AS Niat Pangkas Ongkos Kirim Penjualan Senjata

Wednesday, July 25, 2018
Apache AH-64 keluar dari pesawat kargo

Departemen Pertahanan Amerika Serikat sedang mempertimbangkan mengurangi biaya pengiriman penjualan senjata untuk pembeli asing, sebagai upaya untuk menurunkan biaya keseluruhan kepada mitra militernya.

Langkah ini diresmikan oleh Letnan Jenderal Charles Hooper, kepala Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan Pentagon (DSCA), di Farnborough International Airshow 2018 pada Minggu 22 Juli 2018, seperti dilansir Sputniknews.

"Kami sedang mempertimbangkan mengurangi biaya admin transportasi. Terakhir kali kami melihatnya, harga minyak relatif tinggi. Jadi kami melihat itu, dan kami akan mengurangi itu," kata Charles Hooper.

Menurut laporan Pentagon, sejalan dengan program Penjualan Militer Luar Negeri Pentagon, DSCA bekerja sebagai perantara, menangani pengadaan, logistik dan pengiriman produk antara kontraktor industri pertahanan AS dan pemerintah asing. Pembeli asing dikenakan biaya transportasi yang ditentukan oleh biaya minyak dan barang yang dijual.

Sementara keputusan akhir untuk menurunkan biaya tergantung pada Kantor Pengendali DSCA. Hooper mengatakan bahwa dia memiliki keyakinan positif sehingga dapat menurunkan biaya transportasi. Adapun tujuan keputusan ini untuk menarik lebih banyak pembeli dengan menurunkan biaya seminimal mungkin.

"Kami ingin membuat barang kami lebih kompetitif. Kami hanya ingin (menagih) biaya manajemen yang mutlak diperlukan untuk memberikan tingkat layanan yang tinggi, di atas standar kepada mitra kami. Tidak satu sen pun. Dan kami ingin menawarkan peralatan terbaik di dunia dengan harga yang adil," tambah Hooper.

Jika langkah itu sukses, ini akan menjadi yang kedua kalinya DSCA memotong biaya ketika dipimpin oleh Hooper. Departemen Pertahanan sebelumnya memangkas biaya tambahan untuk penjualan peralatan Amerika dari 3,5 persen menjadi 3,2 persen di bulan Juni.

Langkah Hooper muncul setelah pemerintahan Trump telah menjual lebih banyak senjata dalam enam bulan terakhir daripada tahun 2017. Seperti yang dilaporkan Sputnik sebelumnya, Washington telah setuju untuk menjual senjata dan peralatan militer senilai US$ 46,9 miliar atau Rp 681 triliun pada 2018 sejauh ini.

Menurut laporan Defense News, pada tahun fiskal 2017, Amerika Serikat telah menjual senjata senilai US$ 41,9 miliar atau Rp 608 triliun. Pada 2016, jumlahnya mencapai sekitar US$ 33,6 miliar atau Rp 487 triliun.

Resources
  • https://dunia.tempo.co/read/1110201/gaet-pembeli-amerika-serikat-pangkas-ongkos-kirim-senjata

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

No comments:

Post a Comment