China Uji Coba Sistem Anti Rudal Balistik

Monday, January 28, 2013
Advertisement
Rudal Balistik China DF-15B
(Ilustrasi) Rudal Balistik China DF-15B

Kementerian Pertahanan China mengonfirmasi tentang keberhasilan mereka mengujicoba sistem penangkal atau anti serangan peluru kendali. Ini menjadi langkah kedua kali China setelah operasi serupa pada 11 Januari 2010.

Uji coba seperti itu sebelumnya juga dilakukan Amerika Serikat dan Jepang. Materi tes meliputi juga pendayagunaan teknologi deteksi yang rumit, melacak, dan menghancurkan misil balistik yang terbang di ruang angkasa.

China menunjukkan "kekuatan otot" militernya secara semakin terbuka melalui kampanye pemberitaan yang terang-terangan. Pada masa lalu, China sangat tertutup tentang hal ini, laiknya sikap negara-negara komunis.

Sebelumnya, Korea Selatan juga mengujicoba sistem serupa yang dinamakan Naro, sebagai respons dari peluncuran "sistem satelit" melalui roket Unha-3 Korea Utara.

China memerlukan berbagai sumber daya secara masif dan ruang seluas-luasnya di dunia untuk bisa memelihara tingkat pertumbuhan ekonomi bagi 1,2 miliar penduduknya sekaligus meningkatkan penetrasi pasar produknya. China juga secara semakin agresif dan terang-terangan mengklaim sepihak atas sebagian besar perairan Laut China Selatan.

Sikap ini berhadapan langsung dengan kepentingan serupa atas sebagian kecil Laut China Selatan oleh Brunei Darussalam, Viet Nahm, Filipina, dan Malaysia. China juga tengah bersengketa serius tentang kepemilikan perairan dengan Jepang atas Kepulauan Senkaku, di Laut China Timur. Sebelumnya China dilaporkan sangat kecewa dan menentang keras pernyataan resmi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton soal Kepulauan Senkaku yang memperingatkan Beijing jangan menentang kekuasaan Tokyo atas Kepulauan Senkaku itu.


Sumber : Antara

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

4 comments:

Obat alami asam urat said...

mantap nie gan info nya sangat bagus dan sangatn menarik,,,,,,,,

Anonymous said...

kapan indonesia bisa yah?

Anonymous said...

Makanya, dosa tuh menghina dengan jargon kolot semasa orba

frans mambo said...

Kehebatan China ini tak lepas dari pengaruh AS yang selalu mengerdikan China, seolah hanya AS kampiun dunia. Pantaslah kalau ada keseimbangan antara Rusia, AS dan China. Mereka siap tempur, tak ada yang mendominasi maka dunia kita akan selalu damai.

Post a Comment