Saturday, February 28, 2015

Krisis Rudal Kuba (October Crisis)

Krisis Rudal Kuba atau juga dikenal sebagai "October Crisis" adalah sebuah krisis yang terjadi antara tanggal 14-28 Oktober 1962 yang terjadi sebagai akibat dari Perang Dingin yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Krisis yang terjadi di Laut Karibia Kuba ini terjadi setelah terungkap fakta bahwa Amerika Serikat telah mensponsori sebuah serangan ke Teluk Babi (Invasi Teluk Babi) milik Kuba, sebuah negara komunis di Laut Karibia.

Invasi Teluk Babi adalah sebuah pendaratan yang direncanakan dan didanai oleh Amerika Serikat dan dilakukan oleh orang-orang Kuba di pembuangan di Kuba barat daya untuk menggulingkan pemerintahan Fidel Castro pada tanggal 17-19 April 1961. Namun, invasi ini gagal total dan menjadi noda internasional bagi pemerintahan Kennedy. Meskipun gagal, penyerbuan ini telah menimbulkan kemarahan Uni Soviet, sebagai pemimpin komunis dunia, maupun rakyat Kuba sendiri.

Rudal balistik jarak menengah Uni Soviet R-12
Rudal balistik jarak menengah Uni Soviet R-12 (SS-4) di Red Square, Moskow, 1959-1962. Gambar: CIA/Wikimedia
Pada bulan September 1962, Nikita Khruschev, Perdana Menteri Uni Soviet, menyatakan kepada Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy bahwa setiap serangan berikutnya terhadap Kuba akan dinilai sebagai tindakan perang. Tidak lama kemudian, atas permintaan Kuba, Uni Soviet segera menempatkan rudal-rudal jarak menengah yang dilengkapi dengan hulu ledak nuklir di Kuba.

Rudal-rudal tersebut mengancam AS karena kemampuan merusaknya yang dapat menghancurkan sebuah kota besar dalam waktu singkat setelah diluncurkan. Pada tanggal 22 Oktober 1962, Kennedy muncul di muka publik dan menuntut Uni Soviet untuk menarik rudal-rudalnya atau AS akan menyerang Kuba. Maka, dimulailah minggu-minggu yang dikenal dengan sebutan Krisis Rudal Kuba ini.

Foto yang menggambarkan kosentrasi rudal di Kuba
Foto yang menggambarkan kosentrasi rudal di Kuba, 1962. Gambar: CIA/Wikimedia
Negosiasi di antara dua musuh bebuyutan ini terjadi dengan alot karena kedua belah pihak merasa siap untuk berperang dan tidak mau mengurangi tuntutannya. Kapal-kapal perang Amerika mengepung Kuba untuk memaksakan sebuah "karantina" terhadap semua pelayaran milik kuba; pesawat-pesawat pengebom mencari posisi di Florida dan bersiaga menghadapi serangan udara. Untungnya, pada tanggal 28 Oktober 1962, Khruschev menyatakan bahwa Uni Soviet bersedia memindahkan nuklirnya asalkan AS berjanji tidak akan menyerbu Kuba.

Wikipedia