Iran Luncurkan Kapal Perang dan Helikopter Hasil Rombak Sendiri
Angkatan Laut Iran berhasil meluncurkan kapal peluncur rudal hasil rombakan sendiri yaitu Neyzeh dan Tabarzin, kapal logistik Sirjan, kapal angkut helikopter Lavan dan helikopter tempur SH-3D ke armada militernya untuk meningkatkan kemampuan Angkatan Laut.
Peluncuran Neyzeh, Tabarzin dan Sirjan, yang dilengkapi dengan senjata canggih dan sistem radar berbeda seiring dengan selesainya program overhaul jangka panjang kapal-kapal tersebut, dan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Angkatan Laut Iran.
Wakil komandan untuk urusan teknis Angkatan Laut Iran Laksamana Abbas Zamini mengatakan kepada Fars News Agency bahwa peluncuran kembali kapal-kapal perang itu ke dalam Angkatan Laut menunjukkan bahwa para ahli Angkatan Laut Iran memiliki kemampuan untuk merombak kapal perang ringan dan berat tanpa perlu bergantung pada ahli asing.
"Setelah 12 bulan perbaikan dan 328.000 jam kerja (seluruh pekerja), para ahli Iran berhasil merombak 7.500 bagian-bagian sensitif dari kapal perang logistik Sirjan," ujar Zamini.
Zamini juga mengatakan bahwa program merombak kapal angkut helikopter Lavan terdiri dari pekerjaan renovasi dan operasionalisasi sistem hidrolik.
Mengomentari soal perombakan kapal perang Neyzeh, Tabarzin dan Sirjan, Zamini mengatakan: "Langkah-langkah perbaikan dan perombakan utama pada kapal-kapal perang ini diantaranya adalah meningkatkan kekuatan sistem penangkalnya dengan memasang sistem peluncur rudal dan sistem meriam 76 mm dan menghubungkannya dengan sistem kontrol terpadu, pemasangan sistem radar navigasi, pemasangan sistem kemudi dan termasuk overhaul, pemasangan dan pengoperasian tiga mesin utama dan dua generator utama."
Neyzeh dan Tabarzin adalah dua kapal perang dari kelas La Combattante IIa (Jerman) atau disebut sebagai kelas Kaman oleh Angkatan Laut Iran. Kedua kapal melengkapi Angkatan Laut Iran sejak 1981 dan total Iran memiliki 12 kapal dari kelas Kaman.
Helikopter tempur Agusta SH-3D Sea King juga menjalani 20 bulan masa perombakan dan overhaul dan 7 bulan uji coba sebelum diluncurkan.
Kapal angkut helikopter Lavan dirancang untuk membawa helikopter RH dan SH serta kendaraan lapis baja angkut personel.








Maaf all, jarang update. Minggu-minggu ini sedikit sibuk
ReplyDeleteditunggu update2 berikutnya pak
Deleteditunggu updetan lainnya :)
ReplyDeleteni kelas kok keliatannya ringkih ya :D
wah kabarnya selalu menarik agan ini.. sukses terus ya gan
ReplyDeleteMas kemren2 perang cyber indo vs ausie ko nda di bahas... seru tu kayanya...
ReplyDeleteSudah seharusnya kita belajar banyak dr iran
ReplyDeleteSetiap hari selalu di tunggu update2 terbarunya mas... :D
ReplyDeleteKenapa Militer Iran serng menjadi topik berita gan?
ReplyDeleteGak juga. Saya posting tergantung isu. Lagipula sorot dunia juga sedang tertuju pada program nuklir dan modernisasi alutsista Iran. Iran sendiri yang sering update bikin/rombak alutsista. Ya dikabarin aja...... terlebih lagi kan karena Iran diembargo senjata. Tiru yang baiknya ajalah buat Indonesia....Gitu... Thanks...
DeleteMenarik artikelnya. Semangat buat terus update. . .
ReplyDeletebehhh mantap juga ni blog
ReplyDeleteGak masalah... Selalu ditunggu
ReplyDeleteYa memang tekhnologi mereka sebenarnya emang ringkih...hanya beritanya doank yg agak besar ya min, seperti di suriah...belum apa apa drone nya suriah yg disinyalir tekhnologi iran sudah ketembak, padahal baru pertama kali gunakan untk memata matai pejuang sunny...
ReplyDelete