Tuesday, October 02, 2018

MiG-31 Rusia Bawa Senjata Anti Satelit?

MiG-31 dan rudal misterius

MiG-31 dengan rudal besar misterius yang melekat di bawahnya bisa jadi adalah senjata anti-satelit baru Rusia.

MiG-31 "Foxhound" interseptor itu terlihat bulan lalu di lokasi uji coba dekat Moskow membawa rudal yang kemungkinan adalah rudal anti-satelit atau wahana cepat untuk menempatkan satelit kecil di orbit.

Menurut Aviation Week & Space Technology, sebuah uji coba penerbangan MiG-31 telah dilakukan pada bulan September di pusat penelitian penerbangan Zhukovsky tenggara Moskow dan rudal besar yang berada di bawah MiG-31 tersebut belum pernah terlihat di MiG-31 manapun.

Kabar menyebutkan bahwa MiG-31 berikut rudal besarnya itu merupakan hasil dari bangkitnya sistem senjata anti-satelit Rusia. Sistem anti satelit sebelumnya, yang dikenal sebagai "Kontakt" (Kontak), pengembangannya dimulai pada tahun 1984 dan melibatkan MiG-31D dan rudal 79M6 biro desain Fakel. Kemudian MiG-31DM dipasangkan dengan rudal 95M6 Fakel. Rudal 79M6 seberat 4.500 kg dan diluncurkan oleh MiG yang terbang di Mach 2.55 (3.188 km/jam), dengan ketinggian 22.000 meter. Rudal itu dipandu oleh radar dari darat ke targetnya, dimana rudal itu meledakkan hulu ledak kecil 18 kg.

Sistem Kontakt tidak pernah diuji terhadap satelit. Pengembangan sistem ini berakhir pada tahun 1991 bersamaan dengan bubarnya Uni Soviet, tetapi kemudian ada lagi sejumlah panggilan untuk memulai kembali pengembangannya.

MiG-31 dan rudal misterius

Angkatan Udara Amerika Serikat pernah menguji senjata anti satelit serupa, ASM-135 ASAT Anti-SATellite Weapon), pada tahun 1985. Diluncurkan dari F-15 Eagle yang dimodifikasi, ASAT dirancang untuk menghancurkan satelit musuh dengan menghantamnya dengan kecepatan hampir lima mil per detik. AS melakukan lima tes ASAT dengan satu tembakan ke satelit NASA. Program ini pada akhirnya dihentikan, dan ASAT tidak pernah dioperasikan militer AS.

Jika bukan rudal anti satelit, kemungkinan lain yang dibawa MiG-31 adalah roket pendorong cepat yang mampu meluncurkan satelit kecil ke orbit dengan cepat. Pada tahun 2001, MiG meluncurkan konsep MiG-31 modifikasi, yang dikenal sebagai MiG-31S (kode "S" mungkin untuk "Space" atau ruang angkasa). MiG-31S akan membawa roket besar, yang juga dirancang oleh Fakel, yang mampu mengirimkan muatan seberat 100 kg ke orbit bumi rendah atau 70 kg ke ketinggian 247 km.

Sistem senjata baru ini (jika memang itu ada) tentu akan memberikan keunggulan tersendiri bagi militer Rusia dalam skenario terjadi perang. Dalam setiap konflik masa depan antara kekuatan besar, komunikasi militer dan satelit navigasi akan menjadi target utama, dan Rusia akan membutuhkan kemampuan untuk menembak satelit musuh dan dengan cepat mengganti satelitnya sendiri. Terlebih lagi jika Rusia memiliki kedua senjata itu. (fr)