Perbandingan: J-20 China VS F-22 Raptor AS

Saturday, August 04, 2018
J-20

Chengdu J-20, yang nama resminya Weilong, adalah salah satu dari beberapa jet tempur canggih saat ini. Lebih dari itu, pesawat ini adalah jawaban Negeri Tirai Bambu atas keberadaan F-22 Raptor milik Amerika Seikat.

Pada pertengahan Juli lalu, Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) China merilis video latihan malam yang melibatkan beberapa J-20 dalam sebuah demonstrasi.

Pesawat yang bisa mengelabui radar musuh ini dikembangkan oleh perusahaan Chengdu Aerospace Corporation, dan terbang pertama kali pada tahun 2011.

Saat ini PLAAF sudah memiliki puluhan J-20 dan jumlah ini akan terus bertambah lebih banyak lagi.

Sementara itu, F-22 Raptor dikembangkan oleh Lockheed Martin eksklusif untuk Angkatan Udara AS. Sekutu terdekat AS bahkan tidak diizinkan mengimpornya karena untuk menjaga kerahasiaan teknologinya.

F-22 terbang pertama kali pada tahun 1997 dan mulai beroperasi pada Desember 2005. Pada 2011, produksi F-22 dihentikan karena tingginya ongkos.

Kedua pesawat ini sama-sama memiliki kemampuan siluman, yang artinya dirancang agar tidak terdeteksi radar musuh. Lalu, bagaimana perbandingan dua pesawat ini?

Karakteristik desain

J-20 dan F-22 punya ukuran yang hampir sama. J-20 punya panjang 20,3 meter dan lebar sayap 12,9 meter. Sementara F-22, panjangnya 19 meter dan lebar sayap 13,6 meter.

Terbuat dari bahan-bahan pilihan, kedua pesawat ini juga punya berat kosong yang hampir sama, sekitar 19 ribu kg.

Meski begitu, berat beban J-20 sedikit lebih berat, sekitar 32 ribu kg sementara F-22 29 ribu kg. namun, F-22 bisa lepas landas dengan berat maksimum 38 ribu kg, 2.000 kg lebih berat dari J-20.

F-22 Raptor

Performa

Kedua pesawat bisa terbang hingga ketinggian 20 km dengan kecepatan maksimum lebih dari Mach 2 (2.470 km/jam) - lebih cepat dari kecepatan suara.

F-22 punya jangkauan yang relatif lebih pendek - dengan radius tempur 800 km, sedangkan J-20, dengan tangki bahan bakar internal lebih besar, bisa mempertahankan radius tempur lebih dari 1.100 km.

Mesin

F-22 didukung oleh mesin turbofan F119-PW-100 afterburning, yang memungkinkannya meluncur pada kecepatan Mach 1,82. Mesin ini juga memungkinkannya melakukan manuver gesit pada kecepatan supersonik.

Sementara bagi J-20, mesin masih menjadi titik terlemahnya - rencana pengembangan untuk mesin turbofan yang canggih masih molor.

Itu artinya, pabrikan harus masih bergantung pada mesin yang lebih rendah - baik WS-10B buatan China atau AL-31FM2/3 buatan Rusia - yang sangat mempengaruhi kemampuan manuver dan daya siluman pada kecepatan supersonik.

Meski begitu, mesin WS-15 baru, yang diharapkan sudah tersedia tahun depan, akan sangat membantu persoalan ini.

Kemampuan siluman

Kapasitas frontal dan kemampuan siluman J-20 diyakini sangat baik. Tapi itu dianggap lebih rentan tertangkap radar dari belakang dibandingkan F-22.

J-20

Kelengkapan perang

Untuk mendukung kemampuan siluman, kedua pesawat melengkapi diri dengan senjata-senjata yang canggih.

J-20 dapat membawa hingga enam rudal udara-ke-udara, lebih sedikit dibanding F-22. Namun, berkat ruang lebih besar di perutnya, J-20 dapat mengangkut rudal jarak jauh yang lebih panjang dan bom kendali yang presisi.

Avionik

Kedua pesawat ini memiliki peralatan avionik dan sensor yang terintegrasi, yang menampilkan suatu kesatuan tempur yang dapat diamati secara elektronik dan aktif (AESA), dan bisa melacak beragam target dalam beragam cuaca.

TV Shenzen melaporkan, sistem radar Tipe AESA J-20 “benar-benar sama” dengan milik F-22, AN/APG-77.

Ongkos

Produksi F-22 dipangkas karena terlalu tinggi - 62 miliar dolar AS (lebih dari Rp897 triliun) untuk keseluruhan proyek, yang setara dengan 339 juta dolar AS (sekitar Rp4,9 triliun).

Sementara itu, biaya penelitian dan pengembangan J-20 diperkirakan lebih dari 30 miliar yuan (sekitar Rp63,7 triliun) dengan biaya per pesawat Rp1,4 – Rp1,5 triliun.

Resources
  • http://intisari.grid.id/read/03911788/dianggap-sebagai-pesaing-utama-pesawat-siluman-f-22-raptor-milik-as-beginilah-kecanggihan-chengdu-j-20

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

No comments:

Post a Comment