Wednesday, March 11, 2020

180 Tentara Korea Utara Tewas Akibat Corona

Tentara Korea Utara

Wabah virus corona dilaporkan telah membunuh 180 tentara Korea Utara, di tengah dugaan wabah sudah menjalar di negara itu.

Berdasarkan laporan Daily NK dan Yonhap yang mengutip sumber internal militer Korea Utara, terdapat banyak sekali jenazah yang harus didesinfeksi dan dikremasi. Pemerintah Korut juga telah mengkarantina 3.700 tentara untuk mengendalikan penyebaran virus itu.

Korea Utara memerintahkan rumah sakit-rumah sakit militer melakukan pembersihan di area yang akan digunakan sebagai karantina bagi para tentara. Tentara yang punya sejarah kesehatan yang buruk juga dipantau secara ketat. Tentara yang tidak mematuhi protokol untuk mengendalikan penyebaran virus Corona akan diberi sanksi.

Selama ini, Korea Utara bersikukuh mereka bebas dari virus corona, di mana otoritas setempat menerapkan kebijakan ketat sebagai bentuk pencegahan. Di antaranya adalah memperketat perbatasan, dan memaksa setiap diplomat hingga pekerja asing untuk menjalani karantina selama satu bulan.

Namun berdasarkan keterangan sumber dikutip Daily Mirror Senin (9/3/2020), virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu sudah menyebar.

Rezim Kim Jong Un dilaporkan sudah mengeksekusi pejabat yang terbukti melanggar aturan karantina, setelah diketahui baru kembali dari China.

Pakar meyakini, sistem kesehatan di negara komunis itu tidak siap menghadapi SARS-Cov-2, dengan adanya ketakutan bahwa penyebarannya bakal berdampak destruktif. Karena itulah, pakar memercayai otoritas Korea Utara sengaja tidak mempublikasikan kemungkinan adanya Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh corona.

Dalam laporan yang dibuat korps medis Korut, terdapat 180 tentara yang meninggal sepanjang Januari dan Februari dengan gejala yang mirip virus corona.

Petugas ruma sakit Korut menggunakan masker
Petugas kesehatan di rumah sakit di Pyongyang, Korea Utara mengenakan masker untuk mencegah penularan virus Corona. [THE KOREA HERALD | RODONG SHINMUN]

Kebanyakan dari pasukan yang meninggal akibat Covid-19 adalah mereka yang berjaga di perbatasan China. Adapun 3.700 lainnya dikarantina.

Laporan tersebut sudah diserahkan ke petinggi militer di Pyongyang, dan menyebabkan kegemparan terkait kebijakan penanganan mereka.

Sumber itu menuturkan karena kasus yang sudah terjadi, seluruh jenazah dan rumah sakit militer tempat mereka dirawat harus didesinfeksi.

"Terlalu banyak jenazah (untuk dikremasi di pihak militer). Mereka jelas tidak ingin kabar ini bisa menyebar di luar militer," jelas si sumber.

Pejabat anonim itu mengatakan, para perwira tempat anggota mereka yang meninggal karena corona bakal "dimintai pertanggungjawaban".

Karena kabar tersebut, setiap tentara kini mendapat jatah 800 gram makanan setiap hari, dan diharuskan makan tiga porsi sup kedelai murni selama 24 jam.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan partai dua pekan lalu menuturkan, bakal ada "konsekuensi serius" jika virus corona sampai merebak.

Wabah virus Corona juga berdampak pada masyarakat Korea Utara. Sekitar 10 ribu orang telah dikarantina, namun 4 ribu orang telah dibebaskan karena gejala penyakit itu tidak muncul. (Kompas/Tempo)