;

July 21, 2012

Jepang Tuduh China Ekspor Peluncur Rudal ke Korut

Jepang memiliki bukti bahwa sebuah perusahaan China telah mengekspor kendaraan ke Korea Utara yang mampu mengangkut dan meluncurkan rudal, seperti yang dilaporkan media Jepang baru-baru ini. Jika hal ini benar, berarti China melakukan pelanggaran atas sanksi PBB kepada Korea Utara. China menyebut informasi itu tidak akurat, dan membantah telah melanggar restriksi PBB.

Menurut laporan Jepang, empat unit dari kendaraan tersebut dikirim dari Shanghai ke Korea Utara pada Agustus tahun lalu, dengan menggunakan kapal "Harmony Wish", sebuah kapal kargo berbendera Kamboja. Pemerintah Jepang melacak kapal tersebut melalui satelit, dan mencari tahu muatannya, ketika transit di Jepang pada bulan berikutnya, kata laporan itu.

Kendaraan Peluncur Rudal Korea Utara

Kendaraan peluncur rudal tersebut - disebut TELs, untuk transporter, peluncur erector, - menjadi fokus perhatian internasional ketika Korea Utara menampilkannya beberapa waktu lalu selama parade militer di Pyongyang.

Juru bicara pemerintah Jepang menolak untuk mengkonfirmasi kebenaran hal ini. Tapi dia mengatakan bahwa jika perlu, Jepang akan bekerjasama dengan masyarakat internasional untuk menentukan apakah peraturan PBB telah dilanggar oleh China. Di Beijing, Liu Weimin, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, mengatakan negaranya tidak melanggar semua larangan tersebut.

"Perusahaan China tidak melanggar hukum PBB," katanya, sambil menyebut laporan Jepang tersebut tidak akurat. Dia tidak secara khusus mengkonfirmasi atau menyangkal penjualan kendaraan peluncur rudal tersebut, namun mengatakan bahwa China menentang proliferasi dan "mematuhi hukum dan peraturan PBB."
'Diyakini, kendaraan yang diekspor China itulah yang ditampilkan Korea Utara dalam parade militer di Pyongyang'
Meskipun tidak ada kendaraan yang mencurigakan yang berada di atas kapal ketika digeledah di Jepang, pihak berwenang Jepang menemukan dokumen yang merinci kargo itu telah dibongkar di Korea Utara, dan itu termasuk kendaraan, menurut Asahi, surat kabar utama Jepang, mengutip sumber beberapa sumber pemerintah dengan tidak menyebutkan nama.

Diyakini, kendaraan yang diekspor China itulah yang ditampilkan Korea Utara dalam parade militer yang digelar tak lama setelah peluncuran roket Korea Utara yang secara luas dikecam dunia sebagai upaya untuk mengembangkan teknologi jangka panjang rudalnya.

Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi terhadap Korea Utara setelah uji nuklir pertama mereka pada tahun 2006 dan PBB kembali menambah sanksi setelah tes kedua di tahun 2009 untuk menggagalkan program nuklir dan rudal balistik Korea Utara. Sanksi PBB pada Korea Utara antara lain membatasi ekspor senjata atau teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan program tersebut.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/21/2012

Harga Melangit, Jepang Tetap Beli Jet Siluman F-35 AS

f-35

Jepang tetap akan membeli empat jet tempur siluman F-35 buatan AS meskipun harganya naik tajam. Seorang pejabat dari kementerian pertahanan Jepang mengatakan sekarang Jepang harus membayar ¥ 9.600.000.000 ($ 120 juta) per unit, naik dari harga sebelumnya yang dialokasikan yaitu $ 110.000.000 per unit.

Dia menambahkan, para pejabat AS telah mengatakan bahwa kenaikan harga F-35 tersebut tak dapat dihindari dan Tokyo menerima situasi ini. "Kami tahu alasan kenaikan harga ini karena Amerika Serikat memutuskan untuk menunda pengadaan 179 unit F-35 untuk dalam negeri dalam lima tahun ke depan karena anggaran AS yang minim," kata pejabat itu, yang berbicara tanpa menyebutkan nama. "Kami menerimanya dan hal itu dapat dimengerti. Akan sulit bagi mereka untuk menawarkan kepada kami harga yang lebih rendah, mengingat bahwa jet tempur tersebut dikembangkan secara bersama oleh sembilan negara," lanjutnya.

