Pemberontakan Permesta: Dogfight P-51 AURI VS B-26 Invader Permesta

Friday, May 18, 2018 Add Comment
Dogfight Mustang dan Invader

Pada bulan Februari 1958 setelah Letnan Kolonel Ventje Sumual memproklamirkan Pemberontakan Rakyat Semesta (Permesta) di wilayah Indonesia Timur segera memicu pertempuran berdarah yang berlangsung hingga tiga tahun.

Untuk menumpas pemberontakan yang mengancam keutuhan NKRI itu, pemerintah RI terpaksa melakukan tindakan tegas berupa operasi militer secara besar besaran.

Operasi tempur yang digelar pemerintah RI untuk melumpuhkan Permesta yang saat itu menguasai wilayah Sulawesi bersandi "Operasi Merdeka" dan dikendalikan langsung oleh KASAD Mayor Jenderal A.H. Nasution.

Meskipun merupakan pasukan pemberontak, dari sisi kekuatan, pasukan Permesta memiliki persenjataan dan pasukan yang cukup. Mulai dari 5.000 personel mantan anggota KNIL yang terlatih, eks anggota ABRI yang membelot, sukarelawan yang juga dikenal Calon Prajurit Permesta kurang lebih berjumlah 30.000 orang, dan sejumlah pesawat tempur yang merupakan tulang punggung kekuatan udara Permesta yang dinamai Angkatan Udara Revolusioner (AUREV).

Lusinan pesawat tempur AUREV itu semuanya didatangkan dari luar negeri sehingga terjamin kualitasnya dan tidak ada satu pun pesawat AUREV yang merupakan milik atau rampasan dari AURI. Pesawat-pesawat sipil milik maskapai penerbangan di Indonesia juga tidak ada yang digunakan oleh AUREV.

Kekuatan udara AUREV yang secara rahasia berpangkalan di salah satu tempat di Filipina itu terdiri dari 19 pesawat serang dan pembom B-26 Invader, dua pesawat tempur pemburu P-51 Mustang, empat pesawat angkut yang terdiri dari dua Curtiss C-46 Commando dan dua Lockheed 12.

Selain itu, AUREV juga diperkuat oleh pesawat-pesawat transport DC-3/C-47 Dakota dan DC-4/C-54 Skymaster.

Adanya sejumlah pesawat-pesawat transport yang pernah berjaya di PD II dan Perang Korea di jajaran alat utama sistem senjata (alutsista) AUREV jelas mengindikasikan adanya kepentingan untuk keperluan angkut logistik dan pasukan tempur.

Persenjataan yang diselundupkan menggunakan pesawat-pesawat tersebut juga juga telah terbukti dikirim ke wilayah yang dikuasai AUREV dan juga pemberontak PRRI yang sedang bergolak di Sumatra.

Pada 18 Mei 1958 dini hari, sebuah pesawat AUREV menyerang Pangkalan Udara Pattimura (Ambon). Pada saat yang sama, di Lanud Liang, pilot P-51 AURI, Kapten Udara Ignatius Dewanto juga sedang bersiap di kokpit pesawatnya untuk melaksanakan serangan udara menuju Lanud Mapanget AUREV di Manado.

Bahan bakar untuk terbang jarak jauh sudah diisi penuh demikian pula amunisi senapan mesin dan roket untuk kepentingan dogfight serta gempuran ke sasaran di darat.

Ketika sedang bersiap-siap untuk take off, tiba-tiba Kapten Dewanto menerima berita tentang serangan udara AUREV di kota Ambon. Sesuai perintah Mayor Leo Wattimena, Kapten Dewanto pun segera take off dan melesat terbang menuju kota Ambon yang berjarak sekitar 31 km dari Lanud Liang.

Tatkala beberapa menit kemudian P-51 yang siap tempur sudah berada di atas udara Ambon, Dewanto melihat asap mengepul di mana-mana. Puing-puing yang berserakan dan tersebar dalam jarak tertentu serta pohon-pohon yang hangus berasap menandakan baru saja terjadi serangan udara terhadap Ambon.

Kapten Dewanto kemudian melaksanakan terbang search and destroy sambil melaksanakan manuver berputar-putar untuk melakukan observasi secara visual.

Setelah sekian menit terbang, B-26 Invader AUREV ternyata tidak terlihat. Kemudian Kapten Dewanto mengarahkan pesawatnya ke barat menuju lautan.

