Friday, September 14, 2018

F-22 AS Kembali Cegat Pembom Tu-95 Bear Rusia yang Dikawal Su-35

Jet tempur F-22 Raptor AS membayangi pesawat pembom Tu-95MS Bear Rusia di langit sebelah barat Alaska, 11 September 2018 (Foto: Angkatan Udara AS)
Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) merilis foto sebuah F-22 Raptor Angkatan Udara AS membayangi pesawat pembom Tu-95MS Bear Rusia di Alaska.

Pada 11 September 2018, dua pesawat tempur F-22 Raptor Angkatan Udara AS secara positif mengidentifikasi dan mencegat dua pesawat pembom Tu-95MS A "Bear-H" Rusia di sebelah barat Alaska. Kali ini Tu-95 Bear Rusia terbang dikawal oleh Sukhoi Su-35.

Tidak ada hal istimewa yang terjadi, pencegatan ini serupa dengan yang terjadi pada 1 September lalu. Namun, kali ini pembom Bear Rusia, terbang di wilayah udara internasional tetapi di dalam Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Alaska - zona khusus, yang dapat melampaui wilayah negara di mana pesawat tanpa otorisasi dapat diidentifikasi sebagai ancaman dan diperlakukan sebagai pesawat musuh, yang mengarah ke identifikasi visual (VID) dan pencegatan oleh pesawat tempur - dikawal oleh dua jet tempur Su-35 "Flanker" Rusia.

F-22 Raptor adalah salah satu pesawat unit reaksi cepat di NORAD untuk mendukung Operation Noble Eagle, yang diluncurkan pasca peristiwa 9/11 untuk mencegah terulangnya serangan udara 11 September 2001 di AS dan Kanada.

Sebagaimana diketahui, ini bukan pertama kalinya beberapa Flanker (julukan NATO untuk Su-27 dan variannya) Rusia beroperasi bersama pesawat pembom Rusia dalam penerbangan jarak jauh.

Pertemuan dekat semacam itu cukup sering dan beberapa kali melibatkan jet tempur dari kedua negara, seperti yang terjadi pada 2017 lalu, ketika Bear dikawal oleh dua Su-35, dan pesawat Airborne Early Warning (AEW) Beriev A-50 Mainstay. Ini adalah kunjungan kedua kalinya Bear Rusia ke ADIZ Alaska. Pada 12 Mei 2018, dua F-22 diluncurkan untuk melakukan VID dan mengawal dua Tu-95 dalam misi serupa di Pasifik Utara.

Bahkan, pada Mei 2017, dua pesawat pembom Tu-95MS Bear Rusia yang berkemampuan nuklir dikawal oleh dua Su-35 Flanker-E dan didukung oleh A-50 Mainstay terbang di dalam ADIZ Alaska, dan dicegat oleh dua F-22 Raptor Angkatan udara AS sekitar 50 mil laut di sebelah selatan Chariot, Alaska.

Su-35 adalah pesawat tempur generasi 4++ yang sangat bermanuver. Meskipun bukan pesawat siluman, Su-35 dilengkapi dengan sistem Irbis-E PESA (Passive Electronically-Scan Array) dan IRST (Infrared Search and Tracking) jarak jauh yang mumpuni, yang diklaim sumber Rusia dapat mendeteksi pesawat siluman seperti F -35 pada jarak lebih dari 90 kilometer.

Menurut pendapat sebagian analis pertahanan, kelompok terbang yang terdiri dari Tu-95 dan Su-35 ini diluncurkan sebagai konsekuensi dari peningkatan aktivitas penerbangan di Alaska terkait dengan latihan North Edge, membenarkan bahwa Rusia mengamati dengan cermat apa yang terjadi di wilayah Alaska.

Rusia tampaknya ingin menguji kemampuan serangan jarak jauh (strategis) mereka serta kesiapan Flanker untuk mengawal aset bernilai tinggi, yakni pembom Bear, selama operasi jarak jauh.

Kehadiran pesawat AEW A-50 Mainstay Rusia juga tidak boleh diremehkan. Pesawat itu terbang jauh di belakang Bear dan Su-35 pasti ada maksud tertentu. Sebagai platform pesawat peringatan dini, A-50 jelas ditanamkan berbagai ESM (Electronic Support Measures): dengan kata lain, A-50 mampu mendeteksi target yang jauh serta mampu mengendus emisi radar, radio, dan pertukaran data.

Lebih jauh lagi, F-22 Raptor unit reaksi cepat di Norad biasanya terbang dengan tangki bahan bakar eksternal dan lensa Luneburg: ini berarti F-22 akan terlihat oleh radar. Disimpulkan bahwa kelompok pesawat Rusia ini sadar betul bahwa mereka akan dicegat jet tempur AS dan setidaknya tahu bagaimana kali ini taktik NORAD untuk mencegat mereka.

Seperti yang sering terjadi di kedua belah pihak sejak Perang Dingin, Rusia kemungkinan besar melakukan simulasi serangan jarak jauh tetapi dengan tujuan ELINT (ELectronics INTelligence): Bear dan Flanker bertindak sebagai "umpan" untuk menguji taktik dan waktu reaksi pencegatan oleh AS, sedangkan Mainstay, yang posisinya di belakang, mencoba mengumpulkan sebanyak mungkin sinyal dan data tentang jet tempur AS yang diluncurkan untuk mencegat mereka. (fr)