Saturday, June 15, 2013

Kapal Induk Thailand HTMS Chakri Naruebet

HTMS Chakri Naruebet, kapal induk pertama dan satu-satunya milik Thailand dibangun oleh galangan kapal Izar Spanyol (sebelumya EN Bazan) untuk Angkatan Laut Kerajaan Thailand (Royal Thai Navy / RTN). Pada bulan Februari 2005, galangan kapal Izar kembali berubah nama menjadi Navantia.

HTMS Chakri Naruebet
Kapal induk Angkatan Laut Kerajaan Thailand HTMS Chakri Naruebet di Laut Cina Selatan, 3 April 2001
Berdasarkan kontrak yang ditandatangani Spanyol dan Thailand pada Juli 1992, kapal induk Chakri Naruebet dibuat di galangan kapal Navantia El Ferrol di Spanyol dan ditugaskan untuk Angkatan Laut Thailand pada Maret 1997. Dengan desain yang mirip dengan kapal induk Spanyol Principe de Asturias, kapal induk ini dilengkapi dengan dek "ski jump" 12 derajat guna memungkinkan pesawat tempur sejenis Harrier lepas landas.

Fungsi utama kapal induk Thailand ini adalah pengawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan misi perlindungan, pencarian dan penyelamatan, tetapi dapat juga digunakan sebagai komando dan kontrol dan dukungan udara untuk armada kapal perang.

Desain

Kapal induk ini dilengkapi dengan enam pesawat Matador AV-8S (Harrier) bekas Spanyol yang bisa mendarat dan lepas landas pada jarak pendek (STOVL). Pada tahun 1999, hanya 1 Matador yang bisa beroperasi dan pada tahun 2006 armada Matador resmi dinonaktifkan. Kapal ini juga dilengkapi enam helikopter multi-misi Sikorsky S-70B Seahawk, yang didesain untuk peran anti-kapal selam.

Dimensi dek penerbangan adalah 174,6 x 27,5 meter, yang berujung pada ski jump 12 derajat, dapat mengakomodasi lima helikopter yang mendarat dan lepas landas secara simultan, dan bisa menampung sepuluh helikopter medium atau pesawat seukuran Harrier.

Kecepatan maksimumnya adalah 26 knot, dengan kecepatan jelajah 16 knot. Jangkauan diperkirakan sejauh 10.000 nm pada kecepatan 12 knot. Telah dilengkapi dengan dua spade rudder (kemudi sekop) dan empat stabilisator lambung.

HTMS Chakri Naruebet dan USS Kitty Hawk
Aerial view dari HTMS Chakri Naruebet (atas) dan kapal induk AS USS Kitty Hawk di Laut Cina Selatan, 3 April 2001
Sistem Komando dan Kontrol

Sistem komando dan kontrol HTMS Chakri Naruebet terdiri dari satu pusat informasi tempur dengan tujuh konsol Inisel dan konsol tambahan. Sistem tempur adalah Lowboy AN/UYK-43C dengan integrasi sistem senjata yang dilakukan oleh FABA, Spanyol.

Persenjataan

Kapal induk ini sudah didesain untuk bisa menggunakan rudal permukaan ke udara Seasparrow. Rudal Seasparrow menggunakan bimbingan radar semi-aktif, memiliki jangkauan 14 km dan kecepatan mach 2,5. Memiliki 3 peluncur Sadral enam sel MBDA untuk rudal Mistral. Mistral adalah rudal anti-pesawat jarak pendek yang mampu mengintersep rudal yang datang. Rudal Mistral ini dilengkapi dengan homing head yang dipasok oleh SAGEM dan memuat 3 kg hulu ledak tinggi yang sarat dengan bola tungsten. Rentangnya 4 km.

Sensor

HTMS Chakri Naruebet dilengkapi dengan radar jarak menengah Raytheon AN/SPS-52C 3-D, beroperasi di band E/F, radar kontrol helikopter dan navigasi Kelvin Hughes, radar navigasi Kelvin Hughes I-band, sistem navigasi satelit MX 1105 Transit/GPS Omega dan sistem URN 25 Tacan. Tidak dilengkapi dengan radar pencarian permukaan Raytheon AN/SPS-64 I-band dan radar kontrol tembak Thales Nederland (fomerly Signaal) STIR I/J/K-band.

HTMS Chakri Naruebet
Matador AV-8S (Harrier) di HTMS Chakri Naruebet, dekat pantai Thailand, 3 April 2001
Tenaga Penggerak (Propulsi)

Sistem propulsi kapal induk ini menggunakan sistem kombinasi diesel dan gas turbin (CODOG) yang terdiri dari dua pasang turbin gas GE LM-2500 yang setara dengan 44.250 hp dengan power turbin speed 3.600 rpm dan mesin diesel Izar-MTU 16V1163 TB83, masing-masing dengan daya output 6.437 hp pada 1.200 rpm, yang akan mendorong dua variabel baling-baling lima bilah (pisau).

HTMS Chakri Naruebet telah digunakan pada beberapa operasi bantuan bencana, termasuk pasca gempa bumi dan tsunami Samudera Hindia 2004. Di luar tugas bantuan bencana, kapal induk ini berangkat dari markasnya selama satu hari setiap bulan untuk latihan, dan juga sebagai transportasi keluarga kerajaan Thailand, yang akhirnya menimbulkan sindiran bahwa itu bukan kapal induk, melainkan sebuah yacht besar untuk keluarga kerajaan.