Demi persiapan dogfight sesuai prosedur tanki bahan bakar cadangan untuk terbang jarak jauh (ferry tank) dilepas sehingga kecepatan dan kelincahan pesawat bertambah.

Kapten Udara Dewanto terbang makin rendah di atas permukaan laut, sambil pandangannya tertuju kepada konvoi kapal ALRI yang akan melaksanakan serangan ke Sulawesi. Sekonyong-konyong dilihatnya pesawat B-26 Invader AUREV yang sedang melaju ke arah konvoi kapal ALRI di bawahnya.

Menyadari hadirnya pesawat asing semua kapal ALRI segera mengumandangkan peran tempur udara sambil menyiapkan senapan dan meriam antiserangan udara.

P-51 Dewanto segera dipacu terbang mengejar dan beruntung bisa menempatkan diri persis berada di belakang B-26 tersebut.

Walaupun sempat ragu karena posisi musuh tepat antara kapal dan P-51, dan menyadari bahwa kapal-kapal perang ALRI mulai melepaskan tembakan, Kapten Dewanto juga langsung menembak dengan roketnya.

Sebagai roket tanpa pemandu, roket yang cocok untuk sasaran statis itu ternyata sulit menghantam sasaran bergerak. Oleh karena itu semua roket yang ditembakkan Kapten Dewanto meleset. Gagalnya gempuran roket kemudian disusul tembakan gencar senapan mesin 12.7 mm P-51 dalam jarak tembak efektif.

Pada saat bersamaan, kapal kapal perang ALRI juga terus melepaskan tembakan antiserangan udara. Salah satunya, adalah KRI Sawega yang segera menembakkan senapan mesin mitraliur kaliber 12.7 mm dan senapan mesin water mantle kaliber 7.62 mm secara serempak.

Pesawat B-26 yang diterbangkan Allen Pope (CIA) dan sedang memfokuskan sasarannya terhadap kapal-kapal perang ALRI pada awalnya rupanya tidak menyadari serangan gencar yang dilaksanakan P-51.

Akibat hantaman peluru senapan mesin P-51, B-26 tampak terguncang dan kemudian terbakar. Pope beserta juru radio yang semula personel AURI, Hary Rantung tampak berhasil bail out menggunakan parasut.

Atas keberhasilannya menembak jatuh B-26 Invader AUREV, Kapten Udara Dewanto pun menjadi ace pertama bagi Indonesia. Posisi jatuhnya pesawat B-26 tersebut pada koordinat 03.40 LS dan 127.51 BT.

Dalam penilaian untuk menentukan confirmed kill, Kapten Dewanto yakin bahwa peluru 12.7 mm P-51 tepat mengenai sasaran. Tanda hantaman peluru senapan mesin itu dikuatkan dengan adanya asap yang mengepul keluar dari badan pesawat.

Sementara dua awak pesawat B-26 yang kelihatan berhasil meloncat menggunakan parasut untuk sementara terapung-apung di udara sambil mencari lokasi pendaratan di pinggiran pantai yang banyak ditumbuhi pohon kelapa.

Sewaktu berusaha mendarat payung Allen Pope yang berhasil bail out kemudian menyangkut di pohon kelapa di Pulau Tiga. Pope pun berusaha turun dari pohon kelapa yang cukup tinggi itu. Tapi karena kurang mahir memanjat, ketika hendak turun dari pohon kelapa, Pope jatuh terhempas ke batu karang sehingga kakinya patah serta badannya luka-luka.

Sedangkan operator Radio Harry Rantung juga jatuh ke laut dan kemudian dapat berenang ke tepi. Tetapi kedua awak pesawat B-26 yang nahas itu akhirnya dapat ditangkap oleh patroli pasukan ALRI.

Sementara itu, saat dalam perjalanan terbang pulang menuju Lanud Liang usai menembak jatuh B-26 yang diterbangkan Pope, Dewanto tiba-tiba berpapasan dengan B-26 lainnya yang baru saja melaksanakan bombardemen di Ambon.

Mirip dengan para pilot Kamikaze yang bertempur dalam PD II, Dewanto langsung mengarahkan P-51 secara berhadap-hadapan, head to head, menuju B-26 yang juga dipiloti orang asing itu.

Duel udara secara berhadap-hadapan pun berlangsung sengit. Dengan berani Dewanto menghujani tembakan kearah B-26 yang diterbangkan pilot kulit putih bernama Cony tersebut menggunakan senapan mesin sampai peluru habis.

B-26 AUREV juga balas menembak menggunakan senapan mesinnya. Akibat dogfight sengit itu kedua pesawat sama-sama mengalami kerusakan tapi tidak jatuh.

Namun kemudian B-26 memilih kabur mengingat P-51 bukan merupakan tandingannya dalam dogfight. Dewanto sendiri memutuskan terus return to base (RTB) mengingat amunisinya juga sudah habis.

Sejak tertangkapnya Allen Pope yang membikin malu Pemerintah AS, kekuatan AUREV seperti telah lumpuh dan keunggulan udara di wilayah Indonesia Timur dikuasai AURI. Pesawat-pesawat AUREV kemungkinan memang masih bisa menyerang dan diterbangkan oleh segelintir pilot yang membelot dari AURI.

Operasi-operasi pendaratan pasukan untuk menggempur Permesta pun mulai dilakukan di berbagai tempat oleh pasukan gabungan TNI.

Kendati satu B-26 AUREV sudah tertembak jatuh dan berhasil menurunkan moril tempur pasukan Permesta, masih perlu waktu yang panjang bagi pasukan RI untuk menaklukkan pasukan darat Permesta yang jumlahnya puluhan ribu personel melalui operasi gabungan ABRI (TNI).

Tapi berkat keunggulan udara yang berhasil diraih oleh AURI terutama peran dominan Mustang di udara, kekuatan pasukan Permesta akhirnya berhasil dihancurkan.

Resources
  • Intisari
  • Gambar: TNI AU 

Poseidon, Drone Bawah Laut Rusia akan Bawa Nuklir

Friday, May 18, 2018 Add Comment
Drone air Poseidon

Drone bawah laut "Poseidon" Rusia yang saat ini sedang dalam pengembangan akan diproyeksikan untuk membawa hulu ledak nuklir dengan kekuatan hingga 2 megaton TNT untuk menghancurkan pangkalan angkatan laut musuh, sumber di sektor pertahanan Rusia mengatakan kepada TASS pada hari Kamis.

"Akan mungkin untuk memasang berbagai muatan nuklir pada sistem (drone samudra) serbaguna Poseidon, dengan hulu ledak termonuklir yang sama dengan muatan Avangard - kendaraan hipersonik yang dikembangkan Rusia - untuk memiliki kapasitas maksimum hingga 2 megaton setara dengan TNT," kata sumber itu. .

Dengan senjata nuklirnya, drone bawah laut ini dirancang terutama untuk menghancurkan pangkalan angkatan laut musuh yang dijaga ketat," kata sumber itu.

Berkat pembangkit listrik nuklirnya, Poseidon akan mampu mendekati target untuk rentang antarbenua pada kedalaman lebih dari 1 km dan dengan kecepatan 60-70 knot (110-130 km/jam), kata sumber itu. Namun TASS belum mendapatkan konfirmasi resmi mengenai kemampuan ini.

Drone air Poseidon

Sebelumnya, sumber lain di sektor pertahanan Rusia mengatakan kepada TASS, bahwa drone bawah laut Poseidon akan bergabung dengan Angkatan Laut Rusia di bawah program persenjataan 2018-2027 dan akan dibawa oleh kapal selam khusus baru yang sedang dibangun di galangan kapal Sevmash.

Proyek pengembangan drone bawah laut Poseidon diungkapkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin 1 Maret. Pemimpin Federasi Rusia tersebut mengatakan bahwa drone ini dapat dipersenjatai dengan amunisi konvensional dan nuklir dan akan mampu menghancurkan infrastruktur musuh, gugus tempur kapal induk dan untuk tujuan lain.

Panglima Angkatan Laut Rusia Sergei Korolyov kemudian mengatakan bahwa Poseidon akan memungkinkan armadanya untuk menyelesaikan berbagai misi di perairan yang berbatasan dengan wilayah musuh. Menurutnya, uji coba elemen dasar drone, pembangkit listrik tenaga nuklir berukuran kecil, telah dilakukan.

Resources
  • TASS

Heli Serang Z-19E China Selesaikan Uji Coba Penembakan

Friday, May 18, 2018 Add Comment
Heli Serang Ringan Z-19E China

Heli serang ringan Z-19E China telah menyelesaikan uji coba penembakan, pengembangnya, Aviation Industry Corporation of China (AVIC), mengatakan pada Rabu (16/5/2018).

"Z-19E telah menunjukkan kemampuan manuver dan operasinya dalam fase uji coba penembakan yang baru diselesaikan, yang menandai langkah besar untuk ekspor ke pasar," kata AVIC.

Z-19E melakukan beberapa uji penerbangan dengan senjata udara seperti senapan mesin, rudal udara-ke-udara, rudal udara-ke-darat dengan penembakan sesungguhnya dalam serangan presisi.

Z-19E juga melakukan uji komprehensif adaptasi sistem kontrol tembaknya, dan lulus verifikasi uji  fungsi dan performa terbang, menurut AVIC.

Z-19E adalah varian ekspor dari Z-19 yang dirancang dan diproduksi oleh AVIC Harbin Aircraft Industry Group Co,  di timur laut Provinsi Heilongjiang, China.

Penerbangan perdananya sukses dilakukan pada Mei tahun lalu.

Heli satu rotor Z-19E memiliki kokpit tandem dan body yang ramping dengan avionik dan sistem senjata komprehensif, yang memberinya kemampuan multitasking di segala cuaca.

Z-19E memiliki bobot efektif yang cukup besar dengan berat take-off maksimum 4,25 ton - meskipun ini hanya setengah dari bobot take-off maksimum heli Apache.

Menurut AVIC, Z-19E juga memiliki keunggulan dalam jangkauan, ketinggian terbang, kecepatan jelajah, dan kecepatan mendaki.

Resources
  • https://www.defencetalk.com/chinas-z-19e-armed-helicopter-completes-firing-tests-71695/
  • Gambar: Air Force Technology

Industri Ruang Angkasa China yang Menggeliat

Thursday, May 17, 2018 Add Comment
Ilustrasi peluncuran satelit China

Peluncuran roket dan satelit telah menjadi tradisi perusahaan-perusahaan ruang angkasa milik negara China, tetapi kini perusahaan-perusahaan ruang angkasa swasta China telah bermunculan dan berharap mendapatkan "emas" dari debu angkasa.

Sebuah laporan oleh FutureAerospace, sebuah lembaga investasi yang berbasis di Beijing, mengatakan bahwa dalam tiga tahun terakhir lebih dari 60 perusahaan swasta China telah terjun ke industri ruang angkasa komersial, dengan fokus pada produksi dan peluncuran satelit dan roket.

Sebagian besar perusahaan swasta tersebut berbasis di Beijing, rumah bagi banyaknya ahli ruang angkasa China, serta Guangdong, Shaanxi, dan Hubei, di mana industri manufaktur lebih berkembang dari provinsi lain.

Tren ini sejalan dengan kebijakan pemerintah China yang dikeluarkan pada 2015 untuk mendorong perusahaan swasta agar turut serta dalam industri ruang angkasa.

Analis mengatakan bahwa aktivitas ruang angkasa komersial semacam ini dapat membantu menurunkan biaya dan meningkatkan efisiensi kegiatan-kegiatan ruang angkasa, dan mempercepat pengembangan teknologi.

Spacex-nya China?

Perusahaan-perusahaan ruang angkasa ternama Amerika Serikat seperti SpaceX, Blue Origin, dan Virgin Galactic saat ini tengah mengembangkan kendaraan luar angkasa yang hemat biaya dengan tujuan agar orang biasa dapat ikut dalam perjalanan ke luar angkasa. Perusahaan-perusahaan ini telah menginspirasi para pengusaha China.

Didirikan pada Juni 2015, LandSpace, produsen roket, telah memperoleh investasi lebih dari 500 juta yuan (sekitar 78,61 juta dolar AS). Teknisinya adalah mantan pekerja perusahaan ruang angkasa milik negara China.

"Ini adalah waktu terbaik bagi perusahaan ruang angkasa China. Keunggulan perusahaan swasta adalah pengambilan keputusan yang cepat dan peningkatan teknis yang cepat," kata Zhang Changwu, CEO LandSpace, yang menandatangani kontrak dengan perusahaan Denmark untuk menyediakan jasa peluncuran satelit di tahun ini.

LandSpace telah merancang roket kecil propelan-padat "LandSpace-1" yang dapat membawa hingga 300 kilogram muatan ke orbit rendah Bumi. Roket ini akan meluncurkan satelit Denmark di paruh kedua tahun ini. Perusahaan ini sekarang berfokus pada pengembangan mesin propelan cair dan roket ukuran medium berbahan bakar oksigen cair dan metana.

LandSpace tidak sendirian di pasar peluncuran

Ketika Shu Chang tiga tahun lalu menyatakan dia akan memproduksi roket, koleganya mengatakan dia gila.

Menjawab pertanyaan dan ejekan, ia mendirikan OneSpace pada Agustus 2015. Empat bulan kemudian, SpaceX meluncurkan roket Falcon 9 dan me-recovery roket tahap pertama untuk pertama kalinya.

Sebagian memuji Shu sebagai Elon Musk-nya China (CEO SpaceX), tetapi sebagian lainnya menyebutnya sebagai penipu.

Dengan investasi sebesar 500 juta yuan, OneSpace telah mengembangkan mesin roket yang lulus uji coba pabrik. Roket mini pertamanya, yang mampu mengirim kargo 100 kg ke ketinggian 800 km, diharapkan segera diluncurkan.

"SpaceX telah menginspirasi industri ruang angkasa China. Tapi saya tidak ingin menduplikasi cerita SpaceX. Saya ingin perusahaan saya memiliki kelebihan sendiri," kata Shu.

Rising star

Memproduksi satelit diyakini memiliki ambang masuk yang lebih rendah dan potensi komersial yang lebih besar daripada roket, dan telah menarik banyak start-up dan investasi.

Dengan perkembangan sistem kendali otomatis, Internet of Vehicles dan Internet of Things, penginderaan jauh dan komunikasi satelit disebut memiliki banyak prospek cerah.

SpaceOK, sebuah perusahaan yang berbasis di Shanghai, berencana untuk memproduksi dan meluncurkan hingga 40 satelit komunikasi kecil dalam tiga tahun ke depan untuk membantu mengembangkan Internet of Things.

"Kami bertujuan untuk memecahkan masalah klasik perusahaan kedirgantaraan, seperti kurangnya inovasi, biaya tinggi, dan tidak cukupnya aplikasi data satelit," kata Wang Yang, CEO SpaceOK.

"Kami juga mendukung (strategi) Belt and Road Initiative negara (China), dan akan menggunakan data satelit kami untuk melayani negara-negara di sepanjang Belt and Road (jalur sutra maritim)."

Nilai pasar ruang angkasa global diperkirakan mencapai 485 miliar dolar AS pada 2020, dimana nilai pasar luar angkasa China diproyeksikan menjadi 800 miliar yuan (125,78 miliar dolar AS). Sekitar dua pertiga pesanan satelit global akan datang dari pelanggan komersial dalam dekade berikutnya.

Terpikat oleh pasar yang menjanjikan, perusahaan ruang angkasa China baru-baru ini meluncurkan serangkaian program untuk memproduksi dan meluncurkan satelit kecil dan mikro.

"Kami berharap program-program ini sesuai dengan rencana tingkat atas bangsa," kata Li Guoping, juru bicara China National Space Administration (CNSA).

Dukungan pemerintah

"Kami terutama menggalakkan sosial kapital (permodalan madani) untuk berinvestasi di sektor aplikasi satelit," kata Li.

"Nilai output dari sektor aplikasi satelit lebih dari 80 persen dari seluruh rantai industri satelit. Jadi kami mendorong perusahaan swasta dan sosial kapital untuk berinvestasi dalam aplikasi komunikasi satelit, penginderaan jauh dan navigasi," katanya.

"Ketika kami membuat rencana besar untuk pengembangan kedirgantaraan China, kami akan mempertimbangkan pengembangan aktivitas ruang angkasa komersial. Pemerintah akan membuka program ruang angkasa yang dapat dilakukan dengan cara komersial, dan membeli layanan dari perusahaan komersial."

Proyek-proyek penelitian dasar terdepan yang didanai negara yang dulunya dilaksanakan oleh lembaga penelitian dan perusahaan milik negara juga akan dibuka untuk perusahaan swasta yang telah memenuhi syarat.

"Kami mendukung pengembangan roket oleh perusahaan swasta pada tingkat tertentu, tetapi penelitian, produksi dan peluncuran mereka harus sesuai dengan peraturan negara," kata Li. "Kami sedang merumuskan panduan untuk mempromosikan perkembangan tertib industri ruang angkasa komersial di China."

Tian Yulong, sekretaris jenderal CNSA, mengatakan pengembangan industri ruang angkasa komersial akan membantu meningkatkan daya saing Tiongkok di pasar internasional.

Pemerintah akan meningkatkan pengawasan keamanan, dan membina perusahaan ruang komersial baru yang kompetitif secara internasional, kata Tian. (ART/SD)

Resources
  • Gambar:http://sanshodhan.in

TNI AD Resmi Terima 8 Heli Apache Hari ini

Wednesday, May 16, 2018 Add Comment
Heli Apache TNI AD
Prajurit Korps Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) berada di atas helikopter AH-64 Apache, di Markas Skadron 11/Serbu Penerbad Semarang, Jawa Tengah. Foto: Antara/R Rekotomo.
TNI Angkatan Darat resmi menerima delapan unit helikopter serang AH-64E Apache buatan Boeing Defense, Space & Security Amerika Serikat di Semarang, hari ini.

Delapan heli Apache ini diserahkan secara simbolis oleh Menhan Ryamizard Ryacudu kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang diwakili Aslog Panglima TNI Laksda TNI Bambang Nariyono di Pangkalan Udara Utama TNI Angkatan Darat Ahmad Yani, Semarang.

Diserahkan pula Sertifikat Kelaikan Udara Militer heli ini dari Kepala Pusat Kelaikan Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan kepada Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat.

Penandatanganan naskah berita acara serah terima kedelapan unit Apache ini dilakukan oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Asisten Logsitik Panglima TNI, Asisten Logistik Kasad, dan Danpusnerbad disaksikan Menteri Pertahanan, Kasad dan Wakil Kepala Perwakilan Permerintah Amerika Serikat.

Menutup rangkaian acara ini, dilakukan pentasbihan secara simbolis oleh Ryamizard, Aslog Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut dan Ketua Komisi I DPR RI, dengan menyiramkan air kembang ke badan pesawat disertai pemberian nomor registrasi Apache.

Pembelian ke delapan heli ini termasuk program Foreign Military Sales (FMS) untuk menjamin kesiapan alutsista secara maksimal.

Ryamizard menyebut Apache sebagai heli serang berteknologi tinggi dan tercanggih saat ini. "Dengan masuknya delapan unit Apache ini, diharapkan mampu memberikan efek gentar dan memaksimalkan penjagaan kedaulatan negara," kata dia.

"Kepada TNI saya minta untuk mempelajari pengoperasian Apache agar dapat digunakan maksimal dan dijaga agar masa pakainya dapat lebih lama," sambung dia.

Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Erin Elizabeth McKee mengatakan AS sangat bangga dapat mendukung modernisasi alat utama sistem persenjataan Indonesia.

"Kami berharap pengadaan Apache oleh angkatan bersenjata Indonesia dapat mendukung komitmen kedua negara untuk mewujudkan stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan," kata Erin.

Resources
  • https://www.antaranews.com/berita/710294/delapan-heli-tempur-apache-resmi-bergabung-dengan-tni-ad

Putin Instruksikan Persiapan Produksi Massal S-500

Wednesday, May 16, 2018 Add Comment
S-400 Rusia disebarkan di Crimea

Presiden Rusia Vladimir Putin meminta perusahaan pertahanan negaranya mempersiapkan produksi massal sistem rudal S-500 Prometey. Pemimpin Kremlin ini juga menyerukan agar modernisasi senjata nuklir strategis dilanjutkan.

"Salah satu tugas utama adalah untuk meningkatkan cara perang anti-presisi. Hal ini diperlukan untuk mengembangkan dan membangun pondasi teknologi di bidang pertahanan udara, untuk melanjutkan modernisasi sistem Pantsir," kata Putin.

"Untuk menyelesaikan pengembangan dan persiapan untuk produksi massal dari sistem terbaru S-500 yang mampu mencapai target di ketinggian super-tinggi, termasuk ruang antariksa di dekat bumi," lanjut Putin dalam pertemuan dengan petinggi Rusia dan eksekutif perusahaan sektor pertahanan.

Presiden yang juga mantan mata-mata KGB ini lantas menyerukan perusahaan pertahanan untuk melanjutkan modernisasi senjata nuklir strategis dan mempersenjatai kembali 14 resimen dengan sistem rudal balistik antar benua Yars sebelum akhir Desember.

"Kekuatan nuklir strategis memiliki kunci penting untuk pertahanan dan keamanan," katanya, yang dikutip kantor berita TASS, Rabu (16/5/2018).

"Sesuai dengan ketentuan program negara untuk persenjataan, kami akan melanjutkan penggantian kompleks rudal Topol yang sudah ketinggalan zaman dengan sistem Yars terbaru dan akan menempatkannya di atas meja peralatan di 14 resimen rudal," imbuh Putin.

S-500 Prometey yang juga dikenal sebagai 55R6M "Triumfator-M", adalah sistem pertahanan anti rudal yang saat ini sedang dikembangkan perusahaan pertahanan Rusia Almaz-Antey, dan direncanakan akan digunakan pada 2020.

S-500 adalah desain yang benar-benar baru, bukan merupakan upgrade dari S-400. S-500 dirancang untuk mencegat dan menghancurkan rudal balistik antarbenua, serta rudal jelajah hipersonik, dan pesawat terbang di ketinggian yang tinggi, dan mampu mendeteksi hingga 10 target yang berkecepatan supersonik.

Resources
  • https://international.sindonews.com/read/1306173/41/putin-minta-produksi-massal-sistem-rudal-s-500-disiapkan-1526412470
  • Gambar: Sputnik News

Tankenstein, Mungkin Satu-satunya Tank Hot Rod di Dunia

Wednesday, May 16, 2018 Add Comment

Shawn Cormier dari Kanada menciptakan mobil yang keren, yakni sebuah tank hot rod - istilah hot rod mengacu pada mobil klasik /tua bermesin besar yang dimodifikasi untuk kecepatan linier.

Layaknya proyek-proyek militer, tank hot rod yang diberi nama Tankenstein ini belum tuntas meskipun telah dikerjakan selama 5 tahun. Cormier sendiri memiliki misi untuk membuat tank hibrid ini menjadi lebih mumpuni dan enak dipandang.

Tankenstein

Sama halnya dengan monster Frankenstein yang tubuhnya merupakan gabungan dari berbagai rupa organ manusia yang berbeda, Cormier juga menggunakan parts mekanik apapun yang tersedia untuk membangun Tankenstein. Di antaranya adalah bagian bawah Tankenstein menggunakan parts dari Bren gun carrier - kendaraan lapis baja ringan infanteri Inggris pada Perang Dunia II.

Bren gun carrier
Bren gun carrier Perang Dunia II
Pada bagian atas atau kabin, Cormier menggunakan suku cadang dari truk derek Mercury tahun 1947, lengkap dengan kaca jendela orisinalnya. Tank ini ditenagai mesin V8 5,0 liter yang bisa mencapai top speed antara 72-80 kilometer per jam.

Cormier mengestimasikan biaya untuk membangun tank hotrod ini sekitar US$ 2.500 atau sekitar Rp 35 juta. Harga yang menarik untuk kendaraan seunik ini.

Agar penampilan semakin lengkap, Cormier mengenakan pakaian militer saat mengendarai Tankenstein. Bahkan dia juga membawa senjata Tommy mainan bersamanya. Bendera Kanada ditambahkan pada Tankenstein untuk menambah kesan patriotik, namun bendera tersebut menjadi cepat berlumpur di kendaraan ini.


Ketika sedang tidak mengerjakan Tankenstein, Cormier menyibukkan diri dengan proyek lainnya, seperti apa yang dia sebut Black Widow Monster Trike. Truk rig yang aneh ini memiliki tiga roda raksasa yang dikombinasikan dengan berbagai komponen dari Chevrolet Corvette dan S10 pickup.

Tankenstein

Tankenstein terlihat gampang-gampang susah untuk dikendalikan. Proyek kendaraan Frankenstein ini sebagian besar telah selesai, Cormier hanya tinggal melakukan sedikit sentuhan finishing untuk membuat mesinnya berjalan sempurna.

Resources
  • https://otomotif.tempo.co/read/1089244/tankenstein-tank-perang-dunia-2-menjelma-mobil-hot-rod
  • https://drivemag.com/news/tankenstein-is-the-only-hotrod-tank-in-the-world
  • Gambar: Internet