Wednesday, October 17, 2012

Order Menumpuk, PT PINDAD Genjot Pembuatan ANOA

PT Pindad
Suasana area assembling (perakitan) Panser Anoa produksi PT Pindad di daerah Bandung, Jawa Barat, Selasa, 16 Agustus 2012. PT. Pindad menggenjot produksi Panser Anoa selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, juga untuk memenuhi permintaan negara-negara tetangga seperti Filipina, Timor Leste, Korea Selatan, serta Malaysia, yang belum lama ini membeli 32 Panser Anoa bermesin Benz.


PT Pindad
Teknisi merakit panser Anoa 6×6 pesanan TNI Angkatan Darat di Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 16 Oktober. PT Pindad dalam waktu dekat siap memproduksi tank tempur medium dengan bobot 20 ton. Ditargetkan pada 2014 prototipe (pra produksi) tank tempur yang merupakan produk baru PT Pindad ini akan rampung.


Tahap akhir assembling panser Anoa
Pekerja menyelesaikan tahap akhir produksi Panser Anoa 6x6 di Gedung 100 PT. Pindad, Bandung, Jabar, Selasa, 16 Oktober. PT. Pindad memproduksi 61 Panser dengan harga per-unit Rp. 8,5 miliar untuk TNI dan 226 ribu unit Senjata SS1/SS2, produk komersil, produk Hankam, manufaktur, amunisi dan Ranpur (kendaraan tempur).


Uji kebocoran Panser Anoa
Panser Anoa 6×6 pesanan TNI Angkatan Darat tengah menjalani serangkaian pengujian di Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad, Bandung, Jawa Barat. Panser Anoa menjadi produksi PT Pindad yang paling laris terjual. Meski, secara penjualan sedikit, tapi hingga 2008 omzet Anoa mencapai Rp1,13 triliun. Saat ini, PT Pindad tengah menyelesaikan sekitar 61 panser Anoa 6X6 pesanan TNI Angkatan Darat.

Selain Panser Anoa, PT Pindad juga memproduksi beberapa varian panser, antara lain untuk angkut personel, ambulans, recovery, komando, dan angkut logistik. Mengenai mesin, bisa menggunakan mesin Renault atau Benz, tergantung pesanan.

Adapun pelat yang digunakan, PT Pindad mendapatkannya dari dalam negeri yaitu dari Krakatau Steel. PT Pindad membanderol harga per unit Panser Anoa di kisaran Rp8 miliar. Harga bisa berubah tergantung dari spesifikasi yang dinginkan pemesan.

Asisten Deputi I Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Fathan Harun, menuturkan keberadaan industri persenjataan di tanah air sangat penting untuk mendukung penguatan kemampuan pertahanan dan keamanan.

"Sejauh ini, PT Pindad juga telah menunjukkan prestasi dengan memproduksi produk-produk alat pertahanan dan keamanan yang berkualitas."

Itjen Kemenhan / Vivanews