;

August 11, 2012

Venezuela Berencana Beli Sukhoi Su-35

Presiden Venezuela Hugo Chavez mengatakan dirinya tertarik untuk membeli Jet tempur multiguna Sukhoi Su-35 Flanker-E dari Rusia untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negaranya. "Saya telah mengirimkan pernyataan kepada pemerintah Rusia bahwa kami siap mempertimbangkan untuk membeli Su-35 fighter dalam beberapa tahun ke depan untuk memodernisasi dan meningkatkan kekuatan pertahanan kami," Chavez mengatakan, dikutip dari radio nasional Venezuela.

Sukhoi Su-35 Flanker
Sukhoi Su-35 Flanker

Presiden Chavez mengatakan bahwa masalah keamanan, pertahanan dan pembangunan negara harus menjadi prioritas bagi pemerintah Venezuela dalam rangka menjaga kemerdekaan nasional. "Kemerdekaan dan persatuan ini, akan memberi kita kemungkinan untuk membangun Venezuela yang baru, tanah air baru dan untuk mencapai cakrawala baru," tambahnya.

Sukhoi Su-35 didukung oleh dua mesin 117 dengan vectoring dorong, menggabungkan kemampuan manuver yang tinggi dan kemampuan untuk secara efektif bertempur dengan beberapa target udara secara bersamaan. Sukhoi Su-35 disebut-sebut sebagai pesawat tempur generasi 4++ karena menggunakan teknologi pesawat generasi kelima.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/11/2012

Korea Utara Bangun Senjata EMP

Korea Utara saat ini sedang mengembangkan Elektromagnetik Munition Pulse (EMP) untuk melumpuhkan perangkat elektronik militer Korea Selatan dan Amerika, menurut sebuah jurnal dari partai komunis mengutip kejadian terganggunya GPS pesawat terbang Korea selatan yang terbang di dekat zona demiliterisasi yang memisahkan Korea Utara dan Selatan.

Sebuah ledakan dari senjata EMP dapat melumpuhkan sistem senjata yang berbasis elektronik mulai dari jet tempur sampai GPS yang berada di tangan seorang tentara. Ledakan EMP akan terjadi ketika sebuah bom nuklir diledakkan dan radiasi elektromagnetiknya menghantam seluruh sistem elektronik di wilayah yang terkena.

Basis peluncuran rudal
Basis peluncuran rudal Korea Utara

Analis militer Li Daguang, penulis artikel untuk jurnal bulanan Bauhinha, mengatakan Korea Utara secara khusus menargetkan peralatan militer Korea Selatan.

"Korea Utara selalu merencanakan untuk mengembangkan hulu ledak nuklir skala kecil. Di tempat pengembangannya, mereka bisa mengembangkan bom electromagnetic pulse untuk melumpuhkan sistem senjata milik militer Korea Selatan - yang sebagian besar menggunakan peralatan elektronik - bila perlu," tulis Daguang.
"Korea Utara bisa menggunakan ledakan EMP ini untuk melumpuhkan kekuasaan di Korea Selatan sebelum invasi pasukan khusus Korea Utara datang"
Militer dapat membuat ledakan EMP dengan meledakkan sebuah hulu ledak nuklir di atmosfer bumi. Namun, ini bukan satu-satunya metode untuk melumpuhkan perangkat elektronik secara keseluruhan. Sejauh ini Korea Utara telah menyelesaikan dua tes nuklir, namun pemerintah komunis itu telah gagal untuk menghasilkan sebuah rudal balistik (akurasi apapun) yang mampu mengantarkan hulu ledak nuklir.

Daguang mengatakan bahwa Korea Utara bisa menggunakan ledakan EMP ini untuk melumpuhkan kekuasaan di Korea Selatan sebelum invasi pasukan khusus Korea Utara datang.

"Setelah nantinya Korea Utara sudah menguasai sepenuhnya teknologi senjata EMP, mereka sepertinya tidak akan menambah jumlah pasukan khusus," tulis Daguang.

(Gambar: defensetech)

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/11/2012

August 10, 2012

Gambar Hari Ini: Super Hornet Digital

Semoga hari ini adalah hari yang baik bagi Anda. Ini shoot yang mengagumkan dari jet tempur F/A-18E/f Super Hornet dengan modifikasi gambar komputer. Tampak klasik, kuno namun tetap sangar. Gambar diambil dari buku Erik Hildebrant, flynavybook.

modifikasi komputer

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/10/2012

Perang Cyber AS Terhadap Iran Telah Dimulai

Perang Cyber AS terhadap Iran

Perang cyber AS terhadap program nuklir Iran mungkin baru saja dimulai dan ini bisa meningkat menjadi ledakan sesungguhnya yang terpicu oleh sabotase digital. Meskipun rezim Iran masih rentan terhadap serangan cyber yang lebih luas dampaknya seperti worm "Stuxnet" yang mengganggu keberlangsungan pengayaan uraniumnya, tapi Teheran saat ini mungkin telah menerima bantuan proxy dari Rusia untuk keamanan digital mereka, beberapa analis mengatakan.

Program nuklir Iran "benar-benar tidak terlindung dengan baik" dari serangan digital dan Iran akan kesulitan untuk menjaga upaya pengayaan uraniumnya dengan tetap menggunakan perangkat lunak yang sudah rusak, kata David Albright, Presiden Institut Sains dan Keamanan Internasional AS.

"Dengan Stuxnet, mereka telah kehilangan waktu 1 tahun (mundur 1 tahun) dan itu menyebabkan banyak kebingungan. Mereka benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya menimpa mereka, "katanya. "Sepertinya ini masih merupakan cara yang layak untuk mengganggu program nuklir mereka."

Amerika Serikat, yang dituding sebagai dalang dari operasi Stuxnet bersama dengan Israel, mempunyai alasan tersendiri yaitu untuk menekan majunya nuklir dengan kampanye cyber untuk melemahkan ambisi atom Iran, menurut analis.

Serangan cyber berikutnya, mungkin dalam kombinasi dengan spycraft, bisa menonaktifkan valve atau mengeluarkan perintah yang salah yang dapat menyebabkan ledakan di situs-situs Iran yang sensitif. Albright mengatakan, "Saya berharap lebih banyak fasilitas yang dapat diledakkan." Sebuah ledakan besar di pabrik rudal di Iran pada bulan November memicu spekulasi bahwa insiden itu adalah hasil dari sabotase.

