Paskhas TNI AU Tembak Jatuh Pesawat Tempur Musuh

Friday, June 07, 2013
Rudal QW-3
 
Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Paskhas) berhasil menembak jatuh pesawat tempur musuh di Perairan Laut Cina Selatan dengan Rudal QW-3 pada Rabu, 5 Juni 2013, pukul 08.40 WIB, bertempat di Pantai Kura-Kura Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
 
Rudal QW-3 yang disebut juga QianWei-3 adalah rudal buatan CPMIEC (China National Machinery Import and Export) RRC yang merupakan salah satu alutsista yang dimiliki oleh Korps Paskhas yang ditempatkan di Batalyon 465 Paskhas. Rudal ini adalah rudal panggul (man pack) anti serangan udara SAM (Surface Air Missile) jarak pendek yang mampu menghadapi sasaran pesawat tempur berkecepatan tinggi, dengan jarak jangkauan 8 km yang dilengkapi alat pemandu semi aktif laser (heat seeker) pada moncongnya serta anti jamming dan teknologi micro computer sehingga akan sulit bagi pesawat sasaran untuk lolos dari pengejaran apabila sudah terkunci (locked) oleh rudal ini
.
Sejurus kemudian meriam Hanud Kaliber 12,7mm, DSHK memuntahkan amunisinya untuk memberangus sisa-sisa pesawat yang berjatuhan sekaligus mengantisipasi apabila masih ada pesawat musuh yang lolos masuk ke wilayah Hanud kita. Kejadian tersebut merupakan puncak skenario Latihan Penembakan Persenjataan Hanud Korpaskhas guna mendukung pengamanan VVIP 2013 dan pertahanan udara titik di Lanud Supadio Pontianak.

Selanjutnya diadakan upacara penutupan Latihan Penembakan Persenjataan Hanud Korpaskhas oleh Komandan Korps Pasukan Khas TNI AU Marsekal Muda TNI Amarullah selaku Pimpinan Umum Latihan. Dalam sambutannya Dankorpaskhas menyatakan ancaman yang berdimensi udara pada hakekatnya adalah sesuatu yang dapat berpengaruh negatif pada kelangsungan hidup bangsa Indonesia baik yang datang dari dalam maupun luar negeri, walaupun invasi militer dari luar kemungkinannya sangat kecil namun apa yang disebut ancaman "major interest" tidak boleh diabaikan. Untuk itu seluruh prajurit Paskhas harus mampu bekerja sama dalam keterpaduan pada pola operasi serta menguji kemampuan teknologi dan penyelenggaraan operasi Hanud ke depan, dalam upaya menangani konflik perang modern yang merupakan salah satu tujuan dari latihan ini. Sehingga prajurit Paskhas semakin profesional dalam melaksanakan tugas matra udara.

Kredit foto : ANTARA/Jessica Helena Wuysang/zn

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

4 comments:

Anonymous said...

kenapa bukan S 300 atau S 400
hmmm

Anonymous said...

Mario_bross42:
Mantap... (kl sasaranya pesawat beneran) hehee

Anonymous said...

hadeh3x,,jarak pendek n meriam.?ya kalo musuh mau nyerang beneran apa ya bisa nandingi.?? yg menengah macam Tor-M ato jauh macam s-300/400 lah,, kasian negara q ini..

doydan said...

latihan...
paling yang dijadiin pesawat burung camar... ya jelas aja berhasil

Post a Comment