Rusia Klaim Sukhoi Su-57 Sudah Teruji Perang di Suriah

Monday, August 20, 2018
Sukhoi Su-57

Rusia mengklaim pesawat tempur generasi kelimanya "Sukhoi Su-57" sudah membuktikan dirinya selama misi tempurnya di Suriah, anggota parlemen Rusia Viktor Bondarev mengatakan.

"Su-57 telah berhasil menyelesaikan tahap pertama uji coba negara dan membuktikan semua karakteristik penerbangan yang ditentukan. Ini membuktikan nilainya tidak hanya pada alasan uji coba, tetapi juga dalam operasi tempur nyata," ujar Bondarev, yang menjabat sebagai ketua komite pertahanan dan keamanan parlemen Rusia kepada wartawan.

Dia ingat bahwa prototipe Su-57 dikirim ke pangkalan udara Khmeimim Rusia di Suriah enam bulan lalu. Padahal, militer Moskow kala itu menyatakan, kehadiran dua jet tempur Su-57 di Suriah untuk uji penerbangan, bukan untuk misi tempur.

"Su-57 memiliki potensi besar untuk modernisasi, yang (penggunaannya) akan cukup untuk 50 tahun," katanya. Menurutnya, elektronik yang tersemat dalam pesawat itu dibangun berdasarkan prinsip arsitektur terbuka.

"Faktanya, jet tempur ini memiliki semua yang diperlukan untuk kemudian dikembangkan menjadi pesawat perang tanpa awak yang sepenuhnya otomatis," ujar Bondarev, seperti dikutip TASS, Senin (20/8/2018).

Pesawat tempur kebanggaan Kremlin ini diproduksi oleh United Aircraft Corporation (UAC) Rusia. Presiden UAC, Yuri Slyusar, mengatakan bahwa UAC dan Kementerian Pertahanan Rusia berencana untuk menandatangani kontrak untuk batch pertama jet tempur Su-57 pada akhir musim panas ini.

Jet tempur Su-57 generasi kelima Rusia menampilkan teknologi siluman dengan penggunaan material komposit yang luas. Pesawat ini diklaim mampu mempertahankan kecepatan jelajah supersonik dan dilengkapi dengan peralatan radio elektronik yang paling canggih, termasuk komputer onboard yang kuat yang dianggap sebagai pilot kedua secara elektronik.

Selain itu, sistem radar menyebar di seluruh bodi pesawat. Sistem kontrol onboard pesawat diklaim mampu melibatkan hingga 60 target dan melepaskan 16 tembakan di antaranya secara simultan. Pesawat-pesawat ini diharapkan sudah dioperasikan Angkatan Udara Rusia secara penuh pada tahun depan.

Resources
  • Sindonews

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

No comments:

Post a Comment