Kementerian pertahanan Jepang tahun lalu memilih jet dari perusahaan senjata Lockheed Martin AS untuk menggantikan armada F-4s yang sudah tua. Sebelumnya, F/A-18 Super Hornet buatan Boeing dan Eurofighter Typhoon juga menjadi opsi pilihan bagi Jepang. F-35, dikembangkan bersama dengan raksasa industri pertahanan Inggris yaitu BAE Systems, adalah yang paling mahal di antara tiga kandidat jet tempur tersebut. Pada bulan Februari lalu, menteri pertahanan Jepang Naoki Tanaka mengancam akan membatalkan seluruh kontrak senilai $ 4,7 miliar untuk 42 unit F-35 karena tidak jelasnya batas waktu pengiriman dan harga yang naik.

Alhasil, Tokyo tetap menandatangani Letter of Offer dan Acceptance untuk empat jet tempur F-35 pada harga $ 120 juta per unit, bersama dengan dua simulator dan aksesoris lainnya dengan total biaya 60 miliar yen. Rencana pembelian 38 jet tempur siluman F-35 lainnya belum secara resmi dikonfirmasi. F-35 adalah program senjata paling mahal dalam sejarah Pentagon dan dalam pembangunannya telah diusik oleh biaya yang semakin membengkak dan penundaan teknis lainnya. - Biasa, produk AS, canggih tapi harga selangit, ARTILERI -

f-35


Tahun lalu sebuah memo bocor dan mengungkapkan berbagai masalah terpapar dalam tes penerbangan F-35, termasuk diantaranya masalah dengan roda pendarat, kelebihan bobot pesawat dan getaran. Amerika Serikat berkata manis tentang F-35, F-35 adalah sebuah keajaiban teknologi yang tidak akan terdeteksi oleh radar musuh saat ini dan memungkinkan pasukan sekutu untuk tetap melakukan tugasnya di udara bersama dengan pesawat tempur AS.
'Tahun lalu sebuah memo bocor dan mengungkapkan berbagai masalah terpapar dalam tes penerbangan F-35, termasuk diantaranya masalah dengan roda pendarat, kelebihan bobot pesawat dan getaran'
Tapi biaya program F-35 ini telah meroket seiring dengan krisis global, dan rasanya sulit mendapatkan pembeli-pembeli lain, hampir semua negara di Eropa saat ini tengah "mengencangkan ikat pinggang". Italia pun telah mengurangi pembelian F-35 yang awalnya direncanakan 131 unit menjadi 90 unit dan anggota parlemen di Belanda memutuskan untuk membatasi pesanan kedua mereka, sementara rencana awal untuk 138 pesawat di Inggris masih belum jelas.

Sebenarnya ada 1 negara yang saat ini sedang "jor-joran" dalam membeli peralatan perang, yaitu India. Tapi India sepertinya tidak tertarik dengan F-35, kiblat India untuk pesawat tetap mengarah ke Rusia. Ya, Anda sudah tahu jet tempur siluman Sukhoi PAK FA T-50 lah yang bakal melengkapi Angkatan Bersenjata India.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/21/2012

Imparsial Kritik Keras Pembelian Tank Leopard

The Indonesian Human Rights Monitor (Imparsial) meminta agar pembelian 100 tank tempur utama (MBT-Main Battle Tank) Leopard dari Jerman dibatalkan dan anggarannya dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI.

Poengky Indarti, Direktur Eksekutif Imparsial mengatakan, pemerintah dan parlemen harus berhati-hati dan cermat dalam menetapkan alokasi anggaran untuk pertahanan.

"Pembelian alutsista (alat utama sistem senjata) harus didasarkan pada kebutuhan obyektif pertahanan Indonesia, bukan pada kebutuhan politik," kata Poengky di Jakarta, Kamis (19/7).
tank Leopard
Tank Leopard

Menurut Poengky, tidak ada alasan urgensi dalam pembelian tank Leopard saat ini. Poengky menduga rencana pembelian tank Leopard ini dimaksudkan hanya untuk mencari keuntungan segelintir kelompok dan elit pemerintah. "Transparansi dan akuntabilitas sektor pertahanan masih perlu dipertanyakan," katanya.