"Banyak kemungkinan penyebab ledakan tersebut, bisa jadi suatu pihak mengrimkan sebuah tim untuk mengubah sistem di pabrik rudal Iran tersebut agar rentan, lalu kemudian menggunakan senjata maya di kemudian hari sebagai pemicu ledakannya," kata David Lindahl, Insinyur peneliti di Badan Penelitian Pertahanan Swedia.
"Malware Stuxnet berisi kode berbahaya yang menyebabkan sentrifugal yang digunakan untuk memperkaya uranium terlepas dari kontrol"
Sebuah teknik baru serangan cyber dapat dilakukan dengan memasukkan hardware dengan chip yang telah terinfeksi ke dalam suatu proses industri, bisa melalui agen atau karyawan yang ditipu/disogok atau dengan menembus perangkat lunak diagnostik yang digunakan untuk mengukur pengayaan uranium atau pekerjaan lain, kata Lindahl.

Tetapi beberapa ahli keamanan cyber menduga proxy Rusia tersebut dapat membantu sistem pertahanan digital Iran dan mungkin bisa digunakan Teheran untuk melacak asal virus Stuxnet.

"Hal yang salah kita perhitungkan dalam virus Stuxnet adalah adanya bantuan dari Rusia," kata James Lewis, senior di Pusat Studi Strategis dan Internasional. "Sebelumnya Iran tidak akan pernah tahu tentang hal ini," kata Lewis, mantan pejabat Departemen Luar Negeri dan Perdagangan AS.

Serangan Cyber Masih Efektif untuk Iran

Malware Stuxnet sangatlah rumit, menggunakan thumb drive, berisi kode berbahaya yang menyebabkan sentrifugal yang digunakan untuk memperkaya uranium terlepas dari kontrol. Lalu Stuxnet ini mengirimkan informasi ke operator uranium bahwa sentrifugal masih beroperasi secara normal.

Setelah malware semacam ini ditemukan pada tahun 2010 lalu, setidaknya sudah seribu sentrifugal Iran telah dirusak dan analis memperkirakan program nuklir Teheran telah mengalami kemunduran setidaknya 1 tahun.

Dengan melampaui batas-batas perang cyber, Amerika Serikat telah menempatkan dirinya terbuka untuk pembalasan atas hal ini. Namun para pejabat AS jelas sudah menyadari hal ini, ini lebih baik daripada memerangi Iran secara langsung.

"Serangan bom mungkin akan meledakkan wilayah pengayaan uranium Iran tersebut, tapi akan menimbulkan konflik yang lebih besar dengan Iran dan itu akan menjadi sangat kacau," kata Lewis. "Cyber?? ini jauh lebih bersih."

Seorang petinggi AS yang tidak disebutkan namanya mengakui kepada The New Tork Times bahwa AS dan Israel memang berada di balik operasi digital terhadap Iran, serangan cyber tidak seperti serangan udara, "ini masih lebih masuk akal," katanya.

Worm Stuxnet, Malware Unik

Worm Stuxnet membuat terobosan baru dengan berhasil membajak program yang dirancang untuk mengontrol pembangkit listrik dan sistem industri besar lainnya, kata Sean McGurk, seorang konsultan yang sebelumnya memimpin upaya keamanan Cyber di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

"Stuxnet memiliki kemampuan dekstruktif dan itulah yang membuatnya unik," katanya. Virus super pun tidak bisa mencari target tertentu sementara harus menghindari sistem lain yang tidak sesuai dengan kriteria yang ditargekan. "Hampir semua serangan cyber merusak semua sistem terkait, tapi Stuxnet seperti peluru yang yang sudah ditulis nama seseorang di atasnya," kata Lindahl.

"Kembali menyerang Iran dengan Stuxnet atau virus sejenis akan jauh lebih sulit, karena Iran saat ini telah mengoptimalkan semua sumber dayanya untuk mencoba, menghentikan dan menangkal serangan tersebut," tambahnya. Tapi tetap saja mencegah lebih sulit daripada menyerang. "Bek perlu menjaga semua wilayahnya, sedangkan striker hanya memerlukan 1 tujuan yaitu menjebol gawang."

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/10/2012

August 9, 2012

Rudal Balistik DF-21D China

Sejak Perang Dunia II berakhir, kekuatan Angkatan Laut Amerika Serikat memang tidak terbantahkan dan kapal induk mereka telah menjadi mahkota dunia. Namun, hari-hari dominasi Amerika ini bisa berakhir dengan munculnya rudal balistik baru China yaitu DF-21d. Rudal DF-21d adalah satu-satunya rudal balistik darat yang mampu menenggelamkan sebuah kapal induk sebesar empat setengah hektar hanya dengan satu kali tembakan.

Rudal balistik DF-21D yang merupakan varian D dari rudal Dong Feng-21 adalah yang pertama di dunia sebagai rudal balistik anti kapal (ASBM-anti ship ballistic missile). Jangkauan maksimumnya hingga 3.000 km dan mampu membawa hulu ledak hingga 500 kiloton. Rudal ini dikembangkan oleh Changfeng Mekanika dan Akademi Teknologi Elektronik China sebagai bagian dari upaya modernisasi militer besar-besaran negara itu. Inisiatif difokuskan terutama pada pengembangan teknologi rudal yang luar biasa.

Rudal Balistik DF-21D China
Rudal Balistik DF-21D China
[Foto:chinasignpost.com]

China tidak menjelaskan cara kerja dari sistem rudal balistik baru ini. Para analis militer yakin bahwa semua itu tergantung China selama radar Horizon (OTH) mereka yang memantau wilyah 3.000 km dari Laut Cina Selatan, dimana wilayah tersebut diklaim oleh China. Sistem OTH memantulkan sinyal radar dari ionosfer untuk melihat kelengkungan bumi. Jika OTH mendeteksi suatu armada tempur kapal, sistem instigates dari perangkat satelit Yaogan yang mendeteksi daerah tersebut dan mengirimkan data untuk penargetan yang tepat.

Selain itu, ketika OTH mendeteksi armada yang mendekat, sistem ini akan meluncurkan serangkaian satelit mikro ke orbit rendah dimana hal tersebut akan membantu memperbaiki data penargetan lebih lanjut dan mengirimkan kembali data itu ke pusat komando darat. Selain semua itu, UAV juga akan diterbangkan untuk melacak armada tersebut. Setelah target terkunci, rudal diluncurkan dan hulu ledak dinavigasikan oleh radar aperture sintetis untuk menemukan kapal induk. Semua data yang dikirimkan adalah realtime, artinya minim kesalahan.
"Banyak yang khawatir jika China nantinya mengganti hulu ledak rudal DF-21D dengan hulu ledak nuklir, karena ini hal yang mudah bagi China"
Kemampuan rudal balistik ini dapat digunakan secara efektif oleh China untuk melumpuhkan intervensi kapal-kapal induk Amerika Serikat, katakanlah di selat Taiwan karena saat ini disinilah kemungkinan terjadinya bentrok antara militer China dan Amerika. Rudal balistik DF-21d ini juga dapat digunakan China sebagai "tongkat perintah" untuk menyelesaikan sengketa teritorial lokalnya.

