Thursday, May 24, 2018

Zuzana 2, Artileri Unik Slowakia Salah Satu yang Tercanggih di Dunia


Ketika DANA mulai diproduksi oleh Cekoslowakia (Czechoslovakia) pada akhir tahun 1970-an, tidak banyak yang menyukainya. DANA adalah meriam howitzer self-propelled (swa-gerak) besar 152 milimeter.

Ketika kala itu sebagian besar artileri bergerak didesain menggunakan trek, seperti halnya tank, DANA muncul dengan delapan roda. DANA adalah senjata pertama di ukurannya yang menggunakan roda - sambil mengusung mekanisme reload otomatis yang inovatif untuk meriamnya.

Angkatan Darat Cekoslowakia menginginkan DANA agar tidak lagi terlalu bergantung pada industri militer Soviet untuk memenuhi kebutuhannya - dan penggunaan roda dimaksudkan agar artileri bergerak lebih cepat - menyebarkan artileri. Kelemahan menonjol dari penggunaan roda ini adalah manuver off-roadnya yang lebih rendah.

Namun, secara keseluruhan DANA bekerja dengan baik. Meriam self-propelled ini sudah terjun langsung dalam perang, dengan lebih dari 670 unit total sudah diproduksi, dan diekspor ke Polandia, Libya, dan bahkan Uni Soviet - yang kemudian diturunkan ke negara-negara seperti Georgia dan Azerbaijan, yang saat ini masih memiliki DANA dalam gudang artilerinya.
Meriam howitzer DANA Ceko
Meriam howitzer DANA Ceko
Baru-baru ini, militer Ceko (Czech )menggunakan DANA di Afghanistan.

DANA lebih tepatnya adalah senjata Slowakia (Slovakia). Pada 1990-an, dimana Slowakia menjadi negara independen (Cekoslowakia pecah menjadi Ceko dan Slowakia) - dengan pabrik-pabriknya yang memproduksi DANA - yang kemudian memproduksi Zuzana, pengganti DANA yang serupa, kecuali meriam 155 milimeternya yang sudah didesain untuk mengakomodasi amunisi standar NATO. Satu-satunya negara di luar Slowakia yang pernah mengadopsi Zuzana adalah Republik Siprus.

Sekarang perusahaan Slowakia Konstrukta memiliki pengganti yang sangat menarik untuk DANA dan Zuzana yang dikenal sebagai Zuzana 2. Mesinnya sangat besar, dengan panjang lebih dari 14 meter - dan tampak lebih unik.

Pada 23 Mei 2018, Angkatan Darat Slowakia mengumumkan akan menjadi yang pertama memperoleh 25 unit Zuzana 2 senilai US $ 206 juta, yang telah diuji sejak tahun 2014.


Zuzana 2 tampak seperti alat berat konstruksi, dengan berat 37,5 ton, yang berarti 10 ton lebih berat daripada meriam howitzer M-109 Paladin milik AS. Sesuai dengan konfigurasi beroda dan menggunakan M-109 sebagai perbandingan, kecepatan Zuzana 2 lebih unggul 24 km/jam dengan kecepatan maksimum 80 km/jam - dan memiliki jangkauan 250 kilometer lebih jauh dari total 600 kilometer.

Seperti halnya Zuzana pertama, Zuzana 2 adalah howitzer 155 milimeter yang cocok dengan amunisi NATO. Kru telah dikurangi menjadi tiga, dari sebelumnya empat pada Zuzana 1, karena penambahan sistem otomatisasi.

Peningkatan yang paling penting dari Zuzana 2 adalah kemampuan “MRSI” atau multiple-round simultaneous impact - di mana komputer kontrol-tembak mengolah angka-angka untuk beberapa putaran untuk menembak pada lintasan yang berbeda dalam suksesi pendek, efeknya setiap peluru yang sangat eksplosif menghantam area yang sama pada saat bersamaan.

Kemampuan inilah yang menjadikan Zuzana 2 sebagai salah satu sistem artileri tercanggih di dunia.




Alasan mengapa meriam besar ini muncul sekarang mungkin ada hubungannya dengan tujuan Slowakia untuk melengkapi persenjataan batalyon artileri mereka agar dapat merespon krisis dengan cepat - apakah itu terkait Slowakia sendiri atau aliansi NATO, yang semuanya lebih menonjol mengingat kedekatan Slowakia dengan Ukraina.

Korps lapis baja Slowakia sebagian besar masih terdiri dari Tank T-72 dan kendaraan tempur lapis baja BMP-1 dan 2 era Pakta Warsawa (Uni Soviet), meskipun Slowakia telah mendapatkan puluhan kendaraan lapis baja Patria dari Finlandia untuk menggantikan BMP.

Seluruh gambar adalah Zuzana 2 kecuali gambar kedua (DANA).

Resources
  • Gambar: Kotadef Slowakia