Friday, September 28, 2018

Rusia Segera Kirim 8 Unit S-300 ke Suriah

Sistem rudal pertahanan udara S-300

Rusia akan memasok setidaknya delapan sistem rudal pertahanan udara S-300 ke Suriah untuk melindungi negara pimpinan Bashar Al Assad tersebut. Empat unit di antaranya akan dikirim dalam waktu dua pekan ini.

Dilaporkan surat kabar Rusia, Kommersant, enam hingga delapan baterai sistem rudal S-300 akan dikirim kemudian setelah empat unit pertama dikerahkan ke Suriah.

Pasokan pertama senjata pertahanan canggih Rusia itu akan disebar ke wilayah Provinsi Latakia. Sisanya akan ditempatkan di seluruh negeri.

Keputusan Rusia memasok sistem pertahanan udara canggih kepada sekutunya, Suriah, diambil setelah pesawat intainya, Il-20, secara tak sengaja ditembak jatuh oleh rudal S-200 Suriah di Latakia pada 17 September 2018.

Insiden itu terjadi saat rudal Suriah merespons serangan empat jet tempur F-16 Israel dan menyebabkan 15 tentara Rusia tewas.

Rusia menyalahkan Israel dan menyebutnya menjadikan pesawat pengintai Rusia yang sedang terbang di atas Laut Mediterania sebagai tameng. Namun, Israel menepisnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan tindakan pengecut Israel menjadi penyebab jatuhnya pesawat Il-20.

"Tragedi itu terjadi pada 17 September menyusul tindakan yang salah, tidak profesional, dan pengecut dari salah satu mitra kami, meskipun upaya Rusia untuk mengembangkan hubungan dengan Israel, termasuk ketika menyangkut masalah yang penting bagi mereka," kata Zakharova, seperti dilaporkan Sputnik, Jumat (28/9/2018).

Israel menolak disalahkan atas peristiwa itu. Netanyahu juga menegaskan Israel akan melanjutkan operasi militernya di Suriah. (iNews)