Tampilkan postingan dengan label Hand Gun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hand Gun. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 17, 2020

Pasukan Khusus Korsel Pilih Dasan Machineries DSAR15P Sebagai Senapan Serbu Masa Depan

DSAR15P
DSAR15P. (DASAN MACHINERIES)

Korsel, Artileri

Menurut laporan awal oleh editor Defense Times, Ahn Seung-Beom, yang disampaikan oleh akun Facebook Angkatan Bersenjata Republik Korea pada tanggal 14 Juni 2020, senapan serbu Dasan Machineries DSAR15P Korea terpilih sebagai senapan serbu masa depan Republic of Korea Army Special Warfare Command.

Pabrikan senjata api Korea Selatan Dasan Machineries terpilih mengungguli S&T Motiv (sebelumnya Daewoo Precision Industries), yang merupakan pabrikan senjata api terbesar di Korea Selatan.

Salah satu faktor di balik kemenangan Dasan yang diungkapkan oleh Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea adalah karena untuk mendorong pertumbuhan perusahaan kecil. Meskipun lebih kecil dari S&T, Dasan telah mengekspor produknya ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, UEA, Finlandia, dan lain-lain.

DSAR15P masih satu platform dengan AR-15 yang memiliki sistem operasi gas piston dan hammer-forged dan berlapis krom. Dasan Machineries mengembangkan DSAR15P berdasarkan pada CAR-816 dan platform AR-15 lainnya.

DSAR15P adalah senapan serbu sistem rotating bolt, center-fire, gas-operated, dan menggunakan amunisi NATO 5,56 x 45. DSAR15P adalah senapan serbu yang dirancang untuk penggunaan aplikasi penegakan hukum dan militer yang modern. Senjata ini tersedia dalam konfigurasi semi-otomatis dan otomatis.

DSAR15P

DSAR15P memiliki fitur Picatinny rail yang dipasang di bagian atas receiver serta di setiap sisi senjata dan di bawah laras, yang dapat dilengkapi dengan berbagai jenis aksesori seperti panoramic sight, flashlight, laser sights dan lainnya.

DSAR15P mengunakan amunisi NATO kaliber 5,56x45 mm dengan 30 putaran standar. Tiga varian panjang laras tersedia mulai dari 11,5 ", 14,5" dan 16 ". Senapan ini memiliki panjang keseluruhan 840 mm ketika popor retraksi dan 920 mm apabila popor diperpanjang. Kisaran efektif senapan adalah 350 m.

DSAR15P dilengkapi dengan selektor keselamatan 3-posisi ambidextrous. Juga difituri dengan penyesuaian panjang popor hingga 6 posisi.*

Sabtu, Mei 02, 2020

DXL-4 : Versi Militer dari Senapan Runduk Sumrak

DXL-4
Lobaev Arms

Senapan ini memungkinkan penembak runduk membunuh musuh pada jarak 2,5 kilometer.

Pada awal 2020, sejumlah unit pasukan khusus Rusia (Spetsnaz) menerima senapan runduk DXL-4, yang merupakan versi militer dari senapan runduk Sumrak berjangkauan terjauh di dunia. Senjata yang diproduksi Lobaev Arms ini mampu menyerang target 1,5 hingga 2,5 kilometer.

Pada jarak ini, bahkan dengan menggunakan prisma optik canggih pun target akan terlihat tak lebih besar dari ukuran semut. Namun, pengembang mengklaim bahwa senapan runduk baru ini mampu mengenai target seperti itu dengan akurat dalam segala kondisi cuaca dan angin.

Kelebihan DXL-4
DXL-4
Lobaev Arms

Menurut penciptanya, DXL-4 adalah senjata super akurat dengan salah satu pola tembakan terpadat di dunia. Bahkan penembak pemula pun dapat menempatkan lima peluru dengan selisih jarak 13,5 milimeter dari jarak seratus meter.

Hal itu dimungkinkan berkat laras yang dirancang khusus untuk peluru .408 Cheytak. Kaliber senapan ini lebih besar dari 7.62x54 mm Dragunov, yang paling umum digunakan di Rusia, dan lebih kecil dari  .50 BMG yang paling populer di Barat.

Menurut Kepala Desainer Lobaev Arms Yuri Sinichkin, DXL-4 tidak hanya sekedar memiliki akurasi yang sangat baik, tetapi juga memiliki jangkauan yang luar biasa dan dirancang untuk operasi dalam kondisi yang paling sulit — baik di Gurun Sahara dengan suhu hingga 65 derajat Celcius, maupun di daerah terdingin wilayah Utara Jauh Rusia dengan suhu hingga -45 derajat Celcius.

DXL-4
Lobaev Arms

"Kami mengurangi jangkauan Sumrak untuk tentara dari 4 kilometer menjadi 2 kilometer. Ada beberapa alasan: dalam pertempuran sebenarnya, pada jarak ini tidak ada satu pun pembidik di dunia ini yang dapat menunjukkan keberadaan musuh, dan tidak ada peluru senapan runduk yang dapat menembus pelindung tubuh musuh," jelas Sinichkin.

Dia menegaskan, DXL-4 bukan hanya senjata yang dibuat untuk menghilangkan para militan di titik-titik panas, tetapi juga difokuskan untuk merobohkan penembak jitu musuh. Seperti yang ditampilkan pada film-film, seorang penembak jitu biasanya beroperasi dari tempat tersembunyi dengan visibilitas yang sempurna di sekitarnya. Dengan demikian, sang penembak jitu dapat melihat segalanya, tetapi ia sendiri tidak terlihat oleh orang lain.

Senapan dan optik modern memungkinkan seorang prajurit terlatih menghilangkan musuh pada jarak 1,5 kilometer. Namun, DXL-4 memungkinkan penembak jitu untuk "mundur" satu kilometer lagi dari musuh.

DXL-4
Lobaev Arms

Terlepas dari kelebihannya, senapan ini tidak cocok untuk digunakan di perkotaan, karena musuh biasanya berjarak hanya sekitar 500 meter. Pelurunya terlalu kuat sehingga setelah menembus target berpotensi mengenai sandera terdekat. Untuk operasi perkotaan, penembak jitu rusia menggunakan senapan runduk Phantom yang mulai digunakan pada tahun ini.

Spesifikasi
Akurasi: 13,5 mm antara lima bidikan pada jarak 100 m
Jangkauan efektif: 2,5 km
Kecepatan peluru: lebih dari 900 m/dtk
Suhu pengoperasian: -45 hingga 65 °C
Peluru: .375 dan .408 Cheytac
Panjang senapan: 1.400 mm
Berat: 8,5 kg tanpa pembidik
Panjang laras: 780 mm
Pemicu tarikan: Dapat disesuaikan dari 50 hingga 1.500 g
Baut: kanan
Port ejeksi: kanan
Magazen: 5 peluru
(Russia Beyond)

Kamis, April 30, 2020

Sumrak: Senapan Runduk Berjangkauan Empat Kilometer

Senapan runduk Sumrak
Lobaev Arms

Mampu menembus logam setebal 3 sentimeter, senjata pengubah permainan buatan pabrik kecil di Rusia.

Di kota kecil bernama Tarusa, beberapa jam perjalanan mobil dari Moskow, terdapat sebuah bangunan kecil satu lantai dengan papan bertuliskan Lobaev Arms. Bangunan itu terlihat biasa saja dari luar, tetapi beberapa senapan runduk terkuat dunia diproduksi di dalamnya.

Perusahaan pembuat senjata ini menggemparkan dunia pada pertengahan April lalu, ketika media Barat mulai melaporkan keberadaan tempat ini dan barang dagangannya yang mematikan.

