Jumat, Mei 15, 2020

Kapal Nuklir Pemecah Es Rusia 'Leader' akan Operasional pada 2027

Kapal Leader pemecah es Rusia

Perusahaan Atomflot dan galangan kapal Zvezda Rusia pada April lalu menandatangani kontrak untuk pembangunan kapal pemecah es (icebreaker) bertenaga nuklir kelas Leader untuk beroperasi di lintang tinggi, laman Zvezda melaporkan.

Kapal pemecah es baru Rusia harus sudah beroperasi pada tahun 2027 ketika krisis ekonomi diprediksi akan berakhir dan persaingan pemain global untuk sumber daya di Arktik (Kutub Utara) dan Rute Laut Utara dari Pasifik ke Atlantik akan dilanjutkan.

Secara historis, Rusia sangat menunjukkan ketertarikannya dan menikmati kegiatan eksplorasinya di Arktik. Kementerian Pertahanan Rusia terus berupaya untuk menjaga hal itu dan kini tengah membangun kembali infrastruktur militernya di Arktik. Argumen lainnya adalah armada kapal pemecah es yang kuat akan memastikan aktivitas skala penuh Rusia di Arktik dalam kondisi pemanasan global.

Kapal-kapal pemecah es Rusia yang belum tertandingi telah memastikan kepentingan ekonomi Rusia di garis lintang Arktik hingga saat ini. Amerika Serikat dan Tiongkok juga telah mengumumkan pembangunan kapal pemecah es dan kapal kelas es, termasuk kapal perang untuk beroperasi di Arktik.

Iceberg Design Bureau, biro Rusia yang berspesialisasi dalam desain kapal pemecah es bertenaga nuklir, mengembangkan kapal nuklir pemecah es yang baru untuk Rusia. Kapal ini akan didukung oleh reaktor nuklir RITM-400 yang dibuat oleh biro OKBM Africantov di Nizhny Novgorod. Ini adalah perusahaan terkemuka dari perusahaan nuklir Atomflot.

Kapal pemecah es kelas Leader akan berkapasitas besar dan memiliki bobot mati lebih dari 100.000 ton dan lebar lebih dari 50 meter. Propulsi disediakan oleh empat baling-baling tetap empat-pisau. Leader dapat memecah es setebal 4,3 meter dengan kecepatan stabil minimal 1,5-2 knot. Untuk es setebal 2 meter kecepatannya adalah 12 knot. Dengan stok makanan penuh, Leader dapat terus berlayar selama delapan bulan. Awaknya terdiri dari 127 orang. Siklus hidupnya adalah 40 tahun, dengan bobot benaman mendekati 71.380 ton.

Leader akan menjadi kapal pemecah es pertama di dunia yang mampu beroperasi di Rute Laut Utara sepanjang tahun. Atomflot berencana untuk membangun tiga kapal pemecah es hingga tahun 2033.


Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia memprediksi kapal Leader pertama akan menelan biaya 127,5 miliar rubel (sekitar 258 triliun rupiah). Pembangunan dua kapal pemecah es lainnya akan dibiayai bersama oleh anggaran federal dan Atomflot. Konsesi adalah pilihan lainnya, karena semua pengembang Arktik, termasuk perusahaan swasta, tertarik pada perlindungan kepentingan Arktik mereka, kata pakar Vasily Dandykin.

Leader didesain untuk menjadi kapal terkuat di dunia. Selain Leader, tiga kapal pemecah es proyek 22220 juga sedang dibangun di galangan kapal St. Petersburg dan kapal yang pertama sedang menjalani uji coba. Ketiga kapal itu adalah generasi ketiga pemecah es. Sedangkan Leader adalah generasi keempat yang tidak takut akan es setebal 4 meter di seluruh Rute Laut Utara sepanjang tahun yang akan diminati setelah krisis. Ini adalah jalur terpendek dan termurah dari Asia ke Eropa.
“Jelas bahwa Leader dan kapal pemecah es lainnya tidak hanya akan memimpin kapal tanker dan pengangkut kontainer di sepanjang Rute Laut Utara. Tapi pelayarannya sepanjang tahun akan memberikan Kementerian Pertahanan kesempatan untuk memindahkan pasukan dari barat ke timur dan kembali dalam periode ancaman. Hal ini penting mengingat ambisi militer Amerika Serikat dan NATO yang terus meningkat. Oleh karena itu, pembangunan Leader merupakan argumen yang tepat untuk klaim di Arktik,” kata Dandykin.
Sejak runtuhnya Uni Soviet, industri-industri pembuatan kapal Rusia kehilangan banyak pekerjaan dan mengalami masa-masa yang sulit. Namun, sekarang tren kebangkitan telah terbentuk.

Kapal pemecah es Arktika
Kapal pemecah es bertenaga nuklir "Arktika" sedang memasuki tahap pertama uji coba laut di St. Petersburg, 12 Desember 2019. (Kredit JSC United Shipbuilding Corporation)

Sebelum Leader beroperasi, kapal-kapal nuklir pemecah es lainnya yang sedang menjalani uji coba seperti Arktika dan yang sedang dibangun seperti Sibir dan Ural harus sudah beroperasi mengikuti kapal pemecah es Yamal dan 50 Years of Victory yang beroperasi di garis lintang Arktik.

Rusia juga membangun kapal diesel-listrik pemecah es "Ilya Muromets" dan kapal pengawal kelas es "Ivan Papanin" untuk Angkatan Laut.

Bisa membangun kapal pemecah es kelas Leader, berarti galangan kapal Zvezda juga mampu membangun supertanker dan kapal induk, kata Zvezda. (TASS)