Friday, June 22, 2012

AS dan Israel Memilih Opsi Perang Terhadap Iran

TEL AVIV, ISRAEL, Perencana Perang AS telah mengemukakan kontingensi yang "layak" bagi Iran, bahwa Presiden Barrack Obama tidak akan ragu untuk mengotorisasi jika opsi militer adalah satu-satunya cara untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir, menurut seorang mantan pejabat senior Pentagon.

Dalam dua tempat yang berbeda pada konferensi bergengsi ini, Michele Flournoy, mantan Wakil Menteri Pertahanan AS untuk kebijakan, juga memperingatkan Israel terhadap efek destabilisasi dan delegitimisasi apabila Israel melakukan serangan lebih dini terhadap Iran.

"Saya sudah lama duduk di Pentagon, saya bisa menjamin kualitas pekerjaan yang telah saya lakukan, dan opsi militer adalah pilihan terbaik bagi Presiden Obama," kata Flournoy, yang telah meninggalkan Pentagon pada bulan Februari lalu dan kini sedang berfokus dalam tim sukses Presiden Obama untuk pemilu nanti.

Pejabat Senior Pertahanan AS
Mantan pejabat senior pertahanan AS Michele Flournoy
memperingatkan efek serangan dini Israel terhadap Iran

Flournoy pada tanggal 29 dan 30 Mei juga telah berbicara di Institute for National Security Studies (INSS) Universitas Tel Aviv. Flournoy berusaha menghilangkan kekhawatiran Israel bahwa Washington pada akhirnya akan terbukti mampu mengatasi senjata nuklir Iran.

"Barack Obama adalah seorang presiden yang mengatakan apa yang ia maksudkan dan melakukan apa yang dia katakan. Saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami tidak memiliki opsi untuk menahan kebijakan tersebut," katanya. "Amerika Serikat bersedia untuk melakukan pekerjaan sulit ketika kekuatan militer AS diperlukan dunia."

Flournoy mencatat bahwa lebih dari 40.000 tentara AS ditempatkan di sekitar wilayah Iran dan dua kapal induk ditempatkan di Teluk Arab. Kehadiran militer AS tersebut merupakan strategi antisipasi terhadap Iran.

Flournoy juga mendesak para pemimpin Israel untuk berfikir secara strategis dan fokus kepada kampanye yang AS dan sekutu lakukan saat ini terhadap Iran.

"Jika Israel akan melancarkan serangan sebelum waktunya, itu akan merusak kekuatan masyarakat Internasional untuk bersatu menghadapi Iran," kata Flournoy. "Ini akhirnya akan merusak tujuan kami untuk mencegah Iran dari memperoleh senjata nuklir."

Robert Blackwill, mantan Wakil Penasehat Keamanan Nasional dan koordinator untuk perencanaan kebijakan AS terhadap Iran, juga memperingatkan Israel mengenai konsekuensi dari serangan dini tanpa dukungan dari Washington dan sekutu utama internasional lainnya. Jika serangan dini Israel terjadi, Iran akan membalas dengan serangan teror terhadap warga negara Amerika, Israel akan dipandang sebagai negara yang menyeret AS ke dalam perang dengan Iran.

"Jika ada serangan terhadap tanah air Amerika, maka akan banyak orang yang Amerika yang menyalahkan Israel karena telah menyerret AS ke dalam perang dengan Iran," kata Blackwll pada 30 Mei lalu.

Tapi desakan dari para ahli kebijakan pertahanan AS ini tampaknya telah "jatuh di telinga tuli", dengan penegasan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak bahwa pemerintah Israel akan membuat sendiri keputusan-keputusan untuk isu-isu penting demi masa depan orang Yahudi dan keamanan Israel sendiri.

Barak mencontohkan ketidakmampuan masyarakat internasional dalam bertindak tegas untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad dari kursi kekuasaannya meskipun rezimnya telah kehilangan legitimasi. Jika masyarakat internasional saja tidak dapat bertindak untuk menghadapi hal-hal yang jelas dan sederhana seperti kasus Suriah, bagaimana mungkin Israel akan mengandalkan tindakan internasional untuk mencegah nuklir Iran.
'Kami yakin bahwa Iran saat ini sedang berusaha menipu seluruh dunia, Israel tidak seperti negara lain yang tidak memiliki pilihan. Israel tidak dapat mengabaikan tantangan Iran ini'
Ehud Barak menambahkan, "Ketika masyarakat dunia berbicara tentang kemampuan nuklir, Anda tidak bisa menunggu sampai mereka memperoleh kemampuan nuklir. Nuklir dibangun, dan akhirnya digunakan, setelah itu baru kita melakukan tindakan, ini adalah tindakan yang sangat terlambat. Oleh karena itu, kami tidak bisa menunggu lagi."

Barak juga menyampaikan kembali pernyataan yang diungkapkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Urusan Strategis Moshe Ya'alon, bahwa Iran saat ini cuma bermain-main dengan negosiasi masyarakat internasional terhadap keberlangsungan aktifitas pengayaan nuklir mereka. Padahal mereka terus membangun kekuatan nuklir.

"Kami yakin bahwa Iran saat ini sedang berusaha menipu seluruh dunia," kata Barak. "Israel tidak seperti negara lain yang tidak memiliki pilihan. Israel tidak dapat mengabaikan tantangan Iran ini"