Friday, April 13, 2018

Bila Pecah Perang : Peta Kekuatan AS, Rusia, dan Suriah

AS VS Rusia

Jika Amerika Serikat benar-benar menyerang Suriah, konflik besar baru kemungkinan bakal pecah di Timur Tengah. Sebab, Rusia dipastikan tidak akan tinggal diam jika Amerika dan sekutunya menyerang negeri pimpinan Bashar al-Assad itu.

Peralatan militer kelas berat milik AS dan sekutunya sudah mulai bergerak ke Laut Tengah, sedangkan Rusia mempersiapkan sistem pertahanan canggih di Damaskus dan sekitarnya. Lalu bagaimana perimbangan kekuatan militer kedua kubu yang berseteru ini?

Pertama, kita bahas dulu kekuatan militer Amerika Serikat yang menjadi motor rencana serangan militer ke Suriah ini.

Kemungkinan besar AS dan sekutunya tidak akan mengerahkan pasukan daratnya ke Suriah. Artinya, AS akan mengandalkan kapal-kapal perang dan jet-jet tempurnya untuk menggempur pasukan Bashar al-Assad. Amerika Serikat mengirimkan gugus tugas angkatan laut yang dikomandoi kapal induk USS Harry S Truman.
USS Harry S Truman
USS Harry S Truman (Foto: US Navy)
USS Harry S Truman adalah kapal induk kelas Nimitz yang memiliki berat benaman 116.000 ton dan digerakkan dua reaktor nuklir yang membuat daya jelajah "kota terapung" ini menjadi tak terbatas.

USS Harry S Truman memiliki kru sebanyak 3.200 orang ditambah 2.400 orang yang memiliki kemampuan sebagai pilot tempur. Kapal sepanjang 332 meter ini mampu membawa 90 pesawat terbang fixed wings (sayap tetap) dan helikopter berbagai jenis. Selain itu, kapal ini juga dipersenjatai berbagai jenis rudal, seperti Sea Sparrow dan RIM-116 serta tiga meriam Phalanx yang mampu menembakkan peluru hingga 3,5 kilometer.

USS Harry S Truman bekerja dalam satu gugus tugas yang terdiri dari beberapa kapal perang. Tercatat, ada delapan kapal perang lainnya yang "mendampingi" kapal induk ini, yaitu USS Normandy, USS Jason Dunham, USS The Sullivans, USS Arleigh Burke, USS Bulkeley, USS Forrest Sherman, USS Farragut, dan USS Donald Cook.
USS Jason Dunham
Kapal perusak kawal rudal USS Jason Dunham meluncurkan rudal SM-2 dalam sebuah latihan di Laut Atlantik, 1 November 2017 (Foto: US Navy)

Sekutu AS

AS biasanya tidak sendirian, seperti biasa sekutunya Inggris dan Perancis siap membantu. Inggris sudah menyiapkan sejumlah peralatan tempur di pangkalan militernya di Siprus.

Di negeri pulau itu, Inggris menyiapkan 8 unit jet tempur Tornado GR4, 2 pesawat pengintai Sentinel, pesawat angkut Hercules C130 dan C17, 1 pesawat pengisi bahan bakar Voyager, dan sejumlah kapal selam. Khusus kapal selam, PM Theresa May dikabarkan sudah memerintahkan mereka untuk berlayar dan memosisikan diri di jarak tembak misil menuju ke Suriah.

Sementara di Kuwait, Inggris menyiapkan 10 unit drone Reaper serta 2 pesawat pengintai di pangkalan militernya di Qatar.
HMS Ambush
HMS Ambush dari kelas Astute. Kelas kapal selam tercanggih milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris saat ini.
Sementara Perancis juga mempersiapkan diri di Jordan dengan menyiagakan 6 unit jet tempur Mirage 2000. Sementara di beberapa negara-negara Teluk, Perancis menyiagakan 6 jet Rafale dan 1 pesawat patroli Atlantique.
Rafale AU Prancis
Sebuah Rafale Prancis setelah mengisi bahan bakar di udara dari pesawat KC-135 Stratotanker USAF di lokasi yang dirahasiakan, 17 Maret 2013 (Foto: USAF)

Suriah dan Rusia

Lalu bagaimana dengan Suriah? Meski sudah tujuh tahun dikoyak perang saudara, angkatan perang Suriah masih eksis dan cukup kuat. Militer Suriah memiliki 750 jet tempur (? butuh rujukan), 360 pesawat (? butuh rujukan) untuk menyerang sasaran di darat, 50 helikopter multifungsi, serta 24 helikopter tempur.

Kelemahan Suriah adalah di sistem pertahanan udaranya yang sudah menua dan berkualitas buruk. Oleh karena itu, Suriah amat mengandalkan sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia yang cukup canggih.

S-400 memiliki kemampuan untuk merontokkan pesawat tempur, misil balistik dan penjelajah, serta bisa digunakan untuk menghantam sasaran di darat. Misil yang ditembakkan sistem pertahanan ini memiliki daya jelajah maksimal hingga 400 kilometer dan bisa menembak 80 kali secara simultan, dan misil yang dilepaskan bisa melesat dengan kecepatan 16.000 kilometer per jam.
S-400
Sistem pertahanan udara S-400
Meski tidak diketahui berapa banyak sistem pertahanan udara S-400 yang disiapkan Rusia, diyakini sistem ini cukup untuk melindungi Suriah dari gempuran AS dan sekutunya.

Selain itu, Rusia juga menyiagakan sederet jet tempur Sukhoi Su-24, Su-25, dan Su-35 di pangkalan udara Khmeimim, Suriah. Tak hanya itu, Rusia juga diyakini telah menyiapkan jet tempur siluman Su-57 yang memiliki kemampuan untuk merontokkan jet-jet tempur Inggris dan Amerika Serikat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Timteng Kian Panas, Begini Perimbangan Militer AS, Suriah, dan Rusia"