Friday, December 30, 2011

Senapan Angin (Air Rifle-Air Gun)

Senapan angin

Senapan angin adalah senapan yang menggunakan prinsip pneumatik yang menembakkan proyektil dengan menggunakan tenaga udara atau sejenis gas tertentu yang dimampatkan. Senapan angin biasanya digunakan untuk olahraga dan berburu binatang kecil seperti burung dan tupai.

Ukuran peluru yang dipakai biasanya juga tidak terlalu besar, yaitu kaliber .177 atau 4,5 mm dan 5,5 mm yang biasanya terbuat dari bahan timah. Meskipun begitu senapan ini bisa membunuh manusia kalau prosedur pemakaiannya keliru atau disalahgunakan. 

Sejarah
Senapan angin dikembangkan pada saat Amerika Serikat sedang mengalami perang kemerdekaan melawan Inggris. Juga dikembangkan lebih lanjut pada saat perang sipil di Amerika bergejolak. Pada saat itu senapan angin dapat membunuh seekor anak sapi/lembu dalam jarak tembak 10 meter di bagian kepala.

Mengenai jarak tembak, ini bergantung pada jenis senapan angin. Untuk yang bertipe pegas memiliki jarak tembak efektif 30 hingga 40 meter (tergantung bahan dan kualitas pegas), untuk tipe pompa jarak tembak efektifnya adalah 40 meter(tergantung kekuatan memompa) dan tipe gas memiliki jarak tembak efektif 60 meter.

Namun penggunaan senapan ini diposisikan untuk senapan target maupun buru dengan ukuran smallgame, penggunaan di luar itu dianggap suatu kegiatan yang diluar ketentuan.

Senapan angin di Indonesia
Di Indonesia, salah satu merek yang terkenal akan presisi dan daya tembak mendekati senapan angin eropa adalah Sharp Innova, sedangkan yang cukup mudah ditemui di pasaran serta metode produksinya mudah adalah Cannon.

Sharp Innova sebenarnya merupakan merek senapan angin yang diproduksi di Amerika dan Jepang sekitar dua dasawarsa yang lalu dan merupakan senapan angin yang cukup dapat diperhitungkan kualitasnya (menurut review para penggunanya).

Kini merek Innova tersebut diproduksi di bawah lisensi oleh banyak produsen lokal di Indonesia. Sharp Innova buatan Indonesia juga mengeluarkan varian lain seperti Sharp Tiger, Sharp Phoenik dan lain-lain.

di Indonesia sendiri senapan angin sudah memiliki sejarah yang panjang. Di Indonesia, dengan kaliber 4,5 mm tidak memerlukan izin. Sedangkan untuk kaliber 5,5 mm keatas memerlukan izin.
  
Jenis senapan angin:
Senapan tipe per/pegas
Senapan angin yang memakai per untuk memompa udara untuk mendorong proyektil. Untuk yang bertipe per, senapan angin dibagi dalam:
  • Tipe under lever,
  • Side lever, dan
  • Patah laras.
Pembagian tipe tersebut berdasarkan cara per di tekan sehingga senapan dalam keadaan terkokang untuk siap tembak.

Senapan angin yang memakai gas dalam tabung yang termampatkan
Gas sudah dipompa terlebih dahulu sebelum senjata akan digunakan.
  1. Menggunakan tabung Gas CO2 kecil yang mana proyektil atau pelet didorong menggunakan tekanan yang Gas CO2 dari dalam tabung, tekanan yang dihasilkan tidak terlalu besar, biasanya dipergunakan pada pistol atau senapan angin dengan jarak tembak pendek +/- 10m. Pellets yang digunakan biasanya tipe diabolo.
  2. Menggunakan udara tekan biasa disebut PCP (Pre Charge Peneumatic) memiliki tekanan yang besar antara 2.000 - 3.000 psi, dapat melontarkan proyektil atau pellet sampai kecepatan > 1.000 fps biasa digunakan pada small atau medium hunting. Bisa menggunakan tipe pellets semua jenis termasuk tipe pile driver yang membutuhkan tekanan angin tinggi di atas 1500psi untuk menghasilkan daya lontar peluru yang optimum.

Senapan tipe pompa
Senapan angin yang memakai pompa (pump action) untuk memampatkan udara lalu dilepas untuk melontarkan proyektil. Sedangkan untuk tipe pompa ada dua tipe cara pelepasan angin, yaitu :
  • Knock open valve dan
  • Dumping system
Pada sistem Knock Open Valve digunakan pemukul/hammer seperti senjata api biasa pada bagian dalam dan untuk yang eksternal digunakan pelatuk yang mirip dengn pistol colt. Untuk menggunakan klep yang dapat terbuka penuh pada saat trigger /pelatuk terpicu.

Contoh senapan angin yang menggunakan Knock open valve yaitu Benyamin Sheridan, Titan, Falcon, Kalong, Kuda (dua terakhir lokal) dan untuk Dumping system yaitu Sharp Dragon, Innova, Ace, Shapto (lokal).

Biasanya pada industri senapan angin di beberapa negara menyamakan peraturannya mirip dengan senjata api. Dan untuk mencegah senapan angin yang diproduksi secara rumahan/home industri diselewengkan pemerintah beberapa negara membatasi panjang laras terpendek yaitu minimal 45 cm/18" dari ruang proyektil untuk senjata api dan 12" untuk senapan angin.

Kaliber senapan angin
Senapan angin juga merupakan tipe senapan dengan beberapa kaliber. selain kaliber yang disebutkan di atas senapan angin juga dikembangkan kaliber yang lebih besar lagi.

Jenis jenis kaliber senapan angin :

  • .177" (4.5 mm) - Kaliber paling umum, digunakan juga di lomba menembak Olimpiade ISFF, peluru ini mempunyai lintasan yang paling datar sehingga menjadikannya paling akurat.Tidak memerlukan izin untuk memiliki senapan kaliber ini di Indonesia.
  • .20" (5.0 mm) - Banyak digunakan di Eropa dan senapan merek Sheridan (USA). Mempunyai lintasan yang rata mirip .177 tapi mengirim lebih banyak tenaga.
  • .22" (5.5 mm & 5.6 mm) - Kaliber paling umum untuk berburu, karena mempunyai energi yang cukup besar. Harus menggunakan izin untuk memiliki senapan kaliber ini di Indonesia.
  • .25" (6.35 mm) - Kaliber umum yang paling besar, mempunyai tenaga paling besar pada saat tumbukan tetapi lintasannya sangatlah melengkung (parabola) sehingga hanya digunakan pada senapan dengan tenaga yang besar.

Senapan angin
Caliber: .177 (4.5 mm).

Proyektil
Proyektil senapan angin memiliki beberapa jenis yang dibedakan dari bentuk kepala proyektil. Adapun jenis-jenis yang beredar sekarang adalah sebagai berikut:

Jenis-jenis peluru senapan angin

Kepala lancip (sharp point)
Biasanya proyektil jenis ini digunakan untuk menembus sasaran yang relatif keras seperti tulang.

Kepala bulat (dome point)
Proyektil jenis ini digunakan secara umum untuk kegiatan berburu, kelebihan proyektil jenis ini memiliki akurasi yang baik dan hasil perkenaan yang mematikan.

Kepala rata (flat point)
Umumnya digunakan untuk perlombaan dimana sasaran yang ditembak adalah kertas. Flat poin menghasilkan lubang tembakan yang rata sehingga memudahkan dalam penilaian
Kepala berlubang (hollow point)
Menimbulkan efek luka bukaan yang lebih besar dari diameter pelet.