Wednesday, January 08, 2014

Proyek KFX/IFX Dilanjutkan, Akhir Renstra Sudah Ada Prototipe

Desain KFX/IFX

Pemerintah RI dan Republik Korea sepakat melanjutkan kembali proyek pembangunan pesawat tempur Korean Fighter Xperiment (KFX)/Indonesian Fighter Xperiment (IFX). Proyek KFX/IFX merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan melalui Defense Acquisition Program Administration (DAPA) yang sempat dihentikan secara sepihak oleh Korsel.

"Ada berita gembira bahwa pengembangan pesawat KFX/IFX dilanjutkan. Beberapa waktu lalu berhenti, tetapi sekarang sudah disetujui parlemen Korsel dan ditindaklanjuti," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro, usai Rapim Kemhan di kantor Kemhan, Jakarta, Selasa, 7 Januari 2014.

Proyek bersama yang dimulai pada tahun 2011 lalu telah berhasil menyelesaikan tahap pertama Technology Development Phase (TD Phase) pada Desember 2012 dan telah membentuk Combine R&D Centre (CRDC). Indonesia sendiri telah mengirimkan 37 engineer ke Korsel untuk melaksanakan perancangan pesawat KF-X/IF-X bersama engineer Korsel. Jika jadi, pesawat tempur KFX/IFX adalah pesawat tempur generasi 4,5.

Menurut Menhan, tidak ada perubahan dalam kerja sama dengan Korsel, meski proyek bersama itu sempat dihentikan sementara lantaran ada pergantian pemerintahan dan parlemen baru.

"Mereka minta ke kita dan ternyata sudah diuji. Keputusannya sudah 'On'. Apa yang kami lakukan dulu kita lanjutkan ke tahap berikutnya, akhir renstra kedua kita sudah punya prototipe KFX dan IFX," ujar Menhan.

Wamenhan, Sjafrie Sjamsoeddin menambahkan, pada 3 Januari 2014 Kemhan menerima surat konfirmasi dari Korsel mengenai kepastian dilanjutkannya proyek bersama itu. Dalam surat disebutkan budjet untuk tahun 2015 sudah diputuskan parlemen Korsel bahwa akan mengeluarkan anggaran untuk proyek KFX sebesar AS$ 20 juta (sekitar 245 miliar rupiah) dan Indonesia sebesar AS$ 5 juta (sekitar 61 miliar rupiah).

"Tahun 2015, kita masuki development manufacturing, sehingga pada 2014 ini kita akan segera siapkan personel engineering kita. Desain center Indonesia di Bandung akan kembali bekerja aktif 2015," papar Wamenhan

Merdeka/Investor