Wednesday, January 23, 2013

Iran Siap Buat Bom Nuklir Pada 2014

Mahmoud Ahmadinejad mengunjungi fasilitas nuklir Natanz
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengunjungi fasilitas nuklir Natanz, selatan Tehran, 8 April 2008
(Foto: Newscom)
ARTILERI - Sebuah institusi yang memantau perkembangan nuklir Iran di Amerika Serikat memperkirakan, Iran akan memiliki bom nuklir pada 2014 mendatang. Institut Sains dan Keamanan Internasional (Institute for Science and International Security) mengatakan pada Senin lalu, bahwa Iran akan memiliki bahan plutonium yang cukup untuk membuat setidaknya satu bom nuklir pada pertengahan 2014.
 
"Berdasarkan kemajuan yang dicapai oleh program nuklir Iran saat ini, kami memperkirakan negara tersebut dapat mencapai kemampuan kritis pada pertengahan 2014," kata institut tersebut. Kemampuan kritis yang dimaksud adalah produksi uranium level senjata atau plutonium terpisah untuk membuat satu atau lebih bom atom, sebelum terdeteksi dunia.

David Albright, pendiri Institute for Science and International Security, berpendapat bahwa Iran memiliki cukup waktu memasang berbagai mesin sentrifugal untuk menggulirkan program nuklirnya. "Untuk saat ini, sangat kecil kemungkinannya Iran telah menggulirkan program tersebut, akan tetapi ada kekhawatiran serius dalam hal ini," ujar Albright.

Laporan dari institut itu juga menyatakan bahwa senjata nuklir Iran dapat memotivasi Arab Saudi untuk melakukan hal yang sama dan memicu proliferasi di kawasan di mana Israel merupakan satu-satunya negara dengan senjata nuklir.

Rangkaian sanksi dari lembaga internasional telah memukul ekonomi negara Republik Islam tu namun tidak mampu menghentikan program pengembangan nuklirnya. Karena itu, institut itu mendesak Amerika Serikat menerapkan sanksi ekonomi yang lebih tegas pada Iran dan menekan sekutu dagang besarnya untuk mengisolasi Teheran.

Tidak hanya sanksi, di bagian lain laporan itu disebutkan, Amerika Serikat harus secara tegas menyatakan kepada Iran bahwa jika Tehran memutuskan memproduksi senjata nuklir, maka AS akan melancarkan serangan militer untuk menghancurkan program nuklir Iran. Menurut mereka, dunia akan menghadapi konsekuensi buruk jika Iran ternyata memang mengembangkan bom nuklir. Dengan memiliki senjata nuklir, Iran akan lebih agresif sekaligus subversif.

Berbeda dengan analisa institut AS tersebut, pada akhir 2012 lalu, Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius mengklaim, bahwa kemampuan nuklir Iran sudah makin baik dan sanggup membuat bom nuklir pada pertengahan tahun 2013. Fabius mengatakan, Iran sudah menghimpun susunan penuh dari sentrifugal yang akan mempercepat kepemilikan senjata nuklir di pertengahan tahun 2013.

Khamenei Larang Senjata Nuklir

Dari dalam negeri Iran sendiri, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah memberikan fatwa yang melarang senjata nuklir. Ini adalah aturan yang mengikat bagi pemerintah Iran, demikian dikatakan Kementerian Luar Negeri Iran, Selasa, 15 Januari 2013.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ramin Mehmanparast mengatakan negara Barat harus mengerti arti dari pernyataan resmi Ayatollah Ali Khamenei untuk Iran: "Tidak ada yang lebih tinggi dari fatwa pemimpin tertinggi tersebut untuk menjelaskan kerangka kerja atas kegiatan kita dalam bidang nuklir," katanya dengan menambahkan pengumuman resmi itu dapat mengakhiri debat apakah Teheran mengupayakan teknologi senjata nuklir atau tidak.

"Ketika hukum tertinggi dan otoritas di kepemimpinan negara itu mengeluarkan sebuah fatwa, berarti semua harus mengikutinya," tambahnya.

Khamenei, pemutus akhir terhadap seluruh masalah di Iran, mengatakan bahwa Teheran tidak mengupayakan teknologi senjata atom, Ia menyebut memiliki senjata seperti itu adalah "dosa" juga "tak bermanfaat, dan membahayakan."

Dilihat dari kejadian-kejadian di Iran pada masa lalu, pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Iran ini patut dipercayai oleh Barat. Fatwa dari Khamenei pada kenyataannya memang "mengalahkan" kebijakan pemerintah Iran dan semua akan mengikutinya.

Pun seandainya Iran memang benar-benar telah membuat sebuah bom nuklir, ini bukan ancaman serius bagi AS bahkan negara-negara sekutu AS di Timur Tengah. Seperti pernyataan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada 2012 lalu yang mengatakan bahwa bodoh bagi Iran untuk menyerang AS (atau sekutunya) dengan sebuah bom nuklir. Hal ini sama saja dengan bunuh diri, karena AS adalah gudangnya bom nuklir. Sekali perintah dikeluarkan oleh AS untuk menyerang Iran dengan nuklir, maka Iran bisa hilang dari peta dunia. (FS/ANT/ANSD)