Sunday, July 14, 2013

Israel Suskes Uji Coba Rudal Balistik Jarak Jauh

Militer Israel melakukan uji tembak rudal balistik jarak jauh baru yang diyakini mampu membawa hulu ledak nuklir, kimia atau biologi, Jumat, 12 Juli 2013. Media Israel, mengutip analis pertahanan, rudal balistik yang diuji cobakan itu kemungkinan besar adalah sistem rudal balistik Jericho versi baru.

Uji tembak rudal balistik Jericho III November 2011
Uji tembak rudal balistik Jericho III November 2011

Peluncuran dilakukan di Pangkalan Angkatan Udara Palmachin di Pantai Mediterania, selatan Tel Aviv untuk menguji sistem propulsi rudal. "Pagi ini, Israel melakukan uji coba peluncuran rudal dari pangkalan Palmachin untuk menguji sistem propulsi rudal," Kementerian Israel untuk urusan militer mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat dan menolak menjelaskan lebih lanjut, AFP melaporkan.

"Uji coba sudah direncakan dan berjalan sesuai yang diharapkan," tambahnya.

Analis pertahanan menilai versi terbaru dari sistem rudal Israel yaitu Jericho III, memiliki jangkauan antara 5.000 hingga 11.000 kilometer, dan mampu membawa hulu ledak seberat satu ton.

Uji terakhir dari rudal Jericho III terjadi pada bulan November 2011.

Pada tahun 2008, militer Israel juga melakukan uji tembak rudal balistik jarak jauh lainnya, menebarkan ancaman kepada Iran.

Rezim Israel diyakini menjadi satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir. Israel dilaporkan memiliki 200 hingga 400 hulu ledak nuklir. Selain itu, rezim Israel juga tidak pernah mengizinkan inspeksi ke fasilitas nuklirnya dan selalu menentang seruan internasional untuk bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi (NPT) Nuklir.

Israel banyak mengembangkan sistem rudal

Dalam dekade terakhir, Israel telah banyak mengembangkan sistem rudal, beberapa diantaranya adalah sistem rudal defensif dan sebagian lagi untuk tujuan ofensif.

Pada awal Juni lalu seorang pejabat militer Israel mengumumkan bahwa Israel sudah meningkatkan pengembangan sistem pertahanan rudal Arrow 3. Rudal Arrow 3 mampu mengintersep rudal nuklir dan konvensional di ketinggian yang lebih tinggi dari pendahulunya Arrow 2, ujar Kolonel Aviram Hasson, yang memimpin proyek tersebut.

"Kami banyak berpikir tentang ancaman nuklir," katanya, dalam referensi terselubung terkait program nuklir Iran. Kemampuan yang mumpuni dari Arrow 3 akan mencegah dari serangan nuklir dan meminimalisir ancaman jatuhnya rudal di wilayah Israel.

Hasson menggambarkan sistem pertahanan rudal Israel nantinya akan terdiri dari empat lapis:
  1. Iron Dome, untuk menghadapi target kecil, ancaman jarak pendek (sampai dengan 70 km).
  2. David Sling, untuk ancaman menengah (70-200 km).
  3. Arrow 2, untuk jarak jauh (200-2500 km).
  4. dan Arrow 3, untuk jangkauan diatas 2.500 km.
Sistem pertahan rudal Iron Dome sendiri lebih dimaksudkan untuk mematahkan serangan dari Jalur Gaza, Lebanon dan Suriah.

Pada bulan November lalu, Israel berhasil melakukan intersep terhadap rudal target (uji coba) dengan menggunakan sistem pertahanan rudal baru David Sling, yang diharapkan akan masuk layanan pada tahun 2014.