Thailand Bisa Menjadi Pasar Utama Senjata China

Friday, November 08, 2013
FD-2000

Setelah FD-2000, versi ekspor dari sistem rudal pertahanan udara HQ-9 China mengalahkan minat terhadap sistem rudal pertahanan udara Patriot (AS) dan S-300 (Rusia), Thailand kemungkinan akan menjadi pasar senjata berikutnya untuk sistem rudal dan persenjataan lainnya dari China, Duowei News yang berbasis di AS melaporkan.

Saat Pameran Pertahanan dan Keamanan 2013 yang berlangsung di IMPACT Exhibition and Convention Center di Bangkok mulai 4 November hingga Kamis, kepada Angkatan Darat Thailand, China menampilkan sistem rudal pertahanan udara FD-2000 dan sistem-sistem senjata canggih lainnya seperti Sistem Pertahanan Udara jarak pendek FL-3000N dan FK-1000 (pendek-menengah) yang dirancang oleh China Precision Machinery Import-Export Corporation yang berbasis di Beijing.

Seorang sumber dari China Precision Machinery Import-Export Corporation mengatakan kepada Duowei News bahwa Thailand tidak hanya tertarik untuk membeli FD-2000 China, namun juga tertarik untuk membeli FL-3000N untuk Angkatan Lautnya, yang merupakan versi ekspor dari sistem pertahanan udara HQ-10 China (kloning dari sistem pertahanan udara S-300PMU Rusia) yang dirancang untuk mendeteksi, melacak, dan menghancurkan rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat (terbang rendah) yang masuk.

Saat ini, FL-3000N dilengkapkan Angkatan Laut China pada kapal induk pertamanya Liaoning dan Frigat Kawal Rudal Tipe 056. Jika FL-3000N berhasil diekspor China ke Thailand, artinya jangkauan serangan Angkatan Laut Thailand akan menjadi 150 kilometer.

Selain menawarkan sistem rudal untuk Angkatan Laut dan Angkatan Darat Thailand, China melalui Poly Technologies juga menawarkan Kendaraan Lapis Baja Angkut Personel CS-VP3.

Perwakilan dari Poly Technologies mengatakan kepada Duowei News bahwa kendaraan lapis baja angkut personel sangat penting bagi Angkatan Darat Thailand untuk operasi anti-teroris di wilayah Patani di Thailand Selatan. Sejak diproduksi tahun 2012, CS-VP3 telah memenangkan dua kontrak dari dua negara Afrika. China juga telah sepakat untuk bersama-sama mengembangkan MLRS DTI-1 untuk Angkatan Darat Thailand yang berdasarkan MLRS WS-1.

Terlepas kenyataan bahwa Turki mungkin akan terhalang oleh Amerika Serikat untuk membeli sistem rudal pertahanan udara FD-2000 China, Duowei News menyatakan bahwa kepercayaan negara-negara berkembang terhadap sistem senjata China telah meningkat.

Thailand sendiri telah menjadi salah satu pengguna senjata China melalui pembelian empat kapal frigat kawal rudal Tipe 053HT pada tahun 1988. Dan sekarang, Thailand memiliki potensi untuk menjadi pasar luar negeri senjata China setelah Pakistan.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

15 comments:

freddy ajah said...

nah ini bisa alternatif dr rusia dgn s-300nya kl indonesia mau beli nih

Anonymous said...

Kalo Cina jadi beli sistem pertahaan udara FD 2000 yg sekelas S 300 dan Patriot ya kalah lagi kita, bagaimana pun juga sistem pertahanan udara daya getarnya bikin nyali negara tetangga dan posisi serta daya tawar pasti diperhitungkan, sejauh ini saya pantau baik di Kemhan maupun TNI ga pernah menyinggung Alutsista jenis ini...kenapa....????
padahal sistem ini sangat cocok dengan letak geografis serta posisi strategis indonesia, yg di beli malah yg peralatan peralatan ecek ecek, selain itu kita harus prioritaskan pembelian Radar minimal Vostok E yg bisa mendeteksi Pesawat siluman, karena Ausie dan Singapura kedepan akan mendatangkan F 35....!!!

Anonymous said...

lho..lho..lho.. thailand kan us's bolo, kok diinvasi alutsista china, nanti amrik kehilangan pamor donk...

wawan s said...

susah komen..

Anonymous said...

hahaha,gmn nih indo.? makin tenggelam aj,,kmrn panglima nx sesumbar militer indo trkuat se asia tenggara..lha kalo ada pertahanan udara jarak jauh mana bisa masuk pesawat nx,,blm mau nyerang udah jatuh ktembak,hehe

Anonymous said...

Kenapa Indonesia tdk membeli rudal pertahana udara seperti S 300 atau sejenisnya.. Karena Indonesia sedang membuat rudal pertahanan Made In Indonesia yaitu Roket R-Han.

Anonymous said...

R-Han masih blum jelas...ada baiknya kita beli dulu S 300 atau S 400 sekalian atau yg sejenisnya...kemudian pelajari tekhnologinya dan di kloning.

Anonymous said...

JADI BINGUNG ANE, THAILAND DLL LAIN2 KALO BELI SENJATA GEDE GAK PERNAH PUSING AMA TETANGGA, KENAPA KITA SELALU BATAL BELI KARENA JAGA PERASAAN TETANGGA YA, ANEEEEEEH...!!

Ronald said...

Indonesia itu kalau kaya pemuda pinter tapi terlalu polos,lugu jadi selalu di lecehkan sama tetangganya.

Suyanto Yanto said...

Nggak begitu mas,kan harus sesuai anggaran yang di gunakan. Bukan asal beli n kalau bisa buat sendiri kenapa harus beli.

Suyanto Yanto said...

Buat saja sendiri,kan banyak sumber daya manusia.

Anonymous said...

Indonesia itu nasibnya sama seperti china, negara besar dengan penduduk yang besar, china nambah anggaran militer saja diam diam, belum lagi pemerintahnya selalu menutup nutupi riset militernya. takut didemo jepang dan amerika, begitu juga indonesia, beli senjata canggih dikit takut didemo singapura dan australia. maklum negara besar, kalau senjatanya canggih akan dikesankan mau bully tetangga.

Anonymous said...

anggran militer kita terlalu kecil, masa ukurannya sama dengan singapura, yang seukuran jakarta.

Anonymous said...

susah mas, RX550 itu bikinan kita, baru selevel roket, bahan bakar padatnya kurang bagus, jadi ukurannya gendhut dan jangkauannya kurang jauh. belum alat navigasi dan sensornya, kita belum bisa bikin, bahkan untuk selevel rudal paggul pun kita belum bisa.

Anonymous said...

kita bikin roket, lawan hamas saja tehnologi roketnya masih kalah.

Post a Comment