Banyak komunitas keamanan yang khawatir dengan rudal balistik China ini, bahwa hulu ledaknya (FAE) dapat dengan mudah mereka (China) ganti dengan hulu ledak nuklir. Jika itu terjadi, maka akan Jepang dan India akan berlomba-lomba pula untuk menyaingi kekuatan China ini. Kita tahu selalu terjadi ketidakharmonisan hubungan kedua negara tersebut dengan China.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/09/2012

Kopassus Terima 315 Senapan HK MP5 dari Kemenhan

Wamenhan serahkan senjata HK MP5 kepada Kopassus
Dalam rangka memenuhi kebutuhan alat peralatan militer khususnya senapan yang berstandar internasional, serta untuk membangun profesionalitas di tubuh prajurit TNI Angkatan Darat khususnya Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Kementerian Pertahanan menyerahkan senapan semi-auto Laras Pendek HK MP5 sebanyak 315 pucuk kepada Kopassus.

Penyerahan dilaksanakan secara simbolis oleh Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin kepada Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI Agus Sutomo, Rabu 8 Agustus di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. Hadir pada acara tersebut Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan, Mabesad dan Makopassus.
Kopassus Terima 315 Senapan HK MP5
HK MP5 A4
[foto:HK-USA]

Senapan Laras Pendek HK MP5 yang diserahkan tersebut merupakan senapan hasil pengadaan Kemhan pada tahun 2010 yang terdiri dari 220 pucuk HK MP5 A4, 48 pucuk HK MP5 A5, 38 pucuk HK MP5K PWW dan 9 pucuk HK SD6. senapan Laras Pendek HK MP5 yang merupakan buatan Heckler & Koch (HK) Jerman, memiliki spesifikasi berat 2,6 kg, panjang 680 mm dengan kaliber 9 x 19 mm.

Wamenhan dalam sambutannya mengatakan, penyerahan senapan ini merupakan bagian implementasi tanggung jawab negara dalam membiayai dan melengkapi tentara termasuk pasukan khusus yang memiliki kebutuhan sangat spesifik.

Lebih lanjut Wamenhan menjelaskan, bahwa pengadaan untuk kebutuhan Alutsista TNI yang merupakan kebutuhan spesifik dilaksanakan secara langsung dan hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres). Oleh karena itu, pembelian peralatan militer untuk kebutuhan pasukan khusus dilaksanakan secara langsung ke produsen agar terjamin kualitas dan akuntabilitas dari peralatan yang digunakan.
Kopassus Terima 315 Senapan HK MP5
HK MP5 A5
[foto:hk22rimfire]

Kemhan sejak beberapa periode, dimulai Kabinet Indonesia Bersatu I sampai dengan sekarang telah memberikan perhatian khusus dalam rangka menambah kualitas dan kuantitas dari keperluan peralatan pasukan khusus yang diantaranya pengadaan senapan HK MP5 ini. Sebelumnya, Kemhan telah menyerahkan kurang lebih 104 pucuk dan kali ini menyerahkan 315 pucuk, dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan operasional Kopassus.

Wamenhan menambahkan, Kemhan akan terus memberikan perhatian terhadap pasukan khusus agar memiliki kualitas internasional, diantaranya adalah dalam berbagai upaya kerjasama pertahanan dengan negara sahabat, Kemhan selalu memberikan suatu ruang bagi pasukan khusus untuk dapat berinteraksi didalam kerjasama pertahanan antar negara.
[Sumber:Kemhan]

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/09/2012

Rusia dan AS Bersaing Memperebutkan Anggaran Pertahanan India

Kementerian Keuangan India mengalokasikan dana 1,93 triliun rupee ($40 miliar) sebagai anggaran pertahanan negara untuk tahun fiskal 2012-2013. Dibandingkan dengan anggaran fiskal tahun 2011-2012, anggaran militer India ini telah meningkat sebesar 17 persen. Dari angka diatas, jelas ini bukan uang yang sedikit, dan akan diperebutkan oleh negara-negara pengekspor industri pertahanan, antara lain Rusia dan Amerika, pastinya ini akan mereka perjuangkan.

Sekitar $17 miliar dalam anggaran pertahanan India ini dialokasikan untuk pembelian senjata dan peralatan militer. Dari jumlah dana tersebut, 70 persen adalah kontrak yang sudah ditandatangani. Pada rentang 2007-2011, India telah mengimpor peralatan militer dengan menghabiskan dana sebesar $12,65 miliar, yang $10,6 miliar dolarnya merupakan pasokan senjata dari Rusia.

Anggaran pertahanan india 2012-2013

Menurut laporan yang dirilis oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), India adalah importir senjata terbesar di dunia dari 2007 hingga 2011. Jumlah ini merupakan 10 persen dari total jumlah pembelian senjata dunia. Ini merupakan bisnis yang sangat menarik bagi negara-negara yang menjual senjata.


Rusia dan AS sebagai Pemasok Terbesar Senjata Dunia

Sejak dulu, Rusia telah menjadi pemasok terbesar senjata dan peralatan militer ke India. Negara ini (India) menempati posisi terdepan dalam volume keseluruhan dari ekspor senjata Rusia, dan tidak kurang dari 30 persen dari total ekspor senjata Rusia. Volume pesanan untuk senjata Rusia yang digunakan oleh Departemen Pertahanan India saat ini sekitar $ 10,8 miliar. Namun, rival-rival Rusia seperti AS kini secara cermat mengamati "nafsu" belanja India ini.

Pedagang senjata terbesar di dunia adalah Amerika Serikat. Pangsa ekspor senjata AS di pasar global adalah 30 persen. Rusia terus masih menduduki tempat kedua dengan 24 persen, diikuti oleh Jerman (9 persen), Perancis (8 persen) dan Inggris (4 persen).
"Banyak analis yang meyakini bahwa segmen peralatan pertahanan rudal akan menjadi pilihan berikutnya untuk pesanan dari India"
Industri pertahanan Rusia dalam beberapa tahun terakhir telah memperkuat posisinya di pasar senjata global. Menurut analisis pasar senjata untuk tahun 2005-2009, Rusia telah berkontribusi untuk 23 persen dari ekspor senjata global. Namun, bila dibandingkan dengan periode antara 2000-2004, terlihat pengurangan dari pangsa pasar Rusia. Pada saat itu pasar Rusia adalah 31 persen, artinya 1 persen lebih tinggi dari Amerika.

Pasar senjata global telah lama terbentuk. Pasar India, bagaimanapun, adalah sesuatu yang patut diperjuangkan, Amerika Serikat dan Rusia sangat tertarik di dalamnya. Selain itu, India terus meningkatkan teknologi persenjataannya. Banyak analis yang meyakini bahwa segmen peralatan pertahanan rudal akan menjadi pilihan berikutnya untuk pesanan dari India. Saat ini, sistem pertahanan rudal sepertinya memang "belum" diperjualbelikan secara global, selain karena harganya yang mahal, produsen tidak serta merta mengekspornya meskipun ada negara yang meminatinya.

Perjuangan untuk pasar senjata India saat ini sudah berlangsung. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Departemen Luar Negeri AS sedang mencoba untuk melemahkan posisi Rusia dalam pasar senjata di setiap negara pemasok besar, termasuk India.

Kebetulan, peristiwa-peristiwa revolusioner baru-baru ini di negara Arab mungkin adalah alasan bagi AS untuk memperjuangkan pasar senjata India. Kekuatan di negara-negara berubah dan masih belum jelas apakah para penguasa baru akan membeli senjata dari Amerika atau Rusia.


Perubahan Peta Pasar Senjata Dunia

Sebagai contoh, Rusia telah mempersenjatai Libya selama bertahun-tahun. Sebagai akibat dari kudeta militer tahun 2011, kerugian total dari kerja sama teknis-militer Rusia, menurut Rosoboronexport adalah sebesar $4 miliar AS. Setahun sebelumnya, Rusia harus membatalkan kontrak menguntungkan untuk menjual senjata ke Iran sehubungan dengan Sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran. Inilah yang menjadikan mengapa pasar stabil India sangat menarik bagi Rusia.

Pada tahun 2011, Perusahaan Pertahanan AS telah membuat transaksi ekspor $34,8 miliar. Sebagai perbandingan, tahun lalu Rusia menjual persenjataan dan peralatan militer ke luar negeri sebesar $13,2 miliar - $1,9 miliar lebih rendah dari yang direncanakan.
"Volume ekspor senjata AS pada tahun fiskal 2012 yang berakhir pada 30 September nanti akan mencapai $60 miliar"
Pada tahun 2012 Rusia akan menjual senjata dan peralatan militer untuk $13,5 miliar, seperti yang dinyatakan oleh Mikhail Dmitriev, direktur Layanan Federal Rusia untuk Kerjasama Teknik Militer. Menurutnya, sampai saat ini portofolio pesanan senjata sudah lebih dari $40 miliar.

Pentagon telah memprediksi tahun ini sebagai rekor bagi ekspor AS senjata. Volume ekspor senjata AS pada tahun fiskal 2012 yang berakhir pada 30 September nanti bisa mencapai $60 miliar. Para analis yakin bahwa "pertempuran" ini belum sepenuhnya terjadi. Pasar India yang dipertaruhkan, Amerika Serikat dan Rusia harus berjuang untuk itu.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/09/2012

August 8, 2012

Helikopter Boeing CH-47 Chinook

Boeing CH-47 Chinook pada awalnya dirancang dan diproduksi oleh Boeing Vertol di awal tahun 1960. Helikopter ini sekarang diproduksi oleh Boeing Defense, Space & Security. Chinooks telah dijual ke 16 negara antara lain US Army dan Royal Air Force (Boeing Chinook varian dari Inggris) sebagai pengguna terbesar. Peran utamanya meliputi pengangkut pasukan, artileri dan memasok peralatan di medan perang.

Helikopter Boeing CH-47 Chinook
(Gambar: Alirliners.net)

Boeing CH-47 Chinook adalah helikopter transportasi berat dengan mesin dan dual rotor. Walapun bertubuh besar dan panjang, Chinook memiliki kecepatan 170 knot (196 mph, 315 km/jam). Lebih dari 1.179 unit Chinook telah dibuat sampai saat ini.

Nama "Chinook" diambil dari orang-orang dari Chinook, Barat Laut Pasifik. Chinook didukung oleh dua mesin turboshaft, di pasang pada setiap sisi bagian belakang helikopter dan terhubung ke rotor. 

Membawa mobil

Kokpit

Mesin rotor

Kargo

Helikopter Boeing CH-47 Chinook
(Gambar: Airliners.net)


Karakteristik Umum
Kru
3 (pilot, co-pilot dan teknisi penerbangan)
Kapasitas
33-55 personil atau 12 ton kargo
Panjang keseluruhan (dengan rotor)
30,1 m
Diameter rotor
18,3 m
Tinggi
5,7 m
Disc Area
260 m2
Berat kosong
10.185 kg
Maksimum berat take off
22.680 kg
Powerplant
Mesin 2 × Lycoming T55-GA-712 turboshaft, £ 3,750 (2.796 kW)
Performa
Kecepatan maksimum
315 km/jam
Kecepatan jelajah
220 km/jam
Jarak tempuh
741 km
Service ceiling
4.640 m
Kecepatan naik
10,1 m/detik
Disc loading
47 kg/m2
Daya
460 W / kg
Persenjataan
Sampai  3 pintle mount senapan mesin sedang (satu di loading ramp dan 2 di jendela samping). Umumnya yang dipakai adalah senapan mesin FN MAG dan M240.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/08/2012

Iran: Kami Belum Berencana Bangun Kapal Selam Nuklir

Kepala Organisasi Energi Atom Iran menegaskan bahwa Iran saat ini belum memiliki rencana untuk mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir, meskipun ada dukungan untuk rencana itu di dalam parlemen Iran.

Para pejabat AS sebelumnya banyak yang mengejek isu ide kapal selam nuklir Iran ini, dan mengatakan bahwa sesungguhnya program nuklir Iran masih "bau kencur". Berpikir bahwa ilmuwan negara Iran dapat membuat reaktor nuklir untuk kapal selam adalah mimpi yang panjang.

Bersama ilmuwan Iran
Presiden Ahmadinejad bersama ilmuwan Iran

Langkah parlemen Iran menyusun RUU untuk memperkaya uranium untuk reaktor nuklir pada kapal selam merupakan sebuah langkah pembangkangan simbolis dalam menghadapi sanksi internasional yang dikenakan pada Iran karena program nuklirnya, seorang analis pertahanan mengatakan.

Fereydoun Abbasi Davani, Direktur Organisasi Energi Atom Iran, memastikan dan menunjukkan bahwa Iran memiliki kemampuan untuk merancang sebuah kapal selam nuklir. Hanya saja itu belum dimulai, belum. "Saat ini kami belum punya rencana untuk program kapal selam nuklir," kata Abbasi Davani.

Dia bersikeras bahwa program nuklir Iran hanya difokuskan pada minat dan aktivitas non-militer, yang pengayaannya tetap di Teheran. Jika Iran berubah pikiran dalam hal untuk mengembangkan kapal selam nuklir, Abbasi Davani mengatakan pemerintah akan memberitahukan hal tersebut kepada Badan Energi Atom Internasional PBB.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/08/2012

August 7, 2012

China Akses 80 Persen Komunikasi Dunia

China telah menemukan semacam "backdoor" untuk mengakses 80 persen dari komunikasi dunia untuk mendapatkan informasi yang dikirimkan melalui internet dan database infrastruktur sensitif, seperti yang dituliskan oleh seorang analis senior pertahanan Pentagon.

F.Micahel Maloof, yang sekarang menulis untuk WND, mengutip Huawei Technologies C0 Ltd dan ZTE Corporation yang adalah perusahaan pemerintah dan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China dapat menggunakan "backdoor" ini untuk mendapatkan akses ke informasi di seluruh dunia melalui jaringan komersial yang telah diinstal oleh setiap produsen elektronik China.

Program backdoor China

"Kedua perusahaan tersebut telah memberikan China remote akses "backdoor" elektronik melalui peralatan yang telah mereka instal dalam jaringan telekomunikasi di 140 negara. Perusahaan telekomunikasi China menempati peringkat ke 45 dari seluruh operator telekomunikasi terbesar di dunia," tulis Maloof.

Kini China telah berusaha untuk lebih lagi dan sedang bekerja untuk mengakses 20 persen sisanya. Individu dan perusahaan yang berkomunikasi melalui jaringan mereka yaitu virtual private network/VPN sangat rentan terhadap hal ini. Saat ini telah banyak jaringan-jaringan yang "bocor" ke kolektor data China, terutama jaringan-jaringan perusahaan yang berbasis di negara-negara seperti Meksiko.

Pejabat Pemerintah AS menyadari ancaman ini. Komite Intelijen AS telah ditugaskan untuk menyelidiki dua perusahaan China ini. Departemen Perdagangan AS telah melarang Huawei untuk membangun jaringan nirkabel nasional, Maloof mengatakan.

Bahaya cyber dari China sangatlah berbahaya dan harus segera diantisipasi. Ini juga mengingatkan kita kepada kasus temuan 1.800 perangkat elektronik China di dalam peralatan penting militer AS seperti sistem pertahanan rudal dan sensor intelijen. Sebuah genderang perang untuk kesadaran dunia maya bagi Pentagon.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/07/2012

Roket Rusia Gagal Mengorbitkan Satelit Indonesia

Program ruang Angkasa Rusia mengalami kembali pukulan setelah roket Rusia (Proton-Mrocket) tanpa awak yang membawa dua satelit komunikasi telah gagal mencapai orbit, merupakan kegagalan terbaru dalam serangkaian kegagalan program luar angkasa Moskow. Miris, ini terjadi sehari setelah NASA berhasil mendaratkan wahana robotik di planet Mars.

Badan Ruang Angkasa Rusia Roscosmos mengatakan bahwa modul penguat sekunder dari roket Proton-M yang membawa satelit Rusia dan Indonesia telah mati lebih awal dari perkiraan setelah lepas landas dari kosmodrom Baikonur di Kazakhstan pada akhir Senin. Jenis roket sepanjang 50 meter dengan daya angkut 20 metrik ton itu memang sudah biasa digunakan oleh Rusia untuk meluncurkan satelit sejak tahun 1965.
Rusia gagal luncurkan satelit Indonesia
Roket Proton-M Rusia diangkut ke landasan peluncuran
di Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan

Kegagalan terjadi sehari setelah NASA berhasil mendaratkan laboratorium keliling yang berukuran mobil kompak di Mars setelah perjalanan selama delapan bulan, 566 juta kilometer dari Bumi.

Merupakan sebuah kesalahan yang terulang dari kecelakaan peluncuran satelit Express AM-4 musim panas lalu yang telah menelan biaya sebesar 170 juta dolar, ini menambah keraguan tentang kehandalan roket pegantar Rusia ini.

Roscosmos mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pendorong Briz-m telah menembakkan mesinnya sesuai target waktu, tapi hanya bekerja selama 7 menit dari 18 menit 5 detik yang dibutuhkan untuk mendorong satelit ke orbit seperti yang direncanakan.

"Praktis tidak ada kesempatan satelit berpisah dari booster dan mencapai orbit," kata seseorang di kantor berita RIA.

Peluncuran roket Proton tersebut kemungkinan besar akan ditunda sambil menunggu analisis pakar mengenai kegagalan tersebut, sumber tersebut mengatakan.
"Telkom-3 Indonesia, adalah satelit pertama yang dibeli Indonesia dari Rusia, dibangun oleh ISS Reshetnev dengan peralatan komunikasinya dibuat oleh Perancis"
Moskow, yang menjalankan sekitar 40% peluncuran satelit dunia, sedang berjuang untuk mengembalikan kepercayaannya setelah serangkaian kecelakaan tahun lalu, termasuk kegagalan misi ke satelit Mars Phobos.

Telkom-3 Indonesia, adalah satelit pertama yang dibeli Indonesia dari Rusia, dibangun oleh ISS Reshetnev dengan peralatan komunikasinya dibuat oleh Perancis- pembuat satelit Thales Alenis Space. Satelit ini memiliki kapasitas 42 transponder aktif untuk memenuhi kebutuhan layanan bisnis komunikasi Indonesia.

Ekspres MD2, adalah satelit komunikasi kecil, yang dibuat oleh Khrunichev State Research dan Production Space Centre, untuk Perusahaan Komunikasi satelit Rusia (RSCC).
Foto: Roscosmos
Sumber:  Guardian.co.uk

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/07/2012

RI Tengah Menunggu Kapal Selam dari Korsel

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI terus memperbarui alat utama sistem persenjataan (alutsista) di tubuh TNI. Selain membeli Tank Leopard 2, saat ini Kemenhan tengah menunggu tiga kapal selam berteknologi canggih dari Korea Selatan.

"Saat ini masih dibuat di Korea Selatan," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, saat meninjau proses penyelenggaraan bazaar murah yang digelar di Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa 7 Agustus 2012.

Korea Selatan
Kapal selam U214 Korea Selatan

Menhan menjelaskan, pembelian tiga kapal selam tersebut tak hanya pembelian kapal selam semata, namun ada proses transfer teknologi  dari Korea Selatan ke Indonesia. Sehingga, nantinya diharapkan Indonesia bisa membuat kapal selam sendiri.

"Memang satu unit yang dibuat di Korsel. Nanti secara bertahap kami akan membuat bersama-sama, dan kemudian cita-cita kita bisa membuat sendiri di Indonesia," jelas Purnomo.

