Total Kebutuhan Alutsista Indonesia

Sunday, May 26, 2013
Beberapa waktu lalu saya posting tentang Presiden : Militer RI Harus Lebih Kuat dari Negara Tetangga, artikel republish dari website resmi Presiden RI. Ada yang menarik disitu, bukan artikelnya, tapi komentar yang masuk. Komentar yang cukup panjang, sekaligus berbobot dari sobat Raka Anom.

Karena saya pikir cukup menarik, saya putuskan untuk mem-publish kembali komentar tersebut dengan beberapa edit agar mudah dibaca dan saya kira tidak mengurangi isinya. Silahkan disimak.


PAK FA T-50
PAK FA T-50 (Foto : Max Bryansky / airforce.ru)
MEF yang dicanangkan belum cukup, mengingat wilayah Indonesia sangat luas baik dari darat, laut dan udara, termasuk tentang pembentukan Koorwilhan menjadi 3 dari yang sebelumnya 2, saran saya perlu dibuat 4 Koorwilhan, melihat Indonesia berada di negara-negara tetangga yang agresif dan dari pengalaman yang ada.

Koorwilhan
  1. Barat, membawahi daerah-daerah dalam wilayah administrasi pemerintahan daerah yang ada di Aceh dan Sumatera termasuk pulau-pulau terluar yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura
  2. Pusat, daratan kalimantan termasuk Kalimantan Utara dan Pulau Jawa, Madura, dan Bali
  3. Tengah, meliputi daratan Sulawesi, NTT, NTB, Gorontalo
  4. Timur meliputi Halmahera, Maluku, Ambon, Soa Siu, dan daerah lain sekitar Papua Barat, Papua Timur, Papua Selatan, Papua Tengah.
Tabel kebutuhan alutsista setiap wilayah
ALUTSISTA
KOORWILHAN
BARAT
PUSAT
TENGAH
TIMUR
PAK FA T-50
2 skuadron
7 skuadron
7 skuadron
7 skuadron
Su-35BM
2 skuadron
8 skuadron
8 skuadron
8 skuadron
F-16 upgrade 52
1 skuadron
3 skuadron
3 skuadron
3 skuadron
Su-30MKI
1 skuadron
5-6 skuadron


Su-30MK2

7 skuadron
7 skuadron
7 skuadron
Su-30MKM

8 skuadron
8 skuadron
8 skuadron
Su-27

3 skuadron
5-6 skuadron
5-6 skuadron
Hawk 200


3 skuadron
3 skuadron
Heli serang (sekelas Apache)
3 skuadron
8 skuadron
8 skuadron
8 skuadron
Heli serbu
4 skuadron
10 skuadron
10 skuadron
10 skuadron
Kapal perang*
250
800
800
800
Tank Tempur Utama (MBT)
300
1.500
1.500
1.500
Panser Anoa**
600
2.500
2.500
2.500
Panser Tarantula
700
2.000-2.500
2.000 – 2.500
2.000-2.500
Heli angkut
3 skuadron
8 skuadron
8 skuadron
8 skuadron
Pesawat angkut
1 skuadron
1 skuadron
2 skuadron
1 skuadron
Pesawat peringatan dini
6 unit
25 unit
30 unit
25 unit
UAV (bersenjata)
4 skuadron
8 skuadron
10 skuadron
8 skuadron
Pesawat patroli***
2 skuadron
2 skuadron
3 skuadron
2 skuadron
Tank amfibi
600
2.000
2.500
2.000
Howitzer (lengkap)
400
400
1.000
400
MLRS ASTROS 2
500
2.500
2.500
2.500
MLRS Jordania
500
2.000
2.000
2.000
MLRS (Rusia)
300
800
800
800
Rudal Iskandar
100
100
300
100
Kapal LPD
20
28
40
50
Kapal LST
500
600
400
400
* Kapal perang yang dilengkapi rudal SAM Yakhont dan senapan otomatis dengan kaliber 70-80 mm yang dikendalikan di ruang kendali.
** Panser Anoa dengan senapan otomatis yang dikendalikan dalam ruang kemudi, dan peluncur mortir.
*** Pesawat patroli yang dilengkapi torpedo, dan senapan otomatis serta roket

Indonesia juga harus memiliki100 unit kapal selam, 300 unit pesawat amfibi yang dipersenjatai, dan menambah 15 batalyon Marinir, 20 batalyon Kostrad, membentuk 20 batalyon pasukan terjun payung, menambah divisi Kopassus, Pasukan Katak dan Pasukan Khusus AU, dan menambah alutsista yang dipersenjatai bagi instansi di bawah kementerian Keuangan khususnya pada Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kementerian Dinas Perhubungan, Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Lapas pada Kementerian Hukum dan HAM dalam mengamankan wilayah dan tahanan yang berasal dari luar negeri yang bermaksud melakukan spionase, penyusupan serta agresi.

Negara-negara tetangga seperti Australia berhasil memecah belah Indonesia dengan kasus Timor Timur (sekarang Timor Leste) yang mengakibatkan Indonesia diembargo oleh negara-negara barat dalam pengadaan dan pengiriman alutsista sendiri. Indonesia telah dilecehkan. Malaysia sering melakukan berbagai upaya seperti mengiming-imingi penduduk di perbatasan dengan status kewarganegaraan, kesejahteraan, ketersediaan infrastruktur, ketersediaan fasilitas berupa sarana prasarana yang Indonesia belum berikan. Hal ini menimbulkan pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung dan baik melalui penduduk yang semula kewarganegaraan Indonesia tapi karena iming-iming tersebut pindah kewarganegaraan. Dan karena ketidakmengertian dengan berpindahnya kewarganegaraan mereka, patok perbatasan yang berada di daerah rumah mereka tidak otomatis berpindah, sehingga membuat mereka memindahkan patok-patok perbatasan ataupun Tentara Diraja Malaysia atau perusahaan perkebunan malaysia melalui TKI-TKI kita yang dimanfaatkan untuk merubah posisi tanda perbatasan yang seharusnya tidak dilakukan, karena itu bukan lagi menyangkut tentang batas tanah perusahaan melainkan batas negara.

Selain itu, dengan adanya fenomena mereka menggantikan alutsista mereka dengan alutsista baru untuk mengimbangi atau mengalahkan alutsista yang baru diadakan oleh Indonesia, serta adanya masalah penggeseran patok perbatasan oleh Timor Leste, dan pengadaan alutsista baru oleh Malaysia, Singapura dan Australia - khususnya pesawat tempur mereka dengan F-35 yang merupakan generasi kelima-, sehingga Indonesia juga harus berhitung dengan alutsista yang ada maupun yang telah diadakan sehingga tidak salah jika saya menyarankan dalam pengadaan alutsista yang "top-top" tidak perlu dipublikasikan. Publikasikan saja yang kurang "ngetop" tapi dapat mengimbangi alutsista lawan, alutsista yang "top" yang kemampuannya berada di atas negara-negara tetangga tidak perlu dipublikasikan termasuk oleh pejabat-pejabat kita maupun di perusahaan lokal serta negara-negara lain dan perusahaan negara lain dalam kita mengadakan alutsista. Juga seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diberitakan bahwa Organisasi Papua Merdeka membuka secara resmi kantor perwakilan mereka di Inggris yang dihadiri oleh pejabat-pejabat di Inggris.

Lalu tentang adanya tentara kita di perbatasan Papua dengan Papua Nugini yang beberapa waktu lalu di hadang oleh tentara dari OPM yang dari Papua Nugini saat melakukan patroli, sudah kelihatan ada dukungan dari negara-negara tetangga untuk memecah belah dan menghancurkan Indonesia. Sehingga untuk mengantisipasi dan mengimbangi jika Indonesia dikeroyok oleh negara-negara tetangga yang mayoritas adalah negara Persemakmuran Inggris Raya, kita harus mengadakan alutsista yang lebih jika seluruh alutsista dan personil negara-negara Persemakmuran Inggris Raya digabungkan. Perlu kita ingat bahwa Singapura memiliki alutsista (yang banyak dan canggih) meskipun wilayahnya tidak seluas indonesia, alutsistanya mencapai 1/2 atau 1/3 atau 1/4 dari alutsista yang dimiliki oleh Indonesia.

Oleh karena itu sebaiknya Indonesia melakukan pembaharuan terhadap MEF yang dicanangkan dan membentuk 4 Koorwilhan untuk memudahkan jika Indonesia dikeroyok oleh negara-negara tetangga dan negara-negara pendukungnya. Selain itu tidak ada salahnya Indonesia mengadakan alutsista seperti yang telah saya sampaikan, tentunya dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan APBN.


Terimakasih buat sobat Raka Anom.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

76 comments:

hermawan yulianto said...

Betuul sekali...sebagai rakyat indonesia saya mendukung sekalii..!! Militer yg kuat akan membuat kita disegani..!! Bila kita disegani maka nota protes tidak diperlukan lagi..!! Cukup dahi berkerut sedikit akan membuat tetangga berkeringat panas dingin.

Anonymous said...

ide yang bagus.. btw..tahun berapa terlaksana..sedangkan tetangga sudah pada brli. kitanya masih ribut di di negeri sendiri

Bagong said...

Apakah hal tersebut betul MEF?

Anonymous said...

Setuju

Anonymous said...

smua boleh berhrap ,. termsuk sya jg pnya angn2 sndri wlau gk s'top bung rka ,,
Namun realistis lh . . 2, 7, ,7 ,7 skuadron FA 50 .. ??
Su ajah msih nyicil . . .

Tp jng berkcil hty ,, th 60 qt trhbat d'asean ..
Itu smua mnurut sya bukn krna APBN tp PEMIMPINX ..
Dan lgi mnrut sya alutsista itu mrupakn cermin dari kemakmuran , ksejahtraan rkyatx .. Jdi yah perbaiki dlu tatanan msyrakat trutma politik kita ,. !!

Anonymous said...

Dan lgi dari pda kita belii gk ad hbizx kyk india ..
Mnding kita buat dri dlem negri .. ToT biza neliti sndri mlh lbih OK ..
Smangat ajalh .. MERDEKA ..!!

Anonymous said...

Satu kata :Gilaa... kebutuhan sih kebutuhan, tapi kalo sebegitu gedenya, dijamin indonesia jadi yang terkuat se-Asia, tapi cuma setaon, setaon ke depannya bakal anjlok karna krisis moneter

har dika said...

Waduh Bagus x mas bro , sarannya , tapi gimana , beli alatnya Aja ketengan, banyak kritikan, dll, sya rasa itun ngimpi xyeee, alutsita Indonesia Sperti itu,

Anonymous said...

duit mana duit,100 tahun lagi juga gak bisa belanja sebanyak itu

www.facebook.com/nikowhiyana said...

jumlah yang sangat fantastis. dengan kebutuhan sebanyak itu, dan dengan kenaikan anggaran pertahanan per tahun, mungkin baru tercapai 2050 awww... pada saat itu, akankah alutsista tempur masih dapat ditandingkan dengan alutsista modern saat itu. saya sendiri, setelah MEF di penuhi, sebaiknya, unsur man behind the gun dioptimalkan hingga maksimal.

PENKES said...

saya sangat setuju kalau indonesia harus melakukan pembaharuan di bidang alusista baik itu secara kualitas maupun kuantitas, mengingat bahwa sdh 1/2 abad lebih indonesia merdeka tapi mengenai persenjataan militer masih sangat minim yang tentunya hal ini mengakibatkan negara kita di pandang hanya sebelah mata.trims.

PENKES said...

mantap bro..sangat setuju,kalo indonesia mampu meningkatkan alusista baik secara kualitas maupun kuantitas, tentunya indonesia tidak bisa dianggap remeh lagi oleh negara-negara tetangga...

Muhamad Toha said...

Hoye.. Semangat terus indonesia. Ane pikir masalahnya bukan sisi keuanganya kurang memadai. Tapi karena pola pikir pejabat kita aja yang kurang kompeten. Inget aja kasus pembelian MBT LEOPARD dulu. Pejabat kita menilai bukan hanya masalah harganya saja yang mahal, tapi juga bobot tank seberat itu takut bikin jalan-jalan pada amblas sehingga tidak cocok dipake di indonesia. Inikan sangat lucu. Mereka tidak menilai kinerjanya, tapi cuma punya perasaan khawatiran yang ga penting.
begitu..

Anonymous said...

ː̗=))ː̖_, \:D/ ː̗=Dː̖/ =))Ħªª
/<3. <3. /<3__, =))Ħªª
_||_ _/ \_ _| .=))Ħªª ... ː̗=))ː̖_, \:D/ ː̗=Dː̖/ =))Ħªª
/<3. <3. /<3__, =))Ħªª
_||_ _/ \_ _| .=))Ħªª ... Setuju ... Tapi mungkin 300 th lg ya?

Ferry Cinta Indonesia said...

Mimpi itu boleh selama menjadi bagian dari cita2. Tp coba amati negara maju, mereka terus berusaha membangun kemandirian. Selama qt blm mandiri, alias msh tergantung produk alutsista luar negri...sy yakin sulit mewujudkan kekeatan gahar, krn tanpa kemandirian kekuatan qt mudah digoyahkan negara produsen. Selain itu, apakah ada jaminan bhw ekonomi qt akan terus menguat...sementara produk ekspor qt sebagian besar msh produk barang belum jadi. Selain itu perlu diingat, bhw belanja alutsista sangat menyedot jumlah besar APBN qt.

Apa yg bisa dibanggakan klo negara qt msh tergantung produk luar negri. Memang pd era th 60an alutsista qt disegani di Asia, tp jangan lupa bhw hutang yg hrs ditaggung negara sgt besar, apalagi perekonomian pd wkt itu belum stabil & kuat.

Mari qt bangun kemandirian negara qt, jika hal tesebut terwujud, sy yakin negara qt akan benar2 menjadi negara kuat dlm segala bidang & tidak mudah dihancurkan negara lain, sekaligus bebas embargo....

Anonymous said...

Ngapain beli sebanyak itu, amerika aja yg superpower mulai tahun 2020 tidak akan menggunakan alutsista dalam jumlah besar, karena saat ini bukan era konvensional lagi bung, kita sudah masuk era modern.. tekhnologi makin canggih..

Anonymous said...

mimpi kali yeeeee......hoiii bngun2 jgn menghayal aja semua. Talk less do more. Yg penting direalisasi bkn cm omdo(omong doang). Klo cm omdo semua negara jg bisa. Cape deee....

anonymous nationalism said...

Apa MEF ? Mengadakan alutsista ga blak2an, saya sdh bosan dan muak dng pejabat kita yg bermental korup dan munafik, sbnarnya kalau dr pemimpin tertinggi di negara dan pemimpin di sluruh lembaga/kementrian/bdn/sluruh aparatur negara,aparat penegak hukum,aparat keamanan dan pertahanan negara jujur, tdk bermental korup dan hdp sderhana maka negara kita dpt dan bisa adakan alutsista apapun dan dlm jumlah brapapun. Sy tdk memaksakan anda stuju dng saya. saya setuju dng pdpt raka anom. Dr pngalaman sy ke timika, jayapura, nabire, manokwari, biak, sorong, bitung, kupang, soe, kalabahi,flores dr larantuka s.d labuan bajo, bitung,makassar,palu, mataram,bima, lombok, balikpapan, kutai kartanegara,kutai barat, samarinda, tarakan, sby, kediri,malang, blitar,banyuwangi,denpasar, gianyar,medan,tarutung,balige, jakarta,bogor,bandung,ciawi,cilacap, yogyakarta,singosari,magelang, bro, saya lht potensi ngara kita bnyk,sy yakin dng bnyknya potensi,n jika kita smua bkrja dng jujur dn tdk brgaya hdp glamour maka sy prcya suatu saat ngara kita mampu adakan alutsista yg dikatakan bung raka anom, mslhnya adl bgm dpt memperkuat pertahanan darat dan laut jika skuadron pswt tmpr kita krg dibndingkan dng negara tetangga, dng brtmbhnya skuadron pesawat tempur yg mlebihi negara tetangga maka ngara kita tdk dipndng sblah mata. Skuadron psawat tmpur yg berkualitas dn dlm jmlh bnyk dpt melindungi persnnil dn sluruh alutsista prthanan dn pnyrangan yg ada di drat dan di laut.tntunya utk mlindungi alutsista udara baik patroli,pswt prngatan dini,angkut,UAV, dn pswt tmpr diprlukan S 300, rudal brahmos, rudal yakhont, rudal C 802, dan C 705, rudal blistik antar benua srta pantsyr.

Anonymous said...

Sangat setuju, meski setengah ngimpi......sebenarnya kekuatan roket dan rudal jarak jauh macam s300/400 dan hasil pengembangan LAPAN kedepannya udah cukup buat gentar tetangga

Anonymous said...

setuju sih... tp duitnya siapa???
klo para koruptornya dibantai dl baru percara bisa terealisasi.

smoga aja presiden yg akan datang lbh memikirkan mengenai pertahanan negara yg memang rapuh...

gundala said...

Pertanyaannya knp bagian barat yg berbatasan dgn malon n singapore tp malah paling sedikit alutsistany? Sdgkn kenyataannya alutsista singapore skrg yg paling ok di asean..

Mochamad Ichsan said...

itu terlalu banyak gan, soalnya membuat kekuatan sebesar itu perlu dana yang besar dan waktu yang lama, butuh waktu 5 dekade jika ingin seperti yang diatas, hanya saja dalam 1 dekade saja dijaman sekarang sudah muncul berbagai generasi baru teknologi senjata, kesimpulannya itu hal yang mustahil walaupun kesempatannya ada sedikit, saran ku buat pemerintah sih kembangkan industri dalam negeri dengan target bisa memenuhi semua kebutuhan alutsista dengan teknologi teranyar gan

Anonymous said...

pak,,sukarno aja bisa,,masa president lain ngak bisa,,

Anonymous said...

SAYA TERTAWA NGAKAK....MBACA TULISAN DIATAS.

SANGAT TIDAK REALISTIS.

Anonymous said...

sebenernya setuju,,,tapi apakah mungkin..??? orang koruptor aja masih bisa tertawa... hehehe...susah kayaknya,,,pejabat kita mentalnya mental korup sih... proyek sukhoi Su27/30 aja butuh 10 tahun buat realisasi...ampun dah...

Anonymous said...

Benar!... cita2 dan tekad kita memperkuat TNI hrs tinggi, shg capaian terendahpun akan tetap tinggi jika dipandang negara lain... klo tekad kita rendah, hasil tertinggi tetap aja rendah...
SDM hrs ditingkatkan terus dan jd prioritas utama, termasuk untuk menguasai teknologi senjata, jika TOTnya hrs dg memborong alutsista canggih ya borong aja... ilmu mmg sangat berharga dan tinggi nilainya, Kawan!...trimksh Indonesia, smoga Alloh SWT menolongmu dari kemiskinan dan kelaparan...

Anonymous said...

LEBAY...bin 4LAY

Anonymous said...

Pada ngeledek kalian...
makanya bayar pajak biar yg ada di tabel bisa terwujud.

saya doakan admin bisa jadi anggota dewan komisi 1.

tapi kalo udah sehat kaborrrr......

Anonymous said...

Sebenarnya saya setuju bung raka anom, namun semua hal di atas sangat tidak realistis , menurut saya pembngunan infrastruktur, memperbaiki tatanan pemerintahan yg korup dn peningkatan perekonomian rakyat itu sangat jauh lebih lebih penting? Apakah kita mau seperti Korea Utara, atau Uni Soviet tempo dulu? Meski militer mereka kuat namun perekonomian mereka rendah.
Untuk membangun alutsista cara TOT adalh yg paling tepat, sebab mebeli dr pihak asing hanya membuat kta di segani untk waktu sesaat.
Menurut saya membeli 6-8 skuadron SU 30/35 , 8-10 kapal selam, 8 batalyon S-300, sudah cukup untuk MEF, menuggu kita menguasai teknologi alutsista yg lebih canggih.

TERIMA KASIH
by sevencovich

Anonymous said...

Mau bgt...lagkah awal Pesen SS2 dri pindad buat nembak koruptor,bru bisa kebeli tuh Alutsista...

akodel123 said...

ada yang kurang menurat saya ADmin S-400 trium.2 wilayah barat.3 tenggah.2timur.biar pada mikir kalu mau nyerang indonesia.

Anonymous said...

benar tuh....lebih bik indonesia bersih-bersih dari koruptor yng memang pnyakit rakyat dari dalam...dan putus mata rantai korupsi(koruptor muda)

Anonymous said...

orang berkhayal sanagt tinggi itu ga apa-apa kan, energi yang dikeluarkanpun sama.
sebagai warga yang ingin mendapat perlindungan yang aman, kita seharusny mendukung itu. semoga program MEF bisa cepat terlaksana.

Anonymous said...

hehehe pake nafsu nih ,nga realistis

Anonymous said...

KALO SAYA LEBIH MEMILIH SKUADRON RUDAL BUAT PERSENJATAAN INDONESIA SAAT INI..SEBAB BIAYA LEBIH KECIL HASIL LEBIH MANTAP. KITA HARUS PUNYA 100.000 RIBU RUDAL BERBAGAI JENIS, DARI BUAT PENCEGAT PESAWAT ATAU RUDAL PENYERANG, DASARNYA BERKACA DARI PERANG ISRAEL PALESTINA,RUDAL FAJR 101 PALESTINA YANG MENCAPAI TEL AVIV ISRAEL ,MEMBUAT PANIK WARGA YAHUDI TERSEBUT.MAKA KITA HARUS PUNYA PUNYA RUDAL YAKHON.SAM VERSI 3 RUSIA,S300 DAN S400. C102 CINA.MLS ALTROS,ICBM DAN LAINYA.DAN SISTEM RADAR CANGGIH PENDUKUNG NYA.. DITAMBAH RATUSAN UNIT UAV TANPA AWAK BERSENJATA YANG BISA MENYERANG PESAWAT MUSUH SEBLM MASUK WILAYAH INDONESIA,PERANG JAMAN SEKARANG ADALAH PERANG TEKNOLOGI CANGGIH, DIMANA PERAN MANUSIA SEBAGAI PRAJURIT MULAI TERGANTIKAN DGN TEKNOLOGI TINGGI.SEBAB SECARA FINANCIAL DAN TEKNOLOGI KITA MAMPU MEMBELI DAN MEMBUAT TIRUAN NYA DARI PADA MEMBELI PESAWAT ATAU KAPAL PERANG YG HARGANYA MILYARAN SAMPE TRILYUNAN

Anonymous said...

Melengkapi sukhoi 1 skuadron (16) biji dari sejak 2003-2013. Butuh brp tahun ya utk 90 skuadron figter marga sukhoi.
Dengan jumlah alat perang sebanyak idan sehebat itu lebih dari cukup untuk menjajah negeri china
Gak realistis banget

Anonymous said...

Mimpi ya......

Dheny Agusthamb said...

kira-kira berapa biaya yang diperlukan untuk merealisasikan semua itu ??

pangeran couvu said...

yang saya takutkan adalah ketika intelejen asing sudah memasuki parlemen..
maka tinggal menunggu waktu saja kehancuran sebuah negara..

Anonymous said...

duitnya mbahmu opo..? jual dulu negara, baru kebeli, dr pda buat beli alutsista seperti itu ya mending dananya buat kesejahteraan bangsa to mas, pendidikan gratis, sekolah gratis, penguasaan teknologi maju dll...

Anonymous said...

Yach setuju mudah2 Indonesia bisa merealisasikan mimpi sampean, cuma ada yang kurang rudal jarak menengah dan belum masuk seperti SS300, SS400, SS500.saya doakan sampean jadi president, koruptor di hukum berat dan dimiskinkan, Pembawa narkoba diatas 1000grm di hukum mati tanpa grasi, semua barang bukti narkoba yang disita harus dimusnahkan dihadapan anggota DPR dan KUHAM, KPK.

Anonymous said...

Itu sih kebutuhan alutsista untuk menginvasi negara lain bukan buat sekadar mempertahankan diri. Indonesia punya 50% dari tabel diatas saja sudah sangat bagus.

hairus slamet said...

indonesia raya ,raya di saman sukarno !!

hairus slamet said...

indonesia raya di saman sukarno !!! pengadaan senjata di utamakan yata 2 buat bella negara ! " bukan senjata bekas atau class 2 hanya bikin untung di lingkungan pejabat tinggi negara .

rahman van dorm said...

insyaALLOH semua bisa tercapai asalkan sudah ga ada koruptor d'negri ini.................tp ada yg kurang emank dari post.di ataz batalion rudal menenggah mau pun icbm......................................

rahmat budi said...

saya kira butuh waktu lama untuk buat kenyataanya,,masalahnya baru mengusulkan aja buat pengadaan alustista aja DPR udah pada ribut,
negara kita suka barang antik gan ,,senjata2 usang yang penting asal bisa dipakai masih aja pertahankan,,maklum pemerintahan kita katro,,kurang bergaul ama negara maju,,

Sp3 sakti said...

kalau saya sebagai warga negara indonesia setuju aja dengan semua itu tapi saya rasa itu terlalu berlebihan karena dengan semua itu bukan saja bisa untuk mempertahankan diri tapi bisa buat jajah negara lain.
jangankan buat ngadain itu semua buat beli minyak armada kapal perang kita aja susah alias banyak yang nganggur itu kapal perang apa lagi buat biayain oprasional sebanyak itu.
kalau menurut saya lebih baik kita perkuat rudal bayangin kalau indonesia punya 1 jt rudal dari berbagai jenis (( kepalang menghayal)) terus kita tembakan kepada musuh 1000 rudal sekali tembak satu negara bisa hilang.

Ranger said...

Peningkatan alutsista sih setuju, cuma apa yg terpapang dalam list terlalu bombastis.
Penempatan jenis dan jumlah alutsista tiap wilayah rada aneh, terlebih lagi klo utk antisipasi dari anggota Commonwealth.
Daripada ASTROS II knapa ngga sekalian aja ASTROS III???

Hans Keren said...

nggak mungkin, rupiah aja melemah, mau beli kaya gitu gimana? tahun 2030?

Anonymous said...

Ya mimpi disiang bolong boleh-boleh saja. sebenarnya indonesia itu kaya, tapi duitnya banyak dikorupsi dan dihambur-hamburkan oleh orang2 pemerintah. mending tanam aja bambu banyak2, mana tahu kita diserang pakai tomahowk kita usir aja pakai bambu.

sofyan usman said...

tergantung anggaran brow bukannya semua pemenuhan alutista itu di adakan bertahap
n kita harus yakin pemimpin selanjutnya akan saling menguatkan alias akan menambah peralatan tempurnya demi keamanan negara
lagipula pengadaan kesemuanya itu kan butuh kepastian hukum supaya menghindari yang namanya kudeta mliter yang kan mengembalikan kita pada keterpurukan ekonomi sebagaimana di timur tengah

Anonymous said...

yg nulis goblok ya. gak pake otak. harga 1 pesawat tempur paling murah 3,5 Triliun rupiah. kapal selam harganya 18 triliun, mau punya 100 artinya 1.800 triliun. belum lagi kapal perang, heli dll. kalau ditotal mimpi penulis goblok ini membutuhkan dana 90.000 triliun alias semua uang di muka bumi ini kumpulkan 3 tahun juga gak bakal cukup. uang yg ada di dunia ini cuma 75.000 triliun. APBN kita saja th 2013 1.500 triliun, 600 trilun untk gaji dan belanja pegawai, 300 Triluan didistribusikan ke 34 propinsi 500 san kabupaten kota, anggaran pendidikan dan kesehatan saja 300 Triliun, belum subsidi energi. makanya anggaran untuk TNI hanya 54 triliun, 80 % habis untuk gaji, jadi sisanya 12 sd 14 Triliun dibagi 3 angkatan buat beli alutsista. kalau mau punya banyak begitu perlu 4.000 tahun baru ngumpul. dan yg terpenting operasional nya bung. 1 jet tempur F16 untuk 1 kali terbang membutuhkan dana 450 juta buat bahan bakar. kalau 100 saja sdh 45 milyar. kalau setahun 100 kali terbang bertri butuh dana 4,5 trilun. bayangkan alutsista sebnayak itu. setahun perlu 15.000 triliun untuk perawatan dan operasionalnya. mau ambil dimana? penulis ini sama seperti orang yg punya uang 1 milyar, gajinya cuma 2 juta. uang 1 milyar dibelikan 7 mobil avanza untuk anak2 dan istrinya. memang uang 1 milyar cukup untuk beli 7 avanza, perkaranya gajinya cuma 2 juta 1 bulan, anda bisa bayangkan pajak kendaraan 7 avanza per tahun? perwatab kendaraan, bahan bakarnya dll, 7 avanza bisa menghabiskan 5 jutaan per bulan, sedangkan gaji mu cuma 2 juta, bagaimana jadinya keluargamu? begitu juga negara. yg perlu dipahami bukan alutsista yg begitu yg diutamakan, melainkan pendidikan yg jelas arahnya dan untuk apa. selama syarat mencari pekerjaan adalah umur maksimal, ijazah minimal, dan berpenampilan menarik, selama itu pulah kita jadi negara lemah=. kalau mau maju, sayarat pencari kerja cuma butuh 1, yaitu kemampuan. gak perduli tamat apa, berpenampilan buruk kek, mau gendut kek, mau pendek kek, gak perlu umurnya sdh 40 kek, 50 kek, yang penting berkemampuan, maka itu adalah langkah awal. banyak orang hebat di indonesia, sayang cuma tamat smp, banyak orang jujur sayang gak berpenampilan menarik, banyak yg sdh pengalamn sayang umurnya sdh 40, lah gimana mau maju. benahi sistem yg bobrok, yg lain bakal ngikut. ingat di dunia ini cuma 7 negar yg bisa buat dan produksi pesawat terbang, yaitu amerika, rusia, inggris, pernacis, jerman, italia dan INDONESIA. PT DI adalah perusahaan yg mampu membuat pesawat terbang, bahkan merupakan salah satu pemasok komponen pesawat airbus. indonesia pernah punya KRI Irian. anda tau kan? kapal perang terbesar yg pernah ada di bumi. hanya ada 2 di dunia, 1 di rusia dan 1 di indonesia. indonesia pernah meilik 16 kapal selam buatan rusia, yg harganya kalau sekarang sekitar 15 triliun per unit, dengan kapal selam sebanyak itu indonesia menjadi negara pemilik kapal selam terbesar ke 4 di dunia. selain itu pasukan elit indonesia Kopassus adalah terbaik no 3 didunia, nomor 1 inggris, ke 2 mossad israel, ke 3 kopasus indonesia dan ke 4 baru pasukan elit amerika. yg kita butuhkan sebenarnya cuma 1, pemipmin yg benar2 ingin memajukan indonesia, bukan yg mencari keuntungan.

Anonymous said...

Dari Pada Boros uang buat beli pesawat,tank,kapal sebanyak itu mending juga bikin pangkalan nuklir rahasia di area2 yang strategis, tinggal pencet tombol sambil boker juga dah bisa nyerang ^_^ hahaha. Trus tu ormas2 yang suka mengatas namakan jihad diberi wadah aja, buatin divisi bom bunuh diri jihad trus kirim deh ke negara2 sasaran buat kekacauan disana. murah & efektif

Anonymous said...

Anda tidak tahu kalo indonesia punya cadangan duit banyak .tanyakan ama pak kurtubi soal hasil tambang kita dlm 1 dekade aja bisa kebeli smua alutsista di atas .kukasih tahu 1 dekade aja menghasilkan duit 28 ribu trilyun rupiah bro

Anonymous said...

Biarin aja kenapa to........? orang dia lagi ngebayangin kejayaan Majapahit buat masa sekarang........bebas aja lah.....

Anonymous said...

para politisi yang korup dan para pejabat pemerintah yang korup harus di miskin kan dulu ditembak mati dan di genosida kita hapus 1 generasi mereka,,,bohong kalo orangtua korupsi istri dan anak tidak tau,hasil korupsi bapak mereka istri dan anak juga merasakan.kita tangkap para pengemplang pajak.kita tanggap para penjahat BLBI kita kuras habis harta mereka baru kita beli alutsista yang canggih dan banyak dari hasil sitaan

tria saputra said...

INI baru komentar padat dan jelas, saya setuju komentar ini lahir dan batin deeeh.

Adjie Bagus said...

Ya bagus knl dibagi 4 saat ini kita realita yg hrsditambah 2 skud ron su35bm untuk di lampung n biak,2 skud ron su 30mki dengan penambahan knirti untuk Peñangkis elektronik untuk di malang n Bali sementara dikalimantan n gorrón talo kita Butuh 2 skud gripe or rafael

Anonymous said...

alangkah baiknya bentuk tim dulu untuk brantas korupsi(di luar hukum)...
macam petrus gtu lah...
lah mo blanja sebesar itu duit dari mana??klo pengadaan quran aja masih di korupsi??
mau kapok gimana klo di penjara saja,mereka bisa foya2,mereka bisa keluar bebas masuk sesuka hati..
klo gak di "dor" mau pke cara apa???

Nur Abadi said...

wwwaaaaooowwww!!!!!! biaya perawatan dan operasional untuk alutista sebanyak itu darimana??????

Kennant Jessavi said...

Setengahnya aja sudah ideal, bukan MEF lagi. Tapi buat apa SU-27, SU 30 MKM&MKI, dan Hawk 200 masuk daftar?, itu kan bukan pesawat yang bisa dibeli Indonesia dan sudah ketinggalan jaman di tahun 2024....

Kennant Jessavi said...

Hebaat, setengahnya aja udah fantastis, butuh berapa triliun ya? Tapi untuk apa Su-27(flanker pertama), Su-30 MKM(varian Malaysia)& MKI(varian India) & Hawk 200 Masuk daftar?

Anonymous said...

Emas yg dicaplok Freeport di Papuakah?

Anonymous said...

coba belajar ke iran, dgn kemandirian peluru kendali semua negara enggan menyerangnya, bermimpi boleh tp sebaiknya yg realistis sj. salam merdeka.

Anonymous said...

mau beli pake daun ???

Bagus Aji said...

menurut saya itu tidak realistis, ini kita berbicara perkembangan alutsista sendiri. masa kita seabrek beli itu dalam jangka waktu 10-15 tahun? kita harus beli dengan melihat perkembangan juga, kita beli x seri tahun sekarang, pasti beda dengan kedepannya. anggaran kita sekitar 100 triliun termasuk besar kedua di asean (singapura 1). ini karena gaji para personil, itupun kalo gak salah polisi termasuk di dalamnya. nah beli alut mungkin sekitaran 30 triliun. apa mungkin porsi AD di kurangin perbanyak alut + personil buat darat n udara? kalo invansi lebih baik ditambah marinir buat pangkalan di pesisir dan kopassus buat bunuh yang penting2. saya yakinkan dari personil kita hebat di mata dunia, namun tidak alut saat ini. thanks perhatiannya :)

djaja sutamihardja said...

susah nya emang masih ada, kalo jendral kita ( kalo pangkat udah jendral) ada juga pamen dan kadang2 bintara khusus nya di kepolisian, atau pejabat sipil, kalo udah kepala biro, dirjen, apalagi mentri dan Kongkolomerat pengusaha hitam yang mencari fasiliatas dan keuntungan dengan jalan pintas dengan pelecehan UU atau birokrat, ada kecendrungan gak tertulis harus berpenampilan gaya dan semua mesti punya properti minimal ( simpanan di 3 bank, mobil 2, rumah 2, villa, istri2 yang resmi dan tdk resmi ), anak sekolah di LN, harus bisa KKN, segala urusan baik adm, dijalan, dibirokrasi harus paling duluan dan segera kalo bisa gratis, budaya ini masih belum hilang sejak zaman orba, ini pemicu dari semua biang keladi korupsi. Jika budaya atau sudut pandang harus seperti ini di tiadakan atau ditinggalkan, pasti Indonesia sudah melebihi, atau sejajar dengan India, China, Korea. maaf ini salah satu solusi untuk segera diatasi jika ingin maju dan alutsista yang mumpuni.

Fauzan Barnanda said...

edan wae

Anonymous said...

analisa yang bagus, memudahan segera terwujud.

abdul gofur said...

sok pada jadi pengusaha sukses.bayar pajak yang gede.mudah2an ga dikorupsi.jadi negaranya banyak duit.

Anonymous said...

Tiap orang berhak tuk berpendapat, tapi bagiku itu terlalu hambur dengan terus membeli alat buatan luar..lebih baik mandiri di atas kaki sendiri..

bambang prayitno said...

walah walah....mudah mudahan Indonesia hujan batangan emas....biar bisa kebeli semua itu.....

karsito sito said...

Saya sangat setuju ama bung Efran, Indonesia memang harus segera memperkuat sistem persenjataannya agar tak lagi dipermainkan oleh negara manapun, namun saran saya setiap p-embelian senjata canggih dari negara manapun harus disertai dengan transfer teknologi supaya kedepan kita tidak mengalami ketergantungan dengan negara lain dan tentunya kita bisa terus berinovasi untuk membuat produk persnjataan yang semakin canggih.Tapi untuk mewujudkan itu semua membutuhkan tekad yang kuat dari seuruh pemangku kebijakan di negeri ini yaitu diawali dari terbebasnya Indonesia dari sikap korup para pejabatnya. Sebab sikap korup sudah terbukti melemahkan sendi-sendi perekonomian kita, makanya jika Indonesia terbebas dari koruptor saya yakin Indonesia akan segera berjaya disegala bidang tidak terkecuali sektor pertahanannya. untuk memberantas korupsi Indonesia sangat mendesak untuk menerapkan hukuman mati bagi koruptor agar tercipta efek jera, China menjadi contohnya, betapa hebat pertumbuhan ekonominya setelah menerapkan hukuman mati bagi para koruptor sehingga China mampu memsejahterakan rakyatnya,mempercanggih alutsista, dll. Tapi memberantas korupsi itu harus dimulai dari diri kita masing2, caranya jangan memilih calon pejabat yang memainkan money politic, karena bagi mereka uang yang sudah dikeluarkan adalah sama saja sebagai investasi, yang namanya investasi ya minimal harus balik modal. Apakah mungkin orang sudah investasi hanya menginginkan baik modal saja? Tentunya mereka pasti ingin dapat keuntungan pula, kalau hanya mengandakan gaji yang mereka terima tidak mungkin itu semua tercapai, jangankan untung, balik modal juga tidak. Saya ambil contoh seseorang yang mencalonkan diri sebagai kepala desa saja harus mengeluarkan uang ratusan juta,apalagi calon pejabat yang lebih tinggi tentunya modal yang dikeluarkan pasti beripat2 mungkin samapi milyaran, dari mana mereka mengembalikannya kalau tidak menghalalkan segala cara yaitu korupsi.
Tentang persyaratn melamar pekerjaan di Negeri ini memang hanya berorientasi pada selembar ijasah tanpa melihat kemampuan yang dimiliki, menurut saya ini sangat tidak adil. Kenapa, karena banyak anak bangsa ini yang jenius tapi tidak dapat melanjutkan pendidikannya karena biaya pendidikan sangat mahal sehingga hanya orang2 berduit saja yang sanggup membiayai anaknya sekolah alias hanya orang berduit saja yang memiliki persyaratan forma itu untuk mendapatkan pekerjaan atau jabatan dipemerintahan yaitu berupa selembar ijasah yang belum tentu disertai dengan kemampuan yang memadai. Akhirnya kita semua harus rajin2 berdoa supaya Negeri kita segera mendapatkan jalan menuju kearah yang ebih baik disegala bidang.. Amiin..

karsito sito said...

Amiin.. tapi itu akan bisa terwujud setelah Indonesia terbebas dari korupsi. Untuk mewujudkan mimpi Indonesia terbebas dari korupsi, Indonesia harus menerapkan hukuman mati bagi koruptor yang terbukti efektif membasmi korupsi seperti di China.
Setelah China menerapkan hukuman mati bagi koruptor, China sekarang tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru didunia menyusul negara2 lainnya macam Jepang dan Amerika Serikat. Semoga negara kita segera menjadi negara terkuat didunia dalam segala bidang tak terkecuali bidang pertahahan menyusul negara2 lain yang teah sukses lebih dulu.

Adel Jopong said...

menarik artikelnya..

ST3 Telkom

dina lestari said...

artikelnya menarik..


ST3 Telkom

Post a Comment