Saturday, May 26, 2018

Super Hornet Block III, Senjata Lebih Banyak dan Jangkauan Lebih Jauh

Super Hornet Block III

Sedikit lebih siluman, daya gempur lebih besar, terbang lebih cepat, dan mengusung sistem komunikasi dan targeting yang lebih baik. Begitulah ucapan para pejabat Boeing soal jet tempur F/A-18E/F Super Hornets Block III yang akan mereka produksi tahun depan. Hal ini diungkapkan saat jumpa pers Boeing di kantornya di Washington, D.C. untuk memberikan informasi tentang status program Super Hornet Block III (23/05/2018).

Pada 2013 lalu, Boeing berencana mengembangkan Super Hornet yang 50 persen lebih siluman daripada Super Hornet low-radar signature design yang ada saat ini. Tapi US Navy sebagai pengguna utama Super Hornet menolak rencana tersebut, menjelaskan bahwa mereka tidak butuh Super Hornet yang lebih siluman karena pekerjaan itu akan dilakukan oleh F-35 Lighting II JSF. US Navy menginginkan Super Hornet yang mampu membawa lebih banyak senjata, usia pakai lebih lama, dan terintegrasi dengan baik ke dalam sistem Naval Integrated Fire Control-Counter Air (NIFC-CA).

Solusinya, menurut Boeing, adalah bahwa Super Hornets Block III hanya sedikit lebih siluman daripada Super Hornet Block II tetapi akan memiliki jangkauan yang lebih jauh dan kemampuan membawa senjata lebih banyak, dan airframe yang lebih kuat untuk bertahan hingga 9.000 jam terbang - sekitar satu dekade lebih lama dari airframe Super Hornet saat ini.

Block III ini juga akan dibekali kemampuan pemrosesan data dan komunikasi yang jauh lebih unggul daripada Block II.

Boeing sudah bekerja untuk mengupgrade Super Hornet Block II yang pertama, dan US Navy telah mengajukan permintaan dana untuk pembangunan Block III yang akan dimulai tahun depan. Pihak Boeing menyebutkan bahwa Block III yang pertama akan diterima US Navy pada awal tahun 2021, tapi pada tahun depan, 2 Super Hornet Block III hasil upgrade sudah akan diterima untuk uji coba. 

Menurut perhitungan Boeing, dalam enam tahun dari sekarang, setengah armada Super Hornet AS akan berupa Block III. Dalam satu dekade, seluruh armada Super Hornet yang ditugaskan pada kapal induk - sekitar 480 pesawat - akan menjadi Super Hornet Block III. Ini terdiri atas 116 Super Hornet baru dan sekitar 364 Super Hornet Block II yang di-upgrade airframe.

US Navy sendiri tetap akan mempertahankan sekitar 100 Super Hornet Block I untuk tujuan pelatihan.

Super Hornet Block III

Boeing memfokuskan pembangunan Block III pada melengkapi Super Hornet dengan Advanced Network Infrastructure, menggunakan sistem yang sudah menjadi bagian dari pesawat peperangan elektronik Boeing EA-18G Growler. Super Hornets Block III akan memiliki Distributed Targeting Processor Network (DTP-N), yang 17 kali lebih kuat daripada sistem sebelumnya. Super Hornets Block III juga mendapatkan link data Tactical Targeting Networking Technology (TTNT) dan komunikasi satelit untuk konektivitas jaringan canggih.

Namun, tidak ada rencana Boeing untuk mengupgrade mesin Super Hornet. Padahal General Electric sebagai pengembang mesin Super Hornet, sudah sejak lama mengusulkan penggantian mesin F414 Super Hornet dengan F414-EPE yang dilaporkan memberikan dorongan 20 persen lebih besar.

US Navy akan mengoperasikan jet-jet ini bersama dengan F-35C. Namun, peningkatan jaringan di Block III Super Hornet masih belum mengatasi masalah yang menjengkelkan bagi armada udara US Navy di masa depan - mencari cara bagi jet F-35 untuk berkomunikasi dengan jet jenis lain (termasuk Super Hornet) tanpa kehilangan fitur siluman mereka. Pejabat Boeing mengakui bahwa mereka masih mengerjakan solusinya tetapi tidak akan menguraikannya.

Mungkin perubahan yang paling mencolok adalah lokasi tangki bahan bakar di Super Hornets Block III. Alih-alih membawa drop-tank eksternal seperti versi sebelumnya, Super Hornets Block III akan memiliki tangki bahan bakar konformal yang dipasang di belakang kokpit di pundak jet. Memang tangki konformal tidak mampu menampung bahan bakar sebanyak drop tank eksternal, tetapi karena nantinya Block III akan lebih ringan dan lebih aerodinamis, hasil akhirnya adalah peningkatan jangkauan sekitar 200 kilometer.

Lebih penting lagi bagi pilot, tangki bahan bakar baru akan membebaskan ruang under wing Super Hornet sehingga dapat membawa lebih banyak senjata.

Resources
  • https://news.usni.org/2018/05/23/33808
  • http://www.thedrive.com/the-war-zone/21045/here-is-boeings-master-plan-for-the-f-a-18e-f-super-hornets-future