Sunday, January 13, 2013

Polandia Tawarkan MLRS Kepada Indonesia

Langusta WR-40, MLRS Polandia
Langusta WR-40, MLRS Polandia, daya jangkaunya masih kalah dari MLRS ASTROS
Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengatakan bahwa Polandia berniat meningkatkan kerjasama pertahanan dengan Indonesia. Mengenai hal ini, Komisi I mendukung upaya-upaya Polandia untuk bisa bekerja sama dengan Indonesia dalam pengadaan alutsista dan mereka berkomitmen untuk menyiapkan skema transfer teknologi (ToT).

Pada pertengahan Januari nanti delegasi Komisi Luar Negeri Parlemen Polandia secara khusus akan berkunjung ke Komisi I DPR. Hal ini  disampaikan Dubes Polandia untuk RI Kai Sauer saat berkunjung ke Komisi I, Selasa, 8 Januari 2013.

Menurut Siddiq, Komisi Luar Negeri Parlemen Polandia akan berkunjung ke Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Pertahanan RI, dan secara khusus akan berkunjung ke Komisi I DPR. Utusan Polandia akan berbicara upaya peningkatan kerja sama di bidang ekonomi dan industri pertahanan.

Sebelumnya, Polandia juga menawarkan Multiple Launch Rocket System (MLRS) kepada Indonesia, namun Kemenhan lebih memilih MLRS dari Brasil atau Turki. Untuk alutsista dari Polandia, hingga saat ini memang belum ada yang pas bagi Indonesia. Namun, yang menarik adalah niat Polandia yang akan mentransfer teknologi (ToT) seandainya Indonesia membeli alutsista dari  negara yang juga ambil bagian dalam Pameran Indo Defence 2012 lalu.

Tank PT-91 M Polandia
Tank PT-91M Polandia. Angkatan Darat Malaysia mengakuisisi 48 tank ini dengan nama PT-91M Pendekar, yang mulai dioperasikan AD Malaysia pada Oktober 2010
Mahfudz mengatakan, delegasi Parlemen Polandia menganggap posisi Indonesia yang sangat penting. Sebab, potensi Indonesia besar. Namun sayangnya selama ini Indonesia belum secara maksimal mengembangkan komunikasi dengan Polandia. Selain itu, Polandia juga berharap September nanti Presiden SBY bisa melakukan kunjungan ke Polandia dan melakukan MoU peningkatan kerja sama bilateral kedua negara.

Kerjasama antara Indonesia dan Polandia terbilang unik, bukan karena proses, jarak atau kultur kedua negara atau poin-poin yang menjadi kerjasamanya. Tapi terletak pada bendera kedua negara, coba sobat bayangkan ketika kedua bendera negara ini disandingkan. Unik kan?? he...