;

June 2, 2012

Beli Pesawat Baru, Korsel Antisipasi Ancaman Korut

Korea Selatan akan segera memilih pemasok pesawat militer senilai miliaran dolar pada bulan Oktober tahun ini, kata seorang juru bicara, meskipun ada seruan dari partai oposisi utama agar terlebih dahulu melakukan studi lebih lanjut. Juru bicara untuk Program Administrasi Akuisisi Pertahanan mengatakan pembelian tersebut meliputi 60 jet tempur siluman, 36 helikopter serang dan 8 helikopter Angkatan Laut.

"Kami berencana untuk mengumumkan nama-nama pemasok pada pada bulan Oktober," kata juru bicara AFP disaat ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan beserta sekutunya masih tinggi karena program nuklir dan Rudal Korea Utara.

Angkatan Udara Korea Selatan
Helikopter UH-60 Angkatan Udara Korea Selatan

Kontrak untuk jet tempur siluman tersebut senilai 8 triliun won atau sekitar 6,7 miliar dolar, katanya. Lockheed Martin F-35, Boeing F-15 SE, Eurofighter Typhoon dan Sukhoi PAK FA T-50 Rusia dilaporkan telah bersaing untuk mendapatkan kesepakatan ini. Sekitar 1,8 triliun won akan dialokasikan untuk membeli 36 helikopter serang, Apache Boeing, Eurocopter Tiger dan T129 Turki, kata juru bicara itu.

Program akuisisi senjata yang besar di dalam tahun terakhir kepemimpinan Presiden Lee Myung-Bak ini telah memicu kritik dari partai oposisi. Partai Serikat Demokrat (DUP) mendesak pemerintah agar tidak terburu-buru mengesahkan program ini. "Studi dan peninjauan lebih lanjut sangat diperlukan sebelum pemerintah meneruskan rencana pembelian senjata. Jika perlu, proyek ini sebaiknya diserahkan kepada pemerintahan berikutnya," kata partai oposisi dalam sebuah pernyataannya minggu ini.

Korea Selatan telah membeli 60 jet tempur Boeing non-siluman F-15 sejak tahun 2002 dalam dua tahap dari program modernisasi peralatan tempur. Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih dalam status perang, ini hanya gencatan senjata setelah perang tahun 1950-1953 berakhir. Perjanjian damai tidak pernah ditandatangani.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 6/02/2012

June 1, 2012

PANSER ANOA PT.PINDAD INDONESIA

Panser APS 6x6, kendaraan angkut personil lapis baja (APC), adalah kendaraan tempur lapis baja yang fungsi utamanya adalah untuk mengangkut infanteri ke medan perang. Panser ini dikembangkan oleh PT-Pindad, BUMN Indonesia yang mengembangkan senjata ringan dan kendaraan militer. Kendaraan ini khusus dirancang untuk kebutuhan kavaleri dan dapat membawa sepuluh personil, termasuk tiga awak, satu sopir, satu komandan dan satu penembak.

APC ini dirancang, direkayasa dan dikembangkan sendiri oleh PT.PINDAD, yang juga menyediakan fasilitas perawatan kendaraan. Dengan nilai kontrak sekitar 51 juta dolar

Panser ANOA
Panser APS 6x6

Pengembangan Panser APC 6x6 ANOA 

Sejarah perkembangan Panser ANOA ini terjadi pada tahun 2003 ketika TNI mengajukan permintaan kepada pemerintah untuk menyediakan APC untuk transportasi infanteri di Provinsi Aceh. PT.PINDAD pun merespon kebutuhan tersebut dan segera mengembangkan APR-1V atau Angkut Personil Ringan. Tahun 2004, kendaraan ini telah dikirim ke Aceh untuk digunakan TNI dalam mengemban tugasnya.


Badan Pengembangan dan Penerapan Teknologi (BPPT) dibantu PT.PINDAD lalu bekerjasama dalam mengembangkan lebih lanjut kendaraan ini pada tahun 2005. Ketika itu, APS-1 (Angkut Personil Sedang) telah dikembangkan pada tahun itu juga.

Desain Panser 6x6 ANOA

Sopir Panser APC 6x6 menjalankan kendaraan dengan duduk di sisi kanan, sementara komandan duduk di sisi kiri. Desain lambung kendaraan monocoque. Desainnya berbeda dari pendahulunya dan lambung terdiri dilapisi dari baja tebal. Juga termasuk pengembangan dalam suspensi dengan menggunakan sistem suspensi Torsion Bar yang dikembangkan secara eksklusif.

Varian APC

Varian pertama dari APC yang dikembangkan adalah Angkut Personil Ringan (APR-1V) pada 2004. Ini adalah kendaraan 4x4 lapis baja dan memiliki chassis truk Isuzu.

Panser APS-1 6x6 dibuat berdasarkan platform truk Perkasa, produk dalam negeri komersial PT Texmaco, adalah varian berikutnya yang dikembangkan. Tapi APS-1 tidak dipilih diproduksi secara massal.

Ketika TNI kembali meminta PT.PINDAD untuk mengembangkan generasi berikutnya dari kendaraan jenis panser, APS-2 segera dibuat.

Lalu muncul Panser APS-3 yang kita kenal sebagai Panser ANOA, pertama kali dipamerkan di parade TNI pada tanggal 5 Oktober 2008. Prototipe kendaraan ini diresmikan pada Oktober 2006. Dan secara resmi juga di pamerkan di Indo Defence dan Aerospace 2008.

Varian lain APS 6x6
Panser APS 6x6
Tidak hanya sampai disini, PT.PINDAD terus mengembangkan kendaraan-kendaraan jenis ini, dengan menjaga kualitas APS 6x6 tetap sebagai model acuan. Varian pengembangan kendaraan termasuk fire support, ambulans, komando, logistik, lapis baja recovery, pengintaian dan pembawa mortir.

Order dan Pengiriman Panser APC 6x6 di Dalam Negeri

Kementerian Pertahanan Indonesia telah memesan sebanyak 150 unit APS-2 6x6 APC, ditambah 4 unit pengintai lapis baja pada PT.PINDAD di tahun 2008. Pada Februari 2010, Pindad telah menyerahkan sebanyak 93 unit APS-2 dalam 3 fase dan tahap yang berbeda. Pengiriman penuh telah selesai pada akhir 2010 lalu.

Pada tahap pertama pengiriman, PT.PINDAD menyerahkan 20 unit APS-2 6x6 kepada Kementerian Pertahanan Indonesia pada Februari 2009. Tahap kedua pada 7 Juli 2009 berjumlah 40 unit APS-2 6x6.

Pada 13 Januari 2010, Pindad kembali mengirimkan 33 unti Panser APS-2 6x6. Dari 33 unit, 20 unit digunakan oleh Angkatan Darat Indonesia, sementara sisanya digunakan untuk Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia di Libanon

Digunakan TNI di Libanon
Panser APS 6x6
Pengiriman 61 Panser yang tersisa dikirimkan pada akhir 2010. Dengan tahap pertama 44 unit pada bulan Juli dan tahap kedua 17 unit pada bulan September 2010. Pada Agustus 2008, Pindad telah menghasilkan 10 APS-3 dan telah diproduksi banyak untuk digunakan TNI

Mesin Renault Turbo Charged Diesel

Produsen mobil Renault yang berbasis di Perancis inilah yang memasok mesin dan transmisi untuk APS 6x6. Jenis mesin yang digunakan dalam kendaraan APS 6x6 ini adalah Renault MIDR 062045 enam silinder Turbo Charged Diesel.

Persenjataan Panser 6x6

Terletak di puncak di sisi kiri Panser APS 6x6. Dapat dipersenjatai baik dengan senapan mesin atau peluncur granat. Senapan mesinnya berkaliber 12,7 mm, sedangkan peluncur granat otomatis berkaliber 40 mm. Spesifikasi persenjataan ini tidak mutlak, tergantung order pemesanan.

Selain itu, 2 jenis senjata berat dapat diletakkan di bagian depan dan belakang kendaraan. Panser APS 6x6 juga dilengkapi dengan modus malam dan  daya derek 6 ton. Fasilitas Komunikasi Termasuk VHF/FM (anti jamming dan hopping) dan GPS

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 6/01/2012

May 31, 2012

Perbandingan Pesawat-Pesawat Tempur Modern di Dunia

Kini kita akan membandingkan kemampuan sebuah Pesawat Tempur Fighter Superior dengan Pesawat tempur fighter superior lainnya. Yang mana kita ketahui merupakan tugas yang sulit untuk mengetahui apakah suatu pesawat tempur fighter dapat dapat mengalahkan pesawat tempur fighter lainnya, ketimbang menembak jatuh pesawat tempur yang bukan fighter (ini jelas lebih mudah).

Secara umum, karena kurangnya informasi yang akurat tentang pesawat tempur fighter itu sendiri, dan minimnya pertarungan yang sesungguhnya di antara pesawat-pesawat tersebut, suatu hal yang sangat sulit untuk menilai bagaimana pesawat-pesawat tersebut akan beraksi dalam sebuah pertempuran. Apalagi sang "pemilik" pesawat tempur tersebut biasanya masih merahasiakan kemampuan lain yang dimiliki pesawatnya. Tetapi, untuk psywar mereka saling mengklaim bahwa pesawat tempur merekalah yang lebih unggul.

Parade Militer Rusia

Pesawat-pesawat Tempur Fighter Yang Dibandingkan

Agar lebih ringkas, artikel ini hanya membandingkan pesawat tempur yang tetap diproduksi sampai tahun 2000 dan pesawat tempur lainnya yang rencananya akan diproduksi dalam dekade ini. Pesawat yang lebih tua cenderung tidak mampu untuk menandingi pesawat-pesawat tempur dalam survei ini. Dua pesawat Rusia yang cukup baik, MiG-35 dan Sukhoi Su-47 Berkut juga tidak akan dimasukkan sebagai perbandingan. MIG-35 sudah "mati" dan SU-47 Berkut hanyalah prototipe.

Pesawat tempur buatan Jerman Inggris Italia Spanyol
Eurofighter Typhoon
Pesawat-pesawat tempur tersebut adalah :

Perancis 
Dassault Aviation Rafale (2001)
Jerman/Inggris/Italia/Spanyol
Eurofighter Typhoon (2003)
Rusia 
Mikoyan MiG-29 'Fulcrum' (1983)Sukhoi Su-27 'Flanker' dan variannya Sukhoi Su-33 (1982)
Sukhoi Su-30 'Flanker' (1996)
Swedia/Inggris 
Saab/BAE Systems JAS-39 Gripen (1996)
Taiwan 
AIDC Ching Kuo, berbasis F-16, (1994-2000)
Amerika Serikat
McDonnell Douglas F-15 Eagle (1973-2000)
General Dynamics F-16 Fighting Falcon (1978-2002)
McDonnell Douglas F/A-18 Hornet (1980)
Lockheed Martin F-22 Raptor (2003)
Amerika Serikat / Inggris/dan beberapa negara NATO 
F-35 Joint Strike Fighter (2008)

jet tempur buatan Perancis
Dassault Aviation Rafale

Apa Membuat Pesawat Tempur Itu Berkategori "Baik"

Performa

Dalam jarak pendek (masih dalam jangkauan visual atau WVR) pertempuran air-to-air, sebuah pesawat tempur harus bergerak ke posisi yang baik untuk menembakkan senjatanya kepada pesawat musuh, dan kemampuan ini kemungkinan akan terus menjadi persyaratan bagi sebuah pesawat tempur fighter.

Jika sebuah fighter dapat bergerak lebih cepat dari lawan, maka akan lebih mudah bagi fighter tersebut untuk masuk ke posisi yang menguntungkan - umumnya, di belakang lawan -. Kemampuan pesawat untuk bermanuver dapat diukur dari beban sayapnya. Massa pesawat dibagi dengan luas sayap. Semakin besar sayap, semakin mudah bagi sebuah pesawat untuk bermanuver cepat ke arah yang lain. Perhatikan vector dorong dari suatu pesawat tempur, dimana gas buang dari mesin tidak statis tapi bisa digerakkan ke atas atau bawah (kadang-kadang juga kiri ke kanan) untuk meningkatkan kemampuan manuver.

