Saturday, October 13, 2012

KRI Klewang, Tantangan Bagi PT LUNDIN

KRI Klewang yang sejatinya akan diserahterimakankan oleh PT LUNDIN kepada TNI Angkatan Laut terbakar pada Jumat 28 September 2012, belum genap satu bulan sejak kapal yang diklaim anti radar ini diluncurkan. KRI Klewang terbakar habis, tidak meninggalkan barang yang tersisa. Diketahui KRI Klewang terbakar karena arus pendek.

Informasi menyebutkan, TNI Angkatan Laut tetap akan memesan kapal sejenis KRI Klewang. Bagi saya ini sebuah kabar baik. Artinya TNI AL tidak "phobia" dalam rencananya untuk  menggunakan alutsista dalam negeri khususnya KRI Klewang. Dan akan menjadi tantangan dan motivasi penuh bagi PT LUNDIN sebagai pembuat KRI Klewang dengan eksperimennnya yang lebih lanjut untuk menghasilkan kapal sejenis ini yang lebih baik.

KRI Klewang
KRI Klewang

Kita kutip pernyataan Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamanana Soeparno yang mengatakan bahwa KRI Klewang berikutnya harus dibuat dengan bahan yang lebih kuat. "Jelas bahannya harus lebih kuat. Jangan komposit kayak KRI Klewang yang kemarin. Bisa terbakar lagi gara-gara korsleting listrik," kata Soeparno, Kamis, 11 Oktober.

Bagaimana jika KRI Klewang yang nantinya akan dipesan TNI Angkatan Laut terbuat dari bahan baja alias bukan lagi dari bahan komposit? Apakah akan membuat kemampuan anti radarnya hilang? Soeparno menjamin bahwa antiradar bakal menjadi fitur yang harus dipertahankan kendati bahan pembuat kapal sudah berganti. Sebab, teknologi antiradar masih bisa digunakan kendati bahan kapal dari baja.

Pendapat beliau benar, tapi pertanyaannya apakah PT LUNDIN sanggup membuat kembali KRI Klewang dengan mempertahankan fitur anti radar dengan menggunakan bahan lain seperti baja atau logam lainnya?. Pemilihan bahan komposit oleh PT LUNDIN untuk membuat KRI Klewang berkemampuan anti radar, mungkin adalah kemampuan maksimal PT LUNDIN. Ini pandangan saya untuk saat ini, untuk menggunakan jenis bahan lain bukan berarti PT LUNDIN tidak bisa, namun mungkin butuh eksperimen kembali.

Menurut saya, ada 2 kemungkinan kemampuan KRI Klewang berikutnya, jika memenuhi permintaan TNI agar KRI Klewang tidak dibuat lagi dari bahan komposit. Karena jelas, bahan komposit dan bahan logam berbeda. Bahan logam mudah memantulkan sinyal radar ketimbang bahan komposit, ini tidak baik untuk sebuah kapal anti radar.

Pertama, KRI Klewang menggunakan bahan selain bahan komposit, namun fitur anti radar berkurang atau hilang sama sekali. Ini bisa dibangun kembali dalam waktu yang relatif singkat karena PT LUNDIN sudah menguasai teknologinya.
 
Kedua, KRI Klewang menggunakan bahan selain bahan komposit dengan tetap mempertahankan atau bahkan meningkatkan fitur anti radarnya. Hal ini mungkin saja, namun saya kira PT LUNDIN harus kembali melakukan penelitian. KRI Klewang semacam ini mungkin dibuat kembali tetapi jelas bukan dalam kurun waktu dekat karena PT LUNDIN harus kembali melakukan penelitian.
"Sebuah kapal perang anti radar yang mudah terbakar akan tetap aman dan menakutkan bagi musuh selama memiliki sistem kelistrikan yang baik, manuver yang cepat, jarak tempuh jauh, mesin kuat dan dengan kelengkapan senjatanya"
Bagi saya yang memiliki pandangan sebagai orang awam dengan alih teknologi semacam ini, tidak masalah KRI Klewang dibuat kembali dengan bahan bahan komposit selama dipastikan memiliki sistem kelistrikan yang baik atau penanggulangan korslet atau kebakaran yang jitu.

Sebuah kapal perang anti radar yang mudah terbakar akan tetap aman dan menakutkan bagi musuh selama memiliki sistem kelistrikan yang baik, manuver yang cepat, jarak tempuh jauh, mesin kuat dan dengan kelengkapan senjatanya. Boleh saja berfikir apa yang akan terjadi jika sebuah kapal perang mengalami korslet atau tertembak, apakah langsung terbakar sepenuhnya atau tidak. Tapi yang lebih baik adalah bagaimana caranya agar sebuah kapal perang sulit ditembak dan dipastikan kelistrikan aman, atau bila ada kebakaran maka ada  suatu sistem yang handal untuk mengantisipasi kebakaran tersebut. Berbicara memang mudah karena kapal semacam ini pasti harus dioperasikan oleh personil-personil terlatih dan paham dengan seluk beluk kapal.

Saya cuma berharap kemampuan anti radar berikutnya dari KRI Klewang tidak berkurang atau hilang sama sekali, karena bila hal ini terjadi maka ini sebuah kemunduran. Adakan pembenahan, bukan pengurangan. Maju terus TNI AL dan PT LUNDIN.