5 Kapal Selam Paling Mematikan di Angkatan Laut Rusia

Tuesday, August 21, 2018
Kapal Selam Kelas Borei

Selama Perang Dingin, kapal-kapal selam Uni Soviet merupakan kekuatan yang harus diperhitungkan. Pada tahun-tahun puncak ketegangan Moskow dan Washington, banyak orang Amerika yang mencurigai kapal-kapal selam Uni Soviet bersembunyi di garis pantai negara itu.  Mesin pembunuh bawah laut Soviet ini telah menebar ketakutan warga AS dengan rudal dan senjata nuklirnya.

Pasca runtuhnya Uni Soviet tahun 1991, program-program kapal selam Rusia menjadi kolaps bersamaan dengan kolapsnya berbagai program militer Rusia lainnya. Setelah mengalami 'mati suri' bertahun-tahun, akhirnya Rusia mulai memodernisasi militer mereka. Mulai dari mengupgrade senjata era Perang Dingin untuk memenuhi tantangan perang di masa kini, hingga merancang senjata yang benar-benar baru seperti kapal selam Kelas Borei dan Yasen. Rusia bertekad untuk meningkatkan status dan kemampuan armada bawah lautnya.

Berikut adalah lima kapal selam paling mematikan milik Angkatan Laut Rusia:


Kapal Selam Kelas Akula

Kapal Selam Kelas Akula

Dibangun di era Uni Soviet dengan sebutan kelas Bar 971, namun kapal selam serang bertenaga nuklir ini menjadi lebih dikenal dengan nama 'pemberian' NATO yakni "Akula." Akula memang tidak dibekali fitur senyap (silent) ketika menyelam seperti beberapa kapal selam seterunya dari Barat, tapi Akula tetap menjadi ancaman yang nyata, terutama setelah serangkaian upgrade pasca Perang Dingin.

Angkatan Laut Soviet menugaskan tujuh model Akula I antara 1986 dan 1992. Antara tahun 1992 dan 1995, Rusia menugaskan antara dua hingga empat kapal selam Akula I yang sudah diupgrade. Moskow juga sudah mulai merancang upgrade yang lebih komprehensif untuk Akula, yang dijuluki Proyek 971A atau Akula II. Upgrade ini akan memperpanjang lambung menjadi 110 meter dan bobot benaman (berat perpindahan) 12.770 ton. Akula II juga akan menggunakan mesin yang lebih senyap dibanding pendahulunya, menjadikannya sebagai kapal selam paling senyap milik Rusia.

Total Uni Soviet dan Rusia dalam rentang 1983-1994 sudah membangun 15 unit kapal selam kelas Akula. Saat ini ada 5 kelas Akula yang aktif, empat kapal: K-317 Pantera (1990), K-154 Tigr (1993), K-419 Kuzbass (1992), K-335 Gepard (2001), dioperasikan oleh Rusia, sedangkan satu kapal lainnya K-152 Chakra (sebelumnya bernama Nerpa) disewakan ke India mulai tahun 2012 hingga 2022. Delapan unit kelas Akula lainnya menunggu atau sedang overhaul/modernisasi, sedangkan 2 unit lainnya dinonaktifkan menunggu keputusan. Ada juga satu kapal selam kelas Akula terakhir "Irbis" yang konstruksi baru selesai 42%, kemungkinan akan diselesaikan dan disewakan ke India.

Kecepatan jelajah Akula di permukaan laut adalah 10 knot, sedangkan kecepatannya di bawah air mencapai 33 knot. Kelas Akula mampu menyelam sejauh 600 meter. Untuk penugasan, Akula memiliki daya tahan 100 hari.

Akula dipersenjatai dengan berbagai senjata anti kapal, anti-kapal selam, dan serangan darat yang memungkinkannya menyelesaikan berbagai misi. Satu kapal selam kelas Akula dapat membawa sebanyak 12 rudal jelajah Granit varian anti-kapal dan serangan darat. Rudal jelajah Granit memiliki jangkauan 3.000 kilometer. Untuk operasi anti-kapal dan anti-kapal selam, Akula I dibekali delapan tabung peluncur torpedo, sementara Akula I upgrade dan Akula II memiliki sepuluh peluncur. Peluncur portabel Strela SA-N-5/8 dengan 18 rudalnya juga memberikan kapal selam kelas Akula kemampuan anti-udara.

