Rivalitas AS-China Lebih Berbahaya dari Perang Dingin?

Bendera China dan Amerika

Pengamat hubungan internasional terkemuka, John Mearsheimer, mengatakan bahwa ada kemungkinan lebih besar dari AS dan China berperang di masa depan daripada konflik Soviet dan NATO selama Perang Dingin.

Mearsheimer berkomentar dalam sebuah acara makan siang yang diadakan oleh Center for the National Interest di Washington DC, pada hari Senin. Acara makan siang itu diadakan khusus membahas artikel Mearsheimer baru-baru ini di The National Interest mengenai kebijkan luar negeri AS di Timur tengah. Namun, banyak percakapan selama sesi tanya jawab terfokus pada kebijakan AS di Asia terutama soal kebangkitan China.

Berbeda dengan Timur Tengah, yang dinilai kurang begitu mengancam Amerika Serikat, Mearsheimer mengatakan bahwa AS akan menghadapi tantangan yang luar biasa dari Asia terutama China yang ekonominya terus meningkat. Profesor Universitas Chicago ini mengatakan bahwa dalam skenario seperti itu, AS dan China akan terlibat dalam kompetisi strategis yang intensif, seperti persaingan Soviet-Amerika selama Perang Dingin.

Sementara menekankan bahwa ia masih yakin perang sesungguhnya antara AS dan China masih bisa dihindari, Mearsheimer mengatakan bahwa ia menilai perang dingin antara AS dan China akan kurang stabil ketimbang Perang Dingin AS dan Soviet. Alasannya didasarkan pada geografi dan interaksi dengan senjata nuklir.

Dia mengatakan bahwa pusat gravitasi dari Perang Dingin AS-Soviet adalah di daratan Eropa tengah. Hal ini menciptakan situasi yang cukup stabil, menurut Mearsheimer, siapapun di seluruh Eropa Tengah akan paham bahwa Perang Dingin NATO-Warsawa akan cepat berubah menjadi perang nuklir yang akan menghancurkan semuanya. Hal ini memberikan kesadaran kuat pada kedua belah pihak untuk menghindari konflik nuklir di Eropa Tengah.

Berbeda dengan persaingan strategis AS-China. Mearsheimer mengidentifikasi empat titik potensial di mana ia percaya bahwa Amerika Serikat dan China bisa terlibat perang: Semenanjung Korea, Selat Taiwan dan Laut Cina Timur dan Selatan. Lebih banyak dari titik potensial peperangan antara NATO dan Soviet. Namun menilai situasi saat ini, Mearsheimer menyiratkan bahwa ia percaya seandainya terjadi, perang antara AS dan China tidak akan meningkat ke perang nuklir.

Ia mencontohkan sengketa China-Jepang atas Kepulauan Senkaku/Diaoyu, yang menurutnya dalam lima tahun ke depan ada kemungkinan nyata Jepang dan China akan berperang. Apabila pecah perang antara China dan Jepang di Laut China Timur, Mearsheimer mengatakan bahwa ia percaya AS akan memiliki dua opsi: pertama, bertindak sebagai wasit dan mencoba memisahkan kedua belah pihak dan kembali ke status quo, kedua, turut dalam perang dengan memihak Jepang.

Mearsheimer mengatakan bahwa ia lebih percaya bahwa AS akan memilih pilihan kedua karena apabila memilih pilihan pertama maka akan melemahkan kredibilitasnya di mata sekutu Asia. Jika Amerika berlaku sebagai mediator yang buruk, maka kepercayaan sekutu akan hilang. Karena AS tidak mengizinkan kedua sekutunya yaitu Jepang dan Korea Selatan untuk membangun senjata nuklir, mereka menaruh kepercayaan besar pada Amerika untuk berada di belakang mereka, mereka akan berharap Washington tidak ragu-ragu turut berperang di pihak Jepang seandainya terjadi perang antara Jepang dan China.

Mearsheimer menambahkan bahwa AS saat ini baru berada di tahap awal ancaman China, dan dia menilai ancaman serius China belum akan terwujud setidaknya hingga 10 tahun kedepan.

Di sisi lain, Mearsheimer mengatakan bahwa dia berharap kekuatan perekonomian China akan melemah atau runtuh, karena hal ini akan menghilangkan ancaman keamanan yang berpotensi besar bagi Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Mearsheimer mengatakan bahwa ia cukup terperangah dengan beberapa sikap orang Amerika dan sekutu-sekutu Asianya yang ingin melihat ekonomi China terus tumbuh. Dia mengingatkan bahwa puncak kekuatan Uni Soviet saat Perang Dingin terjadi ketika PDB nya jauh lebih kecil daripada Amerika Serikat. Sedangkan China berbeda, raksasa ekonomi dunia ini akan menjadi ancaman serius bagi Amerika Serikat ketimbang apa yang sebelumnya AS hadapi. (ZZ/Dp)

14 comments:

  1. Pola pikirnya sama dengan Yahudi. Jangan biarkan orang lain maju bahkan Israel itu tidak mau ada tetangganya maju. Dia melakukan segala cara. Hegemoni segala aspek..itu incarannya.
    Dalam hal urusan roket untuk satelit saja Indonesia sudah merasakan ada resistensi asing. Apalagi ekonomi. Jangan jadi teman yang punya tipikal penjajah karena susah maju...majunya hanya metamorfosa...sebenarnya jadi pecundang.
    Lihat Jepang , Korea Seatan, mereka di dikte.

    ReplyDelete
  2. Itulah sekutu bangsa Bar bar, tidak ingin melihat manusia maju. Termasuk sekutunya di asia n asue, tidak ingin melihat Indonesia maju dan kuat. Sekarang ada tanda2 untuk menghancurkan Indonesia. Oleh sebab itu, saya menghimbau agar pemimpin Indonesia saat ini jangan terpancing dulu provokasi Mereka yg akan mengeroyok Indonesia. Nanti setelah Indonesia kuat yg diperkirakan akan mampu memberi pelajaran kepada sekutu Asue, baru kita turun tangan membersihkan lingkungan kita (ruhkyat) agar bersih dari persekongkolan mereka.

    ReplyDelete
  3. pikiran barat yg sangat picik...rakyat tidak lagi bodoh berpihak kpd yg munafik. Indonesia dan setiap negara berhak membangun militernya masing". Militer AS saja tdk ada yg campurin! Do your own business!!

    ReplyDelete
  4. Bener sob....jepang sama korsel boleh maju ekonominya, tapi ǵǻǵ boleh kuat alutsistanya,....jadi masih bisa dikontrol dan di dikte amerika,...ibarat kata lo boleh jadi orang kaya dan keren, tapi masih di bawah pengaruh sama kekutan ĝώ,...sewaktu2 ĝώ palak, ĝώ suruh lo mesti ♏αΰ....Ÿă jadi ǵǻǵ ƥưňÿą kepribadian yg utuh, bahasa gaulnya ǵǻǵ ƥưňÿą jati diri......kasiannnnn..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak sepenuhnya benar. Jepang dan Korea bangun kapal induk ga ada halangan sm sekali, mereka bangun kapal selam sampai puluhan AS juga biasa aja, Korea bikin KFX/Jepang bikin ATD-X (stealth) AS biasa aja, Jepang bikin satelit mata2 kata AS silahkan, Jepang dan Korea beli jet tanker spy jet2nya bs terbang ribuan km AS bilang silahkaan, kenapa? Ya mereka sekutunya! Yg didikte hanya satu, senjata nuklir, itu saja. Ya bangsa Korea dan Jepang juga tau apa artinya jati diri, klo ga punya jati diri ga akan semaju sekarang mereka.

      Coba lihat dr kacamata Korea/Jepang ke Indonesia: wah Indonesia negara besar tp pemerintahnya lemah (korup), kita bs bebas jualan produk kita disana asiik yaa, militernya juga ga sebanding dengan luas negaranya jd bisa curi2 ikan di laut Indonesia, pemerintahnya rela jual SDA ke kita dgn harga murmerr, hutan/tambang/tanah bisa kita kuasai dgn mudah...kasiaannnn yaa..

      Think again..

      Delete
  5. Y MUDAH MUDAHAN EKONOMI CHINA TRUZ MAJU.DAN MENAIKKAN ANGGARAN MILITERNYA SETINGKAT US..KRN KEBANGKITAN CHINA DAN RUSIA AKAN SANGAT BERMAMFAAT BGI NEGARA2 KECIL YG DI TEKAN AMERIKA...

    ReplyDelete
  6. okinawa pindah ke darwin, philipina di kosongin. kemungkinan amerika sengaja membiarkan China leluasa menginvasi tetangganya.

    ReplyDelete
  7. trus apa pengaruh nya ke Indonesia boss , justru paham komunis malah berakar di indonesia dan perekonomian kita habis di masukin brg 2 cina .

    ReplyDelete
  8. knapa yah kita jadi benci US , padahal klo cina maju asia tenggara akan lebih rawan .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aneh ya, padahal artikel di atas ngga singgung Indonesia koq. Ngga sadar ya klo AS tidak mengalahkan Jepang di PD2 dan Uni Sovyet di perang dingin, seperti apa dunia sekarang. Klo di bawah Jepang kita kerja paksa semua sekarang, di bawah Uni Sovyet kita jd komunis, kebebasan individu nil, ga bisa beribadah sesuai kepercayaan, ga ada internet, ga bs nulis blog, ga ada android, ga ada iphone, ga ada PC, kita kasarnya hidup di 'jaman batu'.

      Pada lupa sejarah yah, China dan Uni Soviet dulu yg memulai gerakan komunis di NKRI ini yg terakumulasi sampai G30S/PKI. Setelah tumpas komunis di Indonesia, mereka langsung embargo habis ekonomi dan militer kita sampai alutsista kita masuk museum semua dlm hitungan tahunan. AS klo mau rebut papua uda dari dulu dukung Belanda menduduki papua. Tapi tidak kan? Malah AS 'membela' Indonesia dengan menyuruh Belanda menyerahkan papua.

      Mau condong ke AS/China/Rusia sekarang itu sama saja saudara2. Mereka tidak sepenuhnya mau membantu kita, masalahnya karena kita bukan sekutu dari salah satu negara tsb. Itulah buah dari kebijakan luar negeri kita yg bebas aktif/non-blok. Pemerintah dan TNI tau betul itu.

      Delete
  9. dan yang aproval juga seperti berat sebelah , selalu cina dan rusia mulu . hadeuhhh

    ReplyDelete
  10. He...tanda2 kehancurannya dah mulai kelihatan, gilirannya peradaban asia mnguasai dunia, chinanya nyantai aja tapi terus kasih liat taringnya eh amriknya blingsatan sendiri he2

    ReplyDelete
  11. Sirik tanda tak mampu....

    ReplyDelete

SILAHKAN GABUNG

Langganan Artikel Via Email

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...