Kemhan Beli 6 Sistem Pertahanan Udara Oerlikon Skyshield

Thursday, May 30, 2013
Advertisement
Mungkin karena banyak sobat yang "galau" terkait soal TNI yang menyebarkan meriam buatan tahun 1961 untuk mengantisipasi serangan udara beberapa waktu lalu, akhirnya Kementerian Pertahanan (Kemhan) memutuskan untuk membeli sistem pertahanan udara dari di Swiss he..... Nggak lah bercanda... Tapi pembelian sistem pertahanan udaranya benar adanya.

Oerlikon Skyshield
Oerlikon Skyshield
(Foto Rheinmetall Air Defence)
Kemhan mengaku telah memesan sistem pertahanan udara yang bernama Oerlikon Skyshield dari perusahaan Oerlikon Contraves (sekarang Rheinmetall Air Defence) Swiss. Kepala Badan Sarana Pertahanan, Laksamana Muda Rachmad Lubis mengatakan bahwa Kemenhan baru memesan 6 unit Oerlikon Skyshield dan saat ini sudah dalam proses produksi. Total biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi 6 unit alutsista Swiss tersebut sebesar 202 juta dolar atau per unitnya sekitar 33,6 juta dolar. Sayangnya, pengiriman baru bisa dilakukan pada 2015 (4 unit) dan 2017 (2 unit).

Oerlikon Skyshield adalah sistem pertahanan udara jarak pendek, modular, ringan yang difungsikan untuk cepat menargetkan dan menghancurkan pesawat dan rudal yang mengancam. Terdiri dari dua cannon revolver 35 mm dengan laju tembakan 1.000 putaran per menit. Sistem kontrol tembaknya terdiri dari unit sensor dan pos komando terpisah. Skyshield ini dibuat juga untuk dilengkapi hingga dua rudal permukaan-ke-udara yang akan meningkatkan kemampuan pertahanan udaranya. 

Skyshield mudah dimobilisasi dengan truk atau sistem transportasi lainnya. Sistem kontrol tembaknya menggunakan pencarian x-band dan pelacakan radar, dan unit lain untuk radar/TV dan/atau Laser/FLIR precision tracking. Pos komando dapat ditempatkan hingga jarak 500 meter dari unit kontrol tembak, menggunakan gelombang radio terenkripsi. Skyshield juga bisa digunakan dalam satu jaringan dengan sistem pertahanan udara lainnya untuk cakupan pertahanan udara yang lebih luas dan efektif.

AHEAD
Amunisi AHEAD yang bisa memuntahkan 152 proyektil tungsten
(Foto Rheinmetall Air Defence)
Kemampuan Oerlikon Skyshield semakin mumpuni jika menggunakan amunisi khusus buatan Rheinmetall bernama Advanced Hit Efficiency and Destruction (AHEAD). Jika ditembakkan, peluru ini mampu menyebar membentuk perisai, sehingga presisi tepat sasaran mencapai lebih dari 90 persen.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

9 comments:

hayeaje said...

okelah.. btw, kalo musuh kita bawa F-35 apa alat ini bisa mengcover??

Anonymous said...

telat min....cepetan dikit ya..biar makin joss

Anonymous said...

kenapa ga s300?

Anonymous said...

nanggung harusnya s300 bro..

Efran Syah said...

Memang kalau dinilai 202 juta dolar itu sudah banyak. Tapi kalau untuk S-300 kemungkinan cuma dapat 1. Vietnam saja beli dua divisi S-300PMU-1 sudah mencapai 300 juta dolar.

Seandainya ada alokasi untuk membeli S-300 pun sebaiknya harus dengan ToT, jangan asal beli, atau tanpa ToT namun kita mampu untuk "mengkloningnya." S-300 sendiri sudah dianggap jadul oleh Rusia, mereka sudah tidak lagi memproduksinya sejak 1994 (untuk pakai sendiri). Produksi2 setelah itu hanya ditujukan untuk ekspor. Kalau sekarang sudah tidak ada lagi pesanan. Jadul bagi Rusia memang bukan berarti jadul bagi negara ke-3. Kalau bisa ya kepalang S-400 Triumph.

Soal Skyshield diatas memang tidak bisa dibandingkan dengan S-300, namun dalam teori pertahanan, alutsista yang mudah dimobilisasi seperti ini juga sangat diperlukan.

Terimakasih

Anonymous said...

Mario_bross42:

untuk varian senjata sprt ini biasanya ditempatkan di tempat2 vital dan biasanya semi fix position, dan dlm jumlah yg cukup banyak pd satu lokasi, biasanya rentang jarak satu dg yg lain antar 50 - 400 M. Itu menurut pengamatan saya slm di iran. khususnya di kharg island (pulau kaya minyak) dan sirri island (Perbatasan dg abu musa island) yg saat ini msh status qua sm UAE.

pras said...

Masih agak mendingan meskipun masih dalam keluarga yg sama namun dari segi akurasi dan kemampuan sedikit lebih baik.

Anonymous said...

persenjataan RI bisa diupgrade lebih bagus dgn biaya murah kalo mau kerjasama dgn cina yg sudah biasa "mengkloning" sistem persenjataan Rusia. Alat2 tempur Indonesia sangat jadul dibandingkan dgn negara2 tetangga, paling keren tank leoparard dan sukhoi yg belum didukung AWACS system. kalo angkatan laut, berapa banyak kapal selam nuklir dan kapal induk yg Indonesia punya? Untuk sistem pertahananan udara kan bisa dibuat dgn bantuan cina( seperti Turki) yg termasuk transfer teknologi didalam kontraknya atau dgn bantuan Rusia sbab negara2 tetangga kebanyakan menggunakan standar "barat" dalam persenjataan makanya lebih baik RI pakai sistem Rusia ato Cina biar gak mudah diukur kemampuan persenjataannya oleh negara tetangga .

skc said...

S.300 atau S.400 beli, trus bongkar jiplak teknologinya

Post a Comment