Tenaga mesin juga sangat mempengaruhi keuntungan dalam pertempuran udara. Secara sederhana, dengan kecepatan tinggi dapat memungkinkan pilot untuk melepaskan diri atau bahkan mengejar lawan. Kemampuan untuk melepaskan diri mungkin juga berlaku untuk ancaman rudal, memungkinkan sebuah pesawat tempur dengan cepat menghindari rudal.

pesawat tempur AIDC Ching Kuo taiwan
AIDC Ching Kuo
Pesawat tempur yang berkekuatan tinggi juga lebih mungkin untuk memiliki keunggulan energi penting secara keseluruhan atas lawannya. Semua manuver tempur udara (ACM) memerlukan banyak energi fisik. Semakin tinggi tingkat energi fisik ini, semakin besar kemampuan manuver untuk sebuah pesawat tempur. Tenaga mesin yang besar memungkinkan pesawat untuk memperoleh tingkat energi yang tinggi dan karena itu akan lebih agresif dalam Manuver Tempur Udara/ACM (Air Combat Maneuvers).

Berikut ukuran perbandingan daya dorong/berat dari beberapa pesawat tempur fighter :


Thrust/Weight Ratiowing loading kg/m²notes
Rafale F21.133045300 l fuel internal
Typhoon1.183004700 l fuel internal
F-20.89430
MiG-29SM1.13411
Su-27


Su-30

Indian Su-30MKI has thrust vectoring
Gripen0.94341
F-22A1.234213000 l fuel internal and 2D thrust vectoring
F-35A0.83446

Dalam latihan terbang untuk menggunakan rudal baru, biasanya para pilot hanya menggunakan sebagian kecil dari kemampuan manuver pesawat tempur tersebut, dan biasanya juga masih dalam jangkauan visual (WVR). Adapun validitas argumen ini, perlu dicatat bahwa F-22 (berdasarkan perkiraan yang disajikan di sini) memiliki rasio daya dorong/berat yang sangat tinggi, beban sayap yang rendah, dan vectoring dorong tinggi yang meningkatkan kemampuan manuvernya, tetapi apakah ini akurat? mengingat selama ini Amerika kadangkala menyebarkan kecanggihan "hoaxnya" saja.

Sebaliknya, rasio dorong/berat F-35A malah jauh lebih rendah dari F-22 Raptor. Rasio dorong/berat F-35A cuma sedikit lebih unggul dari F-16.

Super Cruise

Typhoon, Rafale, dan khususnya F-22 memiliki performa yang baik. Pesawat-pesawat tempur tersebut memiliki kemampuan untuk terbang pada kecepatan supersonik tanpa menggunakan afterburner, kemampuan ini dikenal sebagai supercruise. Kita ketahui, penggunaan afterburner akan menghabiskan sejumlah besar bahan bakar, sebuah fighter biasanya hanya dapat menggunakannya hanya dalam beberapa menit saja. Oleh karena itu, pesawat dengan supercruise secara teoritis bisa memiliki keuntungan besar dalam mengejar atau menghindari pesawat supercruise yang berkemampuan "sebatang rokok". Supercruise juga akan memungkinkan pesawat ini untuk bertempur dalam jangka waktu yang lama, khususnya pada rentang yang lebih panjang, bukan dalam perjalanan.

pesawat tempur siluman f-35
F-35

Kemampuan Siluman (stealth)

Pesawat-pesawat tempur yang dikembangkan Amerika saat ini umumnya telah difokuskan pada teknologi siluman, dan dinyatakan bahwa F-22 adalah pesawat tempur pertama di dunia yang dirancang dengan menggunakan teknologi siluman (stealth). Namun, kemampuan siluman dari F-22 masih belum jelas. F-35 juga masih penuh tanda tanya, namun beberapa laporan mengklaim bahwa kemampuan siluman F-35 secara signifikan masih dibawah F-22. Lho?

Selain itu, kemampuan siluman dari versi ekspor dari JSF F-35 ini diklaim akan jauh lebih rendah ketimbang f-35 yang digunakan AS atau Inggris..

Rafale dan Typhoon tidak didesain dengan teknologi stealth, tapi karena munculnya F-22 Raptor, akhirnya mereka memperbaiki detil yang substansial untuk mengurangi radar cross section (RCS). Berapa besar efek ini pada jangkauan deteksi? masih tidak jelas. Deteksi jarak efektif oleh radar biasanya diperkirakan sebanding dengan RCS ^ 0,25 dan karena itu apabila mengurangi RCS pesawat bahkan hingga sebesar 50%, itu masih dianggap kecil untuk menghindari radar. Mitsubishi F-2 dan Pesawat Tempur India (Tejas) juga dilaporkan telah dilengkapi dengan kemampuan anti radar.

MiG-29, Su-27 maupun turunannya memiliki fitur tersembunyi yang tidak diketahui, juga F-16 derivatif yang diproduksi oleh Taiwan. Demikian pula, tidak ditemukan laporan tentang stealthiness dari pesawat Cina (J-10, J-16 atau yang tecanggih J-20).

Tapi diyakini, kemampuan siluman dari sebuah pesawat tempur bisa lebih atau kurang dari yang diberitakan. Karena ini memang rahasia.

Jepang
Mitsubishi F-2
Ada beberapa laporan bahwa avionik Rafale, Thales Spectra, termasuk pesawat yang "tersembunyi" dari radar teknologi jamming. Jammers konvensional sulit menentukan lokasi dari sebuah pesawat, tetapi ada atau tidaknya pesawat tersebut masih terdeteksi. Sistem radar tersebut masih berpotensi untuk mengetahui lokasi pesawat tempur "setengah siluman", tetapi mungkin kurang efektif pada, F-22 dan F-35 JSF. Namun, tidak jelas juga seberapa efektif sistem siluman F-22 atau F-35 ini.

