Thursday, September 20, 2018

Pesawat Interseptor Supersonik MiG-31 Rusia Jatuh Setelah Terbakar

MiG-31

Sebuah jet tempur MiG-31 'Foxhound' Rusia jatuh di wilayah Rusia tengah saat terbang untuk misi latihan pada Rabu (19/9/2018). Dua pilot pesawat jenis interseptor yang berkecepatan supersonik itu selamat setelah keluar dengan ejection seat (kursi lontar).

"Pada 19 September, sekitar pukul 15.30 waktu Moskow, jet tempur MiG-31 dari Pusat Pelatihan Staf Penerbangan jatuh selama penerbangan pelatihan yang direncanakan di salah satu lapangan udara militer di wilayah Nizhny Novgorod; kedua pilot berhasil terlontar," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan yang dikutip Sputnik.

Kementerian itu menyatakan, data awal menunjukkan bahwa kesalahan teknis sebagai penyebab kecelakaan pesawat tempur MiG-31.

"Penerbangan itu dilakukan tanpa amunisi; pesawat jatuh di tempat yang sepi; tidak ada kerusakan di darat. Menurut data awal, penyebab kecelakaan itu adalah masalah teknis," lanjut kementerian itu.

Kedua pilot berhasil dievakuasi para personel dari tim pencarian dan penyelamatan. Kondisi keduanya dinyatakan baik-baik saja.

Pesawat tempur dua kursi itu jatuh tidak lama dari lepas landas di wilayah yang berjarak 17km dari pangkalan udara. Penyelidikan telah diluncurkan terkait insiden tersebut.

Menurut beberapa laporan media lokal, pesawat lepas landas dari pangkalan udara Savasleika untuk penerbangan pelatihan yang telah direncanakan. Sebelum jatuh, pesawat MiG-31 sudah terbakar di udara.

Meskipun beberapa MiG-31 mengalami kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir, tapi MiG-31 tetap menjadi pesawat interseptor jarak jauh yang sangat kuat, sebagian besar berkat NIIP N007 S-800 SBI-16 (RP-31) Zaslon atau Zaslon-A electronically scanned, phased-array fire-control radar (Kode NATO ʻFlash Danceʼ).

Sekitar 500 pesawat MiG-31 telah diproduksi, di mana 370 unit dioperasikan oleh Angkatan Udara Rusia dan 30 unit dioperasikan Angkatan Udara Kazakhstan. Sisa MiG-31 lainnya ditingkatkan ke berbagai varian di bawah beberapa program upgrade. Namun, baru ada beberapa unit MiG-31 saja yang telah ditingkatkan ke standar MiG-31BM.

MiG-31 dapat mendaki dengan kecepatan 208m per detik dan memiliki kapasitas untuk terbang dengan kecepatan 3.000 km/jam. Jangkauan feri dan tempur MiG-31 adalah 3.300 km dan 720 km dengan berat maksimum lepas landas 46.200 kg. Kapasitas jelajah dan kapasitas pemuatan sayap masing-masing adalah 1.620m dan 665kg/m², sedangkan g-load maksimum adalah 5g.(fr)