Thursday, September 13, 2018

Rudal Jelajah Terbaru AS Akan Menyerang dari Jarak 1.000 Mil

Rudal jelajah JASSM

Rudal Joint Air-to-Surface Standoff Missile (JASSM), yang digunakan AS dalam serangannya April lalu di Suriah, akan dikembangkan lagi untuk ditingkatkan kemampuannya.

Rudal udara-ke-darat terbaru Pentagon "JASSM" akan dikembangkan lagi untuk meningkatkan jangkauannya, membuatnya mampu menyerang target yang lebih jauh daripada sebelumnya.

Rudal jelajah JASSM-XR akan memberikan pesawat-pesawat taktis Angkatan Udara AS kemampuan untuk menyerang target yang jauhnya lebih dari 1.000 mil (1.609 km). Sebagai gambaran tentang jangkauan semacam ini, itu berarti sebuah pesawat yang terbang di langit Jakarta dapat menyerang sasaran-sasaran yang jauh seperti Medan, Kalimantan, Mataram dan Makassar dengan akurasi yang tepat.

Rudal JASSM Pentagon adalah rudal jelajah subsonik. Sebagai rudal jelajah, JASSM dapat terbang rendah untuk menghindari deteksi radar musuh, menggunakan GPS anti-jamming dan sistem navigasi internal untuk mengikuti rute yang telah ditentukan ke targetnya. Beberapa saat mengenai target, rudal beralih ke mode pencarian inframerah - nose-mounted - untuk mengidentifikasi target dan masuk untuk menghancurkannya. Hulu ledak JASSM yang seberat 450 kilogram adalah hard target smart fuse yang memungkinkannya menembus tanah, batu, atau beton.

Pada April 2018 di Suriah, Angkatan Udara AS meluncurkan 19 rudal jelajah JASSM (Pentagon sebelumnya melaporkan JASSM-ER) terhadap militer Suriah. Rudal diluncurkan dari pesawat pembom B-1B Lancer, meskipun B-2, B-52H, F-15E, dan F-16 juga dapat meluncurkan rudal ini.
Pemasangan JASSM
Angkatan Udara AS memasang JASSM pada pesawat pembom B-52

JASSM original didukung oleh mesin turbojet Teledyne CAE J402-CA-100 dan memiliki jangkauan 230 mil (370 km). JASSM-ER telah ditingkatkan jangkauannya menjadi sekitar 500 mil (804 km) menggunakan mesin turbofan Williams International F107-WR-105, yang lebih efisien bahan bakar dan tangki bahan bakar yang lebih besar.

Pada Senin lalu, Pentagon memberikan perusahaan pertahanan AS Lockheed Martin kontrak senilai $ 51 juta untuk mengembangkan versi baru dari rudal ini, yang disebut Joint Air-to-Surface Standoff Missile-Extreme Range (JASSM-XR). JASSM-XR diharapkan memiliki jangkauan lebih dari 1.000 mil (1.609 km). JASSM-XR kemungkinan akan dibekali dengan tangki bahan bakar yang lebih besar, dan mungkin perbaikan sistem navigasi inersia agar rudal tidak keluar dari jalurnya.

Jangkauan yang lebih jauh akan membuat misi Angkatan Udara AS menjadi lebih fleksibel dan daya tahan dan keselamatan pesawat dan pilot menjadi lebih besar. JASSM-XR dapat menyerang target lebih jauh di wilayah musuh yang dipertahankan, atau menggunakan sebagian besar jangkauannya untuk terbang di sekitar pertahanan udara musuh sehingga dapat menyerang dari arah yang tak terduga. Ini juga berarti pesawat-pesawat non-siluman, khususnya pesawat pembom berat B-52, dapat meluncurkan rudalnya secara aman jauh dari ancaman pertahanan udara musuh.

Berdasarkan kontrak, Pentagon mengharapkan JASSM-XR siap pada Agustus 2023.

Resources
  • Popular Mechanics