Avionic

Sistem avionik dari pesawat-pesawat tempur bervariasi. Secara umum, avionik Barat dipandang sebagai yang paling canggih. F-22 dan F-35 memiliki desain avionik terpadu, dengan pengolahan data dilakukan di komputer pusat. Rafale dan Eurofighter memiliki komputer utama dan data internal jaringan yang lebih lambat. Avionik negara-negara lain juga umumnya dianggap kurang canggih ketimbang yang Amerika. Sebenarnya masih ada 1 atau 2 produk unggulan pesawat tempur fighter siluman yang "terlupakan" disini yaitu PAK FA T-50 (Rusia) dan Chengdu J-20 (Cina). Tapi karena tidak adanya informasi (hanya sekedar foto pun sulit) spesifikasi detil dari kedua pesawat ini, maka kedua pesawat tersebut tidak saya masukkan dalam perbandingan ini. Bila bicara soal klaim, Rusia mengatakan bahwa PAK FA T-50 siluman milik mereka jauh lebih hebat ketimbang F-22 Raptor Amerika. 

Sebuah bagian mendasar dari avionik sebuah pesawat tempur adalah radar (AESA). Hal ini dianggap sebagai teknologi yang sangat rahasia, dan tidak mungkin untuk diekspor. Baik Rafale (PESA RBE2) atau Eurofighter memiliki semacam radar canggih (Eurofighter dilengkapi dengan Euroradar), dan memiliki desain mirip dengan radar Amerika. Semua fighter umumnya dilengkapi dengan perangkat pasif yang "listens" untuk radar yang menarget mereka. Radar F-22 dan F-35 dirancang untuk menjadi sulit dideteksi (diberi akronim Low Probability of Intercept - LPI), sambil mempertahankan kemampuan untuk menemukan pesawat lain yang berdesain konvensional.

Faktor lain untuk dipertimbangkan adalah kecanggihan sensor lain, seperti pasif radar detektor infra-merah, serta kemampuan radar jamming.

Semua pesawat Eropa dan Amerika modern mampu berbagi data target dengan fighter sekutu. MiG-31 interceptor Rusia juga memiliki beberapa kemampuan datalink, sehingga sangat masuk akal untuk mengasumsikan bahwa pesawat-pesawat Rusia lainnya juga dapat melakukannya, apalagi pesawat fighter Rusia yang lebih baru dai MIG-31.

Pesawat tempur siluman F-22 Raptor
F-22 Raptor
Mengingat keberadaan radar LPI dan beberapa dugaaan yang "akurat" dalam metode yang digunakan, muncul pertanyaan, alat apa lagi yang bisa mengatasi pesawat-pesawat tempur tersebut dan atau bagamana cara untuk mendeteksi mereka? - mungkin pake dukun aja ya hehe....-

Relatif sedikit yang diketahui tentang avionik dari pesawat baru India dan Cina. Secara umum diasumsikan bahwa teknologi avionik mereka jauh di bawah standar Barat. Namun, laporan dari pelaksanaan latihan militer India-Amerika terbaru, menunjukkan bahwa India setidaknya, telah mulai mengembangkan keahlian mereka sendiri di teknologi tersebut. Selanjutnya, berkat program homegrown LCA dan industri komputer India yang berkembang, India telah membuat berbagai item avionik yang dibuat dengan standar internasional.


Efektivitas Biaya dan Ketersediaan

Rafale lebih dari 50 juta euro, tergantung pada kesepakatan ekspor
Typhoon Austria version 20003 62 juta euro
Mitsubishi F-2 Jepang 100 juta dolar
MiG-29 tahun 1998 27 juta dolar
Sukhoi Su-27 24 juta dolar
Sukhoi Su-30 38 juta dolar (salah satu varian)
Sukhoi Su-30K untuk Indonesia 33 juta dolar
Sukhoi Su-30MKI untuk India 45 juta dolar
Sukhoi Su-30MKM untuk Malaysia, varian dari versi India 25 juta dolar
Ching Kuo per unitnya sebesar 24 juta dolar
F-15 43 juta dolar
F-16 25 juta dolar
F-18 E/F 60 juta dolar
F-22A Raptor 152 juta dolar
F-35A (versi'94) 45 juta dolar
F-35B (versi'94) 60 juta dolar
F-35C (versi'94) 55 juta dolar

Jarak dan Landas Pacu


range,int fuel kmrange,ext fuel kmferry range kmtakeoff,landing mnotes
Rafale F280018503850400, 300
Typhoon ?13893706300, ?
F-2 ?834 ? ?, ?
Gripen800834 ?400, 500
F-22A ? ?3850 ?, ?
F-35A ?1300 ? ?, ?
F-35B ?920 ? ?, 0STOVL
F-35C ?1480 ?carrier

Servis

Seberapa lama pesawat tempur tersebut dapat terbang?

Kita masih tergoda untuk tetap fokus pada kemampuan "dogfighting" dari pesawat tempur, tapi peralatan militer lainnya juga memiliki pengaruh besar terhadap hasil pertempuran udara, terutama untuk pertempuran dalam jangka waktu yang lama.

Mungkin hal yang paling penting untuk dipertimbangkan dari pertempuran udara adalah sistem rudal dari pesawat tersebut. Sebagai contoh, Eurofigher hampir dipastikan mudah untuk dideteksi oleh radar dari F-22. Tapi Eurofighter memilki rudal MBDA Meteor yang jauh lebih baik dari rudal AMRAAM. Di klaim, rudal jenis ini cukup efektif digunakan bahkan dari jarak yang jauh.

