;

September 25, 2012

China Kembali Luncurkan Jet Tempur Siluman Terbaru

Militer China kembali meluncurkan pesawat tempur siluman terbaru mereka, J-31, beberapa gambar baru muncul di massa media pemerintah bertepatan dengan kunjungan Menteri Pertahanan AS Leon Panetta.

Entah memang sebuah kebetulan atau taktik China, namun hal ini menarik perhatian Jenderal Herbert Carlisle, komandan Angkatan udara Amerika Serikat di Pasifik. "AS masih berada jauh di depan China soal jet tempur siluman, tapi ini menarik," dikatakannya pada Rabu, 19 September, di konferensi tahunan Asosiasi Angkatan Udara.

j-31

"Sehubungan dengan kemampuan siluman jet tempur Republik Rakyat China, mereka masih berada di belakang kami, tetapi mereka terus berkembang dan akan menjadi lebih baik, dan kami pasti tidak boleh beristirahat atas pencapaian kami selama ini," kata Carlisle.

Dalam beberapa hal, sangat terlihat kemiripan J-31 dengan F-22 dan bahkan F-35 AS. Namun, seperti yang dikatakan john Reed dalam catatannya di Foreign policy, "hanya memiliki bentuk siluman tidak berarti pesawat China tersebut benar-benar siluman. Pesawat siluman modern menggunakan teknologi coating khusus penyerap radar."

Carlisle mengatakan bahwa AS masih memimpin dalam pengembangan pesawat siluman. Program F-35 banyak mengalami hambatan yang besar dan produksi F-22 terhenti dan sangat menghabiskan biaya, namun AS masih memiliki armada jet tempur siluman terbanyak di dunia.

J-31

Dia juga memperingatkan bahwa AS tidak boleh jumawa dalam pencapaiannya mengenai teknologi jet tempur siluman, harus dikembangkan lagi karena sewaktu-waktu China dapat mengejarnya.

"Teknologi kami memang lebih canggih, namun teknologi mereka (China) semakin berkembang," kata Carlisle.

Fokus pada pengembangan jet tempur siluman memang bisa memberikan "sepuluh tahun cuti" kepada tentara, karena angkatan udara tidak perlu "berbicara" banyak dalam melawan musuh apabila menggunakan jet tempur siluman. Tapi kenyataannya ini belum teruji, karena F-22 hingga kini belum pernah melakukan misi tempur.

Strategi pertahanan baru Presiden Obama yang mengubah poros ke Asia Pasifik akan memaksa pemimpin Pentagon untuk mengevaluasi kemampuan jet tempur siluman mereka. AS tidak akan memiliki kebebasan menggunakan asetnya di Asia tanpa takut adanya ancaman dari negara-negara seperti China dan Korea Utara.

J-31

Komandan Angkatan Udara AS di Pasifik (PACAF) mendesak pemerintah AS untuk kembali mengembangkan teknologi siluman mereka. Menghadapi ancaman pemotongan anggaran pertahanan yang signifikan di masa-masa mendatang, pengembangan lebih lanjut dari teknologi siluman bisa menjadi omong kosong belaka. Carlisle mengatakan bahwa hal ini sangat tidak bisa diterima.

Para petinggi pertahanan AS banyak yang mengharapkan adanya generasi pesawat pembom (bomber) generasi berikutnya yang lebih baik dan memfokuskan upaya penelitian untuk kemajuan teknologi siluman.

Deputi Menteri Pertahanan AS Ash Carter juga mengisyaratkan kemungkinan penelitian lebih lanjut tentang drone siluman. Dia mengatakan bahwa Pentagon berencana untuk melakukan invesatsi ke dalam teknologi drone yang dapat beroperasi di wilayah yang penuh ancaman.

Kembali ke pesawat siluman terbaru China J-31, secara eksternal pesawat ini memang sangat menyerupai F-22A RAPTOR, dikembangkan oleh Shenyang Aircraft Corporation. Shenyang mungkin mengisyaratkan pesawat ini menjadi alternatif bagi Chengdu J-20, sebagai pilihan masa depan bagi Angkatan Udara atau bagi Angkatan Laut China. Di lain sisi, Shenyang juga memproduksi sendiri jet tempur Rusia Su-33 yang mereka namai sendiri dengan J-15.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/25/2012

Hawk Latihan Menembak di Ponorogo

Fighter dari bumi khatulistiwa Skadron Udara 1 Lanud Supadio Pontianak dan Black Phanter dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, tiba di Lanud Iswahjudi dan disambut langsung oleh Komandan Lanud Iswahjudi, Marsekal Pertama TNI M. Syaugi, S.Sos., di Shelter Skadron Udara 14, Senin, 24 September.

Kehadiran para Fighter dari bumi khatulistiwa dan bumi lancang kuning tersebut, tak lain untuk mengasah kemampuan naluri Fighter sebagai penggempur dan penghancur sasaran baik udara maupun darat yang telah ditentukan dengan menggunakan roket maupun bom.
hawk Indonesia

Dengan menggunakan pesawat tempur jenis Hawk 100/200, baik dari Skadron Udara 1 maupun Skadron Udara 12, latihan ini dimaksudkan untuk menguji kualitas ketepatan menembak bukan menghancurkan sasaran. Sementara latihan direncanakan berlangsung selama 4 hari dengan lokasi latihan di Air Weapon Range (AWR), Pulung Ponorogo.

Black Phanter dari skadron Udara 12, yang tiba lebih dulu di pimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 12 Letkol Pnb M. Yani, menyusul berikutnya, Elang Khatulistiwa dari Skadron Udara 1 Lanud Supadio, dengan Komandan Skadron Letkol Pnb Radar Suharsono, yang kedatanganya di sambut langsung pula oleh Danlanud Iwj Marsma TNI M. Syaugi, S.Sos., dan segenap pejabat Lanud Iswahjudi.

TNI AU

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/25/2012

September 24, 2012

Layar Sentuh digital untuk F/A-18 Super Hornet pada 2015

Boeing telah merancang layar digital 11x19 inci yang akan menampilkan peta untuk dipasang ke dalam kokpit dari pesawat tempur F/A-18 Super Hornet sebagai bagian dari upgrade besar yang direncanakan untuk jet tempur Angkatan Laut AS.

Presiden Boeing Military Aircraft Christopher Chadwick mengatakan bahwa usaha Boeing ini untuk mengisi keterlambatan program F-35 Angkatan Laut AS dan koalisi karena berbagai macam hambatan.

Layar digital Super Hornet
Layar digital Super Hornet

"Instalasi layar besar berikut layar sentuh layaknya iPad pada Super Hornet ini merupakan bagian dari paket upgrade Boeing yang sedang dikembangkan. Akan segera diterapkan pada tahun 2015," kata Philip Carder, juru bicara Boeing.

Pilot nantinya dapat melihat enam layar yang berbeda yang akan mereka operasikan dengan sentuhan jari mereka di layar. Para teknisi Boeing memperhitungkan nantinya para pilot akan mengenakan sarung tangan khusus untuk mengoperasikan aplikasi baru ini.

Layar radar dimanipulasi untuk mendapatkan tampilan 3-D dari ancaman rudal permukaan-ke-udara (SAM) guna memperhitungkan ketinggian dan medan. Jika pilot menginginkan view yang lebih baik dari ancaman rudal SAM, mereka dapat menyentuh dan menarik layar untuk membuatnya lebih besar (zoom).

Beruntung ada Boeing, sebelumnya manajer program Super Hornet Angkatan Laut AS telah "lepas tangan" untuk upgrade selanjutnya dari Super Hornet ini.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/24/2012

Helikopter Serang Mi-35M ke Brasil

Mi-35M Hind E

Rusia telah mengirimkan batch berikutnya dari helikopter serang Mi-35M Hind E ke Brasil dan segera akan menyelesaikan kontrak pada akhir tahun ini juga. Sebanyak 12 helikopter yang dipesan Brsail ditandatangani di bawah kontrak pada tahun 2008 senilai 150 juta dolar. "Tiga helikopter telah disampaikan pada tanggal 29 Agustus," kata Igor Korotchenko, kepala Center for Analysis of Global Arms Trade yang berbasis di Moskow.

"Brasil akan menerima tiga helikopter yang tersisa sebelum akhir tahun ini dan kontrak 2008 akan selesai." Sebelumnya Brasil telah menerima batch pertama pengiriman 6 helikopter Mi-35M, ditambah tiga yang dikirim pada 29 Agustus. Total Brasil sekarang memiliki 9 unit helikopter Mi-35M, disamping menanti pengiriman tiga helikopter lagi sebelum akhir tahun ini.

Mi-24/35 merupakan helikopter unik di jajaran helikopter serang lainnya karena dapat mengangkut pasukan dalam jumlah yang banyak, selain melakukan peran ofensif.

Surat kabar Sao paolo sebelumnya melaporkan bahwa Mi-35M akan digunakan di wilayah Amazon, yang dalam konjungsi dengan wilayah Embraer Brazil dan jet pengawasan wilayah darat. Wilayah Amazon berbatasan dengan Venezuela dan Kolombia, dan merupakan lokasi yang paling menarik bagi hubungan transnasional teroris dan pengedar narkotika.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/24/2012

Pembelian Apache akan Perkuat Alutsista Pertahanan

Apache
 [Foto:Boeing]

Pengamat intelijen, Wawan Hari Purwanto, berpendapat bahwa rencana pembelian delapan unit helikopter Apache dari Amerika Serikat dapat memperkuat alat utama sistem senjata (Alutsista) pertahanan mengingat alustsista yang dimiliki Indonesia banyak yang sudah usang.

"Alutsista kita sudah banyak yang usang karena banyak alutsista kita yang sudah berumur 60-70 an dan banyak juga yang berjatuhan," kata Wawan.

Staf Ahli Wapres Bidang Keamanan itu mengatakan, pembelian delapan unit helikopter Apache ini jelas akan memperkuat dan memberikan perlindungan keamanan nasional bagi Indonesia.

"Kita ingin ke depan ada daya dobrak dan daya gentar bagi negara-negara lain, sehingga negara lain tidak melihat sebelah mata tentang keberadaan Indonesia," lanjut Wawan.

Wawan mengatakan, hubungan Indonesia dengan Amerika cukup bagus, sehingga diharapkan pengadaan alutsista yang sangat canggih dari Amerika itu dapat tercapai.

"Prajurit kita yang terbaik meninggal bukan di pertempuran, tetapi pada saat latihan. Ini disebabkan alutsista kita sudah usang," katanya.

Menurut dia, pemerintah telah berupaya menyediakan anggaran sebanyak-banyaknya untuk pertahanan yang bernilai triliunan rupiah guna mencapai kekuatan pokok minimal (Minimum Esensial Force/MEF).

"Untuk mencapai hal tersebut, Indonesia telah mendapatkan dukungan dari beberapa negara, seperti helikopter Apache dari Amerika dan tank Leopard dari Jerman, yang dibeli secara "G to G" (government to gorvernment/antarpemerintah)," ujarnya.

Ia menambahkan, postur anggaran pertahanan yang ada cukup tinggi, bahkan nomor dua setelah anggaran pendidikan.

"Saya kira tidak ada masalah dengan alokasi anggaran. Dalam penggunaan anggaran pun melibatkan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Irjen Kemhan, Irjen Mabes TNI serta masing-masing angkatan, sehingga ada transparansi penggunaan anggaran," katanya.

Sebelumnya dilaporkan, Indonesia akan membeli delapan helikopter Apache dari Amerika Serikat, yang disebut-sebut menjadi tanda bagi kedua negara untuk memperkuat hubungan menyangkut peningkatan keamanan kawasan.

Menurut laporan AFP seperti yang dipantau ANTARA di New York, Kamis, pembelian itu diungkapkan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Washington, Kamis.

Hillary mengatakan Pemerintah AS telah "menginformasikan kepada Kongres tentang potensi penjualan delapan helikopter AH-64D Apache Longbow kepada pemerintah Indonesia".

"Perjanjian ini akan memperkuat kemitraan menyeluruh kita dan membantu meningkatkan keamanan di kawasan," ujar Hillary.

Ia tidak menyebutkan nilai penjualan kedelapan Apache yang akan dibeli oleh Indonesia itu.

[sumber:ANTARA]

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/24/2012

September 23, 2012

India Order Lebih Banyak Pesawat Hawk

Hawk Trainer
Hawk Trainer

Departemen Pertahanan India telah menerima permintaan untuk proposal dari Hindustan Aeronautics Limited (HAL) mengenai order potensial guna memasok produk dan jasa untuk pembuatan 20 pesawat Hawk Advanced Jet Trainer (AJT).

Pesawat Hawk tersebut yang akan dibuat di HAL di Bengaluru, akan memenuhi kebutuhan bagi tim Aerobatik Angkatan Udara India.

Setelah tercapainya kesimpulan, ini akan menjadi kontrak ketiga yang ditempatkan pada Departemen Pertahanan India untuk penyediaan bahan dan peralatan untuk Hawk Mk132, kontrak sebelumnya adalah untuk 66 pesawat pada tahun 2004, yang terdiri dari 24 pesawat buatan asing dan 42 pesawat lainnya dibangun sendiri oleh HAL atas lisensi, dan kontrak kedua pada tahun 2010 dengan jumlah 57 pesawat.

Berdasarkan kontrak ini, Departemen Pertahanan India bekerjasama dengan MOD india dan HAL untuk membangun lini produksi di India dimana pesawat ini sedang dirakit. Pesawat latih Hawk ini sudah lama berada dalam layanan Angkatan Udara India dan menunjukkan kinerja yang baik.

Guy Griffiths, Group MD, Internasional, mengatakan, "Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk menciptakan keberhasilan Hawk di India dan untuk menunjukkan kemampuan kami dalam menangkap peluang yang signifikan untuk mengatasi kebutuhan modernisasi pertahanan Pemerintah India. Bersama dengan HAL, kami berharap dapat menciptakan postur yang tangguh dengan pesawat yang fantastis bagi Angkatan Udara India."
"Pesawat Hawk telah diekspor secara global. Negara-negara pengguna Hawk antara lain Australia, Kanada, Afrika Selatan, Bahrain, India, Arab Saudi, Inggris dan Indonesia"
Bersama dengan HAL kami berkomitmen untuk memperkuat hubungan melalui diskusi yang sedang berlangsung mengenai eksplorasi peluang bisnis jangka panjang yang berkesinambungan secara global.

Sebuah penambahan potensial untuk armada Angkatan Udara India, sebagai salah satu armada Hawk terbesar di dunia, menjadikan order Hawk di dunia melebihi 1.000 unit.

Pesawat Hawk telah diekspor secara global. Negara-negara pengguna Hawk antara lain Australia, Kanada, Afrika Selatan, Bahrain, India, Arab Saudi dan Inggris. Tim Red Arrows dari Aerobatik Angkatan Udara Kerajaaan Inggris telah menggunakan Hawk BAE Systems sejak tahun 1979.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/23/2012

Latihan Pertahanan Udara Rusia dan Mitra Asia

S-400
Sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia
 
Rusia, Kyrgyzstan, Tajikistan dan Kazakhstan akan melakukan latihan pertahanan udara bersama mulai tanggal 5 hingga 16 Oktober 2012. Latihan yang bersandi "Nebo Chistoye" (Clear Sky) 2012 akan diadakan di wilayah udara Kyrgyzstan, Tajikistan dan Kazakhstan. Latihan ini akan memperlihatkan intersep-intersep oleh rudal-rudal jelajah. Rusia akan diwakili oleh para ahli dari staf Angkatan Udara, MiG-31 Foxhound interseptor dan Pesawat A-50 Mainstay AWACS yang ditempatkan di pangkalan udara Kant di Kyrgyzstan.

Tiga pangkalan udara Kazakhstan akan menjadi tuan rumah dari fase latihan aktif. Bekas bagian dari republik Soviet ini juga akan mengerahkan lima brigade pertahanan udara berikut staf komando. Sejalan dengan konsep latihan, Kyrgyzstan akan memainkan peran sebagai "musuh" dengan jet tempur latihnya L-39 dan Su-25 Frogfoot ground attack aircraft. Tajikistan akan diwakili oleh staf komando Angkatan Udara mereka.

Latihan yang akan diselenggarakan tersebut merupakan bagian dari kerjasama militer antar negara-negara anggota Commonwealth of Independent States (CIS) dan menekankan pentingnya pertahanan udara dari blok di wilayah selatan.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/23/2012

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost