Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan

Selasa, Oktober 13, 2020

Kapal Bersayap Lun: Mesin Perang Raksasa Soviet yang Terbuang

Lun

Tak terlihat radar dan cepat, kapal bersayap ini telah menjadi mesin perang yang tangguh sebelum dibuang untuk selamanya.

Bloger Rusia Vitaliy Raskalov baru-baru ini menemukan ekranoplan (kendaraan efek tanah [ground-effect vehicle]) —  sebuah kendaraan menyerupai pesawat terbang, tetapi beroperasi atas efek tanah — buatan Soviet. Monster perang Soviet itu terlantar di pantai Laut Kaspia, Dagestan, Rusia.

“Ekranoplan  berbaring pada perutnya di pantai liar dan terendam air karena rusak ketika pengangkutan (ke lokasinya saat ini). Saya berharap ekranoplan Lun, satu-satunya dari jenisnya, akan tetap utuh dan tidak akan dihancurkan oleh para penjarah,” tulis sang bloger di akun Instagram-nya.


Karena desainnya yang sangat tidak biasa, pengikut Raskalov membandingkan kapal bersayap itu dengan pesawat luar angkasa asing.

Lun memang terlihat tidak biasa. Perawakannya sangat besar — panjangnya 74 meter dan tingginya 19 meter. Mesin perang raksasa ini didukung oleh delapan mesin turbojet dan dilengkapi dengan enam rudal jelajah antikapal. Saat masih digunakan, kecepatan jelajahnya bisa mencapai 550 km/jam, tingkat yang tak tertandingi oleh kapal-kapal berat lain yang ada.


Intinya, Lun adalah hibrida antara kapal dan pesawat: pesawat apung yang dihasilkan menggunakan sayap untuk menciptakan tekanan di bawah tubuhnya dan mengangkatnya ke ketinggian minimal (hanya beberapa meter), cukup untuk terbang di atas permukaan air, es, atau bahkan tanah datar. Sejalan dengan itu, pesawat bisa mendarat di ketiga permukaan itu tanpa landasan pacu.

Tujuan utama dari pesawat semacam itu adalah untuk menggunakannya dalam pertempuran melawan kapal induk musuh, karena diasumsikan bahwa kemampuan kapal bersayap untuk terbang rendah dengan permukaan air atau tanah akan memungkinkannya untuk menghindari sistem radar musuh.

Lun

Monster perang ini dirancang oleh Biro Desain Hidrofoil Pusat Alekseyev Soviet pada 1980-an. Satu-satunya pesawat bersayap dari jenisnya ini resmi mengudara pada 1986, tiga tahun setelah biro tersebut mulai mengerjakan pesawat tersebut.

Setelah peluncuran, kapal bersayap unik itu dipindahkan ke Armada Kaspia Angkatan Laut Soviet untuk uji coba di lapangan. Namun, runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 membuat para perancang dan militer lengah. Tes dihentikan, kapal bersayap itu dicampakkan dari ketentaraan dan ditarik ke Kota Derbent di Dagestan, Rusia.

Video di bawah ini menunjukkan seberapa besar ekranoplan Lun dibandingkan dengan kapal yang digunakan untuk menurunkannya ke lokasi saat ini.


Awalnya, Lun akan digunakan sebagai barang pameran di taman masa depan. Namun, karena rencana tersebut direvisi, sejak saat itu mesin perang raksasa terlantar tanpa pengawasan di pantai Laut Kaspia, sebagaimana yang dikatakan Raskalov. (Russia Beyond)

Kamis, Juli 09, 2020

Video Kapal Selam Besar Iran Dipindahkan dengan Truk

Pemindahan kapal selam kelas Kilo Iran

Tiga kapal selam kelas Kilo Iran adalah kapal selam paling modern di antara banyak kapal selam angkatan laut mereka. Sebuah video muncul di Twitter yang menunjukkan salah satunya sedang diangkut melalui jalan darat.

Kemampuan servis galangan kapal Iran masih diragukan, dan langkah pemindahan itu tampaknya bukan hal biasa bagi mereka. Tapi yang jelas, salah satu dari tiga kapal selam kelas Kilo Iran sedang tidak beroperasi.

Video memperlihatkan kapal selam kelas Kilo (Project 877) ditempatkan pada low-loader khusus. Meskipun video ini tidak bertanggal, tapi diyakini baru. Video ini juga dipublikasikan media berbahasa Iran seperti Harian Jamejam, setelah diposting di media sosial.


Deskripsi yang disampaikan mengatakan bahwa kapal selam ini sedang menuju (atau di) Bandar Abbas, pangkalan angkatan laut utama di Iran. Ini adalah pangkalan untuk tiga kelas Kilo Angkatan Laut Iran, ditambah sebagian besar kapal perang permukaan utama dan kapal selam cebol.

Iran menerima kelas Kilo dari Rusia pada awal 1990-an. Saat ini ketiganya menjadi kapal selam terbesar dan terkuat di Teluk Persia, asalkan tidak ada kapal selam Angkatan Laut AS atau Kerajaan Inggris di sana.

Kapal selam bertenaga diesel-listrik ini masih dapat diandalkan untuk peperangan saat ini, namun ke depan akan semakin ketinggalan zaman. Kelas Kilo dapat membawa torpedo kelas berat dan memiliki kemampuan anti-kapal selam yang sederhana.

Kelas Kilo Iran telah dirombak dan dirawat sendiri oleh Iran. Dan kemampuan ketiganya mungkin telah ditingkatkan selama bertahun-tahun. Namun Iran mengalami kesulitan mempertahankan beberapa fitur asli, seperti lapisan anechoic. Ini adalah ubin karet yang mengurangi kebisingan, faktor penting dalam kemampuan siluman kapal selam. Kapal selam dalam video tampaknya kehilangan sebagian lapisan ubin ini, yang biasanya menutupi bagian luar kapal.

Baca juga: Kekuatan Kapal Selam Iran Salah Satu yang Terkuat di Dunia
Baca juga: 4 Senjata Andalan Iran Bila Terjadi Perang

Kapal selam kelas Kilo Iran
Kapal selam kelas Kilo Iran

Meskipun memindahkan kapal selam melalui darat bukanlah hal yang unik, tapi tetap saja itu bukan hal biasa. Pada umumnya kita sering melihat kapal selam yang dipindahkan ke pantai untuk menjadi kapal museum, atau pemindahan selama konstruksi.

Kelas Kilo memiliki panjang 70 m, lebar 9,7 m dan bobot benaman (saat menyelam) sekitar 3.000 ton lebih. Jadi kapal selam ini tidak mudah dipindahkan melalui jalan darat. Ini juga menunjukkan bahwa kapal selam Iran ini tidak bisa dipindahkan melalui air, entah karena alasan apa, baik dengan tenaganya sendiri atau dengan cara ditarik. Bahkan untuk perawatan rutin mereka biasanya dipindahkan melalui air. Iran memiliki dok kering di Bandar Abbas di mana kapal selam Kelas Kilo secara rutin dirombak di sana.

Titik terang untuk usaha pemindahan kapal selam ini diyakini adalah di galangan kapal di dekat Bostanu. Analis pertahanan Joseph Dempsey dari Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS) menggunakan citra satelit untuk mengidentifikasi kapal selam kelas Kilo di sana dari Februari-Maret tahun ini. Kemungkinan benar kapal selam itu.

Kapal selam kelas Kilo di Bostanu tampak juga telah digambarkan dalam siaran pers pemerintah Iran pada akhir Mei, meskipun tidak ada rincian lebih lanjut.

Galangan kapal berjarak sekitar 15 mil ke barat di sepanjang pantai dari Bandar Abbas dan dihubungkan oleh jalanan yang baik. Iran banyak melakukan pekerjaan pada kapal selam dan kapal perang lainnya di sana. Dan lokasinya dekat dengan kapal tongkang target Iran yang dirancang agar terlihat seperti kapal induk kelas Nimitz Angkatan Laut AS.

Kisah pasti di balik langkah Iran ini belum jelas. Dan seperti biasanya sering tidak terungkap. Tetapi analis pertahanan dunia terus mengawasi dengan cermat untuk mencari tahu tentang apa saja kegiatan dan kesiapan Angkatan Laut Iran.*

Minggu, April 26, 2020

Ternyata Pilot Korut Pernah 'Dogfight' dengan Pilot Israel

MiG-21. (Kredit: Alex Conu / Airplane Picture)

Dunia terutama Barat selalu mengecam tindakan Korea Utara (Korut) yang seringkali meluncurkan rudal dalam rangka uji coba senjata. Hal ini dianggap Barat sebagai tindakan provokatif dan menunjukkan niat serius Korut untuk mengembangkan senjata nuklir.

Bahkan Korut tak segan melakukan latihan militer di Laut Kuning untuk memprovokasi saudara tuanya, Korea Selatan (Korsel) yang merupakan sekutu dekat Amerika Serikat.

Namun kali ini kita tidak akan membicarakan tentang perseteruan Korut dan AS, melainkan pertempuran antara pilot Korut dan pilot Israel. Bagaimana ini bisa terjadi?

Ceritanya saat tahun 1973 ketika di Timur Tengah pecah perang Yom Kippur. Koalisi Arab lawan Israel dalam Yom Kippur amat kekurangan pilot tempur terlatih yang bisa mengawaki jet tempur MiG-21 Fishbed.

Bingung dengan keadaan tersebut, tiba-tiba saja datang tawaran dari Korut dimana mereka akan 'meminjamkan' pilot tempurnya sebanyak 20 personel kepada Koalisi Arab untuk digunakan berperang melawan Israel.

Koalisi Arab menerima dengan senang hati, terlebih pilot-pilot yang dikirim Korut tersebut amat terlatih mengawaki MiG-21 dan sudah mengantongi 2.000 jam terbang.

Tak menunggu lama, pilot-pilot Korut tersebut langsung diterjunkan ke kancah pertempuran melawan pilot Israel yang mengemudikan F-4 Phantom.

Duel udara pertama antara pilot Korea Utara dan Israel terjadi di atas sektor Teluk Suez pada 6 Oktober 1973.

F-4 Phantom. (Kredit: Wiki Common)

Pasa saat itu, dua pesawat F-4 Phantom Israel yang hendak kembali ke pangkalan karena bahan bakarnya menipis setelah melakukan patroli udara disergap dua MiG-21.

Tak pelak lantaran dalam keadaan kurang siap, kedua F-4 Israel itu kelabakan dengan kedatangan MiG-21.

Walau demikian dogfight udara masih bisa diupayakan oleh para pilot Israel yang merasa heran kenapa MiG Koalisi Arab saat itu amat garang dalam menghadapi mereka tak seperti biasanya.

Bahkan saat F-4 sampai menembakkan 3 rudal air to air AIM-9 Sidewinder hanya untuk mencoba melumpuhkan satu MiG-21 Koalisi Arab. Namun ketiga rudal itu hanya meledak di dekat MiG-21 tanpa bisa menjatuhkannya.

Sadar lawan mereka lebih piawai menerbangkan pesawat, kedua F-4 Phantom tancap gas kabur saja ke pangkalannya agar nantinya mendapat bantuan dari Artileri Pertahanan Udara Israel. MiG-21 tak mengejar lantaran mungkin bahan bakar mereka juga mulai menipis.

Setelah beberapa waktu baru para pilot Israel sadar jika MiG-21 Koalisi Arab yang mereka hadapi diawaki oleh pilot Korut yang amat terampil mengawaki MiG-21 buatan Soviet.

Memang, di masa lalu pilot-pilot Korut dan Vietnam Utara terkenal 'sinting' ketika mengoperasikan pesawat tempur MiG-21 dan MiG-17 Fresco.*

Resources
  • https://sosok.grid.id/read/412121530/walau-dikenal-jahat-tapi-siapa-sangka-korea-utara-pernah-gempur-israel-untuk-mendukung-kemerdekaan-palestina?page=all

Selasa, April 21, 2020

Unik, Humvee Milisi Houthi di Yaman Dipasangi Turet Tank BMP-1

Kendaraan Humvee milisi Houthi di Yaman yang dilengkapi dengan turet tank BMP-1 73mm. (Gambar: Twitter)

Milisi Houthi di Yaman terus memproduksi kendaraan tempur hibrida. Salah satunya adalah High Mobility Multipurpose Wheeled Vehicle (HMMWV) atau Humvee Amerika yang dilengkapi dengan turet tank tempur infanteri (IFV) BMP-1 73mm buatan Soviet yang dipasang di bagian atap.

Konflik di Suriah atau Libya juga menunjukkan pasukan pemberontak memproduksi peralatan militer semacam ini untuk membuat kendaraan tempur lebih baik dalam hal mobilitas dan daya tembak.

Negara-negara lain di dunia juga telah menggunakan turet tank BMP-1 yang dipasang pada kendaraan tempur beroda. Pada April 2017, tentara Iran telah meluncurkan Heidar-6, yang merupakan kendaraan angkut personel (APC) BTR-60PB 8x8 buatan Soviet yang dilengkapi dengan turet tank BMP-1. Dalam perang Libya, turet BMP-1 dipasang di bagian belakang pickup Toyota. Kuba juga memproduksi BTR-60 buatan Soviet yang dilengkapi dengan turet BMP-1.

Tank BMP-1 buatan Soviet adalah kendaraan lapis baja beroda track yang dilengkapi dengan turet satu orang yang dipersenjatai dengan kanon Model 2A28 smoothbore 73 mm, tekanan rendah, short-recoil yang mana beratnya 115 kg. Karena karakteristik teknis dan beratnya, turet BMP-1 dapat dengan mudah diintegrasikan pada kendaraan beroda.

Tembakan kanon 76mm disuplai dari magazen 40-putaran yang terletak di sebelah kanan belakang penembak. Senjata itu menembakkan fixed fin-stabilized HEAT dengan kecepatan awal 440 m/dtk yang kemudian meningkat menjadi 700 m/dtk begitu proyektil meninggalkan laras. Proyektilnya sama dengan yang digunakan dalam senjata infanteri SPG-9 dan memiliki jangkauan efektif maksimum 1.300 m.

Persenjataan kedua dari turet BMP-1 adalah sebuah senapan mesin PKT 7,62 mm yang disuplai dari kotak amunisi putaran 2.000 butir 'honeycombed' yang dipasang di bawah senjata. Peluncur untuk rudal anti tank Malyutka AT-3 (Kode NATO: Sagger) dipasang di atas kanon 76mm. Satu rudal dibawa dalam posisi siap diluncurkan dengan dua roket lainnya di turet, rudal ini dimuat melalui rel melalui lubang di bagian depan atap turet. Rudal Sagger memiliki jangkauan tembak minimum 500 m dan jarak tembak maksimum 3.000 m.

Turet tank BMP-1 terbuat dari baja yang semuanya dilas yang memberikan perlindungan balistik terhadap penembakan senjata kaliber 7.62mm dan serpihan artileri.*

Senin, April 20, 2020

Jet Tempur Su-25 Chad Tembakkan Rudal di Pangkalan, 4 Orang Tewas


Pada Jumat, 17 April 2020 kemarin, terjadi sebuah kecelakaan tragis. Sebuah jet tempur Su-25 Frogfoot milik Angkatan Udara Chad yang diparkir di Pangkalan Udara Aérienne Kossei NDjamena, Chad, tanpa sengaja menembakkan rudal.

Rudal itu menembus truk bahan bakar kosong, melewati pesawat angkut C-130 Hercules sebelum akhirnya menghantam rumah Wakil Komandan Pengawal Presiden, Jenderal Mahamata Salaha Brahima, membunuh dua anak dan dua orang dewasa, dan melukai dua lainnya.

Video kamera pengawas yang merekam insiden itu telah bocor di internet. Menurut laporan media setempat yang dilansir Russia Today, video itu menunjukkan saat rudal tersebut, diduga secara tidak sengaja, ditembakkan, ketika jet tempur itu dipersiapkan untuk lepas landas.

Penyebab insiden tersebut sedang diselidiki.


Rudal itu terbang hanya dalam beberapa meter dari ujung sayap pesawat angkut C-130 Hercules, yang merupakan milik angkatan bersenjata Prancis dari Escadron de transport (Transport Squadron) 2/61 Franche Comté, Prancis, yang dikerahkan di Chad sebagai bagian dari Operasi anti-teroris Barkhane.

Sebagian berpendapat bahwa akan lebih baik jika rudal itu mengenai Hercules saja. Ini belum tentu benar karena kita tidak tahu apakah ada orang sedang bekerja di dalam atau sekitar C-130.

Insiden yang tidak biasa ini kembali mengingatkan kita pada kecelakaan aneh yang melibatkan F-16 Angkatan Udara Belgia di darat di Florennes yang hancur total karena diberondong tembakan meriam M61A1 Vulcan 20mm dari F-16 lainnya yang secara tidak sengaja ditembakkan oleh petugas pemeliharaan pada 12 Oktober, 2018 lalu.

Saat itu kami menulis bahwa kecelakaan itu cukup aneh: "tidak jelas mengapa teknisi itu bekerja pada F-16 bersenjata yang dekat dengan jalur penerbangan. Bahkan jenis pemeriksaan atau pekerjaan tidak pernah diungkapkan. Yang pasti itu adalah pekerjaan yang telah mengaktifkan kanon meskipun pesawat berada di darat: penggunaan senjata onboard (termasuk kanon) biasanya diblokir oleh saklar yang aman ketika peralatan pesawat turun dengan tujuan mencegah kecelakaan serupa."*

Rabu, April 15, 2020

Foto Langka: MiG-29 Korea Utara Menembakkan Rudal

MiG-29 Korea Utara menembakkan rudal
Foto langka MiG-29 Korea Utara menembakkan rudal (Kredit: KCNA)

Pekan lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi armada pesawat serangnya di mana ia memeriksa jet tempur MiG-29 dan Su-25. Berdasarkan info yang tersedia, kunjungan tersebut terjadi di Sunchon Airbase, sekitar 30 mil di utara Pyongyang, tempat semua MiG-29 dan Su-25 Angkatan Udara Korea Utara bermarkas.

Kunjungan ini memberikan beberapa wawasan langka tentang persenjataan Angkatan Udara Korea Utara, termasuk foto di atas yang menunjukkan MiG-29 menembakkan rudal udara-ke-udara R-60 IR (AA-8 Aphid dalam sebutan NATO).

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berkunjung ke Sunchon Airbase
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berkunjung ke Sunchon Airbase, April 2020. (Kredit: KCNA)

Menurut media pemerintah Korea Utara, "Pemimpin Tertinggi" memerintahkan jet tempur untuk bergegas dan melakukan latihan udara di mana mereka mengejar, menargetkan, dan menjatuhkan target udara. Tidak diketahui apa target simulasi yang digunakan, tetapi kemungkinan yang tidak dapat dikesampingkan adalah drone, karena Korea Utara Utara dilaporkan mengembangkan banyak drone terutama untuk serangan kamikaze dan beberapa bahkan ditemukan jatuh di Korea Selatan.

R-60 atau AA-8 Aphid adalah salah satu rudal udara-ke-udara paling ringan di dunia, dengan bobot peluncuran 44 kg , dan merupakan salah satu rudal paling gesit sebelum diperkenalkannya R-73 (atau Archer AA-11) dan AIM-9X. Rudal yang dipandu IR, dengan jangkauan hanya 8 km (atau 5 mil), juga terlihat dalam foto-foto propaganda lama dari tahun 80-an.

Rudal udara-ke-udara lainnya yang dipamerkan adalah R-27R yang dipandu radar atau AA-10 Alamo-A. Rudal, yang menggunakan homing radar semi-aktif (SARH) seperti AIM-7 Sparrow, memiliki jangkauan maksimum 73 km. Perlu dicatat bahwa rudal dalam foto adalah versi -R standar dan bukan -ER Alamo-C, yang memiliki jangkauan lebih jauh.



Senjata Su-25 Korea Utara kembali muncul ke publik setelah foto tahun 80-an seperti foto diatas. Di antaranya, kita bisa melihat rudal udara-ke-permukaan Kh-25ML dan Kh-29ML, pod senapan SPUU-22 dan pod SPS-141 ECM.

Kh-25L (atau AS-10 Karen) dan Kh-29L (atau AS-14 Kedge) juga masih digunakan oleh Angkatan Udara Rusia, seperti yang terlihat juga dalam foto-foto dalam konflik Suriah. Keduanya menggunakan panduan laser semi aktif dengan jangkauan sekitar 10 km. Namun penerapannya berbeda, karena Kh-25 dengan hulu ledak HE 86 kg digunakan untuk target yang lebih kecil atau target ringan yang diperkuat  dan Kh-29 dengan hulu ledak 320 kg digunakan untuk target lebih besar.

Pod senapan SPUU-22 agak unik dibandingkan dengan padanan barat, karena menggunakan laras kembar GSh-23L 23 mm autocannon yang dapat dinaikkan ke bawah hingga 30 derajat, memungkinkan pesawat untuk melakukan pemberondongan senjata di sasaran darat saat berada di level penerbangan, tanpa perlu menukik. Fitur unik lainnya adalah bahwa pod dapat dipasang juga untuk menembak mundur dan memberondong target darat setelah melakukan overflying.

SPS-141 Gvozdika adalah generasi kedua dari pod ECM Soviet dan mungkin sistem yang paling luas dari jenis ini, dikembangkan untuk memacetkan MIM-14 Nike Hercules dan sistem MIM-23 Hawk SAM, keduanya digunakan di Korea Selatan sampai beberapa tahun yang lalu. Pod tersebut dianggap cukup efektif selama Perang Teluk di mana macet baterai Hawk, memaksa AS untuk meningkatkan rudal. Pod itu bahkan digunakan pada F-4F Jerman selama latihan setelah penyatuan kembali negara tersebut. (The Avionist)

Selasa, Maret 17, 2020

Foto-foto Terbaik : Edisi Maret 2020

HMS Prince of Wales

Kapal induk Angkatan Laut Inggris, HMS Prince of Wales, berlayar melewati patung 'Another Place' saat tiba di Liverpool, Inggris, pada 28 Februari 2020. Kapal induk terbaru Angkatan Laut Inggris itu menyelesaikan perjalanannya dari Pangkalan Angkatan Laut Portsmouth ke Liverpool dalam kondisi cuaca hujan lebat dan angin kencang. (Foto oleh Christopher Furlong / Getty Images)


Anggota kru HMS Prince of Wales

Anggota kru berjalan di jalur peluncuran di dek penerbangan HMS Prince of Wales Angkatan Laut Inggris, selama kesempatan media sementara kapal induk itu bersandar di dermaga di Liverpool, barat laut Inggris pada tanggal 29 Februari 2020. - HMS Prince of Wales, kapal induk kedua dari Kelas Queen Elizabeth (QE) Angkatan Laut Inggris, berada di Liverpool untuk kunjungan selama seminggu. (PAUL ELLIS / AFP melalui Getty Images)


Latihan militer Tentara Rakyat Korea

Pada 28 Februari 2020, muncul foto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara yang menunjukkan latihan militer Tentara Rakyat Korea di Korea Utara. Media pemerintah KCNA mengatakan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi latihan militer yang mensimulasikan serangan terhadap sasaran pulau itu. Wartawan independen tidak diberi akses untuk meliput peristiwa tersebut. Gambar ini adalah gambar yang didistribusikan oleh pemerintah Korea Utara, jadi tidak dapat diverifikasi secara independen. Water mark berbahasa Korea pada gambar yang disediakan oleh sumber berbunyi: "KCNA" yang merupakan singkatan dari Korean Central News Agency. (Kantor Berita Pusat Korea / Layanan Berita Korea via AP)


Marinir AS

Marinir AS turun dari kendaraan serang amfibi selama Latihan Gabungan Cobra Gold di pesisir Thailand, provinsi Rayong pada 28 Februari 2020. (LILLIAN SUWANRUMPHA / AFP via Getty Images)


Tank tempur Merkava IV Israel

Sebuah tank tempur Merkava IV milik tentara Israel terlihat di Dataran Tinggi Golan yang dicaplok Israel di perbatasan dengan Suriah pada 24 Februari 2020. (JALAA MAREY / AFP via Getty Images)


Tentara Nasional Suriah

Anggota "Tentara Nasional Suriah", aliansi kelompok pemberontak yang didukung Turki, mengendarai kendaraan beroda track yang dimodifikasi sebagai buldoser di kota Sarmin, sekitar 8 kilometer tenggara kota Idlib di Suriah barat laut, pada 24 Februari, 2020, ketika mereka ambil bagian dalam serangan militer di desa Nayrab menyusul serangan artileri yang ditembakkan oleh militer Turki. (Foto oleh Omar HAJ KADOUR / AFP) (Foto oleh OMAR HAJ KADOUR / AFP via Getty Images)



Gambar diambil pada 28 Februari 2020 menunjukkan sebuah helm militer Turki di lokasi serangan udara rezim di desa Balyun di provinsi Idlib barat laut Suriah. - Setidaknya 33 tentara Turki tewas ketika kekerasan meningkat di provinsi Idlib Suriah. Kepala NATO Jens Stoltenberg mengutuk serangan "tidak pandang bulu" oleh rezim Assad dan Rusia. (OMAR HAJ KADOUR / AFP via Getty Images)


Pemberontak Suriah

Pemberontak Suriah yang didukung Turki melaju di jalan dekat kota Taftanaz di provinsi timur laut Idlib, pada 28 Februari 2020. - Para pemimpin Rusia dan Turki mengadakan pembicaraan krisis Jumat setelah 33 tentara Turki tewas dalam serangan udara rezim di Suriah, memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan yang berbahaya. Serangan pasukan Suriah yang didukung Rusia itu terjadi Kamis malam di provinsi barat laut Idlib, tempat Presiden Bashar al-Assad melancarkan kampanye berdarah untuk mengusir pemberontak dari serangan terakhir mereka. (OMAR HAJ KADOUR / AFP via Getty Images)

Kamis, Maret 05, 2020

Inikah Pilot Pesawat Pembom Wanita Pertama Rusia?

Yekaterina Olegovna Pchela

Pada 27 Februari, media Rusia KZ menyoroti Yekaterina Olegovna Pchela yang mungkin akan menjadi pilot wanita pertama armada pesawat pembom (LRA) Rusia.

Pchela adalah seorang kadet di Krasnodar Higher Military Aviation Pilot School (KVVAUL) dan sebagai satu-satunya wanita yang saat ini belajar untuk menerbangkan pesawat pembom strategis Rusia.

Kadet Pchela adalah awal dari apa yang orang Rusia sebut sebagai "dinasti militer." Ayahnya - Oleg (dipromosikan menjadi Jenderal bintang satu pada 20 Februari) - telah memimpin salah satu divisi penerbangan armada pesawat pembom sejak 2017 lalu. Divisi ini mengoperasikan pesawat pembom Tu-160 Blackjack dan Tu-95MS Bear.

Departemen Pertahanan Rusia pertama kali mengizinkan wanita untuk menjalani pendidikan di KVVAUL pada 2017, tetapi membatasi mereka hanya untuk pesawat angkut.

Menurut wakil KVVAUL, sekarang setidaknya ada satu orang wanita yang mempelajari masing-masing dari empat spesialisasi: satu di penerbangan serangan, satu di penerbangan jarak jauh, tujuh di jet tempur, dan penerbangan transportasi.

Rata-rata wanita mendapat nilai lebih tinggi daripada pria. Editor KZ menambahkan bahwa ada 45 wanita yang terdaftar di KVVAUL.

Kadet wanita tahun kedua dan ketiga akan terbang untuk pertama kalinya pada musim semi ini.

Tu-160 Blackjack
Salah satu pesawat pembom strategis Rusia, Tu-160 Blackjack
Jumlah wanita dalam Angkatan Bersenjata Rusia tidak mengalami peningkatan selama dekade terakhir. Ada 50.000 di 2012. Mungkin sekarang hanya berjumlah 40.000, meskipun dari sisi kepangkatan ada peningkatan. Polling menunjukkan sekitar dua pertiga orang Rusia tidak ingin anak perempuan mereka menjadi tentara.

Namun, kepindahan ke Angkatan Bersenjata Rusia lebih bergantung pada sukarelawan daripada wajib militer, berarti Moskow tidak boleh mengabaikan kumpulan besar sumber daya manusia yang berharga, yaitu wanita.

Sebuah negeri di mana chauvinisme laki-laki telah lama berlaku, Rusia masih jauh tertinggal dibanding negara-negara untuk soal ini. Akademi militer AS sudah menerima wanita pada paruh kedua tahun 1970-an dan pilot wanita pertama pesawat pembom B-52 AS terbang pertama kali pada awal 1990-an.

Para ibu dan ayah Rusia khawatir tentang perpeloncoan dan kekerasan terhadap putra-putra mereka di ketentaraan. Jadi mereka tentu juga khawatir tentang pelecehan seksual dan serangan terhadap anak perempuan mereka. Tapi kehadiran dan posisi Oleg Pchela di LRA mungkin akan menjadi angin segar bagi calon-calon tentara wanita Rusia.

Resources

Minggu, Mei 26, 2019

Isi Kokpit Salah Satu Senjata Paling Rahasia AS - Bomber Siluman B-2

Kokpit pembom B-2 Spirit

Pesawat bomber (pembom) B-2 Spirit adalah salah satu senjata paling rahasia milik AS. Di bulan ini, kita mendapatkan pandangan pertama yang luar biasa untuk senjata perang yang kuat ini.

Satuan 509th Bomb Wing Angkatan Udara AS baru-baru ini mengizinkan wartawan sipil Jeff Bolton untuk merekam bomber B-2 dari dalam kokpit dalam sebuah penerbangan. Defense News mempublikasikan video eksklusifnya, sehingga kita bisa melihat ke dalam kokpit pesawat itu untuk pertama kalinya dalam sejarah 30 tahun pesawat pembom itu.

Kokpit pembom B-2 Spirit

Layar dan peralatan yang terlihat di kokpit membantu pilot lolos dari sistem pertahanan udara musuh yang ketat untuk menyerang target musuh.

Kokpit pembom B-2 Spirit

Kokpit B-2 diisi dengan berbagai tampilan multi-fungsi yang memungkinkan kru memonitor operasi, serta dengan cepat menemukan kesalahan fungsi atau pembacaan yang diluar toleransi.

"Layar dan peralatan yang ditampilkan di Defense News adalah sistem komunikasi, propulsi, sistem kontrol penerbangan dan navigasi yang terintegrasi," kata juru bicara 509th Bomb Wing di Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri, dikutip dari Business Insider.

"Layar dan peralatan," katanya, "digunakan oleh pilot kami untuk memberikan efek presisi senjata di wilayah udara yang sangat dipertahankan. Sistem ini membantu 509th Bomb Wing untuk menggunakan B-2 untuk mengeksekusi opsi nuklir dan serangan global untuk Amerika Serikat. "


Pesawat siluman yang kuat ini hanya dikemudikan oleh dua orang awak, yang harus mengawasi berbagai instrumen dalam penerbangan.

Kokpit pembom B-2 Spirit

B-2 Spirit, sebuah pesawat dengan desain sayap terbang yang unik, adalah bagian penting dari kemampuan pencegahan nuklir Amerika.

Dengan diawaki oleh dua orang, fitur pesawat ini yang low-observable memberikannya radar signature yang hampir tidak terdeteksi, membuatnya hampir tidak terlihat (siluman) dan mampu menembus pertahanan musuh yang canggih untuk menyerang sasaran dengan berbagai persenjataan, baik konvensional maupun nuklir.


Beberapa instrumen lebih penting daripada yang lain.

Kokpit pembom B-2 Spirit

Menurut pilot bomber B-2, tampilan yang terpenting adalah Vertical Situation Display (VSD).

"B-2 adalah (pesawat dengan) perjalanan paling mulus di langit dengan auto-pilot yang sangat cakap," pilot menjelaskan, memberi tahu bahwa pilot B-2 muda kadang-kadang lupa bahwa mereka sedang menerbangkan pesawat ketika mereka menundukkan kepala saat melakukan tugas-tugas lain. "VSD memberikan pilot semua info yang mereka butuhkan untuk mendapatkan kembali kesadaran situasional."

VSD menggabungkan semua instrumen penerbangan standar menjadi satu tampilan. Orientasi pesawat (sikap), ketinggian, kecepatan udara, heading, dan sudut serang semua pada satu layar.

Horizontal Situation Display (HSD) juga cukup penting, karena tidak hanya menunjukkan rute, tetapi juga memungkinkan pilot B-2 mengetahui pesawat teman atau musuh di dekatnya, serta informasi radar yang relevan.

Resources
  • BI

Jumat, November 16, 2018

HUT Korps Marinir ke-73: Parade Hingga Serangan Kilat

Tanggal 15 November 1945 ditetapkan sebagai hari jadi atau Hari Ulang Tahun (HUT) Koprs Marinir Tentara Negara Indonesia (TNI) Angkatan Laut.

Korps Marinir merupakan satu dari beberapa komando utama (Kotama) TNI Angkatan Laut.

Dalam struktur organisasi TNI AL, Korps Marinir sejajar dengan Kotama lain seperti (Koarmada I, Koarmada II, Koarmada III, Kolinlamil, Kodiklatal, Seskoal dan AAL).

HUT Korps Marinir ke-73
Kendaraan tempur Korps Marinir melakukan defile pada upacara HUT ke-73 Korps Marinir di Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Kamis, 15 November 2018. Ratusan prajurit Korps Marinir mengikuti upacara peringatan hari ulang tahun ke-73 Korps Marinir. ANTARA/Zabur Karuru

HUT Korps Marinir ke-73
Prajurit Korps Marinir melakukan serangan saat demo serangan kilat pada upacara HUT ke-73 Korps Marinir di Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Kamis, 15 November 2018.  Dalam kesempatan itu KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dinobatkan sebagai warga kehormatan Korps Marinir melalui proses pembaretan. ANTARA/Zabur Karuru/aww.

HUT Korps Marinir ke-73
Sejumlah tank melakukan serangan saat demo serangan kilat pada upacara HUT ke-73 Korps Marinir di Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Kamis, 15 November 2018. ANTARA/Zabur Karuru

HUT Korps Marinir ke-73
Prajurit Korps Marinir melakukan serangan  saat demo serangan kilat pada upacara HUT ke-73 Korps Marinir di Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Kamis, 15 November 2018. ANTARA/Zabur Karuru

HUT Korps Marinir ke-73
Sejumlah kendaraan tempur Korps Marinir melakukan defile pada upacara HUT ke-73 Korps Marinir di Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Kamis, 15 November 2018. ANTARA/Zabur Karuru

HUT Korps Marinir ke-73
KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji (tengah) bersama  Komandan Korps Marinir TNI AL Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono (kiri) berada di atas tank ketika mengikuti upacara HUT ke-73 Korps Marinir di Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Kamis, 15 November 2018. ANTARA/Zabur Karuru

Rabu, November 07, 2018

Atraksi Jet-Jet Tempur China di Zhuhai Airshow 2018

J-10B
Jet tempur J-10B dari Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) melakukan atraksi penerbangan selama Pameran Penerbangan dan Antariksa Internasional China, atau Zhuhai Airshow di Zhuhai,  Guangdong, China, Selasa 6 November 2018. Berbagai atraksi aerobatik ditampilkan dalam pameran kedirgantaraan ini. REUTERS

J-10
Atraksi jet tempur J-10 dari tim Aerobatic Baby, Angkatan Udara China di Zhuhai Airshow, Guangdong, China, Selasa, 6 November 2018. Pameran ini berlangsung 6-11 November 2018. China Daily/REUTERS

J-10
Tim Aerobatic Baby dari Angkatan Udara Rakyat China melakukan uji coba menjelang Zhuhai Airshow di Guangdong, China, Sabtu, 3 November 2018. Pameran ini dilakukan dua tahun sekali. REUTERS/Stringer

K-8
Penonton menyaksikan aksi jet K-8 dari tim Aerobatic Red Falcon dari Tentara Pembebasan Rakyat China dalam Zhuhai Airshow di Zhuhai, Guangdong, China, Selasa, 6 November 2018. REUTERS

J-20
Jet tempur siluman Chengdu J-20 dari Tentara Pembebasan Rakyat China melakukan dalam Zhuhai Airshow, di Guangdong, China, Selasa, 6 November 2018. Pesawat siluman Chengdu J-20  atau stealth fighters ini menjadi bintang dalam pameran ini. REUTERS

J-20
Dua jet tempur siluman J-20 dari Tentara Pembebasan Rakyat China melakukan dalam Zhuhai Airshow, di Guangdong, China, Selasa, 6 November 2018.

Atraksi Jet-Jet Tempur China di Zhuhai Airshow 2018


Resources
  • Tempo

Rabu, Oktober 31, 2018

Keliling Dunia Selama 150 Jam Dengan Pesawat Bertenaga Surya

Pesawat tenaga surya Rusia
Untuk mengembangkan pesawat bertenaga surya, para peneliti Rusia meluncurkan laboratorium terbang fotovoltaik, sebuah metode yang mengubah energi matahari menjadi energi listrik. (Sk.ru)

Petualang Rusia Fyodor Konyukhov yang belum lama ini mengelilingi Bumi dengan balon kini memiliki petualangan baru. Ia berencana terbang mengelilingi dunia dalam 150 jam dengan pesawat bertenaga surya yang dibuat oleh pengembang asal Rusia.

Sebuah proyek baru yang disebut Albatross bertujuan untuk menciptakan pesawat terbang yang akan melakukan penerbangan nonstop mengelilingi Bumi pertama dengan energi matahari. Dijadwalkan selesai pada 2020, para peneliti harus terlebih dahulu mengumpulkan lebih banyak data sebelum proyek dimulai.

Pesawat tenaga surya Rusia
Petualang Rusia Fyodor Konyukhov, yang telah menaklukkan kutub Utara dan Selatan dan tujuh puncak tertinggi di dunia, sekarang berencana untuk terbang keliling dunia dengan pesawat bertenaga surya (Sk.ru)

Petualang Rusia Fyodor Konyukhov, yang telah menaklukkan Kutub Utara dan Kutub Selatan dan tujuh puncak tertinggi di dunia, sekarang berencana terbang mengelilingi seluruh dunia dengan pesawat bertenaga surya.

Sebagai bagian dari proyek, para pengembang meluncurkan lab terbang fotovoltaik, sebuah metode yang mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Lab ini dilengkapi dengan modul surya fleksibel yang unik yang diproduksi oleh perusahaan berbasis Moskow, TEEMP.

"Modul surya ini lebih efisien 22 persen, dan mampu menangkap baik sinar matahari langsung mau pun yang terpantul," kata Sergey Kurilov, direktur TEEMP.

Pesawat tenaga surya Rusia
Sk.ru

Modul surya yang fleksibel dipasang pada permukaan atas dan bawah sayap pesawat, serta pada tutup sasis dan bagian atas badan pesawat. Pemanas listrik mengizinkan pesawat untuk mempertahankan suhu yang nyaman di dalam selama penerbangan jarak jauh dan tinggi.

Lab fotovoltaik itu dipresentasikan pada akhir Oktober di Skolkovo, pusat teknologi terbesar Rusia, yang terletak di Moskow.

Seluruh solusi teknologi baru ini akan dibutuhkan untuk merealisasikan penerbangan mengelilingi dunia pertama untuk pesawat bertenaga surya, kata Mikhail Lifshits, kepala proyek Albatross. Ia menambahkan bahwa lab fotovoltaik adalah tahap paling penting dalam proses ini.

Pesawat tenaga surya Rusia
Sk.ru

"Kami belum tahu berapa banyak energi matahari yang bisa diserap pesawat di garis lintang dan waktu yang berbeda pada," katanya, seraya menambahkan bahwa para pengembang perlu perhitungan yang lebih baik untuk merancang pesawat.

Penerbangan mengelilingi dunia akan berlangsung pada ketinggian 12-14 kilometer, dengan kecepatan rata-rata 210 km per jam. Pesawat itu diperkirakan akan menjangkau 35 ribu kilometer dalam 150 jam, terbang di atas Australia, Selandia Baru, Chili, Argentina, Brasil, dan Afrika Selatan.

Resources
  • https://www.rbth.com/science-and-tech/329391-solar-plane-around-the-world

Rabu, Oktober 24, 2018

Bangkai Kapal Karam Utuh Tertua di Dunia Ditemukan di Laut Hitam

Kapal karam utuh tertua di dunia
Kapal dagang Yunani kuno ditemukan di dasar Laut Hitam dekat Bulgaria. (Gambar: Black Sea Maritime Archaeology Project)

Sebuah kapal dagang Yunani Kuno yang berusia 2.400 tahun, yang diyakini sebagai kapal karam utuh tertua di dunia, ditemukan di dasar Laut Hitam dekat Bulgaria, Selasa (23/10/2018).

Kapal itu merupakan satu dari 60 puing kapal yang diidentifikasi Proyek Arkeologi Maritim Laut Hitam. Kapal lain yang berhasil dikenali adalah kapal-kapal Romawi dan kapal Kosak abad ke-17.

Dalam proyek yang berdurasi tiga tahun ini, para ilmuwan menggunakan sistem kamera lait dalam dengan kendali jarak jauh yang digunakan untuk memetakan dasar laut bagi kepentingan eksplorasi gas dan minyak bumi.

"Sebuah bagian kecil kapal sudah diteliti dengan penanggalan karbin dan dipastikan menjadi puing kapal tertua yang ditemukan selama ini," demikian pernyataan resmi proyek itu.


Kapal itu, yang tergolek menyamping lengkap dengan tiang layar dan kemudi, diperkirakan berasal dari tahun 400 SM.

Kala itu, Laut Hitam merupakan lalu lintas dagang utama antara kota-kota koloni Yunani.

Tim peneliti menjelaskan, kapal kuno itu ditemukan di kedalaman lebih dari 2.000 meter tak jauh dari temuan berbagai keramik Yunani.

 Air laut di kedalaman itu tidak mengandung oksigen sehingga berbagai material organik yang ada di dalamnya terawetkan selama ribuan tahun.

"Sebuah kapal utuh dari masa klasik tergeletak di kedalaman dua kilometer, sesuatu yang tidak pernah saya yakini sebelumnya," ujar Profesor Jon Adams dari Universitas Southampton, peneliti senior proyek ini.

"Penemuan ini akan mengubah pemahaman kita soal pembuatan kapal dan pelayaran di dunia kuno," tambah dia.

Sementara itu anggota tim Helen Farr mengatakan, temuan kapal dalam kondisi utuh ini merupakan hal yang pertama kali terjadi.

"Proyek ini secara umum sebenarnya meneliti perubahan permukaan laut dan tenggelamnya kawasan Laut Hitam, dan kapal ini merupakan hasil sampingan proyek ini," ujar Helen kepada BBC Radio. (kompas/guardian)

Video Detik-Detik Helikopter Mi-17 Angkatan Laut Meksiko Jatuh ke Laut

Video helikopter Mil Mi-17 Angkatan Laut Meksiko dengan 12 awaknya jatuh ke laut di Teluk Santa Clara, Baja California, pada 20 Oktober.

Helikopter Mi-17 Meksiko jatuh di laut

Sebuah helikopter Mil Mi-17 Angkatan Laut Meksiko jatuh pada Sabtu saat misi pemantauan penangkapan ikan ilegal di lepas pantai Baja California.

Kapal Sea Shepherd M / V Farley Mowat turut berpartisipasi dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), hasilnya 11 dari 12 awak berhasil diselamatkan.

Secara kebetulan, para saksi merekam saat helikopter Mi-17 itu jatuh. Rekaman video menunjukkan helikopter itu berputar-putar dan kehilangan ketinggian dan moncongnya mengarah ke laut.

Menggunakan teknik yang sama yang biasa digunakan untuk menemukan alat tangkap ikan ilegal, kelompok konservasi laut menunjukkan posisi yang tepat dari kecelakaan helikopter Mi-17 di dasar laut menggunakan sonar, membantu Angkatan Laut Meksiko.


Helikopter MI-17 nahas itu sedang dalam misi patroli untuk memastikan laut di Teluk Atas California bebas dari kegiatan penangkapan ikan ilegal. Nelayan di daerah itu melaporkan insiden itu kepada pihak berwenang menggunakan ponsel dan melaju ke lokasi kejadian menggunakan perahu kecil, tak lama Angkatan Laut Meksiko datang ke lokasi kejadian.

Sembilan dari awak dilaporkan dalam kondisi baik, dengan dua luka serius dan dirawat di rumah sakit dan satu masih dilaporkan hilang. Penyebab kecelakaan itu masih diselidiki Angkatan Laut Meksiko.

Sebagian besar penumpang diselamatkan oleh perahu nelayan dan kapal Angkatan Laut Meksiko, yang sudah berada di laut. Insiden ini masih diselidiki, menurut rilis.

Mi-17 Angkatan Laut Meksiko
Mi-17 Angkatan Laut Meksiko (Sputniknews)

Mil Mi-17 (dikenal sebagai Mi-8M di kedinasan Rusia) merupakan helikopter angkut kelas menengah buatan Rusia. Saat ini Mi-17 diproduksi di dua pabrik, yaitu di Kazan dan Ulan-Ude. Helikopter ini adalah pengembangan dari Mil Mi-8 yang menjadi andalan Pakta Warsawa semasa Perang Dingin. Indonesia juga mempunyai beberapa Mi-17 yang dioperasikan oleh TNI-AD. (fr)

Senin, Oktober 15, 2018

Kecelakaan Aneh: F-16 Belgia Hancur Total Ditembak F-16 Lainnya

Kecelakaan F-16 Belgia Hancur Total

Kecelakaan aneh ini bukan terjadi di udara, tapi saat kedua F-16 berada di darat. Ini merupakan kejadian kecelakaan pelepasan senjata kedua di Eropa tahun ini.

Sebuah F-16 Angkatan Udara Belgia (BAF) hancur dan F-16 lainnya rusak ketika kanon M61A1 Vulcan 20mm milik F-16 lainnya secara tidak sengaja ditembakkan oleh personel perawatan di Pangkalan Udara Florennes di daerah Walloon di Belgia Selatan pada hari Jumat, 12 Oktober 2018.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa teknisi yang bekerja pada F-16 yang diparkir itu secara tidak sengaja menembakkan kanon enam laras Vulcan 20mm dari jarak dekat ke dua F-16 yang tengah parkir. Foto-foto menunjukkan satu F-16 hancur total di darat. Dua personel pemeliharaan dilaporkan terluka dan dirawat.

Kecelakaan F-16 Belgia Hancur Total

Kecelakaan F-16 Belgia Hancur Total

Kecelakaan F-16 Belgia Hancur Total

Di sebuah hanggar, diposisikan pada perpanjangan jalur penerbangan, seorang teknisi sedang mengerjakan sebuah F-16. Dikatakan bahwa teknisi itu secara tidak sengaja mengaktifkan kanon enam laras 20mm Vulcan M61A-1 milik F-16 yang dikerjakannya. Rupanya, kanon itu memuat amunisi dan beberapa amunisi menghantam F-16 lainnya yang bernomor registrasi FA128. FA128 itu baru saja diisi bahan bakar dan disiapkan untuk terbang sortie bersama F-16 lainnya. Terkena dampak peluru 20mm, FA128 meledak seketika dan ledakannya merusak F-16 lainnya.

Pangkalan udara di Florennes adalah rumah bagi Belgian 2nd Tactical Wing yang terdiri dari 1st ‘Stingers’ Squadron and the 350th Squadron.

Sebuah laporan di F-16.net mengatakan bahwa, “F-16 (# FA-128) hancur total sementara F-16 kedua mengalami kerusakan akibat ledakan. Dua personel terluka dan dirawat di tempat kejadian. Cedera yang diderita sebagian besar disebabkan oleh ledakan. ”

Laporan berita yang diterbitkan Jumat malam lalu mengatakan, “F-16 diparkir di dekat hanggar ketika secara tidak sengaja ditembak oleh F-16 lain yang menjalani perawatan darat rutin. Beberapa detonasi terdengar dan asap hitam tebal terlihat bermil-mil di sekitarnya. Petugas pemadam kebakaran sipil bahkan telah dipanggil untuk membantu petugas pemadam kebakaran di pangkalan udara untuk mengatasi insiden itu. Sekitar tiga puluh orang dikerahkan di lokasi dan beberapa ambulans diberangkatkan. Direktorat Keselamatan Penerbangan (ASD) saat ini sedang menyelidiki penyebab pasti. "

Kecelakaan F-16 Belgia Hancur Total

Kecelakaan F-16 Belgia Hancur Total

Kecelakaan itu cukup aneh: tidak jelas mengapa teknisi itu bekerja pada F-16 bersenjata yang dekat dengan jalur penerbangan. Bahkan jenis pemeriksaan atau pekerjaan tidak pernah diungkapkan. Yang pasti itu adalah pekerjaan yang telah mengaktifkan kanon meskipun pesawat berada di darat: penggunaan senjata onboard (termasuk kanon) biasanya diblokir oleh saklar yang aman ketika peralatan pesawat turun dengan tujuan mencegah kecelakaan serupa.

Ini adalah kali kedua di tahun ini, pelepasan senjata pesawat secara tak sengaja juga terjadi di Eropa. Pada 7 Agustus 2018, Eurofighter Typhoon Angkatan Udara Spanyol secara tidak sengaja meluncurkan rudal AIM-120 Advanced Medium Range Air to Air Missile (AMRAAM) saat menjalankan misi pemolisian udara di dekat Otepää di Valga County, Estonia selatan. Insiden itu terjadi hanya 50km dari perbatasan Rusia.

Sebuah laporan sepuluh hari pasca insiden itu mengatakan pencarian senjata yang hilang itu dibatalkan. Rudal itu tidak pernah ditemukan. "Semua poin dampak teoritis dari rudal kini telah dicari secara hati-hati," kata Panglima Angkatan Udara Estonia Kolonel Riivo Valge dalam siaran pers EDF.

Selama dua minggu terakhir, kami mempekerjakan tiga helikopter, lima patroli darat, dan lima puluh unit personel yang kuat untuk melakukan pencarian di lapangan. Kami juga mendapat bantuan dari Rescue Board (Päästeamet) Explosive Ordnance Disposal Centre dan menggunakan drone Angkatan Udara dalam pencarian,” tambah Col. Valge.

"Meskipun pendekatan sistematis kami dan tindakan lokasi rudal yang terkena dampak belum diidentifikasi dan semua lokasi kemungkinan telah dikesampingkan seperti yang sekarang," Kolonel Valge menyimpulkan dalam rilis media 17 Agustus 2018 sepuluh hari setelah rudal itu secara tidak sengaja ditembakkan.

Karena protokol keamanan senjata ketat, terutama dengan amunisi seperti itu, berada di tempat selama penanganan darat, sangat jarang bagi personel perawatan untuk secara tidak sengaja melepaskan senjata pesawat.

Resources
  • Gambar 1: BAF via Scramble.nl
  • Gambar 4 : f-16.net
  • Gambar 2,3.5 & 6 :  Twitter (Tony Delvita)