Kapal Selam Kelas Kilo

Kapal Selam Kelas Kilo

Diciptakan selama era Soviet di Biro Pusat Desain Maritim Rubin di St. Petersburg, Proyek 877 Paltus Rusia (Kode NATO: "Kilo") adalah kapal selam serang bertenaga diesel. Pertama kali ditugaskan oleh Soviet pada tahun 1982, saat ini Kilo tetap dioperasikan Rusia dan berbagai negara di dunia.

Ukuran kilo tidaklah besar, panjang lambungnya 70 meter dengan bobot benaman (menyelam) 3.076 ton. Kelas Kilo standar memiliki enam tabung peluncur torpedo. Platform ini dapat digunakan untuk sistem seperti torpedo elektrik TEST-71MKE TV, yang membawa muatan bahan peledak 205 kilogram. Kilo juga bisa menebarkan hingga 24 ranjau. Delapan rudal anti-pesawat dapat dipasang ke Kilo, yang kompatibel dengan sistem permukaan-ke-udara Strela-3 dan Igla.

India, yang juga menggunakan Kilo, mengontrak galangan kapal Rusia Zvezdochka untuk menambahkan rudal anti-kapal seperti Klub S (jangkauan: 220 kilometer) ke kapal selam kelas Kilonya.

Generator diesel Kilo memberikannya kecepatan hingga 10 knot untuk jelajah permukaan dan 17 knot ketika menyelam. Kilo dapat menyelam sejauh 300 meter dan memiliki daya tahan operasi selama 45 hari.

Rusia hingga kini masih menggunakan kelas Kilo, sedangkan negara lain yang saat ini juga mengoperasikan kelas Kilo adalah China, India, Iran, Aljazair, dan Vietnam. Dua anggota NATO yang merupakan mantan anggota Pakta Warsawa, Polandia dan Rumania, juga menggunakan kelas Kilo.

Kapal Selam Tipe 636.3 Varshavyanka (Kilo yang Ditingkatkan)

Tipe 636.3 Varshavyanka (Kilo yang Ditingkatkan)

Ketika kapal selam diesel-listrik baru kelas Lada Rusia gagal dalam uji coba laut pada tahun 2010, Moskow beralih ke kapal selam klasik era Perang Dingin, yakni kelas Kilo. Agar sesuai dengan kebutuhan peperangan modern, Rusia menginstruksikan untuk meningkatkan kemampuan kapal selam kelas Kilo.

Tipe 636.6 Varshavyanka, juga dikenal di Barat sebagai "Improved Kilo." Awalnya dimaksudkan sebagai kapal selam pengisi kekosongan antara kelas Kilo original dan kelas Lada, Varshavyanka harus mengisi celah ini sampai kapal selam kelas Lada dianggap layak melaut. Angkatan Laut Rusia telah mengoperasikan enam kapal tipe 636.6 Varshavyanka. Kapal yang terbaru, B-271 Kolpino mulai ditugaskan pada 24 November 2016.

Dengan bobot benaman 4.000 ton (menyelam), Varshavyanka adalah kapal selam untuk rangkaian senjata yang kuat. Seperti pendahulunya, Varshavyanka memiliki enam tabung peluncur torpedo dan dipersenjatai dengan rudal permukaan-ke-udara seperti Strela-3 dan Igla. Tipe 636.6 baru juga membawa rudal anti-kapal seperti Club-S Novator. Rudal ini memiliki hulu ledak berdaya ledak tinggi, memiliki jangkauan 220 kilometer.

Seperti Proyek 877 yang asli, Kilo yang ditingkatkan ini memiliki daya tahan 45 hari dan kedalaman penyelaman maksimum 300 meter. Varshavyanka  menawarkan kecepatan yang lebih tinggi dari pendahulunya: 11 knot di permukaan dan 20 knot ketika menyelam.

Sebagai pembunuh yang senyap, Kilo yang ditingkatkan ini dinilai sebagai salah satu model kapal selam diesel elektrik yang paling senyap. Namun, Biro Desain Rubin sedang menjajaki cara untuk menyesuaikan kapal Varshavyanka dengan sistem Air-Independent Propulsion (AIP), yang akan membuatnya lebih senyap lagi.

Kapal Selam Kelas Borei

Kapal Selam Kelas Borei

Ini adalah kapal selam pertama rancangan Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet. Kelas Borei adalah kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir. Kapal pertama dari kelas Borei, Yury Dolgoruky, diluncurkan pada  2008 dan ditugaskan pada 2013. Kapal selam kedua kelas Borei, Aleksandr Nevskiy, diluncurkan pada 2010 dan ditugaskan pada 2013. Kapal selam ketiga, Vladimir Monomakh, diluncurkan pada 2012, ditugaskan 2014. Kapal selam keempat, Knyaz Vladimir, diluncurkan pada 2017 tapi belum ditugaskan - ada beberapa modifikasi yang membuatnya berbeda dari tiga kelas Borei sebelumnya. Moskow berharap kelas Borei akan menggantikan armada tua dari kapal selam kelas Typhoon dan Delta III era Soviet.

Panjang lambung kelas Borei adalah 170 meter, dan memiliki bobot benaman (menyelam) 24.000 ton. Yury Dolgoruky dan adik-adiknya membawa 16 rudal balistik RSM-56 Bulava. Ujung rudal Bulava adalah hulu ledak nuklir yang berkekuatan 150 kiloton (10 kali lebih kuat dari bom nuklir yang dijatuhkan AS di Hiroshima, Jepang) dan memiliki jangkauan 8.000 kilometer. Beberapa laporan menunjukkan RSM-56 Bulava mungkin memiliki jangkauan yang lebih jauh dan kemampuan yang lebih merusak: hingga 10.000 kilometer dan kekuatan ledak 500 kiloton.

Selain muatan rudal balistiknya, kapal selam kelas Borei juga dilengkapi dengan enam tabung peluncur torpedo, yang dapat meluncurkan berbagai torpedo anti kapal selam.

Pembangkit listrik tenaga nuklir di kapal selam kelas Borei memberikan kapal itu kecepatan permukaan 15 knot dan kecepatan 29 knot saat menyelam. Kapal ini mampu menyelam sejauh 480 meter dan daya tahan bertugas selama 100 hari.

Kapal selam kelas Borei menjanjikan Angkatan Laut Rusia kemampuan jarak jauh yang kuat untuk pertempuran di masa mendatang. Saat ini, empat kapal selam kelas Borei lainnya sedang dibangun, dan enam lainnya sudah direncanakan.

Kapal Selam Kelas Yasen

Kapal Selam Kelas Yasen

Proyek 885 Yasen galangan kapal Sevmash adalah respons Rusia terhadap armada kapal selam kelas Akula yang semakin tua. Kapal selam bertenaga nuklir ini pada akhirnya akan menggantikan kapal selam era Soviet dan memenuhi kebutuhan Moskow akan kapal selam serang yang mumpuni. Kapal selam kelas Yasen pertama, Severodvinsk, telah bergabung dengan Armada Utara Rusia, yang berbasis di Severomorsk, pada tahun 2014 lalu.

Kapal selam kelas Yasen memiliki panjang lambung 111 meter dan bobot benaman (menyelam) sekitar 13.500 ton. Setiap kapal selam Proyek 885 Yasen dapat membawa rudal yang dirancang untuk mencapai target darat, kapal permukaan, dan kapal selam lainnya, memungkinkan kelas Yasen untuk melakukan berbagai misi.

Untuk melakukan operasi anti-kapal selam, kelas Yasen dilengkapi dengan delapan tabung peluncur torpedo dan dapat menembakkan rudal anti kapal permukaan seperti rudal supersonik jarak jauh P-800 Oniks. Rudal Oniks juga dapat digunakan sebagai senjata anti-kapal. Untuk target di darat, kapal selam kelas Yasen dapat meluncurkan rudal jelajah 3M51, yang dapat dipasangi dengan hulu ledak nuklir. Rudal 3M51 memiliki jangkauan 800 kilometer.

Sistem penggerak nuklir yang kuat di kapal selam kelas Yasen memungkinkan kecepatannya mengalahkan model-model pendahulunya. Kapal selam Proyek 885 dapat mencapai kecepatan 20 knot di permukaan dan 35 knot ketika menyelam. Kapal selam kelas Yasen dapat menyelam hingga lebih dari 600 meter, menjadikannya sebagai ancaman serius bagi seteru Rusia. (fr)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

No comments:

Post a Comment