Thursday, January 08, 2015

F-15 Eagle, Salah Satu yang Terbaik dari AS

F-15 Eagle adalah pesawat tempur taktis bermesin ganda yang dikembangkan oleh McDonnel Douglas (sekarang Boeing) untuk peran superioritas udara. Termasuk sebagai salah satu pesawat tempur modern yang paling sukses, dengan lebih dari 100 kemenangan pertempuran udara. Eagle pertama kali terbang pada Juli 1972 dan mulai digunakan Angkatan Udara AS (USAF) pada tahun 1976.

F-15C Eagle
Sebuah F-15C Eagle kembali ke "pertempuran" setalah mengisi bahan bakar dari pesawat tanker KC-135 Stratotanker, 27 April 2010. Gambar: Shannon Collins /USAF
Berbagai varian F-15 telah dikembangkan:
  • F-15A - satu kursi, total diproduksi 384 unit antara tahun 1972-1979.
  • F-15B - kursi ganda untuk pelatihan, diproduksi 61 unit antara tahun 1972-1979.
  • F-15C - pengembangan lebih lanjut dari F-15A satu kursi. Diproduksi 483 unit antara tahun 1979-1985. 
  • F-15D - pengembangan lebih lanjut dari F-15B dua kursi untuk pelatihan. Diproduksi 92 unit antara tahun 1979-1985.
  • F-15J - satu kursi, yang dibangun khusus untuk Angkatan Udara Pasukan Bela Diri Jepang. Diproduksi 139 unit oleh Mitsubishi Jepang dengan lisensi antara tahun 1981-1997, dua unit lainnya dibuat oleh AS.
  • F-15DJ - versi dua kursi pelatihan khusus untuk Angkatan Udara Pasukan Bela Diri Jepang. Dua belas unit dibangun oleh AS, dan 25 unit lainnya dibangun oleh Mitsubishi Jepang pada rentang 1981-1997.
  • F-15N Sea Eagle - varian untuk kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat yang diusulkan pada awal 1970 an.
  • F-15E Strike Eagle - diproduksi sebanyak 420 unit dan mulai digunakan sejak tahun1988. Terdiri dari beberapa varian yang diekspor ke beberapa negara, termasuk Singapura dengan F-15SG.
  • F-15SE Silent Eagle - varian upgrade dari F-15E Strike Eagle, dengan radar signature yang rendah (semi-siluman).
F-15E Strike Eagle
F-15E Strike Eagle dianggap sebagai pesawat taktis dua kursi terbaik di dunia. Gambar:  Sgt. Tony R. Tolley/USAF
Varian F-15E Strike Eagle mulai digunakan pada tahun 1989. Diharapkan pesawat ini akan terus menjadi bagian kekuatan udara USAF hingga tahun 2025. Dengan akhir produksi dijadwalkan pada tahun 2019, 47 tahun setelah penerbangan perdananya.

F-15E Strike Eagle
F-15E Strike Eagle. Gambar: Master Sgt. Thomas Meneguin/USAF
F-15E berdimensi panjang 19,43 m, tinggi 5,63 m, rentang sayap 13,05m, berat kosong 14,3 ton dan maksimum berat lepas landas 36,7 ton. Menggunakan dua mesin  Pratt & Whitney F100-229 afterburning turbofans yang masing-masing memberikan daya dorong 129kN. Kecepatan maksimumnya mencapai 2.655 km, jangkauan tempur 3.900 km (dengan 3 eksternal fuel tank dengan penerbangan feri) dan terbang di ketinggian 18.200 meter.

F-15E Strike Eagle
F-15E Strike Eagle USAF dalam sebuah penerbangan sortie dalam misi Operasi Pembebasan Irak pada 22 April 2004. Membawa 2 rudal AIM-120, 2 rudal AIM-9, 4 bom GBU-12, dan sebuah GBU-31. Gambar: Aaron Allmon II/USAF
F-15E dirancang untuk bertempur tanpa bergantung pada pesawat pendamping atau pesawat peperangan elektronik. Perbedaan F-15E Strike Eagle dan Eagle lainnya milik USAF adalah Strike Eagle berkamuflase gelap dan terpasang tangki bahan bakar konformal di sepanjang intake mesin.

F-15E Strike Eagle
F-15E Strike Eagle bermanuver dan dipersenjatai dengan dua rudal udara-ke-udara AIM-120, satu rudal AIM-9 Sidewinder dan satu SN/1387 Advanced Targeting Pod (ATP). Gambar: USAF
Strike Eagle telah dikerahkan di berbagai medan perang, seperti Perang Teluk I (Irak), Perang Kosovo (Yugoslavia), Perang Afghanistan, dan Perang Libya, melakukan serangan terhadap target-target bernilai tinggi, patroli tempur udara, dan memberikan dukungan udara dekat untuk pasukan koalisi. Yang terbaru, Strike Eagle digunakan oleh USAF untuk menyerang ISIS di Irak dan Suriah.

F-15A Eagle
Sebuah F-15A Eagle USAF bersiap menembakkan rudal udara-ke-udara pencari panas AIM-9 Sidewinder pada target drone udara di sekitar teluk Meksiko, 17 Februari 2005. Gambar: Master Sgt. Michael Ammons/USAF
F-15A Eagle
Pilot F-15A Eagle USAF menembakkan sebuah rudal udara ke udara jarak menengah AIM-120 pada target drone dalam sebuah latihan tempur di sekitar teluk Meksiko, 21 Juli 2005. Gambar: Master Sgt. Michael Ammons/USAF
F-15C Eagle
F-15C Eagle terbang di atas langit California, 7 November 2013. Gambar: Master Sgt. Roy Santana/USAF
F-15 Eagle
F-15 Eagle lepas landas dari sebuah pangkalan udara di Oregon. Gambar: Senior Airman John Hughel/USAF
F-15E Eagle
F-15 Eagle lepas landas  dari sebuah pangkalan udara di Oregon. Gambar:Senior Airman John Hughel/USAF
F-15C Eagle
F-15C Eagle terbang membawa dua rudal AIM-9 Sidewinder pada masing-masing sayapnya dan empat rudal udara ke udara jarak menengah AIM-120 pada stasiun senjata. Gambar: Tech. Sgt. Kit Thompson/USAF
Pilot wanita F-15
Empat pilot wanita F-15 Eagle berjalan menuju jet masing-masing untuk melakukan fini flight, 5 Juli 2006. Gambar: Tech. Sgt. Keith Brown/USAF
F-15SE Silent Eagle adalah upgrade yang diusulkan dari F-15E dengan penambahan fitur siluman, seperti penggunaan internal weapon carriage dan bahan penyerap radar. Meskipun begitu, Silent Eagle lebih dioptimalkan untuk misi serangan udara ke udara, bukan melakukan misi serangan ofensif ke area yang terkover sistem rudal anti pesawat, karena pesawat ini bukan murni siluman.