Pindad Siap Luncurkan Tank SBS (APC)

Friday, November 01, 2013
SBS Pindad

Pindad meluncurkan prototipe kendaraan lapis baja angkut personil (APC) beroda track pertamanya. Secara fisik, tank medium yang disebut sebagai "SBS" ini sudah jadi, namun secara teknis baru setengahnya. Saat ini SBS masuk dalam tahap pematangan prototipe di litbang, dan ketika pekerjaan sudah rampung selanjutnya akan disertifikasi di Kemenhan.

SBS berdimensi panjang 5,68 meter, lebar 2,77 meter dan tinggi 1,97 meter. Berat kosong 10 ton, berat tempur 13 ton dan membawa 10 kru. Suspensi terdiri dari lima roadwhweel kecil dengan drive sprocket di depan dan idler pada bagian belakang. SBS dimotori dengan mesin diesel 6 silinder berpendingin cair yang memiliki kekuatan 250 hp dengan rasio 20 hp/ton. Mampu berlari di kecepatan 70 km dengan jangkauan terjauh 400 km dan kapasitas bahan bakar 400 liter. Untuk perlindungan, SBS menggunakan baja dengan ketebalan 10 mm.

Selain SBS, Indonesia dan Turki saat International Defence Industries Fair (IDEF) ke-11 di Istambul, Turki, juga menandatangani kerjasama untuk mengembangkan tank ringan dan medium. Dua perusahaan dalam negeri yaitu PT Pindad dan PT LEN akan bekerjasama dengan FNSS Defence System dan ASELSAN Turki untuk mengembangkannya. Namum diproyeksi produk tank asli buatan Pindad akan selesai lebih awal.

Slow but sure, kedua negara saat ini masih dalam tahap mendesain prototipe. Setelah prototipe jadi, selanjutnya akan diproduksi secara massal untuk militer kedua negara. Rencananya desain tank RI-Turki ini akan diluncurkan pada tahun depan dengan target pembangunan 3 hingga 5 tahun. Dilaporkan juga bahwa desainnya sudah akan rampung sebelum 2013 berakhir dan prototipe akan diluncurkan tahun depan.

Sebelumnya Pindad dikabarkan berencana untuk memproduksi tank ringan/menengah berdasarakan tank Alvis Scorpion CVRT dan Rheinmettal Marder IFV, tidak diketahui apakah kerjasama dengan Turki ini akan mempengaruhi desain awalnya.

Selain tank, Pindad juga mengembangkan panser Anoa versi Amfibi. Saat ini panser masih tahap uji coba di sungai dan danau. Di masa depan, panser Anoa akan mampu turun dari kapal perang di atas laut. Ini merupakan usaha meningkatkan kemampuan panser Anoa, dan menjadi kendaraan amfibi merupakan tahap pertama dari peningkatan kemampuan Anoa.

Anggaran modernisasi dan perawatan alutsista TNI hingga akhir tahun 2014 tercatat Rp 99 triliun, dan Kemenhan sendiri dikabarkan masih membutuhkan tambahan sebanyak Rp 57 triliun. Prioritas penambahan alutsista TNI saat ini adalah alutsista bergerak (tank, pesawat) sedangkan alutsista tak bergerak adalah radar.

[Foto:Detik]  



Semua memiliki fungsi masing-masing, MBT, tank ringan/medium atau angkut personil masing-masing mempunyai fungsi dan misi tertentu. Kehadiran MBT tidak berarti meniadakan keberadaan tank ringan/medium, karena semuanya komplementer. Tidak juga berkaca dari AS, karena kebutuhan setiap militer negara bisa berbeda, saat ini US Army malah mengidamkan tank medium/ringan baru untuk misi-misi gerak cepat mereka.

Siapa yang bisa mengembangkan senjata canggih tanpa melihat/mengambil pengalaman-pengalaman membangun senjata sebelumnya? Rasanya tidak ada. Ini pengalaman berharga bagi Indonesia khususnya PT Pindad, teknologi pertahanan itu bukan hanya mahal juga sedikit sekali yang mau menjual. Patut kita banggakan, bukan karena kemampuan teknologi pertahanan kita makin menonjol di kawasan, tapi karena kita bisa.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

30 comments:

freddy ajah said...

kl diliat2 kynya ini mesin dr fuso, seperti komodo yg mesinya mirip colt diesel

Anonymous said...

Weleh.. Lha kok jadinya kaya BTR50

the bug said...

wah ada yg kurang dari rancangan PINDAD, pelindung roda Track. karena biasanya rentan serangan ranjau darat atau roket musuh

the bug said...

ada yg kurang dari rancangan PINDAD yaitu pelindung track roda karena rentan ranjau darat atau roket musuh

rahman van dorm said...

semoga proyek nya ga mandek dijalan kya proyek kfx/ifx.............

Anonymous said...

Kok mirip BTR50

Anonymous said...

maju terus Indonesia pasti BISA...!!

Anonymous said...

Tanknya berbentuk mirip BMP 2,ayo PINDAD kami tunggu karyamu untuk tank kanonnya,semoga penelitian dan pengembangannya cepat selesai agar tank apc dan kanon pindad dapat digunakan TNI

Anonymous said...

Bentuknya mirip BMP2 ya.....kami menunggu karya PINDAD untuk tank kanonnya,semoga penelitian dan pengembangan berjalan lancar sehingga tahun depan tank APC dan KANON buatan pindad bisa digunakan TNI apalagi dapat dijual seperti ANOA

Anonymous said...

Wah ane ada ide di penggerak rodanya tuh. ( kmana nyumbangi ide nya ya.....??? ).

Anonymous said...

Maju terus..!

Anonymous said...

Roda rantainya adopsi mesin tank scorpion, kita tunggu saja penyempurnaan dari prototipe tank ini

Anonymous said...

Bravo Pindad...hebatt....jaya Indonesiaku & TNI...

muflihun lihun said...

kayaknya prototip ini butuh byk penyempurnaan sana sini, tp ini sdh bagus sbg langkah awal kemnadirian alutsista kita.

Anonymous said...

Mantaps Pindad, teruslah berinovasi. setiap inovasi dan karyamu membawa kebanggaan seluruh bangsa indonesia, sudah waktunya kita bangga inovasi sendiri dan yakin indonesia pasti bisa

endanesia said...

Semoga bebas dari cengkraman korupsi... MAJU TERUSSS

Yuniarko Endrawan said...

PT Pindad sudah mampu berkreasi untuk pembuatan panser angkut pasukan dan rantis, dan akan dijajaki untuk pembuatan tank ringan.
PT Pindad juga sumber dari produksi amunisi dan senapan serbu TNI (SS-1 & SS-2).
Yang menjadi PR selanjutnya adalah produksi kanon dan rudal (saat ini Lapan sdh mulai pengembangan) dengan hulu ledak konvesional.
Jadi, agar fokus, rasanya perlu ada divisi2 di PT Pindad:
A. Divisi Gerak Mekanis (produksi panser, rantis, mini tank)
B. Divisi Amunisi & Senapan. C. Divisi Senjata (Kanon & Rudal).
Masing2 Divisi merupakan SBU (Strategis Business Unit) dan tentu saja utamanya untuk supply kebutuhan TNI, tapi bisa juga ber-orientasi ekspor.
Tentu saja perlu dukungan lebih dari pemerintah, mengingat akan besarnya biaya "Litbang"
Ini sekedar opini pribadi dan mudah2an dipertimbangkan.

Anonymous said...

Dua jempol untuk PT Pindad yang telah meluncurkan Tank ringan buatan sendiri,dari pada beli ke luar negeri terus mendingan usaha bikin sendiri,ini sudah merupakan kemajuan buat PT Pindad.
semakin hari produk yang dihasilkan semakin lengkap,dari mulai peluru sampai Tank.

Anonymous said...

Mantap .. Yang penting dah ada niat dan kemauan untuk mandiri dalam alusita..

muflihun lihun said...

bentuknya msh terlalu sederhana bro...perlu penambahan fitur2 biar lbh garang dan machooo.

Mamay wijaya atmaja said...

ideu bagus om....kirim surat ke pindad langsung bos...

Mamay wijaya atmaja said...

itu masih purwarupa yg belum 100%, alias emang belum jadi......jdi wajar klo terlalu sederhana

Anonymous said...

saran dan masukan, kelihatan kurang gahar dengan ada jendela kaca sebanyak 4x2= 8 buah kiri dan kanan fungsi nya sebagai apa? saran apa nanti di pasang auto turet seperti pada tank modern usul dipasang min. canon 30 mm MK30-2, rantai roda tidak memiliki roda follower ini memudahkan rantai kurang meregang akan memudahkan putus atau lepas dari spoket traksinya jika terjadi beban kejut, atau kena ranjau darat usul, tambahkan minimal satu roda chain follower disisi atas sebaik nya dua buah.

raka anom said...

Saran : tank SBSnya slain ada persenjataan canon cal 20 mm, kalau bisa ditambahkan peluncur rudal anti tank dan kendaraan lapis baja,jg rudal anti pesawat, rudal anti rudal jelajah, 2 canon cal 12,7 mm utk anti pesawat, dlngkapi kmpampuan teleskop, night vision, infra red, jg laser utk presisi tembakan

raka anom said...

Jaga2 kalau bertemu dng tank medium,MBT n kendaraan lapis baja milik musuh, maka utk tambah efek detterennya, penting utk ditambahkan peluncur rudal anti MBT,tank medium,kndaraan lapis baja,rudal anti pesawat,anti helikopter,anti UAV,anti drone, dilngkapi 2 canon msg2 cal 12,7 mm utk anti pesawat,anti helikopter,anti UAV,anti drone,smuanya dng sistem RCWS, dilngkapi dng alat infra red, night vision,laser utk menghitung jarak dan posisi tembakan demi tercapainya presisi tembakan, plus tempat utk menyimpan 4 jurigen BBM sbg persediaan BBM cadangan di bgn blakang luar, dan msg2 sblh kiri dan kanan 3 jurigen air minum yg terlindungi bgn samping,atas n terdapat penutupnya model buka atas bawah, ditambah radar melngkapi persenjataan sbg bgn dr pertahanan udara.

Hary Mulyana said...

Semoga pindad bisa membuat senjata yg cocok, kalo bisa skalian diperbanyak kendaraan amphibi, krn sesuai dengan negara ri kepulauan

Anonymous said...

Sekarang ketebalan baja 10 mm, besok-besok dinaikan jadi 30 mm, supaya prajurit aman terlindungi......

Anonymous said...

Saya lagi tunggu tank tempur medium buatan pindad,untuk desain dari PT Pindad sudah cukup bagus,minimal dari desainnya meriamnya 105 mm,.....goood work,saya ngak sabar buat melihat terwujud untuk digunakan TNI,untuk proyek lain yaitu pembuatan tank kerjasama dengan turki saya berharap jangan meniru desain tank turki yang dipinjamkan ke PT PINDAD,bentuknya kuno seperti tank SHERMAN pada perang dunia ke 2,karena trend sekarang tank tempur suspensi dan bodynya rendah, agar tidak mudah terlihat dan ditembak,termasuk kubah dari tanknya,contoh tank Rusia,bukan berbody bongsor menjulang keatas,dan tank pindad saya punya usul diberi nama TP 16 KOMODO,agar keren dan seram,TPN ( tank pindad nasional ), 216 ( tahun dibuat prototipe ),KOMODO ( hewan khas indo yang seram dan ganas ),untuk nama rantis KOMODO diganti jadi BANTENG,sehingga lebih pantas dipakainya,SUKSES UNTUK PINDAD

Anonymous said...

Untuk tank tempur pindad ketebalan baja minuman STANAG level 3,ukuran 25 mm,mampu menahan tembakan kal 5 dan kal 7 juga 12,7 dari jarak 100 m ke body tank,SUKSES UNTUK PINDAD

Sri indratama wahyu jatmiko said...

Rodanya terlalu tinggi, n knp roda track'nya renggang? Itu membuat rantai menjadi rapuh. Kalo tinggi gitu mengingatkan saya pada tank2 lama jaman NAZI. Seharusnya designer melihat design2 tank yg modern, ada gag tank modern yg rodanya tinggi gitu?, saya rasa gak ada, dan knp gak dibuat tinggi? Karena Pastinya tank2 tersebut sudah diupgrade sesuai pengalaman dalam perang.. Saya harap ada perbaikan yg lebih banyak.

Post a Comment