Monday, June 25, 2012

Baja Ajaib Damaskus Harta yang Hilang

Tentara Salib Eropa pulang ke rumah dengan membawa cerita tentang pedang prajurit Islam yang mampu memotong kain yang melayang, dapat ditekuk 90 derajat dan diluruskan lagi tanpa kerusakan. Mereka menyebut itu dengan logam baja Damaskus. Meskipun kini kemajuan tentang ilmu material telah berabad-abad, tapi belum diketahu persis bagaimana cara pandai besi Islam membuat pedang tersebut. 

Pedang tentara Islam

Pandai besi Eropa kala itu tahu kalau pedang prajurit Islam tersebut dibuat dari baja yang ditempah dalam wadah khusus, tetapi tetap saja pandai besi Eropa tidak dapat meniru ketajaman, fleksibilitas dan ciri-ciri khasnya. Logam baja Damaskus ini telah menarik keingintahuan para peneliti seperti Michael Faraday bahkan ilmuwan material saat ini.

John Verhouven di Universitas Iowa telah menemukan bahwa hanya tipe tertentu dari wadah khusus untuk melebur baja, elemen lain seperti vanadium, akan menghasilkan pola yang tepat. Dan pada tahun 2006, para peneliti di Universitas Teknik Dresden, Jerman, mempelajari pedang prajurit Islam dengan mikroskop elektron dan menemukan bahwa kekuatan pedang mereka mungkin berasal dari nanotube karbon dan kawat nano yang dibuat dari mineral yang disebut sementit. Struktur serupa akan menghasilkan bahan komposit modern yang kuat. Namun, resep tepat untuk membuat pedang prajurit Islam itu masih menjadi misteri.

Bagaimana dengan keris Empu Gandring? Saya yakin akan jauh lebih rumit dalam hal bahan dan cara pembuatannya.