Italia Sebut Tidak Akan Beli F-35 Lagi, Order Mungkin Dibatalkan

Sunday, July 08, 2018
F-35

Pemerintah Italia mengatakan tidak akan membeli jet tempur siluman F-35 lagi dari Amerika Serikat dan akan meninjau ulang order yang sudah ada yang mana Italia berkomitmen untuk membeli 90 pesawat.

Menteri Pertahanan Italia Elisabetta Trenta mengeluarkan pengumuman itu dalam wawancara dengan private broadcaster La 7 pada hari Jumat di mana ia mengatakan bahwa pesanan untuk 60 jet F-35A dan 30 F-35B - sesuai kesepakatan yang ditandatangani pada 2012 - akan ditinjau ulang.

"Kami tidak akan membeli F-35 lagi," kata Trenta dalam wawancara itu, menambahkan bahwa uang - yang diperkirakan senilai € 14 miliar (sekitar Rp236 triliun)- dapat digunakan untuk sesuatu yang lebih baik seperti meningkatkan kesejahteraan dan membantu ekonomi negara yang lesu.

"Kami sedang menilai apa yang harus dilakukan dengan kontrak yang sudah ada," Trenta mengatakan.

Kembali pada tahun 2012, Italia sebenarnya sudah merampingkan pesanan awal yang 135 menjadi 90 unit karena tengah berjuang dengan krisis utang negara.

Meskipun begitu, Trenta juga menyebutkan manfaat dalam hal teknologi dan penelitian di Italia yang terkait dengan kesepakatan pembelian F-35, serta dampak negatif yang bisa terjadi pada kontrak kerja dan pekerja Italia dalam produksi F-35.

Italia menjadi satu-satunya negara di luar AS dengan lini perakitan F-35B pada Mei 2017. Namun, jet tetap harus dikirimkan ke pangkalan Angkatan Laut AS di Maryland untuk sertifikasi dan pelatihan awak.

Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump menyurati beberapa sekutu NATO dan meminta mereka untuk meningkatkan "kontribusi" biaya untuk pertahanan NATO, memperingatkan bahwa Washington sudah kehilangan kesabaran.

Dalam surat-suratnya Presiden AS menyoroti keluhan lama bahwa negara-negara NATO lainnya tidak memberikan kontribusi yang cukup kepada NATO dan bahwa AS menanggung terlalu banyak beban aliansi.

Anggota NATO berjanji untuk menghabiskan 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) mereka pada pertahanan nasional pada tahun 2014, dan Trump telah berulang kali mengkritik mereka karena tidak memenuhi komitmen itu.

Resources
  • Presstv

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

No comments:

Post a Comment