Ketika ditanya oleh wartawan terkait teknologi tiga kapal selam lebih canggih dari yang dimiliki Malaysia, Purnomo hanya menjawab pihaknya ingin kapal selam yang dapat beroperasi dengan baik. "Tentunya dengan teknologi yang mutakhir untuk menghadapi tantangan ke depan," cetus Purnomo.
"Kehadiran kapal selam akan meningkatkan alutsista yang dimiliki TNI AL. Sehingga, daya tempur dan daya tangkal TNI AL juga akan semakin kuat"
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno menjelaskan, kapal selam dari Negeri Ginseng tersebut baru pada awal 2015 diperkirakan masuk ke Indonesia. "Tahun berikutnya kapal selam yang kedua," tutur Laksamana TNI Soeparno usai penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana di Pelabuhan Indah Kiat, Merak, Kota Cilegon, Banten, Kamis 4 Juni 2012.

Ia memaparkan, kapal selam yang ketiga pembuatannya diharapkan bisa dikerjakan di Indonesia, bekerja sama dengan Korsel.

Soeparno berharap, kehadiran kapal selam akan meningkatkan alutsista yang dimiliki TNI AL. Sehingga, daya tempur dan daya tangkal TNI AL juga akan semakin kuat.

Sumber: tribunnews

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/07/2012

TNI AU Terima Empat Pesawat Super Tucano Brasil

Perusahaan pembuat pesawat terbang Brasil, Empresa Braziliera de Aeronautica (Embraer), mengatakan mereka telah mengirim empat pesawat tempur ringan A-29 Super Tucano pesanan TNI Angkatan Udara. Pengiriman itu ditandai dengan upacara dipabrik mereka yang terletak 270 km dari ibukota Brasil, Sao Paulo, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Keempat pesawat itu adalah bagian dari delapan pesawat serupa yang dipesan TNI AU tahun 2010 lalu untuk menggantikan armada OV-10 Broncos. Kedelapan pesawat itu akan menjadi milik Skadron Udara 21 Lanud Abdurrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

TNI AU terima 4 Super Tucano
Super Tucano
Foto: Flightglobal

"Di akhir tahun 2012 direncanakan, delapan pesawat Super Tucano tiba di Malang, ujar Kasi Pemeliharaan Skadron Udara 21, Mayor Anton Firmansyah, dalam siaran pers TNI AU.

Sebelum dikirim ke Indonesia, akhir Juli lalu tim gabungan Kementerian Pertahanan dan TNI AU tiba di fasilitas produksi Embraer di Gaveao Peixoto untuk memeriksa pesawat pesanan nomor produksi 179 dan 180.

Tim pemeriksa yang dipimpin oleh Letkol Lek Alit Erbawa dengan anggota Letkol Tek Sianturi, Mayor Pnb James Yanes Singal dan Mayor Tek Yani Prasetyo melakukan pemeriksaan pesawat meliputi dokumen, pencocokan komponen pesawat, interior pesawat, pengecatan dan uji terbang. Khusus uji terbang dilaksanakan oleh test pilot Embraer dan Komandan Skadron Udara 21, Mayor Pnb James Yanes Singal.
"Super Tucano dilengkapi dua senapan mesin di sayap serta 5 pod di sayap untuk mengangkut rudal, roket atau bom dengan berat hingga 1,5 ton"
Pemeriksaan di darat dimulai dari melihat kondisi fisik pesawat, pemeriksaan instrumen pesawat sebelum dan sesudah mesin dinyalakan dan pemeriksaan kendali pesawat selama proses lepas landas dan mendarat. Dalam uji terbang yang dilaksanakan hingga ketinggian 25.000 kaki, diperiksa beberapa sistem pesawat yang meliputi sistem bahan bakar, tekanan udara, auto pilot, mesin, navigasi, komunikasi, penembakan (simulasi) dan

Super Tucano EMB-314 mengandalkan mesin tunggal Embraer, untuk melakukan tempur taktis bagi bantuan pasukan infanteri maupun kavaleri. Pesawat ini memiliki kemampuan menjejak posisi musuh dengan cepat serta memiliki kemampuan menghancurkan. Super Tucano dilengkapi dua senapan mesin di sayap serta 5 pod di sayap untuk mengangkut rudal, roket atau bom dengan berat hingga 1,5 ton.

Sebagian persenjataan pesawat Tucano ini akan dilengkapi dengan misil buatan dalam negeri dan sebagian lagi masih menggunakan produk misil impor seperti misil MAA-1 Piranha, yang merupakan misil andalan pesawat ini.
Embraer adalah pabrik pesawat terbang komersial terbesar ketiga di dunia setelah Boeing di AS dan Airbus di Eropa.

Sumber: okezone

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/07/2012

TNI Resmi Beli Rudal C-705 dari Cina

TNI Angkatan Laut memastikan akan membeli rudal C-705 dari Cina pada tahun 2013. “Rudal ini memiliki akurasi yang sangat tinggi,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Untung Suropati, Ahad 5 Agustus 2012.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Hartind Asrin, mengatakan rudal dengan jarak tempuh 135 kilometer ini telah diuji dua kali di Selat Sunda sejak 2011. “Rudal ini terbukti efektif setelah diuji coba,” kata Hartind.

Rudal Indonesia
Rudal C-705

Kementerian Pertahanan mengatakan rencana pembelian rudal ini sudah dibicarakan dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Cina, Maret 2012 lalu. Rencana ini kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan bertajuk “First Defense Industry Cooperation Meeting RI-China”, akhir bulan Juli 2012 lalu.

Pada 30 Agustus nanti, Hartind menambahkan, Cina akan memberikan proposal tahap pertama yang berisi spesifikasi teknis. Baru, pada September, kedua pihak akan menentukan harga dan jumlah rudal yang dibeli. Jika tak ada halangan, ujar dia, pemerintah akan meneken kontrak pembelian rudal C075 pada 1 Maret 2013.
"Rudal Yakhont cocok untuk pertempuran di perairan luas, sedangkan C-705 cocok di perairan kepulauan seperti di Indonesia"
TNI Angkatan Laut juga pernah menguji rudal Yakhont asal Rusia pada 2011 lalu. Rudal ini, kata Untung, berbeda dengan rudal C-705. "C-705 memiliki jangkauan setengah dari rudal Yakhont," ucapnya. Karena itu, ujar Untung, Yakhont cocok untuk pertempuran di perairan luas, sedangkan C-705 cocok di perairan kepulauan.

Wakil Ketua Komisi Pertahanan Tubagus Hasanuddin mengatakan pembelian rudal C-705 telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. “Sudah dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2010,” kata Hasanuddin.

(Foto: chinesemilitary.info)

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/07/2012

August 6, 2012

Dua View dari Kokpit Boeing C-17

Farnborough, Inggris - Pesawat kargo Boeing C-17 Globemaster III adalah armada angkut "pekerja keras" di tubuh Angkatan Udara AS, dan sesuai dengan slogan dagangnya : "The only one of its kind: Both strategic and tactical"

Sebuah C-17 bisa lepas landas dari Amerika Serikat, terbang langsung ke tujuan di Afghanistan, kemudian mendarat di sebuah landasan pacu pendek 3.000 kaki dan tidak rata. Itu berarti, dalam banyak kasus, C-17 dapat membawa penuh muatannya persis seperti yang dibutuhkan, daripada memaksa unit di lapangan untuk memecah-mecah muatan, sebagian dibawa oleh pesawat angkut kecil seperti C-27j Spartan dan sebagian atau beberapa bagian lainnya diangkut dengan helikopter.

Disini ada 2 view/pemandangan dari kokpit C-17 yang diambil beberapa hari lalu di sebuah pertunjukan udara. Di gambar ini Anda dapat melihat apa yang sebagian pilot C-17 lihat. Di gambar kedua terlihat juga "pekerja keras" lain dari Angkatan Udara, kargo yang lebih kecil dari C-17: Hercules C-130 Lockheed Martin.

pesawat kargo
pesawat kargo
59PJYKJBX5C4

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/06/2012

August 5, 2012

HIMARS, Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi

HIMARS adalah akronim dari The high-mobility artillery rocket system atau Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi, merupakan anggota baru dari keluarga multiple-launch rocket system (MLRS). HIMARS adalah sistem roket artileri yang sangat mobile  yang menawarkan daya tembak layaknya MLRS dari atas chassis roda. HIMARS dikembangkan oleh Lockheed Martin dibawah program advanced concept technology demonstration (ACTD), digagas pada tahun 1996.

Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi
HIMARS adalah sistem roket artileri yang sangat mobile dengan daya tembak sekelas MLRS

Tujuan dibuatnya HIMARS adalah untuk memborbardir dan mengalahkan artileri, konsentrasi pertahanan udara, truk, baja ringan dan kendaraan angkut personel, serta pasukan dukungan dan konsentrasi pasokan. HIMARS memiliki kemampuan meluncurkan roket lalu kemudian bergerak menjauh dari daerah tersebut dengan kecepatan tinggi sebelum pasukan musuh menemukan lokasi peluncuran.


Pesanan dan Pengiriman HIMARS

Pada bulan Januari 2000, Lockheed Martin diberikan kontrak EMD (engineering and manufacturing development) untuk menyediakan enam unit peluncur HIMARS. Dua unit peluncur HIMARS di pesan dalam waktu 2 tahun oleh Korps Marinir AS untuk evalusi penggunaan.

HIMARS menembakkan roket
HIMARS menembakkan roket

Pada Maret 2003, Angkatan Darat dan Korps Marinir AS menandatangani kontrak untuk produksi rendah tingkat awal (LRIP) dari 89 peluncur HIMARS untuk Angkatan Darat dan 4 untuk Korps Marinir AS (USMC). Kontrak LRIP kedua muncul pada bulan Januari 2004, 25 unit untuk Angkatan Darat dan 1 untuk USMC. Kontrak ketiga kembali diberikan pada Januari 2005, 35 HIMARS untuk AD dan 1 untuk marinir.

Pada November 2004, HIMARS berhasil menyelesaikan tes awal operasional dan evaluasi (IOT & E). Tiga prototipe HIMARS berhasil dioperasikan dengan baik dalam pertempuran selama Operasi Pembebasan Irak.
"HIMARS menembakkan roket lalu bergerak ke wilayah lain dengan kecepatan tinggi"
Secara resmi, HIMARS mulai beroperasi pada bulan Juni 2005 di bawah komando Artileri Medan 27, Korps Airborne 18 di Fort Bragg, North Carolina. Kontrak penuh pertama diberikan pada bulan Desember 2005. Total, direncanakan 900 unit akan melengkapi Angkatan Bersenjata AS.

Himars menembakkan amunisi MLRS dengan jangkauan 300km
Himars menembakkan amunisi MLRS dengan jangkauan 300km

Korps Marinir pertama AS yang dilengkapi dengan HIMARS, Batalion 2 dari Resimen Marinir 14, dikerahkan ke Irak pada Juli 2007.

Pada September 2006, Uni Emirat Arab memesan 20 peluncur HIMARS lengkap dengan amunisi ditambah dengan 101 ATACMS block 1A, 101 ATACMS block 1A Unitary, 104 MLRS, 130 GMLRS dan 130 GMLRS unitary rocket. HIMARS pertama diterima UEA pada akhir 2009 dan pada 2011 total biaya pesanan UEA untuk HIMARS mencapai 752 juta dolar.

Pada Januari 2007, Lockheed Martin memperoleh kontrak lebih lanjut untuk memproduksi 44 unit HIMARS untuk Angkatan Darat AS dan 16 unit untuk korps marinir.

Pada bulan September 2007, Kongres AS telah diberitahu tentang rencana penjualan 18 peluncur HIMARS ditambah 32 Unitary GMLRS dan 30 MLRS practice rocket ke Singapura. Peluncur HIMARS pertama dikirim pada bulan Juli 2010. Ini ditugaskan dalam armada Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) pada September 2011.

Parade HIMARS menembakkan rudal ATACMS
Parade HIMARS menembakkan rudal ATACMS

Kontrak kembali diserahkan pada Januari 2009, 57 unit untuk Angkatan Darat AS dan 7 unit untuk Korps Marinir AS.

Pada bulan November 2010, BAE Systems menandatangani kontrak 16,3 juta dolar dengan US Army Tank-Automotive and Armaments Command (TACOM) untuk memasok 44 kendaraan tambahan HIMARS. Kontrak tersebut merupakan tindak lanjut atas kontrak 24 juta dolar pada Juni 2010 untuk 63 kendaraan HIMARS dan kit aplikasinya.
"Proses awal identifikasi target hingga peluncuran hanya membutuhkan waktu sekitar 16 detik"
Pada bulan Januari 2011, Angkatan Darat AS menempatkan kontrak sebesar 139,6 juta dolar dengan Lockheed Martin untuk 44 unit HIMARS, menambah total HIMARS yang dimiliki AD sebelumnya yaitu sebanyak 375. Pengiriman kemungkinan akan diselesaikan pada awal 2013 nanti. AD AS menerima HIMARS yang ke-400 pada September 2011.

sistem roket artileri mobilitas tinggi
HIMARS resmi digunakan AS pertama kali pada Juni 2005


Sistenm Kontrol Penembakan Roket HIMARS

HIMARS tetap mempertahankan fitur self-loading dan otonom yang sama diterapkan pada MLRS. Upgrade dari Improved launcher mechanical system (ILMS) dan electronics of the improved fire control system (IFCS), yang juga terpasang di peluncur M270 MLRS juga dipasang pada HIMARS.

Universal fire control system (UFCS) Lockheed Martin , yang merupakan upgrade evolusi lebih lanjut dari sistem kontrol tembak sebelumnya, telah diselesaikan dan lulus uji coba dan pada 2008 sudah dipasang pada produksi-produksi HIMARS selanjutnya. Sukses uji coba penembakan HIMARS dengan rudal ATACMS (pada Maret 2008) dan roket GMLRS (pada Mei 2008) tidak lain karena dukungan GPS UFCS terbaru.

menembakkan rudal dari kendaraan taktis FMTV
Tiga HIMARS menembakkan rudal dari kendaraan taktis FMTV

HIMARS dioperasikan oleh tiga kru - komandan, pengemudi dan penembak - tetapi dengan sistem kontrol tembak yang berbasis komputer memungkinkan hanya dua atau bahkan seorang kru untuk mengoperasikan HIMARS. Sistem kontrol tembak termasuk video, kontrol keyboard, gigabyte program penyimpanan dan global positioning system (GPS). Komputer kontrol tembak memungkinkan misi tembak dilakukan dalam mode otomatis atau mode manual.

Dalam suatu misi, pos komando dan kontrol akan mengirimkan data target melalui link data yang aman ke komputer on-board HIMARS. Komputer kemudian menontrol peluncur dan memberikan sinyal cepat untuk kru untuk bersiap dan menembak pada nomor yang sudah dipilih. Proses awal identifikasi target hingga peluncuran hanya membutuhkan waktu sekitar 16 detik.


Amunisi HIMARS

Selain amunisi standar MLRS, HIMARS mampu meluncurkan seluruh amunisi dari keluarga MLRS, termasuk roket extended-range, roket praktis reduced-range dan semua varian roket masa depan. HIMARS membawa 6 roket tunggal MLRS dalam 1 pack, atau satu roket army tactical missile system (ATACMS).

Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi
Bobot HIMARS 24.000 pon, setengah dari berat MLRS

Roket extended-range MLRS (ER-MLRS) meningkatkan jangkauan dari 32 km ke lebih dari 45km.
"Pada bulan April 2004, HIMARS berhasil uji tembak roket GMLRS, dengan jangkauan lebih dai 70 km"
Perpanjangan ukuran dari motor roket telah menjadikan pengurangan muatan untuk 518 granat M85, tapi dispersi dari granat ditingkatkan untuk efektivitas yang lebih baik dengan granat yang lebih sedikit.

Pada bulan April 2004, HIMARS berhasil uji tembak roket GMLRS, dengan jangkauan lebih dai 70 km.

Roket GMLRS dari Lockheed Martin memiliki GPS (global positioning system) dan paket bimbingan inersia dan canards kecil di moncong roket untuk meningkatkan akurasi. Roket GMLRS siap pakai pada bulan Desember 2002 dan diproduksi mulai April 2003.

menembakkan rudal jarak jauh dengan dipandu GPS
HIMARS menembakkan rudal jarak jauh dengan dipandu GPS

HIMARS juga mampu menembakkan rudal jarak jarak jauh ATACMS (army tactical missile system). Keluarga ATACMS meliputi Blok 1, Blok 1A dan 1A Blok Unitary. Rudal Blok 1 memiliki jangkauan lebih dari 165 km dan rudal Blok 1A memiliki jangkauan lebih dari 300km. Rudal Blok1A Unitary pertama kali digunakan dalam mendukung Operasi Pembebasan Irak pada Maret/April 2003.
"HIMARS mampu meluncurkan seluruh rudal dari keluarga rudal MLRS, termasuk rudal jarak jauh"
Program untuk mengembangkan rudal Blok II dan rudal Blok IIA dibatalkan pada Februari 2003.


Kendaraan

HIMARS membawa 6 roket dalam 1 pack dengan menggunakan truk kendaraan taktis menengah (FMTV) 6x6 all-wheel drive yang disuplai dari Armor Holdings Tactical Vehicle Systems Division (sekarang BAE Systems Mobility & Protection Systems), Texas.

Truk HIMARS berbobot sekitar 24.000 pon (sekitar 10.886 ton), lebih ringan dibandingkan dengan MLRS M270 yang seberat 44.000 pon (19.958kg).

meluncurkan roket dengan sistem IFCS
HIMARS meluncurkan roket dengan sistem kontrol tembak IFCS

HIMARS dapat ditransportasikan dengan pesawat C-130, yang memungkinkan HIMARS dapat berpindah ke daerah-daerah yang sebelumnya tidak dapat diakses oleh pesawat yang lebih besar seperti C-141 dan C-5 (pesawat militer terbesar di dunia) yang diperlukan untuk mengangkut M270.

Karakteristik HIMARS
Kru 3 awak - komandan, pengemudi dan penembak -
Produsen Lockheed Martin, HIMARS Vehicle, BAE Systems
Panjang 7m
Lebar 2,4m
Tinggi 3,2m
Berat 24.000 pon (10,886 ton)
Jarak tempuh 480 km

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/05/2012

Rusia Uji Coba Sistem Rudal Pertahanan Udara S-400

Pasukan Aerospace Defense Rusia akan melakukan tes penembakan pertama mereka atas Sistem Rudal Pertahanan Udara  terbaru mereka yaitu S-400 pada tanggal 10-16 Agustus mendatang di wilayah uji coba Ashuluk di negara bagian Astrakhtan, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Letkol. Dmitry Zenin, mengatakan.

Sistem rudal pertahanan udara Rusia
Sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumph

"Latihan taktis pertama akan berlangsung di wilayah uji coba Ashuluk dari tanggal 10-16 Agustus yang melibatkan pasukan sistem S-400 dan juga senjata-rudal sistem C Pantsir," katanya. Penembakan S-400 akan dilakukan oleh dua unit dari distrik Dmitrov dekat Moskow, katanya.

Empat batalyon Pasukan Aerospace Rusia saat ini dilengkapi dengan S-400, dan yang kelima akan beroperasi pada akhir tahun ini. S-400 adalah sistem rudal yang sangat canggih dan merupakan sistem pertahanan rudal jarak jauh, yang mampu melumpuhkan berbagai sasaran udara mulai dari helikopter dan rudal jelajah, pesawat dan rudal jarak menengah dan rudal balistik.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/05/2012

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost