaga kepolisian AS diperkirakan memiliki lebih dari 1 juta senjata. Pakistan, Brasil, Turki, Prancis, Jerman dan Indonesia - semua diperkirakan di bawah 1 juta, melengkapi 12 teratas.
  1. Russia – 2.432.000
  2. China – 1.971.000
  3. India – 1.700.000
  4. Mesir – 1.530.000
  5. Amerika Serikat – 1.016.000
  6. Pakistan – 944.000
  7. Brasil – 803.000
  8. Turki – 620.000
  9. Meksiko – 591.000
  10. Prancis – 497.000
  11. Jerman – 466.000
  12. Indonesia – 429.000
  13. Negara lainnya – 9.735.000

Peta senjata api yang dimiliki oleh sipil di seluruh dunia
Peta senjata api yang dimiliki oleh sipil di seluruh dunia (Small Arms Survey)
Tingkat kepemilikan senjata api sipil sangat bervariasi di seluruh dunia, dengan sekitar 121 senjata api untuk setiap 100 penduduk di Amerika Serikat, 53 di Yaman, 39 di Montenegro dan Serbia, dan 35 di Kanada dan Uruguay, masing-masing. Sedangkan penduduk di negara-negara seperti Indonesia dan Jepang memiliki kurang dari satu senjata api per 100 orang.
  1. Amerika Serikat – 393.300.000
  2. India – 71.100.000
  3. China – 49.700.000
  4. Pakistan – 43.900.000
  5. Federasi Rusia – 17.600.000
  6. Brasil – 17.500.000
  7. Meksiko – 16.800.000
  8. Jerman – 15.800.000
  9. Yaman – 14.900.000
  10. Turki – 13.200.000

Dapat dipahami bahwa penelitian ini adalah pekerjaan yang besar, dan sulit untuk memperkirakan secara pasti berapa banyak senjata api yang ada di gudang pemerintah dan militer di seluruh dunia, tetapi setidaknya laporan ini menunjukkan bahwa ada yang berani melakukannya dan tentu saja menjadi informasi yang menarik bagi kita. Anda dapat melihat peta data interaktif sendiri di sini.

Inggris Perkenalkan Model Jet Tempur Baru "Tempest"

Wednesday, July 18, 2018 Add Comment
Tempest

Inggris meluncurkan model jet tempur "Tempest" pada Senin 16 Juli, untuk menyaingi program kerjasama Jerman dan Perancis yang meluncurkan program jet tempur mereka sendiri setahun yang lalu.

Dilaporkan Reuters, 17 Juli 2018, saat Farnborough Airshow, Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson mengatakan dana sebesar US$ 2,7 miliar atau Rp 38 triliun telah dialokasikan untuk membiayai program ini hingga 2025 dan Inggris akan mencari mitra internasional untuk mendapatkan dana tambahan.

Pesawat yang rencananya akan menggantikan jet tempur Eurofighter Typhoon ini, akan dikembangkan dan dibangun oleh BAE Systems, perusahaan pertahanan terbesar Inggris, bersama pembuat mesin Inggris Rolls-Royce, perusahaan pertahanan Italia Leonardo, dan perusahaan pembuat rudal Eropa, MBDA.

Dilansir dari The Sun, jet baru Tempest dapat diterbangkan oleh pilot atau dioperasikan sebagai drone alias tanpa awak. Pesawat ini menggunakan kecerdasan buatan dan sistem pengenalan untuk mencapai targetnya. Jet Tempest juga dilengkapi senjata laser untuk menghancurkan target.

Di sisi lain, Jerman dan Perancis sudah bekerjasama untuk mengembangkan jet baru, dengan program yang dipimpin oleh Airbus Perancis, bagian dari konsorsium Eurofighter dan Dassault Aviation SA, yang membuat pesawat tempur Rafale.

Para eksekutif industri mengatakan kedua program akan dikembangkan, setelah Inggris keluar dari Uni Eropa sembilan bulan mendatang melalui Brexit-nya.

Konsep Tempest

Rencana Inggris menyerukan agar jet baru beroperasi pada 2035, bertepatan dengan penggantian armada Eurofighter Typhoon yang berakhir pada tahun 2040. Eurofighter Typhoon, dikembangkan oleh kelompok empat negara Jerman, Spanyol, Inggris dan Italia pada 1980-an.

Pesawat jet adalah inti dari strategi udara tempur Inggris yang baru, yang Perdana Menteri Theresa May katakan untuk mempertahankan kemampuan kekuatan udara kelas dunia Inggris.

Seorang juru bicara kementerian pertahanan Jerman menolak berkomentar mengenai program Inggris, tetapi mengatakan proyek Franco-Jerman terbuka untuk mitra tambahan.

Michael Christie, direktur strategi BAE Systems untuk sistem pertahanan udara, mengatakan Inggris mampu mengembangkan Tempest sendirian tetapi akan lebih baik mengembangkannya dengan mitra mengingat biaya yang tinggi dan keinginan untuk menargetkan penjualan masa depan.

Inggris belum mengembangkan jet tempur sendiri sejak 1960-an. Namun Inggris membantu mengembangkan dan membangun pesawat tempur siluman yang paling canggih di armada Inggris, F-35 produksi AS, dengan BAE Systems menjalankan sekitar 15 persen pekerjaan di masing-masing jet.

Resources
  • Tempo (https://dunia.tempo.co/read/1107955/inggris-kembangkan-jet-tempur-canggih-dengan-senjata-laser)