Namun, menurut Poengky, memperkuat peralatan tempur darat masih harus ditingkatkan. Tapi pemerintah harus memperhatikan geografi, infrastruktur, strategi dan doktrin pertahanan Indonesia. Akan lebih baik jika pemerintah meningkatkan kekuatan militer untuk jenis tank medium dan kavaleri ringan.

"Hal ini sejalan dengan keinginan industri pertahanan dalam negeri yang juga akan mengembangkan pembuatan tank menengah dan ringan bekerjasama dengan negara lain," kata Poengky, merujuk PT.Pindad sebagai kekuatan industri pertahanan nasional.
"Poengky menduga rencana pembelian tank Leopard ini dimaksudkan hanya untuk mencari keuntungan segelintir kelompok dan elit pemerintah"
Dalam pertemuan bilateral antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Kanselir Jerman Angela Merkel Selasa (10/7), salah satunya membahas rencana pembelian 100 unit MBT Leopard. Presiden Yudhoyono mengatakan, Indonesia selama 20 tahun tidak pernah memodernisasi senjata dan elemen pertahanan.

Anggaran dipersiapkan untuk membeli 100 tank Leopard adalah 280 juta dolar.

Kritik tajam Imparsial terhadap rencana pemerintah untuk membeli tank Leopard Jerman berbuntut panjang. Al A'raf, Direktur Program Imparsial, yang juga adalah dosen di Universitas Pertahanan, telah dilarang mengajar. Menurut Al A'raf, larangan tersebut terkait dengan pemuatan tulisan di rubrik Opini di salah satu media cetak nasional. Al A'raf menuding, rencana pembelian Leopard merupakan kesalahan penempatan prioritas anggaran pertahanan.


Sumber: Imparsial

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/21/2012

July 20, 2012

Pistol Detonics DTX

Detonics telah mengeluarkan spesifikasi pistol yang mereka katakan akan mulai dijual pada musim panas ini. Disebut sebagai DTX, semi otomatis double action ini dirancang untuk mengakomodasi sistem saraf tubuh (respon otomatis terhadap stress).

Pistol Detonics DTX
Pistol Detonics DTX

Detonics mengatakan :
  • Grip (pegangan) ergonomis dengan tangan manusia
  • Grip tetap dapat dipertahankan walaupun tangan berkeringat
  • Rancangan grip ini untuk mengurangi jarak antara backstop (pagar pelatuk) dan pelatuk, sehingga meminimalkan pergerakan jari di pelatuk.
  • Grip akan meningkatkan orientasi naluri alamiah manusia untuk menembak.
  • Prosedur breakdown yang hanya memakan waktu beberapa detik.
  • Prosedur breakdown yang tidak memerlukan keterampilan khusus.
  • Desain senjata simple, tidak banyak bagian-bagian rumit.
Melihat dari gambar, saya agak skeptis dengan sudut grip pistol ini, meskipun saya cukup salut karena perusahaan ini mencoba menampilkan sesuatu yang berbeda. Sudut pegangannya setidaknya 5 derajat lebih ekstrim ketimbang sudut grip pistol Glock. Cukup mengerikan untuk sebuah grip pistol.

Spesifikasi
Kaliber .40 S&W, 9mm
Kapasitas .40S&W 14+1, 9mm 16+1
Finish Two-Tone Cerakote
Laras 4.25"
Frame Aluminum/Polymer Frame, 4340 Slide
Grip Aluminum atau Polymer
Panjang 8.55"
Berat 25.5 oz.
Sights Low Light Primal Sights

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/20/2012

Pesawat Bomber Strategis Tu-160 Blackjack Rusia

Pesawat Bomber Strategis Tu-160 Blackjack Rusia

Bomber Strategis Tu-160 Blackjack Rusia

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/20/2012

July 19, 2012

Galeri Foto Angkatan Laut India

Kita tahu India saat ini sedang gencar-gencarnya memodernisasi peralatan tempurnya, terutama untuk angkatan laut. Ini semua terkait dengan rencana strategis India sendiri dan untuk mengimbangi kekuatan angkatan laut China.

Dibawah ini kami tampilkan foto-foto dari angkatan laut India mulai dari kapal selam, kapal induk, jet tempur dan personil marinir.

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India


Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Angkatan Laut India

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/19/2012

Senapan Mesin FN MAG Kini Berbahan Polimer

Kaliber 7,62x51mm NATO FN MAG - dirancang, dikembangkan, diproduksi dan dipasarkan oleh produsen senjata ringan FN Herstal Belgia - standarnya sekarang dibuat dengan buttstock polimer.

Perubahan dalam konfigurasi standar ini menunjukkan meningkatnya tren permintaan pasar non bahan kayu senapan mesin. Bahan polimer berguna untuk meminimalisir dekontaminasi setelah kontak dengan bahan nuklir, biologi atau kimia lainnya.

dengan bahan polimer
FN MAG dengan buttstock polimer
Kit konversi/penggantian tersedia untuk pelanggan yang ingin mengganti buttstocks kayu -yang dipakai sebelumnya pada senapan mesin FN MAG- dengan buttstocks dari bahan polimer. Penggantian buttstocks tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya beberapa menit saja dan tidak diperlukan alat khusus untuk memasangnya.

Senapan mesin FN MAG dengan buttstocks kayu tetap tesedia untuk permintaan khusus, berikut suku cadangnya.

FN MAG dengan buttstocks kayu (sama dengan SPM2 PT.Pindad)
Senapan mesin FN MAG selama ini telah menjadi acuan senapan mesin di seluruh dunia, tak terkalahkan di kelasnya dalam urusan akurasi dan kehandalan. FN MAG telah diadopsi lebih dari 90 negara di seluruh dunia - PT.Pindad telah memproduksi sendiri FN MAG dibawah lisensi Belgia dengan nama SPM2- dengan 200.000 unit telah diproduksi selama ini. FN MAG juga kita kenal dengan sebutan MAG58, GPMG,M240 dan L7A2.

Varian dari FN MAG sering kita temui pada kendaraan tempur (ranpur), helikopter, kapal, boat, baik dalam mode coax atau mode pintle-mounting.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/19/2012

Rudal Anti Kapal Cepat Griffin B AS

Rudal Griffin B

Angkatan Laut Amerika Serikat membuktikan kemampuan rudal Griffin B dari perusahaan Raytheon menghancurkan kapal kecil yang bergerak cepat selama uji cobanya.

"Demonstrasi ini menunjukkan efektivitas rudal Griffin untuk menarget objek jenis kecil, misalnya kapal yang bergerak cepat yang digunakan bajak laut atau penyusup," kata Harry Schulte, wakil presiden Raytheon Missile Systems bagian produk Air Warfare Sistem. "Griffin sangat ringan ringan, akurat, dan dapat dengan mudah diintegrasikan pada berbagai kapal dan sistem lainnya, menjadikannya sebagai senjata yang sangat baik untuk ancaman jangka pendek."

Selama demonstrasi, yang dilakukan pada akhir kuartal pertama 2012, tiga rudal Griffin ditembakkan dari sebuah peluncur berbasis laut ke tiga kapal yang bergerak cepat dan terpisah dengan jarak lebih dari 1,2 mil (2km). Rudal-rudal tersebut dipandu oleh laser, dan langsung menghancurkan target, mencapai semua tujuan demonstrasi. Panjang rudal Griffin 43 inci, berat 33 pon dan membawa hulu ledak seberat 13 pon.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/19/2012

India: dari 872 Pesawat MIG, 482 Jatuh

Dari 872 pesawat tempur seri MIG yang dibeli oleh pemerintah India dari Rusia sampai tahun 1980, sebanyak 482 pesawat telah jatuh sampai dengan sekarang, menewaskan 171 pilot dan 39 warga sipil.

Sebanyak 872 pesawat MIG berbagai tipe telah dibeli oleh India sejak tahun 1966 hingga 1980, kecelakaan 482 MIG tersebut berlangsung sejak 1971 sampai 19 April 2012.

Pesawat MIG
Pesawat MIG
Rinciannya adalah 171 pilot, 39 warga sipil, 8 petugas servis dan 1 aircrew tewas dalam seluruh jumlah kecelakaan tersebut. Semuanya diakibatkkan karena human error dan kesalahan teknis.

Kini pemerintah India tengah gencar untuk melatih pilot-pilot muda mereka dengan program Basic Trainer Aircraft (BTA).

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/19/2012

July 18, 2012

UFO Terlihat di Langit Israel

Heboh, fenomena yang tidak biasa muncul di langit Israel beberapa waktu lalu, banyak yang menganggap itu adalah UFO. Tapi kejadian tidak biasa ini bisa dihubungkan dengan peluncuran uji coba rudal balistik Topol antar benua Rusia. Rusia meluncurkan Topol dari wilayah uji coba Yar Kapustin di wilayah Astrakhan Rusia.

Para astronom mengklarifikasi anggapan wartawan yang mengatakan bahwa cahaya misterius di langit Israel bukanlah UFO, tapi sebagai akibat dari peluncuran rudal balistik Topol Rusia.

Di langit Israel


"Objek yang tampak awalnya kecil dan tiba-tiba membesar dan melakukan gerakan spiral," kata Igal Petel, direktur di pusat observatorium Ynet Israel. "Sesaat kemudian, obyek berubah menjadi awan. Terlihat objek tersebut terbang tinggi di atas tanah dan kemudian pecah (melebur) dengan awan," tambahnya.

Para ilmuwan mengatakan bahwa benda itu pecah di wilayah udara Lebanon di ketinggian 80 kilometer. Mereka yakin bahwa itu bukan meteor. "Kemungkinan besar, rudal keluar dari kontrol, dan orang bisa mengamati fragmen dan bahan bakar rudalnya. Mencapai ketinggian 200-300 kilometer -. Ini adalah alasan mengapa objek ini bisa dilihat dari banyak tempat," tambah Petel.

Versi lain mengatakan bahwa itu bisa jadi satelit yang menabrak sesuatu yang menyebabkan fenomena atau fragmen besar.

Ratusan warga Israel utara mengatakan bahwa pada malam 7 Juni mereka melihat sebuah benda terbang tak dikenal di utara di perbatasan dengan Lebanon. Ada cahaya terang yang menyebar dari objek. "UFO" tersebut juga terlihat di Armenia, Turki, Siprus, Libanon, Yordania dan negara-negara lain di wilayah ini.

Saksi mata mengatakan bahwa benda tersebut mirip komet yang terbang di langit sekitar 21:00 waktu setempat. Pejabat pertahanan Israel mengatakan bahwa Angkatan Darat saat itu tidak melakukan setiap uji coba atau latihan di malam hari. Semua badan yang berwenang, termasuk Angkatan Udara, menyelidiki semua laporan tentang "UFO" tersebut.



Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/18/2012

Australia Berencana Beli Kapal Selam Soryu Jepang

Petinggi Angkatan laut Australia yang bertanggung jawab atas perencanaan untuk generasi selanjutnya dari kapal selam Australia dan kepala ilmuwan pertahanan sedang mempelajari sebuah kapal selam baru modern yang saat ini berada dalam layanan angkatan laut Jepang.

Admiral Rowan Moffitt, kepala Program Kapal Selam Masa Depan Angkatan Laut Australia, dan Dr. Alexander Zelinsky, Kepala Ilmuwan Pertahanan, melakukan kunjungan ke Jepang beberapa waktu lalu untuk melihat kapal selam kelas Soryu, yang memulai layanan dengan Angkatan laut Jepang sejak tiga tahun lalu.

Akses ke teknologi kapal selam Soryu dibahas dalam kunjungan ke Australia bulan lalu oleh kepala angkatan laut Jepang, Laksamana Masahiko Sugimoto. Kita ketahui, baru pada bulan Desember lalu Tokyo mencabut embargo ekspor peralatan perang dan pertahanan pasca perang dunia II.

Kapal selam Jepang


Kapal selam Soryu berbobot 4200 ton dan merupakan kapal selam konvensional dengan ukuran dan kemampuan baru. Kapal selam Soryu termasuk diantara 12 jenis kapal selam baru yang akan mengambil alih "kekuasaan" kapal selam kelas Collins di Australia, ini ditetapkan dalam "white paper" pertahanan Canberra setidaknya hingga tahun 2020.

"Strategi kami dengan Jepang sejalan, ada beberapa karakteristik yang sangat menarik pada kapal selam Jepang," Admiral Moffit mengatakan. "Jepang juga memiliki hubungan aliansi yang dekat dengan Amerika, seperti halnya Australia juga lakukan. Angkatan laut Jepang beroperasi di Asia dan dilingkungan Pasifik yang sama pula, ini tercermin dari desain dan karakteristik kapal selam mereka." Kapal selam mereka dirancang dengan desain yang sangat baik dan memang untuk itulah kapal selam dibuat," lanjut Admiral Moffit.
"Strategi kami dengan Jepang sejalan, ada beberapa karakteristik yang sangat menarik pada kapal selam Jepang"
Namun, teknologi kapal selam cenderung menjadi "mahkota permata" bagi suatu negara, teknologi untuk membuat kapal selam berada di ujung paling ekstrim dari sensitivitas negara. Mereka/produsen pasti melindungi kekayaan intelektual mereka apalagi seperti Jepang yang mengembangkan kapal selam secara mandiri. Sebagaimana AS, Jepang juga memiliki teknologi pembuatan kapal selam yang sangat baik, mereka telah menginvestasikan banyak uang untuk melakukan itu, jadi jelas mereka akan "melindungi" teknologi kapal selam mereka.

Kapal selam Soryu jepang

Anggaran peremajaan kapal selam Australia untuk tahun ini adalah sebesar 214 juta dolar, dan departemen pertahanan Australia memilih kapal selam dengan desain baru. Beberapa pilihan telah muncul untuk pengadaan kapal selam baru antara lain: mengadaptasi dari kapal selam yang ada, evolusi dan desain dari kapal selam kelas Collins, mengandalkan desain dari Jerman, Perancis atau Spanyol, sampai pembelian penuh unit kapal selam dari negara lain antara lain yang sedang kita bicarakan yaitu Kapal selam Soryu dari Jepang.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/18/2012

UAV China Mampu Lumpuhkan Kapal Induk AS

China dilaporkan telah mengembangkan pesawat tak berawak (Unmanned Aerial Vehicle - UAV) yang mampu mengganggu navigasi kapal induk AS yang beroperasi di Selat Taiwan dan Laut China Selatan, menurut sebuah laporan asing.

China Briefing, sebuah situs berita yang disponsori oleh Washington yang berbasis di Jamestown Foundation, mengatakan investasi berkelanjutan China dalam penelitian UAV menjadikan negara itu sebagai negara pembuat UAV kedua setelah Amerika Serikat, dan perkembangan UAV yang cepat akan memungkinkan Beijing untuk mengganggu situasi di selat Taiwan dan Laut Cina Selatan.

UAV selama ini telah memegang peranan penting bagi angkatan laut Cina untuk melakukan "operasi anti intervensi dan isolasi daerah," dan kendaraan UAV tersebut akan digunakan terutama pada kapal-kapal induk, katanya.

UAV China mampu lunpuhkan kapal induk AS


Mingguan Jane Defense melaporkan bahwa Angkatan Laut Jepang menampilkan dua gambar yang diambil oleh pesawat pengintainya yang menunjukkan tiga kapal Angkatan Laut China melintasi jalur air Miyako ke Pasifik barat pada 29 April lalu.

Pada salah satu foto terlihat tiga buah UAV sedang berlatih take-off dan mendarat secara vertikal di dek belakang kapal fregat Jenis 054A China "Zhoushan."

Berdasarkan gambar, para analis pertahanan berspekulasi bahwa UAV siluman China tersebut memiliki kemampuan yang baik dan dapat membawa beban seberat 34 kilogram selama enam jam. - Wah hebat betul para analis ini, baru lihat dari fotonya saja sudah bisa mengukur kemampuannya he.. -
"Schiebel Corp mencurigai militer China telah mengembangkan kembali secara independen produk UAV yang mereka beli pada tahun 2010 lalu itu"
Ketika melakukan misi pengintaian, UAV memiliki banyak jenis sensor yang dipasang di tubuh mereka. Sasaran gambar direkam oleh UAV, lalu ditransfer ke frigat (salah satu tipe kapal perang) di laut menggunakan operator data link, mingguan tersebut melaporkan. Mingguan Jane Defense melaporkan bahwa UAV China yang terlihat oleh Kementerian Pertahanan Jepang tersebut serupa dengan Camcopter S-100 yang dibuat oleh Schiebel Corp - Austria.

UAV buatan Austria
Camcopter S-100 buatan Austria

Tapi Schiebel Corp mengatakan penjualan S-100 UAV sipil ke China pada tahun 2010 lalu telah sejalan dengan peraturan Uni Eropa dan menekankan bahwa UAV yang ditunjukkan pada foto-foto itu bukanlah S-100s. Namun Schiebel Corp mencurigai militer China telah mengembangkan kembali secara independen produk UAV yang mereka beli pada tahun 2010 lalu itu.

Darimana pun asal UAV tersebut, James C. Bussert, editor pada Majalah Signal yang berbasis di AS, mengatakan dalam sebuah artikelnya bahwa hanya dengan memiliki UAV tersebut, bukan berarti cukup bagi Tentara Pembebasan Rakyat (sebutan bagi angkatan bersenjata China) untuk mengalahkan kapal induk AS.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/18/2012

July 17, 2012

Sistem Rudal Pertahanan Udara S-400 Rusia

Sistem rudal pertahanan udara
Sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumph

Distrik Militer Timur Rusia telah menerima penyerahan satu set resimen sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumph, Departemen Pertahanan Rusia mengatakan. Rusia saat ini memiliki empat resimen S-400 - dua di wilayah Moskow, satu di Armada Baltik dan satu di Distrik Militer Timur.

Pada tahun 2020 nanti, Rusia diperkirakan akan memiliki 28 resimen S-400 Triumph, masing-masing terdiri dari dua batalyon, terutama di daerah perbatasan dan maritim. S-400 Triumph adalah sistem rudal darat-ke-udara yang efektif untuk sasaran udara di jarak menengah dan jauh, seperti pesawat terbang, jet tempur, pesawat tak berawak (drone/UAV), dan rudal balistik sampai dengan jarak 400 kilometer dan ketinggian sampai 30 kilometer.


Fitur dan spesifikasi
Fitur dan spesifikasi S-400 Triumph

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sejauh ini tidak ada rencana untuk mengekspor S-400 Triumph, sistem rudal ini hanya diproduksi untuk Angkatan Bersenjata Rusia. Tetapi isu baru menyebutkan bahwa China sedang bernegosiasi dengan Rusia untuk mendapatkan Sistem Pertahanan Rudal S-400 ini.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/17/2012

Australia Berencana Memiliki Lebih Banyak F/A-18F Super Hornets

Pejabat pertahanan Australia beberapa waktu lalu pergi ke Amerika Serikat untuk mengunjungi Lockheed Martin, produsen Jet tempur siluman F-35 JSF Lightening II, hal ini dimaksudkan untuk mengkonfirmasi tentang jadwal pengiriman jet tempur F-35 untuk Australia.

Negara ini berencana membeli hingga 100 unit fighter F-35 dan telah menempatkan rencana pembelian awal sebanyak 14 unit. Angkatan Udara Australia diperkirakan akan segera menggunakan jet tempur siluman canggih F-35 yang pertama pada tahun 2018.

Meskipun ada jaminan dari Lockheed Martin bahwa 14 fighter F-35 pertama akan dikirim ke Australia tepat waktu, pejabat pertahanan Australia yakin bahwa pengiriman fighter generasi baru tersebut ke RAAF (AU Australia) tidak akan terlaksana sebelum tahun 2020 atau bahkan bisa melewati tahun 2020.

F/A-18F Super Hornets
F/A-18F Super Hornets
Sebagai pertimbangan atas F/A-18F Super Hornets yang sudah tua dan akan segera mengakhiri masa baktinya di RAAF, dan untuk menjembatani kesenjangan dalam kekuatan pertahanan udara Australia (sebelum F-35 dikirimkan), Australia kembali menimbang opsi untuk membeli 18 unit atau lebih F/A-18F Super Hornets dengan total biaya sebesar 1,6 miliar dolar.

Pemerintah Australia sebelumnya telah juga telah menandatangani kesepakatan dengan AS pada tahun 2007 untuk pembelian 24 unit F/A-18F Super Hornets yang dikirimkan secara bertahap.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/17/2012

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost