Wednesday, October 16, 2013

Untuk Pertahanan, Kemhan dan IMI Kembangkan Flying Boat

Flying Boat GEVER-OS IMI

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan bersama dengan Indonesia Maritim Institute (IMI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang rencana kerjasama Balitbang Kemhan dan IMI untuk penelitian dan pengembangan flying boat khusus untuk misi pertahanan.

MoU tersebut ditandatangani oleh Kepala Balitbang Kemhan Prof. Dr. Ir. Eddy S. Siradj, M.Sc dengan Direktur Executive IMI Y Paonganan dalam sela-sela rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 IMI, Senin, 14 Oktober 2013 di Balai Kartini, Jakarta dan disaksikan langsung oleh Menhan Purnomo Yusgiantoro dan KSAL Laksamana TNI Dr. Marsetio.

Usai penandatanganan, dilaksanakan peresmian dan launching Flying Boat GEVER-OS yang merupakan hasil karya dan rancangan IMI. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Menhan. Model Flying Boat Gever-OS merupakan semi prototipe kendaraan alternatif yang diharapkan bermanfaat untuk negara kepulauan seperti Indonesia.

IMI merupakan lembaga kajian di dunia maritim yang terus melakukan upaya agar bangsa Indonesia menjadi negara maritim terkuat di dunia.

"Hari ini kami merayakan HUT IMI yang ketiga. Ini merupakan perjuangan kami yang terus konsisten menyebarkan virus-virus maritim, sehingga tumbuh kesadaran kita sebagai bangsa laut," ujar Direktur IMI, Dr Y Paonganan.

Flying Boat GEVER-OS IMI

Flying boat sendiri termasuk pesawat amfibi yang bersayap tetap dan dilengkapi dengan lambung untuk memungkinkan pendaratan di air. Keuntungannya tentu saja bisa mendarat dan lepas landas, dan "berbaring" di air, tidak memerlukan landasan tanah. Untuk penggunaan dalam bidang pertahanan, flying boat biasanya digunakan untuk patroli maritim dan misi penyelamatan udara-laut. Beberapa flying boat modern di dunia antara lain Shuihong 5 China, CL-415 Kanada, Beriev Be-200 Rusia, Catalina AS, ShinMaywa Jepang, Bavar 2 Iran dan lain-lain. Beberapa diantaranya adalah flying boat bermuatan besar, salah satunya ShinMaywa.

Sumber : DMC
Foto 1 : DMC
Foto 2 : Merdeka