Oleh karena itu, pilot Eurofighter mungkin dapat menembakkan rudal mereka jauh lebih awal. Sistem rudal Eurofighter ini terus ditingkatkan bahkan lebih sering daripada peningkatan performa pesawat itu sendiri. Pengembangan rudal jarak pendek yang dapat menembak sasaran secara tidak langsung tampaknya telah secara radikal mengubah sifat rudal jarak pendek menjadi faktor kunci ketimbang pesawatnya. Demikian pula sistem radar dan elektronik lainnya, juga dapat ditingkatkan. Teknologi seperti ini bukan untuk diekspor, atau diekspor tapi dengan kemampuan yang lebih rendah. Masih mending bila negara pengimpor pesawat tempur tersebut cuma mendapatkan teknologi rendahan, bila produsen memasang pelumpuh otomatis jarak jauh pada pesawat tersebut??? Artinya produsenlah yang mengatur siapa yang sebaiknya memenangi suatu pertempuran udara. -Ayo Indonesia, bikin sendiri jet tempurmu! jelek-jelek nggak apa-apa, nantinya juga akan berkembang. Kita memiliki ahli-ahli yang handal koq hehe....-

Sukhoi PAK-FA T-50
Sukhoi PAK-FA T-50
Sistem yang secara fisik tidak terletak di dalam pesawat juga bisa membuat perbedaan yang substansial efektivitas pertempuran. Sistem radar, seperti pesawat AWACS, serta radar kapal dan radar ground based, dapat menginformasikan fighter tentang lokasi lawan yang fighter tersebut tidak dapat mendeteksi dengan radar mereka sendiri. Bahkan ketersediaan pengisian bahan bakar udara dapat membuat perbedaan besar dalam efektivitas pertempuran.

Akhirnya, faktor manusia tidak dapat diabaikan, sebagai pilot, kemampuan dan pelatihan masih diyakini memainkan peran besar dalam hasil pertempuran udara. Pelatihan pada pilot biasanya sangat intensif untuk semakin mengasah kemampuan tempurnya. - Inilah nikmatnya menjadi pilot angkatan udara seperti saya hehe..-

DERA study

Britain's Defence Evaluation and Research Agency (sekarang terpecah menjadi QinetiQ dan DSTL) melakukan evaluasi (simulasi berdasarkan data yang tersedia) membandingkan Typhoon dengan beberapa fighter modern lainnya dalam hal seberapa baik mereka tampil melawan pesawat musuh yang diharapkan, seperti Sukhoi Su-35. Karena kurangnya informasi yang dikumpulkan pada pesawat tempur generasi ke 5 dan Su-35 selama waktu penelitian ini, maka hasil ini bukanlah hasil resmi.

Penelitian ini menggunakan pilot nyata dan simulator. Data berbagai pesawat barat dimasukkan dalam simulasi tempur melawan Sukhoi SU-35. Hasilnya adalah:
AircraftOdds vs. Su-35
Lockheed Martin/Boeing F-22 Raptor10.1:1
Eurofighter Typhoon4.5:1
Dassault Rafale C1.0:1
Sukhoi Su-35 'Flanker'1.0:1
McDonnell Douglas F-15C Eagle0.8:1
Boeing F/A-18+0.4:1
McDonnell Douglas F/A-18C0.3:1
General Dynamics F-16C0.3:1

Dari hasil pertempuran simulasi ini, 4,5 Sukhoi ditembak jatuh untuk setiap 1 Typhoon yang hilang. Namanya juga simulasi sepihak, bila pihak Rusia yang melakukan simulasi pertempuran, maka akan lain pula hasilnya.

Kritikus pun berujar, SU-35 saat ini memiliki sistem radar yang jauh lebih maju (BAR pada MKI dan MKM) dan sistem avionik dari Su-35 kala itu. Ditambah lagi Rusia memiliki rudal jarak sedang yang dalam tahap pembangunan, tetapi hanya dapat dipakai untuk flanker terbaru. Rudal seperti KS-172 mungkin dimaksudkan untuk target besar dan bukan fighter, tetapi dampaknya terhadap keterlibatan BVR jangka panjang dapat menjadi faktor yang patut dipertimbangkan.

Pesawat  tempur J-20 Cina
Pesawat  tempur J-20 Cina
The "F/A-18 +" dalam penelitian itu juga ternyata bukan F/A-18E/F saat ini. Semua pesawat Barat dalam simulasi tersebut yang menggunakan rudal AMRAAM, kecuali Rafale yang menggunakan rudal MICA.

Rincian simulasi tidak dirilis, sehingga sulit untuk memverifikasi apakah evaluasi itu akurat (misalnya, apakah mereka memiliki pengetahuan yang memadai tentang Sukhoi dan Raptor agar lebih realistis dalam simulasi tempur mereka). Masalah lain dari penelitian ini adalah skenario di mana pertempuran itu terjadi, bisa jadi itu adalah skenario lokasi yang diinginkan oleh mereka saja. Beda lokasi, maka hasilpun berbeda, pasti berbeda bila di lokasi atau jarak tempur yang berbeda. Kita tahu Sukhoi SU-35 terkenal dengan kemampuan manuvernya yang diatas rata-rata. Ini jelas akan terbukti menguntungkan dalam pertempuran jarak dekat.

Tahu nggak, simulasi itu dibuat pada pertengahan 90 an dengan pengetahuan yang terbatas tentang Radar Cross Section, ECM. Memang pada saat itu, semua pesawat tempur fighter generasi 4 atau 5 masih dalam tahap prototipe.

Laporan Latihan

Para pilot angkatan udara berlatih secara intensif. Dari berbagai pesawat yang mereka gunakan, dapat diketahui kemampuan rata-rata dari pesawat-pesawat tersebut.

Hasil latihan pada tahun 2004, F-15 Eagle USAF terhadap Su-30MKI, Mirage 2000-an, MiG-29 dan MiG-21 Angkatan Udara india telah banyak dipublikasikan, dengan India memenangkan "90% pertempuran bohong" itu.

Tapi tidak semua F-15 Eagle tersebut dilengkapi dengan radar AESA terbaru, hanya beberapa pesawat saja dari armada F-15 yang diterjunkan. tapi walaupun hal tersebut meringankan, kualitas pilot Angkatan Udara Cina cukup mencengangkan dan memberikan surprise yang tidak disangka-sangka bagi para pilot USAF dan pengamat militer.

Pada bulan Juni 2005, seorang pilot Eurofighter dilaporkan mampu - dalam konfrontasi simulasi - menghindari kejaran dua F-15 dan lalu mengakali kedua F-15 tersebut untuk masuk ke posisi tembak.

Performa Tempur

Pertempuran antara pesawat tempur modern sudah sangat langka terjadi, jadi sangat sulit untuk menilainya. Tapi dalam beberapa kasus, dapat kita ketahui :

Selama Perang Teluk, F-15 menembak jatuh 5 MiG-29 Irak
Pada tanggal 17 Januari 1993, F-16 USAF menembak jatuh sebuah MiG-29 Irak di zona larangan terbang. (Beberapa sumber mengklaim itu adalah MiG-23.)
Pada bulan Februari 1999, selama Perang Eritrea-Ethiopia, Su-27 Ethiopia menembak jatuh 2 MiG-29 Eritrea.
Selama tahun 1999 Perang Kosovo, sebuah F-16 Belanda menembak jatuh 1 MiG-29 Yugoslavia, F-15 USAF menembak jatuh 4 MiG-29 dan F-16 USAF menembak jatuh 1 Mig-29.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 5/31/2012

May 30, 2012

Kutemukan Bunker Militer Bawah Tanah !

Itu cuma judul koq, saya tidak menemukan bunker betulan. Saya hanya ingin mengajak Anda mengekplorasi sebuah bunker militer yang telah ditinggalkan sejak Perang Dunia I berakhir. Baca saja artikel ini step-by-step, mudah-mudahan menarik bagi Anda.

Ini adalah impian setiap anak kecil. Membayangkan perjalanan melalui hutan belantara dan akhirnya tiba di sebuah gardu pertahanan militer yang telah lama ditinggalkan, lalu terlihat sebuah pintu menuju ke bunker rahasia untuk Anda eksplorasi. Anda akhirnya masuk ke bunker tersebut dan mengetahui bahwa bunker tersebut sangat besar dan memiliki banyak ruang dan lantai.

bunker militer Perancis
Salah satu sisi bunker
bunker militer Perancis
Sisi lain bunker
Sisa-sisa pertanian jamur dari tahun 1970-an di sisi luar bunker
instalasi listrik
Instalasi listrik dalam bunker
Jalan keluar bunker
Pertanian jamur
Di salah satu bagian bunker yang berisi sisa-sisa pertanian jamur
tangga menuju ruangan bunker
Tangga menuju ruang lain bunker

Sekarang, kita menuju ke bagian menariknya.

Anda bukan saja secara mendadak menjadi "Indiana Jones" karena menjelajahi sebuah bunker rahasia militer, tapi Anda juga menemukan peralatan militer yang ditinggalkan! Anda pertama kali menemukan sepasang meriam Jerman 77mm yang sudah berkarat peninggalan Perang Dunia I.

peninggalan Perang Dunia I
Meriam Jerman 77mm peninggalan PD I
peninggalan Perang Dunia I
Meriam Jerman 77mm peninggalan PD I
Peninggalan Perang Dunia I
Meriam Jerman 77mm peninggalan PD I
Lalu Anda memasuki bunker lebih jauh, Anda menemukan berbagai peralatan tempur militer Perancis yang masih dalam kondisi yang baik, mengingat sudah lama alat tempur tersebut berada di bawah tanah bertahun-tahun. Anda lalu mengarahkan pandangan ke kiri, ke kanan dan Anda melihat sebuah kendaraan lapis baja 6 roda ERC-90 Sagaie Perancis untuk pengintaian. Sayangnya meriam 90 mm tidak ada pada kendaraan itu, padahal biasanya kendaraan roda 6 itu selalu dipersenjatai dengan meriam 90mm.

Kendaraan lapis baja 6 roda
Kendaraan lapis baja ERC-90
kendaraan lapis baja 6 roda
Kendaraan lapis baja ERC-90

Selanjutnya Anda menemukan sebuah kendaraan lapis baja pengangkut personel VCR Panhard yang dalam kondisi yang hampir "sempurna"

kendaraan lapis baja angkut personel
VCR Panhard kendaraan lapis baja pengangkut personel
Kendaraan lapis baja angkut personel
VCR Panhard kendaraan lapis baja pengangkut personel
Bagian dalam
Bagian dalam VCR Panhard kendaraan lapis baja pengangkut personel

dan akhirnya Anda menemukan sebuah truk militer tua.

Truk tua Perancis
Anda dapat menemukan bunker rahasia ini secara nyata dengan syarat Anda harus pergi ke Perancis lalu menemukan sendiri bunker ini yang telah digunakan ketika Perang Dunia I. Foto-foto mengagumkan ini diambil oleh S. Marshall di Pridian.net pada tahun 2008 lalu dengan tidak mengungkapkan lokasi pengambilan foto tersebut. Ya, trik satu-satunya untuk menemukan tempat ini adalah pergi ke Perancis dan cari sendiri tempat ini (hehe...)

Biasanya bunker yang penuh dengan peralatan tempur berkarat dari Perang Dingin dan Perang Dunia II rumornya sudah tersebar ke seluruh Eropa bahkan dunia. Angkatan Darat AS dikabarkan juga memiliki bunker besar untuk tank "prepositioned" di Jerman, warisan perang dingin. Biasanya, bunker militer yang ditemukan kosong dan berantakan (seperti bunker bawah tanah Rusia yang terkenal lalu berubah menjadi museum di Ukraina).

Apakah bunker diatas cuma rumor belaka? Semua rumor belum tentu benar, tetapi juga  belum tentu salah. Bila bunker tersebut memang benar-benar ada, yakinlah man, ini bisnis yang menguntungkan!

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 5/30/2012

Anggaran Pertahanan Australia 2012-2013

Operasi Militer Australia akan terus didukung penuh dengan anggaran yang diberikan tambahan 1,4 miliar dolar AS dari seluruh Anggaran 2012-2013.