Kegemparan yang terjadi di Inggris cukup mengejutkan pihak perusahaan. "Orang-orang Inggris bosan dengan karantina. Jadi, mereka mencari hal-hal eksotik di luar negeri," canda Kepala Desainer Lobaev Arms Yuri Sinichkin, salah satu desainer yang merancang senapan berjangkauan terjauh di dunia, SVLK-14S Sumrak.

Senapan runduk Sumrak
Lobaev Arms

Dengan meluasnya penyebaran artikel tentang senjata itu, situs web Lobaev Arms pun kebanjiran ribuan pengunjung. Meski demikian, belum ada pesanan besar hingga saat ini. Harga yang dibanderol untuk Sumrak sangat mahal, yaitu 30.000 pound sterling atau sekitar Rp 560 juta.

Senja
"Senapan ini dirancang untuk olahraga dan menembak pada jarak tembak yang ekstrem, bukan untuk menembak militan di suatu tempat di Suriah. Ini mainan mahal dan mewah," kata Sinichkin.

Senapan runduk Sumrak
Lobaev Arms

Lebih jauh, sang desainer menjelaskan bahwa Sumrak yang berarti "Senja" didasarkan pada kesederhanaan dan akurasi. "Tidak ada unit tambahan, port ejeksi, atau aksesori. Senapan ini memiliki fitur yang kaku, laras diperkuat, dan pemuatan tunggal. Senja tidak memiliki magazen seperti senapan lain. Peluru dimuat kedalam senapan setiap akan melakukan tembakan seperti senjata jarak jauh berkaliber besar Perang Dunia II," jelasnya.

Sumrak telah mencetak beberapa rekor dunia, di antaranya menembak dengan jangkauan lebih dari 2,5 kilometer dan membidik sejauh 4,2 kilometer.

"Senapan ini tidak lagi memerlukan modifikasi. Kami sekarang bereksperimen dengan penembakan malam hari dengan jarak tembak 2,5 kilometer. Kami memiliki rekor penembakan siang hari yang baru, sekarang kami ingin melakukan hal yang sama dalam kegelapan total," ujar sang perancang.

Fitur Teknik
Sumrak dirancang untuk menembakkan peluru .408 CheyTak yang keluar dari laras dengan kecepatan 900 meter per detik.

Senapan runduk Sumrak
Lobaev Arms

"Peluru ini dapat menembus logam setebal tiga sentimeter. Bayangkan apa yang terjadi jika peluru seperti itu menghantam musuh! Tidak ada pelindung tubuh yang akan membantu," ujar sang insinyur.

Selain itu, senapan ini dapat beroperasi pada suhu ekstrem, mulai dari -40 hingga 65 derajat Celcius, dan dalam kondisi iklim apa pun. Satu-satunya kelemahan utamanya adalah beratnya yang hampir 10 kilogram, dan tambahan 2 - 4 kilogram untuk pembidiknya.

Artinya, Anda tidak dapat bermain ski lintas alam sembari menggantungkan senjata ini di punggung, seperti yang biasanya dilakukan pada perlombaan biathlon - olahraga musim dingin yang mempertandingkan dua cabang olahraga yaitu ski lintas alam dan menembak. Namun, senjata ini sangat bagus untuk digunakan di arena tembak. (Russia Beyond)

Sabtu, April 11, 2020

Jerman Mulai Kirim Senapan Marksman untuk Angkatan Darat AS

Senapan M110A1 SDMR
Senapan SDMR di Fort Bliss, Texas, pada Januari 2019. (Foto: Brian Micheliche / US ARMY)

Kaiserslautern, Jerman - Pabrik senjata api Jerman Heckler & Koch telah mengirim batch pertama dari senapan marksman (penembak jitu) baru M110A1 Squad Designated Marksman Rifles (SDMR) ke Angkatan Darat A.S.

Antara 5.000 dan 6.000 pucuk senapan SDMR baru akan dikirimkan ke Angkatan Darat AS hingga pertengahan 2021, menurut pernyataan perusahaan dilansir laman Star and Stripes.

SDMR akan meningkatkan kemampuan yang dibutuhkan bagi Angkatan Darat AS, yang memang menjadi prioritas utama bagi perusahaan terlepas dari kesulitan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, kata Presiden dan Kepala Operasi HK-USA Michael Holley dalam sebuah pernyataan.

Senapan baru ini akan menggantikan M-16 dan M-14 modifikasi era 1950-an, yang masih digunakan selama dekade terakhir dalam konflik di Afghanistan dan Timur Tengah.

SDMR adalah varian dari senapan Heckler & Koch G28 gas-operated, menggunakan amunisi NATO 7,62 mm dan dilengkapi dengan supresor (penekan).

Senapan M110A1 SDMR
Tim Tempur Brigade Stryker Angkatan Darat AS menembakkan senapan SDMR pada Januari 2019 di Fort Bliss, Texas. (Foto: Brian Micheliche / US ARMY)

SDMR diproduksi di Oberndorf di barat daya Jerman, kemudian dikirim ke fasilitas HK-USA di Georgia, AS, di mana scope, dudukan dan aksesori lainnya dipasang sebelum dikirim ke Angkatan Darat AS.

Heckler & Koch juga akan menyediakan suku cadang, dukungan, dan pelatihan, kata perusahaan itu.

Tugas marksman dalam pasukan infanteri adalah untuk melibatkan target secara akurat hingga sekitar 600 meter, sehingga memperluas jangkauan unit di luar jangkauan standar layanan.

Tidak seperti sniper (penembak runduk), yang sering bertindak secara independen, marksman biasanya beroperasi sebagai bagian dari tim. Juga berbeda dengan sniper, yang umumnya menggunakan senapan bolt-action khusus, marksman menggunakan senapan otomatis atau semi-otomatis.*

Jumat, Maret 20, 2020

Jenis-Jenis Peluru (Pelet) Senapan Angin

Kekuatan sebuah senapan angin terletak pada seberapa besar energi kinetiknya, secara tidak langsung hal ini dapat diukur dari energi kinetik yang dihasilkan untuk proyektil pelurunya, atau biasa kita sebut dengan pelet.

Berbagai kaliber senapan angin tersedia di pasaran, kaliber 4,5 mm atau .177 mungkin merupakan yang paling banyak digunakan. Berat pelet sendiri diukur dalam ukuran grain.

Pelet senapan angin tersedia dalam bermacam jenis yang disesuaikan untuk penggunaannya, medan atau sasaran tembaknya. Salah satu cara untuk menguji jenis pelet adalah dengan menempatkan sabun sebagai sasaran tembak yang dilakukan dari jarak yang berbeda-beda.

Berikut jenis-jenis peluru/pelet senapan angin :

Pelet Field Point

digunakan untuk berburu dan mengendalikan hama

Pelet Field Point digunakan untuk penetrasi yang dalam. Biasa digunakan untuk perburuan kecil, pengendalian hama di kebun atau bahkan untuk mengatasi "manusia nakal". Penetrasi yang dalam disebabkan karena pelet Field Point menghasilkan energi kinetik yang tinggi.


Pelet Flat Nosed
digunakan untuk kompetisi
Pelet Flat Nosed juga dikenal sebagai wadcutters. Biasa digunakan untuk penembakan target dalam suatu kompetisi. Pelet ini "memotong" tajam, bersifat "clean holes" di kertas target untuk membuat skor seakurat mungkin. Pengaruh hambatan udara pada pelet Flat Nosed jarang terlihat untuk jarak dibawah 35 meter. Di luar 35 meter, efek hambatan udara baru terasa.


Pelet Hollow Point
digunakan untuk kompetisi menjatuhkan target
Pelet Hollow Point memberikan efek shock energi kinetik yang tinggi seperti halnya pelet Field Point. Biasa digunakan di lapangan dan penggunaan khusus seperti kompetisi siluet senapan angin.

Secara umum, kompetisi siluet mengharuskan senapan angin yang digunakan beratnya tidak lebih dari 16 pon. Tapi beberapa jenis/kelas olahraga menembak ada yang membolehkan senapan angin dari berbagai kaliber maupun berat, dan kompetisi dapat berlangsung di luar atau dalam ruangan. Empat target yang berukuran dan berbentuk berbeda, biasanya terdiri dari potongan baja yang disusun.

Tujuan pertandingan adalah untuk menjatuhkan masing-masing potongan baja tersebut. Pelet Hollow Point memberikan daya efek knock down yang diperlukan untuk menjatuhkan potongan baja tersebut.


Pelet Round Head
untuk perburuan jarak dekat

Pelet Round head, Domed atau Round Nose, semuanya digunakan untuk tujuan menembak target dan biasa di lakukan di lapangan. Pelet jenis ini tersedia dalam berbagai berat. Pelet Round Nose dengan berat menengah menawarkan perpaduan lintasan datar yang seimbang dan Pelet Round Nose berat (bertenaga medium) untuk berburu. Untuk pelet Round Head yang berat, digunakan untuk senapan angin yang kuat dalam perburuan jarak dekat. Pelet yang lebih berat daya tembusnya biasanya baik dan tidak begitu terpengaruh oleh angin.


Pelet BB
pelet  murah

Pelet BB adalah pelet yang mungkin paling akrab dengan senapan angin. Merupakan proyektil bulat yang terbuat dari timah atau baja. Akurasinya tidak begitu menjanjikan, murah dan tersedia hampir di setiap toko olahraga.

Rabu, Maret 18, 2020

Peluru Karet : Sejarah, Fakta, dan Fungsi

Jenis peluru karet

Peluru karet (rubber bullet) adalah peluru/proyektil yang terbuat dari karet yang dapat ditembakkan baik dari senjata api standar maupun senjata khusus anti kerusuhan.

Peluru karet dimaksudkan sebagai alternatif proyektil logam yang tidak mematikan. Seperti proyektil jenis lainnya yang terbuat dari plastik, lilin, dan kayu, peluru karet juga dapat digunakan untuk latihan menembak jarak dekat dan untuk kontrol hewan, tetapi penggunaan peluru karet yang paling sering kita temui adalah untuk mengendalikan kerusuhan dan demonstrasi yang menjurus ke tindakan anarkis.

Peluru karet merupakan amunisi yang berdampak kinetik yang dimaksudkan untuk menimbulkan rasa sakit/luka tapi tidak menimbulkan cedera serius.

Terkena peluru karet dapat menyebabkan memar, luka lecet, dan hematoma (kumpulan darah tidak normal di luar pembuluh darah). Namun di beberapa penggunaan dapat mengakibatkan patah tulang, dan cedera pada organ internal.

Peluru karet primer biasanya digunakan untuk latihan menembak jarak pendek. Ini hanya ditujukan untuk menembak sasaran tidak bergerak. Tidak seperti paintball atau pelet airsoft yang digunakan untuk target bergerak. Peluru karet apabila tidak rusak setelah ditembakkan, biasanya dapat digunakan kembali.

Peluru karet
Peluru karet yang dipakai pasukan PBB di Somalia tahun 1996

Sejarah singkat peluru karet
Prinsip peluru karet berasal dari Singapura pada 1880-an ketika polisi Singapura menembakkan gagang sapu yang digergaji menjadi lebih pendek pada para perusuh.

Pada 1960-an, polisi anti huru-hara di Singapura, Malaysia dan Hong Kong mulai menggunakan peluru kayu yang lebih canggih.

Gagasan peluru kayu tersebut kemudian diadaptasi oleh Inggris yang kemudian mengganti kayu dengan karet. Sedangkan yang pertama kali menggunakan peluru karet untuk menghadang demonstrasi adalah Amerika Serikat di tahun 1960-an ketika kala itu menghadapi demonstran anti Perang Vietnam.

Karet dipilih karena tidak mudah pecah serta tidak akan menembus kulit dibandingkan dengan bahan kayu yang masih memiliki kemungkinan bisa menembus tubuh. Selain itu, peluru karet juga dirancang untuk mengurangi kecepatan dan kekuatan benturan.

Di Israel, peluru karet ada 2 jenis, jenis yang lebih tua yaitu peluru karet standar yang merupakan bola baja yang dilapisi dengan lapisan tipis dari karet, beratnya 14 gram. Sedangkan peluru karet terbaru diperkenalkan pada tahun 1989, yaitu karet yang dilapisi logam silinder 1,7 cm dengan berat 15,4 gram. Peluru ini ditembakkan dari adaptor khusus yang diletakkan pada moncong senapan, mirip dengan penggunaan senapan pelontar granat. Peluru karet dimasukkan ke bagian depan adaptor dengan didorong oleh kartrid. Peluru ini dapat mengakibatkan luka serius bila terkena di bagian kepala. Di beberapa negara, peluru karet dapat digunakan oleh warga sipil untuk perlindungan diri.

Peluru karet

Peluru karet dapat menyebabkan kematian
Meski peluru karet dirancang untuk meminimalisir cedera serius, beberapa pihak menyangsikan keamanannya. Salah satunya, oleh para peneliti di University of California dan dokter dari organisasi Physicians for Human Rights, 2017 lalu. Mereka memperingatkan bahwa peluru karet dan plastik tidak boleh digunakan untuk mengendalikan massa. 

Temuan Physicians for Human Rights ini mengindikasikan bahwa senjata-senjata ini memiliki potensi yang menyebabkan luka parah dan kematian, tertulis dalam jurnal berjudul Death, injury and disability from kinetic impact projectiles in crowd-control settings: a systematic review.

Peluru karet

Penelitian tersebut mengambil sampel 1.984 orang yang pernah terkena tembakan peluru karet dan plastik. Hasilnya, sebanyak 51 orang (3 persen) di antaranya meninggal dan 300 orang (15 persen) mengalami cacat permanen.

Penelitian serupa juga pernah diterbitkan British Journal of Surgery pada 1975, di masa awal peluru karet digunakan. Hasilnya, dari 90 orang yang tertembak, 17 di antaranya cacat permanen dan 1 orang meninggal.

Kedua penelitian itu sepakat bahwa akurasi menjadi faktor penentu, apakah peluru karet bisa mematikan atau tidak. Dalam hal ini, mematikan jika terkena pada bagian vital seperti kepala dan leher.

Salah satu peneliti dari University of California, Rohini Haar dikutip dari The Guardian menyebutkan bahwa apabila seseorang menembakkan peluru karet dari jarak yang sangat dekat, maka kecepatannya akan sama dengan peluru tajam dan bisa membahayakan.

Jarak aman tembakan peluru karet
Dalam jurnal berjudul Severe facial rubber bullet injuries: Less lethal but extremely harmful weapons (2009), dijelaskan soal jarak tembak peluru karet. Disebutkan dalam jurnal bahwa untuk meminimalisir risiko penetrasi (peluru karet), pengguna disarankan untuk mengikuti petunjuk jarak tembak yang aman dan jangan pernah menembak ke arah wajah.

Peluru karet

Misalnya, produsen senjata di Slovenia, Arex, memberi petunjuk jarak aman untuk peluru karet berjenis 5.56x45 NLA rubber bullet, sejauh 20 meter. Peluru itu punya jarak tembak efektif pada 20-40 meter dan jangkauan sejauh 80 meter.

Arex mengimbau, kepada para pengguna peluru karet buatannya untuk selalu membidik bagian bawah tubuh target. Yakni dari pusar hingga kaki demi menghindari cedera. Produsen ini juga melarang untuk menembak pada kepala dan leher.

Menariknya laporan berulang menunjukkan bahkan seorang profesional terlatih pun tak bisa mematuhi instruksi keselamatan penggunaan peluru karet. Keadaan yang mendesak dan kekacauan di lapangan membuat bidikan ke arah bawah badan dan menjaga jarak tembak aman tidak memungkinkan.

Minggu, Maret 15, 2020

Senapan Serbu 7.62mm FN SCAR-H Belgia (6 Varian)

FN SCAR

Pabrikan senjata api Belgia FN Herstal selama ini telah merancang dan mengembangkan berbagai macam senapan serbu termasuk FN SCAR-H yang dilengkapi dengan chamber untuk menembakkan amunisi kaliber NATO 7.62x51 mm.

Awalnya, FN SCAR dan variannya dikembangkan FN Herstal untuk United States Special Operations Command (SOCOM) untuk memenuhi persyaratan kompetisi SCAR (Special Operations Forces Combat Assault Rifles). Jangkauan efektif FN SCAR akan tergantung dari panjang laras, dapat mencapai hingga 600 meter.

Lebih jauh, FN Herstal mengembangkan dua senapan presisi berdasarkan desain FN SCAR-H yakni: FN SCAR-H PR, dan FN SCAR-H TPR. Keduanya memiliki jangkauan efektif 800 meter.

Varian senapan serbu 7.62mm FN SCAR-H:
- FN SCAR-H STD: Standar dengan panjang laras 406,4 mm

FN SCAR-H STD

- FN SCAR-H CQC: Close Quarters Combat dengan panjang laras 330,2 mm

FN SCAR-H CQC

- FN SCAR-H PR: Senapan Presisi dengan panjang laras 406,4 mm

FN SCAR-H PR

- FN SCAR-H PR: Senapan Presisi dengan panjang laras 508 mm

FN SCAR-H PR

- FN SCAR-H TPR: Senapan Presisi Taktis dengan panjang laras 406,4 mm

FN SCAR-H TPR

- FN SCAR-H TPR: Senapan Presisi Taktis dengan panjang laras 508 mm

FN SCAR-H TPR

Desain
FN SCAR-H masih mengikuti desain lazim keluarga FN SCAR yang menggunakan komponen polimer dan aluminium masif. Dengan laras free-floating cold hammer-forged MIL-SPEC dengan lubang berlapis krom. Dua laras panjang tersedia: 330,2 mm dan 406,4 mm.

Senapan serbu FN SCAR-H dilengkapi dengan rel Picatinny MIL-STD 1913 atas (extended) yang diintegrasikan dengan monolithic aluminum receiver. Rel Picatinny tambahan dipasang di setiap sisi di bagian depan, serta di bawah laras senapan.

FN SCAR-H dilengkapi selektor keamanan 3-posisi cerdas yang dapat dengan mudah dimanipulasi dengan ibu jari tangan penembak. Dengan selektor keamanan pada posisi "S", senapan berada pada posisi "aman". Dengan selektor keamanan pada posisi "1", senapan siap menembakkan satu tembakan. Jika mengaktifkan posisi "A", maka FN SCAR-H berada dalam posisi otomatis penuh.

Pameran FN SCAR-H TPR

Magazine dan amunisi
FN SCAR-H didesain untuk cocok dengan amunisi NATO 7.62x51mm atau 308 Winchester. Memiliki kapasitas magazine 20 kartrid. Magazine 10 putaran juga tersedia.

Magazine dapat dilepas dari senapan berkat ambidextrous magazine release (pelepasan magazine cerdas). Dengan pelepasan ini, penembak bertangan kanan dan kidal bisa melakukan reload lebih cepat dan mudah sambil menjaga senapan tetap pada sasaran.

Amunisi NATO 7.62 × 51mm adalah kartrid rimless bottlenecked rifle yang didesain dan dikembangkan oleh FN Herstal pada 1950-an untuk menggantikan berbagai jenis amunisi infanteri yang digunakan oleh berbagai negara anggota NATO. Ini menjadi kaliber standar NATO pertama untuk senjata kecil pada tahun 1957.

Meskipun tidak identik, amunisi NATO 7.62 × 51mm dan .308 Winchester cukup mirip untuk dimuat dalam senapan yang dilengkapi dengan chamber untuk putaran lainnya, tetapi kartrid .308 Winchester biasanya dimuat ke tekanan yang lebih tinggi dari kartrid NATO 7.62 × 51mm. FN SCAR-H dapat menembakkan semua jenis amunisi 7.62mm.

FN SCAR-H CQC

Fitur utama
Senapan serbu 7.62mm FN SCAR-H memiliki popor yang dapat dilipat, artinya senapan ini akan lebih ringkas ketika dibawa personel di pesawat, kendaraan atau situasi tertentu.

Popor dapat dilipat ke kanan dengan tombol kunci yang terletak di sisi kiri. Ketika popor dilipat, senapan masih dapat menembak. Modul popor FN SCAR standar dapat disesuaikan untuk panjang (LOP) dan tinggi  (cheek rest) agar popor sesuai penembak dan perlengkapannya .

Panjang popor dapat disesuaikan dalam enam posisi, dinomori dari 1 hingga 6. Setiap penyesuaian sama dengan panjang 0,50 inci untuk total penyesuaian panjang 2,50 inci. Sedangkan tinggi dapat diatur dengan 2 posisi.

Konfigurasi popor tambahan tersedia berdasarkan permintaan. Sight (pemandangan) besi belakang dan depan Senapan FN SCAR-H sepenuhnya dapat disesuaikan dan dapat dilipat.

Berbagai aksesori dapat dipasang di top receiver (scopes) dan rel Picatinny samping dan sisi bawah (red dot sight, flashlight, bipod, vertical grip).

Tombol konfigurasi popor FN SCAR-H

Peluncur granat 40mm
FN SCAR-H dapat dipasangi peluncur granat FN40GL 40mm. FN40GL dapat dipasang dengan cepat dan mudah ke rel Picatiny bawah dengan tuas penjepit penguncian ganda pada peluncur. Kedua pemicu dapat ditarik tanpa mengubah posisi tangan. Menembakkan semua jenis granat kecepatan rendah standar 40x46mm NATO dengan kisaran efektif sekitar. 350 meter (tergantung pada amunisinya).

FN40GL® juga dapat dikonfigurasi sebagai peluncur yang berdiri sendiri menggunakan popor rakitan khusus.

Cerdas, FN40GL® menggunakan aluminium receiver yang dikawinkan dengan laras aluminium untuk daya tahan dan ringan. Laras berputar ke kiri atau kanan untuk kemudahan memuat. Retensi granat memungkinkan pemuatan ulang di posisi apa pun. Casing granat secara otomatis keluar. Senapan ini juga dapat dilengkapi FN® FCU Mk.3 fire control unit yang sangat meningkatkan kemungkinan first-round hit  ketika menembakkan granat 40mm.

FN SCAR-H CQC

Model
Berat (Tanpa Magazine)
- FN SCAR-H STD 406,4 mm
- FN SCAR-H CQC 330,2 mm
- FN SCAR-H PR 406,4 mm
- FN SCAR-H PR 508 mm
- FN SCAR-H TPR 406,4 mm
- FN SCAR-H TPR 508 mm
- 3,9 kg
- 3,7 kg
- 4,27 kg
- 4,5 kg
- 4,81 kg
- 5 kg
Prinsip Operasi
Cyclic rate of fire
Gas operated, rotating bolt
550 - 650 putaran/mnt
Panjang Laras
Kapasitas Magazine
- STD: 406,4mm
- CQC: 330,2mm
- PR: 406,4mm
- PR: 508mm
- TPR: 406,4mm
- TPR: 508mm
20 atau 10 putaran
Kaliber
Panjang Senapan
7.62x51mm (NATO)
- STD 406,4 mm



- CQC 330,2 mm



- PR 406,4 mm



- PR 508 mm



- TPR 406,4 mm



- TPR 508 mm


Extended: 969mm
Collapsed: 906mm
Folded: 721mm

Extended: 893mm
Collapsed: 830mm
Folded: 645mm

Extended: 970mm
Collapsed: 906mm
Folded: 721mm

Extended: 1,071mm
Collapsed: 1,007mm
Folded: 823mm

Extended: 970mm
Collapsed: 906mm
Folded: 721mm

Extended: 1,085mm
Collapsed: 1,040mm
Folded: N/A

Kamis, Maret 12, 2020

Apa Perbedaan Senjata Semi-Otomatis Vs Full-Otomatis?

Tentara wanita menembak

Apa yang membedakan senjata semi-otomatis (semi-auto) dari senjata full-otomatis (full-auto)? Karena keduanya memuat ulang (reload) secara otomatis, maka dilabeli 'otomatis' atau 'auto'.

Perbedaan utama antara senjata semi-otomatis dan full-otomatis adalah bahwa pada senjata semi-otomatis, pengguna harus menarik pelatuk (trigger) setiap kali ia ingin menembakkan peluru.

Yang menjadi acuan adalah bagaimana "aksi" kedua jenis senjata ini. Ini merujuk pada bagaimana cara operasinya dalam menembakkan peluru, mengeluarkan cartridge, dan mengisi ulang putaran berikutnya.

Kedua jenis senjata ini sama-sama mengisi ulang secara otomatis. Tapi perbedaannya terletak dalam hal penembakan.

Menurut definisi, senjata full-otomatis mengacu pada versi yang sepenuhnya otomatis, yang akan terus menembakkan peluru hingga habis. Oleh karena itu, senapan semi-otomatis secara teknis tidak dapat dilabeli sebagai senapan full-otomatis.

Pada semi-otomatis, setelah Anda menarik pelatuk untuk menembakkan peluru, udara yang dikeluarkan dari kartrid akan mengeluarkan casing peluru secara otomatis. Setelah ini, putaran baru dari magazine amunisi internal atau eksternal akan dimuat ke dalam ruang tembak

Untuk full-otomatis, praktik yang sama seperti ini juga terjadi. Namun, siklus penuhnya hanya diselesaikan dengan hanya satu kali menarik pelatuk. Peluru pertama ditembakkan, casing peluru dikeluarkan, dan putaran baru masuk kembali ke ruang tembak. Jika pengguna terus menarik pelatuk, proses penembakan akan berulang tanpa batas hingga magazine internal atau eksternal kehabisan peluru.

Berikut ini video bagus tentang perbedaan antara senjata semi-otomatis dan full-otomatis:


Selasa, Maret 03, 2020

Inilah Tiga Kelemahan Utama AK-47

Tentara dan AK-47

Meski sekitar seratus juta senapan AK diproduksi di seluruh dunia, senjata ini tak sepenuhnya sempurna.

Senapan AK terkenal di seluruh dunia karena keandalan dan kemudahan produksinya. Saat ini, ada sekitar seratus juta senapan Kalashnikov yang diproduksi secara resmi di 55 negara di seluruh dunia. Angka itu baru yang terdaftar secara resmi, belum termasuk sejumlah salinan rekayasa balik (proses penemuan prinsip-prinsip teknologi dari suatu perangkat, objek, atau sistem melalui analisis strukturnya, fungsinya, dan cara kerjanya). Senjata semacam itu sering kali dapat ditemukan di tangan para gerilyawan dan pejuang kemerdekaan di negara-negara berkembang.

Senjata ini juga populer di antara komunitas kriminal di seluruh dunia. Misalnya, kartel obat bius Amerika Latin yang menjulukinya dengan cuerno de chivo (tanduk kambing), mungkin karena pemuat magazennya yang melengkung.

Meski begitu, senjata ini tak luput dari sejumlah kelemahan. Berikut tiga kelemahan terbesar senapan serbu AK-47 yang legendaris.

Tentara dan AK-47

Rekoil
Dibandingkan pesaing-pesaing utamanya (AR-15 Amerika dan H&K 416 Jerman), rekoil atau tolak balik (hentakan ketika senjata api ditembakkan) AK-47 jauh lebih besar.

“Rekoil platform AR-15 jauh lebih rendah daripada AK. Hentakan senjata itu mengenai tepat pada bahu. Artinya, dorongan senapan saat menembak lebih kecil. Pada dasarnya, posisi senapan tetap stabil (dalam posisi menembak). Dengan begitu, senapan itu bisa menembak secara beruntun ke satu sasaran,” kata seorang petugas keamanan yang menolak diberitahukan namanya kepada Russia Beyond.

Menurutnya, rekoil menjadi kelemahan besar platform AK dibandingkan pesaing-pesaingnya.

AK-47 kustomisasi

Kustomisasi
Dari segi kustomisasi, senapan buatan asing pun lebih baik, menurut sang petugas.

“Menyetel senjata sebelum bertugas sungguh penting. Dibandingkan AR, platform AK kurang bisa dikustomisasi karena pilihan (ukuran) popor, pegangan, alat bidik, dan aksesori lainnya untuk senapan asing jauh lebih besar daripada (senapan) kita (AK -red.). Jadi, kita harus menyesuaikan dengan apa yang kita miliki,” tambahnya.

Menurutnya, pelatuk senapan, khususnya, perlu disesuaikan. “Mekanisme pelatuk ibarat kopling pada mobil — semakin sensitif, semakin efisien pula serangan Anda dalam pertempuran,” katanya menjelaskan.

Wanita dan AK-47

Ketepatan
Senapan-senapan buatan asing juga menang dalam hal akurasi.

“Eugene Stoner (perancang dan pencipta senapan M16 Amerika) memperpanjang laras senapannya demi membuat senjata tersebut lebih akurat menyasar target jarak jauh. Ia juga memilih selongsong peluru dengan kaliber yang lebih kecil (5,56 mm, dibandingkan dengan AK-47 — 7,62 mm) untuk meningkatkan akurasi tembakan. Rusia akhirnya mengikuti cara ini, tetapi baru pada 1970-an untuk senapan AK-74,” kata Vadim Kozyulin, seorang profesor di Akademi Ilmu Pengetahuan Militer Rusia, kepada Russia Beyond.

Dengan begitu, kata Kozyulin, selongsong peluru M16 yang ringan mampu melesat hingga kecepatan 900 m/s, tanpa kehilangan energi kinetik atau gaya balistiknya.

Petugas keamanan yang kami wawancarai pun sependapat. Menurutnya, dalam pertempuran jarak jauh (600 - 700 meter), senapan Amerika lebih diminati.

Terlepas dari ketiga kelemahan utama ini, AK memiliki lebih banyak keunggulan. Senapan legendaris ini tetap dicintai dan dihormati di seluruh dunia.

Resources

Sabtu, Februari 29, 2020

Mengenal Ragam Senapan Serbu Produksi Pindad Kebanggaan Indonesia

SS2-V5 Kal. 5.56 mm

Senapan serbu laras panjang atau assault rifle pertama buatan dalam negeri adalah senapan SP-1 (Senjata Panjang 1) yang merupakan modifikasi dari senapan serbu Beretta BM-59 Mk.1 buatan Italia. Tercatat telah 50 ribu unit diproduksi hingga tahun 1974.

Setelah masa SP-1, lahirlah SP-2 dan SP-3 dengan fitur-fitur baru seperti rifle grenade di ujung laras, handgrip terbaru dan bipod penyetabil. SP-1 sempat digunakan dalam Operasi Seroja namun ternyata ditemui banyak kendala di lapangan seperti selongsong yang macet hingga onderdil-onderdil yang copot.

Kemudian pada tahun 1976, muncul purwarupa SS-77 (Senapan Serbu 1977). Desain dan sistem kerja SS-77 mengacu pada senapan serbu Armalite AR18 dengan sistem mekanik gas operated, rotating bolt. Kapasitas peluru dalam magazin sebanyak 30 butir dengan kaliber 5,56 x 45 mm. Mode penembakannya adalah Safe-Semi-Auto. Selanjutnya lahir pula purwarupa SS-79 (Senapan Serbu 1979) yang menggunakan peluru kaliber 7,62 x 51  mm yang sempat ingin TNI jadikan senapan standar infanteri.

Namun, berdasarkan pertimbangan BPPT di tahun 1982, memproduksi sendiri senapan ini dari nol memerlukan waktu kurang lebih hingga delapan tahun lamanya dan biaya litbang yang terlalu tinggi. BPPT pun mengusulkan untuk membuat lisensi senapan serbu yang sudah ada di pasaran yang sudah terbukti ketangguhan dan kehandalannya di lapangan.

Kala itu sebanyak enam jenis senapan serbu dievaluasi pada tahap pertama. Dari hasil uji coba yang dilakukan terpilih tiga calon kuat yakni HK33 Jerman, M16A1 Amerika Serikat dan FNC Belgia.

HK33 menjadi favorit utama, namun karena tidak menggunakan sistem mekanik gas operated melainkan sistem delayed blow back, teknologi yang rumit dan mahal, serta beberapa komponen terutama laras belum memungkinkan untuk dibuat di dalam negeri, akhirnya senapan ini batal dipilih.

Sementara M16A yang menjadi kandidat kedua persyaratannya terlalu ketat. Mulai dari peluru, komponen utama sistem mekanis dan laras yang harus diimpor langsung dari Amerika Serikat. Lalu penggunaan senjata untuk operasi militer harus seizin Kongres AS serta maksimal produksi dibatasi untuk 150.000 pucuk senapan saja. Senapan ini pun akhirnya batal dipilih.

Akhirnya, diputuskan FNC (kandidat ketiga) menjadi pemenang dan kemudian dijadikan senapan serbu infanteri modern resmi yang digunakan seluruh kesatuan Tentara Nasional Indonesia. Keputusan memilih senapan serbu FNC karena kemudahan yang diberikan prinsipal dalam hal ini FN Herstal SA dari Belgia yang bersedia memberikan alih teknologi hingga 100 persen.

Pada tahap awal senapan serbu untuk TNI ini didatangkan langsung dari Belgia. Baru tahun 1984 setelah semua persiapan di jalur produksi beres, senapan serbu FNC mulai diproduksi di pabrik PT Pindad di Bandung. Senapan serbu ini kemudian menyandang nama resmi SS-1 (Senapan Serbu 1).

Berikut jenis-jenis senapan serbu pengembangan dari SS-1 yang diproduksi oleh Pindad:

SS1-V1 Kal. 5,56 mm
SS1-V1 Kal. 5.56 mm
SS1-V1 Kal. 5,56 mm

Merupakan senapan serbu pertama yang diadopsi langsung dari FN FNC. Senapan ini memiliki berat kosong 4,02 kg dan berat isi 4,38 kg. Dengan munisi 5.56 x 45 mm standar NATO dan panjang laras 449 mm, SS-1 V1 dapat menembak dengan sangat akurat sampai dengan jarak 400 meter. Mobilitas dalam penggunaan SS1 dapat semakin mudah dengan popor yang dapat dilipat.
SS1-V1 Kal. 5.56 mm
SS1-V1 Kal. 5,56 mm

SPECIFICATION
Length : Butt extended : 997 mm Butt folded : 753 mm
Barrel : Length : 449 mm Rifling : 6 grooves, RH 177.8 mm(7") twist
Weight : With empty magazine : 4.06 kg With full magazine (30 rounds) : 4.42 kg
Effective range : 400 m
Sight : Rear sight : "O" type and 2 positions : - Mark 250 for range (0-300) m - Mark 400 for range (300-450) m Foresight : Protected post Telescope sight (optional) : Yes
Rate of Fire : Cyclic : 720 - 760 rpm Effective automatic fire : 120 - 200 rpm Effective single shot : 60 rpm
Ammunition : - Ordinary ball cartridge MU5-Tj or SS 109 - Blank cartridge MU5-H - Cartridge for grenade launching


SS1-V2 Kal. 5.56 mm
SS1-V2 Kal. 5.56 mm
SS1-V2 Kal. 5.56 mm

Merupakan senapan serbu pengembangan dari SS1-V1 yang diadopsi langsung dari FN FNC. Perbedaan terletak dari segi berat dimana senapan ini memiliki berat kosong 3,93 kg dan berat isi 4,29 kg, lebih ringan dari versi sebelumnya serta panjang laras yang dipangkas menjadi 363 mm. Untuk munisi, tetap menggunakan kaliber 5,56 x 45 mm standar NATO.
SS1-V2 Kal. 5.56 mm
SS1-V2 Kal. 5.56 mm

SPECIFICATION
Length : Butt extended : 890 mm Butt folded : 666 mm
Barrel : Length : 363 mm Rifling : 6 grooves, RH 177.8 mm(7") twist
Weight : With empty magazine : 3.91 kg With full magazine (30 rounds) : 4.27 kg
Effective range : 300 m
Sight : Rear sight :"O" type and 2 positions : Mark 250 for range (0-300) m Mark 400 for range (300-450) m Foresight : Protected post Telescope sight (optional) : Yes
Rate of Fire : - Cyclic : 720 - 760 rpm - Effective automatic fire : 120 - 200 rpm - Effective single shot : 60 rpm
Ammunition : - Ordinary ball cartridge : MU5-Tj or SS 109 - Blank cartridge MU5-H - Cartridge for grenade launching


SS2-V4 HB
SS2-V4 HB
SS2-V4 HB

Senapan terbaik kebanggaan Indonesia yang telah 11 kali memenangkan kompetisi menembak AASAM & AARM mempunyai akurasi tembakan yang jitu dengan menggunakan 6 ulir laras setebal 7 inch. SS2-V4 memiliki bodi yang lebih ringkas dilengkapi dengan picatiny rail dan fitur keamanan yang diperbaharui. Teleskop ACOG merupakan perlengkapan standar pada varian ini.
SS2-V4 HB
SS2-V4 HB

SPECIFICATION
Calibre : 5.56 x 45 mm
Length : Butt extended : 1025 mm Butt folded : 782 mm
Barrel : Length : 500 mm Rifling : 6 grooves, RH 177.8 mm(7") twist
Weight : With empty magazine : 4.15 kg With full magazine (30 rounds) : 4.51 kg
Sight : Optical sight
Rate of Fire : Cyclic : 720 - 760 rpm Effective automatic fire : 120 - 200 rpm Effective single shot : 60 rpm
Ammunition : - Ordinary ball cartridge MU5-Tj or SS 109 - Blank cartridge MU5-H
Effective Range : 600 m


SS2-V5 Kal. 5.56 mm
SS2-V5 Kal. 5.56 mm
SS2-V5 Kal. 5.56 mm

Varian SS2 dengan laras yang diperpendek. SS2-V5 menggunakan laras dengan panjang 255 mm yang dapat menembak dengan efektif sampai dengan jarak 200 meter. Dengan berat kosong 3,35 kg dan berat isi 3,71 kg, SS2-V5 memiliki tingkat mobilitas yang sangat tinggi serta cocok untuk digunakan dalam berbagai skenario pertempuran jarak dekat.
SS2-V5 Kal. 5.56 mm
SS2-V5 Kal. 5.56 mm

SPECIFICATION
Calibre : 5.56 x 45 mm
Length : Butt extended : 755 mm Butt folded : 528 mm
Barrel : Length : 255 mm Rifling : 6 Grooves, RH 177.8 mm(7") twist
Weight : With empty magazine : 3,35 kg With full magazine (30 rounds) : 3.71 kg
Sight : Mechanical sight
Rate of Fire : Cyclic : 720 - 760 rpm Effective automatic fire : 120 - 200 rpm Effective single shot : 60 rpm
Ammunition : - Ordinary ball cartridge MU5-Tj or SS 109 - Blank cartridge MU5-H - Cartridge for grenade launching
Effective Range : 200 m


SS2-V7 Subsonic
SS2-V7 Subsonic
SS2-V7 Subsonic

Varian terbaru dari line-up SS2. SS2-V7 Subsonic memiliki kemampuan untuk menembakkan munisi dengan suara yang senyap. Kemampuan ini didukung oleh penggunaan peredam di bagian depan senjata untuk meredam suara keras yang keluar saat munisi ditembakkan. Kemampuan penembakan senyap dari SS2-V7 dapat ditingkatkan dengan penggunaan munisi khusus jenis subsonic yang memiliki jarak tembak efektif hingga 150 meter. Teleskop ACOG merupakan kelengkapan standar pada varian ini.

SPECIFICATION
Stock extended : 713 mm
Stock folded : 975 mm
Barrel length : 200 mm
Rate of fire : 720-760 rpm
Effective range : 150 m
Operation : Gas-operated
Magazine capacity : 30 rounds

Resources
  • Angkasa Review
  • KKIP
  • Pindad

Jumat, Februari 28, 2020

Pengenalan 10 Senjata Laras Panjang Terbaik

Senapan ialah peralatan mekanik yang menembakkan proyektil pada kecepatan tinggi, dengan menggunakan pendorong seperti bubuk mesiu atau udara yang dipadatkan.

Di bawah ini ada 10 jenis senjata api laras panjang yang beberapa diantaranya masih banyak beredar di dunia, termasuk di Indonesia.

Senjata-senjata di bawah ini disebut-sebut sebagai senjata terbaik dari seluruh senjata laras panjang yang pernah dibuat. Bisa ya, bisa tidak.


1. AK-47
Produksinya lebih dari 75 juta unit di seluruh dunia. AK-47 (Automatic Kalashnikov) adalah senjata api legendaris yang mungkin memberi kerusakan paling mematikan daripada seluruh senjata api apapun. Dibuat dengan desain yang sama dengan StG.44, AK-47 dan diisi dengan peluru 7,62 mm.

Selain harganya murah dan teknologi pembuatannya cukup simpel, AK-47 mudah digunakan, dirawat dan “kebal” terhadap kondisi yang bisa merusak senjata lainnya seperti air, debu, pasir atau benturan. Akurasinya tidak terlalu bagus, tapi AK-47 menggantinya dengan kemampuannya melepaskan serangan mematikan atau serangan sporadis yang dahsyat.

AK-47

Tipe : Senapan serbu
Negara asal : Uni Soviet
Peluru : 7,62 x 39 mm
Mekanisme : Operasi gas, bolt berputar
Rata² tembakan : 600 butir/menit
Kecepatan peluru : 710 m/dtk
Jarak efektif : 300 m
Amunisi : Magazen box 30 butir, Magazen box RPK 40 butir, Magazen drum RPK 75 butir


2. M16
Walaupun butuh waktu lama untuk mengatasi masalah kemacetan senapan sewaktu latihan bertempur di awal 1960, M16 membuktikan keandalannya lewat akurasi, penanganan, masa pakai, serta keefektifan dalam perang.

Senapan M16 memuaskan petinggi militer AS dalam mengembangkan senapan serbu yang ringan untuk menggantikan M1 dan M14. Fitur inovatifnya meliputi bahan campuran plastik dan logam ringan, sistem reload yang mudah dan penggunaan peluru kaliber 5,56mm.

M16

Tipe : Senapan serbu
Negara asal : Amerika Serikat
Berat : 3,26 kg (kosong) - 3,99 kg (berisi penuh)
Panjang : 1.000 mm
Panjang laras : 508 mm
Peluru : 5,56x45mm NATO
Mekanisme : Mekanisme Gas, Putaran Bolt
Rata² tembakan : 12-15 putaran / menit berkelanjutan, 45-60 putaran / menit semi-otomatis, & 700-950 putaran / menit siklik
Kecepatan peluru : 944,88 m/dtk
Jarak efektif : 550 m (titik sasaran), 800 m (area sasaran)
Amunisi : Magazen box 30 butir, Magazen box RPK 40 butir, Magazen drum RPK 75 butir.


3. Lee-Enfield SMLE
Senapan standar infanteri Inggris dari Perang Dunia I hingga krisis Suez, Lee-Enfield SMLE membangun reputasinya dari akurasi, keaandalan, serta jumlah tembakan per menit yang fenomenal.

Magazinnya membawa 10 peluru, jumlah terbanyak dari senapan apapun di 50 tahun awal abad 20. Bolt actionnya terkokang saat menutup, dan kepala larasnya mencegah debu dan lumpur masuk ke dalam senapan.

Di tangan tentara yang terlatih dengan baik, Lee-Enfield bisa melakukan apa yang disebut “mad minute” yaitu, 30 peluru menembak target pada jarak 200 meter dalam satu menit. Jumlah tembakan yang menandingi senapan semi otomatis modern.

Lee-Enfield SMLE

Tipe : Senapan bolt -action
Negara asal : Britania Raya
Berat : ~4 kg (tergantung kepadatan kayu)
Panjang : 1.130 mm
Panjang laras : 635 mm
Peluru : Inggris 0,303 (SAA Ball O,303 Mk VII)
Mekanisme : Bolt-Action
Kecepatan peluru : 744 m/dtk
Jarak efektif : 503 m
Jangkauan : 1.829 m
Amunisi : Magazen 10-peluru, atau diisi dengan klip-pengisi 5-peluru.


4. M1 Garand
Diadopsi oleh angkatan bersenjata AS pada tahun 1936, M1 Garand terbukti menjadi senapan yang tangguh 5 tahun kemudian. Jendral Patton mengatakan di akhir Perang Dunia II M1 Garand adalah peralatan perang paling hebat yang pernah diciptakan.

Walaupun terdapat sedikit cacat, tidak diragukan lagi M1 Garand adalah senapan semi otomatis pertama yang sukses dan akurasi M1 Garand mendominasi medan perang. Lebih dari 6 juta senapan dibuat pada masa itu dan dihentikan masa tugasnya di akhir 1960.

M1 Garand

Tipe : Senapan semi otomatis
Negara asal : Amerika Serikat
Berat : 4,31 kg - 5,3 kg
Panjang : 1.107,4 mm
Panjang laras : 610 mm
Peluru : .30-06 Springfield 7,62 × 63 mm
Mekanisme : Pengoperasian gas, grendel berputar
Rata² tembakan : 16-24 butir/menit
Kecepatan peluru : 865 m/detik
Jarak efektif : 550 m
Amunisi : Klip "en bloc" 8-butir, magazen internal.


5. FN FAL
Terinspirasi oleh StG.44, Pabrik senjata Belgia, Fabrique Nationale (FN) mengembangkan FAL yang pelurunya sama dengan StG.44. Namun ketika NATO mengeluarkan kebutuhan peluru standar 7,62 mm, FN merombak desainnya dan membuat senapan yang bisa diisi banyak peluru dan kuat. FN FAL dengan segera menjadi senjata klasik selama perang dingin, digunakan oleh 50 negara biarpun FAL susah ditembakkan bila menggunakan mode full auto.

Senapan ini memberikan pelayanan bagus pada tentara Australia pada perang Vietnam, pada tentara Israel selama perang 6 hari dan digunakan oleh Inggris dan Argentina pada perang Falklands.


FN FAL


Tipe : Senapan tempur
Negara asal : Belgia
Berat : 4,0-4,45 kg
Panjang : 1.090 mm
Panjang laras : 533 mm
Peluru : 7,62 x 51 mm NATO
Kaliber : 7,62 mm
Mekanisme : operasi gas, blok miring
Rata² tembakan : 650 butir/menit
Kecepatan peluru : 823 m/dtk
Jarak efektif : 600 m
Amunisi : Magazen box 20-butir


6. Mauser K98k CARBINE
Pertama kali diproduksi pada akhir abad 19, Mauser 98 adalah gabungan sempurna dari inovasi senapan yang berlangsung di akhir abad 19: serbuk mesiu tanpa asap, bisa diisi dengan magasin, dan terutama, fitur “bolt action” dimana menjadi dasar senapan berburu pada jaman sekarang.

Model aslinya digunakan selama Perang Dunia I dan menghasilkan efek yang besar, tetapi ketika Jerman mulai mempersenjatai ulang pada tahun 1930-an, senapan 98 mendapat upgrade yang membuat lebih ringan dan lebih mudah dibidik. Walaupun tidak dapat dihindari bahwa senjata ini dikalahkan oleh senapan otomatis, senapan ini bertahan sebagai senjata terbaik sepanjang masa.

Mauser K98k CARBINE

Tipe : Senapan bolt action
Negara asal : Jerman
Berat : 3,7-4,1 kg
Panjang : 1.110 mm
Panjang laras : 600 mm
Peluru : 7,92 x 57 mm (8 mm Mauser)
Kaliber : 8 mm
Mekanisme : Bolt-action
Rata² tembakan : 15 butir/menit
Kecepatan peluru : 745 m/dtk
Jarak efektif : 500 m
Amunisi : Klip 5-butir dengan magazen internal.


7. Steyr AUG
Mencari senjata yang lebih mirip di film-film sains fiksi, “cacat” paling serius dari Steyr AUG adalah bentuknya yang menakuti pembeli potensial setelah dikenalkan tahun 1977.

Dalam konfigurasi “Bull-pup” yang radikal ini, hampir semua sistemnya berada di belakang pelatuk, dan hasilnya adalah senjata yang ringkas dan mudah digunakan.

Steyr AUG

Tipe : Senapan serbu
Negara asal : Austria
Berat : 3,6 kg
Panjang : 790 mm
Panjang laras : 508 mm
Peluru : 5,56 x 45 mm NATO, 9 x 19 mm (AUG SMG)
Mekanisme : Operasi gas, bolt berputar
Rata² tembakan : 650 butir/menit
Kecepatan peluru : 992 m/dtk
Jarak efektif : 450-500 m
Amunisi : Magazen 30 atau 42-butir.


8. 1903 Springfield
Performa buruk pada senapan Norwegia Krag-Jorgensen yang dipakai tentara AS pada perang Amerika-Spanyol membuat para perancang senjata mencari lagi senjata standar infantri. Mereka “meminjam” senapan Jerman, 7mm Mauser, menambah sedikit modifikasi, dan menciptakan senapan yang bermagasin, yang secara fenomenal menambah akurasi.

1903 dengan cepat mendapat reputasi sebagai senjata api yang akurat dan kuat - pada perang di hutan Belleau pada tahun 1918, Marinir AS bersenjatakan 1903 Springfield memotong serangan balasan musuh dari jarak 700-800 yards. Senapan ini terus digunakan pada Perang dunia II, Perang Korea, bahkan sebagai senapan sniper pada Perang Vietnam.

1903 Springfield

Tipe : Senapan bolt action
Negara asal : Amerika Serikat
Berat : ~3,9 kg
Panjang : 1.140 mm
Panjang laras : 610 mm
Peluru : .30-03 Springfield; .30-06 Springfield
Mekanisme : Bolt-action
Kecepatan peluru : 853 meter/dtk
Amunisi : Klip 5 butir, magazen box internal


9. Sturmgewehr 44/STG 44
Jerman sudah lama tidak berperang dengan Rusia ketika menjadi jelas bahwa pasukan infanteri Jerman bersenjatakan “bolt action Mausers” tidak mendapat posisi baik dalam pertempuran melawan senjata otomatis Rusia. Sebagai jawabannya, para pengembang senjata Jerman datang dengan senjata baru yang revolusioner, yang disebut “senapan serbu/ assault rifle (terjemahan langsung dari kata Sturmgewehr).

Kunci kesuksesan senjata ini terletak pada peluru 7,92 mm yang memungkinkan tembakan otomatis dan efektif. Para tentara juga bisa membawa lebih banyak amunisi. Biarpun kehadirannya sudah terlambat untuk membalikkan keadaan Jerman yang sudah kalah, tetapi senjata ini adalah inovasi baru pada jamannya.

Sturmgewehr 44/STG 44

Tipe : Senapan serbu
Negara asal : Jerman
Berat : 5,22 kg
Panjang : 940 mm
Panjang laras : 419 mm
Peluru : 7,92 x 33 mm
Kaliber : 8 mm
Mekanisme : Operasi gas, bolt miring
Rata² tembakan : 500-600 butir/menit
Kecepatan peluru : 685 m/dtk
Jarak efektif : 700 meter
Amunisi : Magazen box 30-butir.


10. M14
Di akhir Perang Dunia II, dengan peleton infanteri Amerika membawa 4 senjata berbeda dan juga 4 tipe amunisi berbeda. Angkatan bersenjata AS memutuskan mengembangkan sebuah senjata yang bisa melakukan banyak tugas. Hasilnya adalah M14.

Pertama kali digunakan pada tahun 1957, senjata baru yang akurat ini mempunyai “stopping power” yang bagus dengan peluru standar NATO 7,62mm. Digunakan secara besar-besaran di Vietnam, para tentara menyukai kekuatan dan akurasi tetapi bermasalah dengan berat senjata dan amunisi.

Tidak lama, senjata ini digantikan dengan M16 yang lebih ringan. Tetapi beberapa garis depan tetap memakainya, terutama untuk sniper rifle.

M14

Tipe : Senapan tempur
Negara asal Amerika Serikat
Berat : 4,5 kg
Panjang : 1.118 mm
Panjang laras : 559 mm
Peluru : 7,62 × 51 mm NATO
Kaliber : 7,62 mm
Mekanisme : Operasi gas, bolt berputar
Rata² tembakan : 700-750 butir/dtk
Kecepatan peluru : 850 m/dtk
Jarak efektif : 460 m
Amunisi : Magazen box 20-butir.