Komitmen operasi militer dari anggaran pertahanan Australia ini adalah:
  • Operasi Wilayah Timur Tengah (MEAO), termasuk di Afghanistan - melanjutkan kontribusi militer Australia.
  • Timor Leste - melanjutkan komitmen Australia untuk membantu menjaga keamanan dan stabilitas melalui Pasukan Stabilisasi Internasional
  • Kepulauan Solomon - lanjutan bantuan Angkatan Pertahanan Australia untuk Misi Bantuan Regional untuk Kepulauan Solomon (Ramsi).
  • Afganistan - Pemerintah telah memberikan tambahan 1,3 miliar dolar AS untuk membiayai operasi di Afghanistan dan Timur Tengah. Selain dana yang disetujui sebelumnya 439 juta dolar AS. Total anggaran untuk komitmen Pemerintah Australia di Afghanistan dan Timur Tengah menjadi 1,7 miliar dolar AS selama 2012-2013

Pemerintah Australia telah berkomitmen untuk memberikan dukungan jangka panjang bagi Afghanistan. Angkatan Pertahanan Australia (ADF) akan melanjutkan peran yang penting dalam pelatihan melawan terorisme, internasional dan mentoring pasukan Afghanistan, dan membangun kapasitas untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas bagi rakyat Afghanistan.

Penjaga perdamaian
Pasukan Australia di Timor Leste
Seperti baru-baru ini diuraikan oleh Perdana Menteri Australia, pelatihan dan mentoring pasukan di Afghanistan terus berlangsung selama tahun-tahun mendatang sejalan dengan Strategi Transisi NATO / ISAF.

TimorLeste
Pemerintah telah mengalokasikan dana tambahan sebesar 77,3 juta dolar AS untuk kontribusi ADF dalam memelihara perdamaian dan stabilitas di Timor Leste sebagai bagian dari Operasi Astute.

Selain dana yang disetujui sebelumnya yaitu sebesar 11,6 juta dolar AS, maka total dana untuk komitmen Pemerintah Australia di Timor Leste adalah sebesar 89 juta dolar AS untuk Anggaran 2012-2013.

Kepulauan Solomon
Tambahan 44 juta dolar AS juga telah dialokasikan untuk mendukung peran Pertahanan Australia di Operasi Anoda, sebuah Misi Bantuan Regional yang dipimpin Australia  untuk Kepulauan Solomon (Ramsi).

Selain dana yang disetujui sebelumnya sebesar 1,6 juta dolar, total dana komitmen Pemerintah Australia untuk Kepulauan Solomon adalah 45,6 juta dolar untuk anggaran 2012-2013.

Operasi Resolute
Pemerintah Australia juga telah setuju untuk memperpanjang Operasi Resolute, kontribusi militer untuk seluruh kegiatan keamanan maritim Pemerintah Australia untuk melindungi sumber daya lepas pantai Australia dan menghalangi penyelundupan manusia. Biaya tambahan bersih dari operasi ini adalah 9,5 juta dolar, dan selebihnya akan dipenuhi dari sumber daya yang ada dari Departemen Pertahanan Australia sendiri.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 5/30/2012

May 29, 2012

Rusia Uji Coba Tank Beroda Centauro Italia

Rusia tengah menguji tank beroda 'wheeled tank' B1 Centauro 8x8 Italia dan tengah mempertimbangkan untuk membuatnya di bawah lisensi Italia. Italia telah mengirimkan dua tank Centauro kepada Rusia dengan desain asli, meriam 105 mm dan satu tank lagi dipasang meriam 125 mm Rusia. Dua varian tambahan tank Centauro akan segera tiba di Moskow dalam beberapa minggu kedepan dengan meriam 120 mm standar NATO dan senapan otomatis 30 mm. Menurut perwakilan Oto-Melara (pabrikan pertahanan Italia/produsen Centauro), tank akan di evaluasi secara teknis, uji otomotif dan uji tembak sampai akhir 2012.

Perusahaan Italia memang tertarik dalam "joint venture" dengan pembuat kendaraan militer Rusia untuk memproduksi kendaraan lapis baja beroda. Kantor berita Rusia Novosti mengatakan bahwa pabrikan truk yang bernama Kamaz di Naberezhny Chelny bisa ikut terlibat dalam kesepakatan itu, informasi ini diperoleh Novosti dari sumber di Rosoboronexport (Badan ekspor-impor senjata Rusia).

Di bawah kontrak yang ditandatangani pada bulan Desember tahun lalu di Moskow, 60 Lynx-LMV (Kendaraan lapis baja ringan serbaguna) telah diproduksi oleh Oboronservis bersama perusahaan (OJSC) di Voronezh, Rusia tengah. Lima puluh tujuh kendaraan tersebut akan melayani militer Rusia pada tahun ini.

Tank beroda buatan Italia
Centauro dengan meriam 120 mm
Tank beroda Centauro ini diproduksi oleh CIO JOINT VENTURE yang didirikan oleh Iveco Fiat dan Oto Melara. Iveco Fiat memiliki otoritas untuk desain sasis dan sistem otomotif, dan Oto Melara bertanggung jawab untuk desain sistem senjata dan integrasi. Italia sudah memiliki 400 Centauro yang sudah berada dalam layanan Angkatan Bersenjatanya. Angkatan Bersenjata Italia juga telah menerjunkan 249 VBM Freccia -kendaraan tempur infanteri- yang dilengkapi dengan senapan mesin 30 mm dan rudal anti tank. Mungkin varian senjata 30 mm yang sering disebutkan dalam pengujian-pengujian tempur di Rusia tersebut adalah 30 mm yang dipasang pada Freccia ini.

Rusia memang memiliki pengalaman yang bagus untuk membuat tank beroda, seperti kita tahu BTR-60 8x8, dan yang terbaru adalah BTR-90, yang dirancang pada pertengahan tahun 1990 sebagai kendaraan lapis baja angkut personel. BTR-70/80 adalah salah satu APC roda yang paling banyak dipakai di Angkatan Bersenjata Rusia dan dunia, dengan lebih dari 5.000 BTR untuk 30 Angkatan Bersenjata di seluruh dunia. BTR-90 memang menawarkan rasio daya/berat yang lebih baik dari Centauro tapi kurang bisa berdaptasi dengan 'turret' (kubah-menara) yang berat, hal ini memang telah menjadi keahlian Italia sejak puluhan tahun lalu.

Integrasi yang cepat dari meriam 125 mm Rusia telah menambah kemampuan tank Centauro ini dan ini bisa membuka keran ekspor industri pertahanan Italia.

Tank beroda buatan Italia
Kendaraan lapis baja Freccia dengan senjata 30mm
Banyak pejabat di kalangan industri militer Rusia merasa keberatan atas keterbukaan Rusia untuk memakai produk barat, hal ini tercermin dalam pembelian kapal Perancis, kendaraan lapis baja Italia dan pesawat tak berawak (drone) Israel. Yury Borisov, wakil ketua komisi industri milter, dikutio dari Novosti mengatakan bahwa Rusia hanya akan satu kali membeli persenjataan asing, setelah itu Rusia akan mempelajari dan membuatnya sendiri. Namun, rasanya tidak mungkin produsen barat akan setuju dengan sikap Rusia tersebut. -Belajar dari diri sendiri, rusia sendiri pun "marah besar" ketika Sukhoi Rusia di kloning oleh China-

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 5/29/2012

Rusia Beli Lisensi Tank Buatan Italia

Rusia kemungkinan akan segera memperoleh lisensi dari Italia untuk memproduksi tank Centauro. Uji coba atas tank Centauro Italia sudah mulai dilakukan oleh pihak Rusia.

Tank tersebut diproduksi oleh CIO - perusahaan yang didirikan oleh Oto melara dan Iveco. Italia telah memiliki 400 tank Centauro dalam angkatan bersenjatanya. Kecepatan maksimum tank ini dapat mencapai 100 km/jam. Selain meriam 120 mm, tank juga dilengkapi dengan dua senapan mesin 7,62 mm.

tank beroda italia rusia

Tank beroda Italia Rusia
Tank beroda Centauro Italia
Seorang juru bicara Oto Melara mengatakan bahwa pihaknya memang dapat menjual lisensi ke Rusia untuk produksi tank Centauro. Dua tank Centauro telah dikirimkan ke Rusia. Tank-tank tiba di pelabuhan Novorossiisk Rusia dan saat ini tengah menjalani uji coba di wilayah Moskow.

Dmitry Rogozin sebelumnya menyatakan bahwa Rusia berencana untuk meluncurkan serial tank terbaru 'ARMATA' pada 2015 nanti. Pada akhir April lalu, Rogozin menyatakan bahwa Rusia akan memulainya dengan mendapatkan teknologi dari negara asing ketimbang membeli hardware militer. -Maksudnya agar Rusia dapat mempelajari teknologi asing tersebut-

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 5/29/2012

May 28, 2012

T-50 Layani Angkatan Udara Rusia Tahun 2013

Angkatan Udara Rusia akan menerima sejumlah prototipe pertama dari pesawat tempur generasi kelima PAK FA T-50 untuk pengujian kinerja pada tahun 2013, Jenderal Alexander Zelin mengatakan pada Kamis, 17 Mei 2012.

T-50 dikembangkan di bawah program PAK FA (Future Aviation System for Tactical air Force) di Biro Desain Eksperimental Sukhoi. PAK FA T-50 merupakan "new mayor warplane" yang dirancang sejak jatuhnya Uni Soviet.

Pesawat tempur generasi kelima Rusia
PAK FA T-50

"Program di pesawat tempur generasi kelima ini akan selesai sesuai jadwal," lanjut Zelin, mantan Kepala Staf Angkatan Udara Rusia pada konferensi pers di Voronezh (Rusia). "Prototipe ketiga sudah dalam program pengujian dan prototipe keempat sedang dibuat."

PAK FA T-50 melakukan terbang perdananya pada Januari 2010 lalu dan selama ini 3 prototipe telah melakukan uji terbang. Zelin sebelumnya mengatakan bahwa jumlah T-50 yang akan diuji akan ditingkatkan jumlahnya menjadi 14 unit pada 2015. Pesawat tempur ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada Agustus 2011, di MAKS-2011 Air Show, Zhukovsky dekat Moskow.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 5/28/2012

May 27, 2012

Chengdu J-20 Cina Seteru F-22 Raptor

Cina telah membuat versi sendiri pesawat tempur generasi terbaru mereka, disebut-sebut memiliki kemampuan yang sama seperti pesawat tempur teknologi terbaru Amerika Serikat.

Laporan tahunan Pentagon (2012) menyebutkan bahwa pada Januari 2011 prototipe generasi terbaru pesawat tempur cina Chengdu J-20 telah melaksanakan uji terbang. Laporan ini menyoroti tentang ambisi Cina untuk memproduksi pesawat tempur siluman dengan perangkat avionik terbaik dan bermesin Supercruise.

Laporan itu muncul sebulan setelah prototipe kedua dari Chengdu J-20 terlihat terbang di sekitar lapangan udara Cina, lebih dari satu setengah tahun sejak prototipe pertama melakukan penerbangan pertama untuk disaksikan publik

Saingan F-22 Raptor Amerika
Chengdu j-20

Menurut ABC News, teknologi siluman J-20 menyamai kecanggihan F-22 Raptor, pesawat tempur siluman yang diperkenalkan oleh Angkatan Udara AS, diproduksi oleh Lockheed Martin dan dinobatkan sebagai jet tempur tercanggih saat ini. Namun saat ini, karena adanya masalah keamanan untuk pilot, telah dilakukan pembatasan terbang untuk seluruh armada F-22 Raptor Amerika.

Cina mungkin belum memproduksi banyak Chengdu J-20 (hanya beberapa), tapi pemerintah AS melaporkan sistem persenjataan Chengdu J-20 telah dirilis bulan lalu, dan kemungkinan beberapa J-20 bisa beroperasional tempur pada 2018.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 5/27/2012

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost