;

March 10, 2012

Bagaimana Menyelamatkan Diri Dari Serangan Nuklir


Perang dingin memang telah berakhir lebih dari 2 dekade lalu namun banyak orang yang hidup masih dalam bayang-bayang pemusnahan oleh senjata nuklir. Kini politik global sangat jauh dari stabil, ancaman nuklir tetap nyata bahkan semakin menunjukkan eksistensi dan pertumbuhannya. Intinya selama senjata nuklir masih ada, maka selalu akan ada bahaya.

Pasca Serangan Nuklir

Apakah kita dapat bertahan dari serangan Nuklir? Bagi kebanyakan orang, usaha berlindung dari serangan nuklir dianggap sebagai kesia-sian belaka.



1. PANTAU TERUS BERITA

Serangan nuklir tidak akan terjadi secara tiba-tiba sebelum adanya konflik atau situasi yang memanas dari 2 pihak atau negara umumnya. Sebuah perang antar bangsa-bangsa yang menggunakan senjata konvensional jika tidak cepat berakhir maka akan meningkat pada perang nuklir. Tentu dengan syarat salah satu pihak atau kedua-duanya memiliki senjata nuklir. Bila serangan nuklir sudah terjadi di suatu wilayah, maka kemungkinan besar akan terjadi serangan nuklir berikutnya di wilayah lain.



2. KENALI TIPE-TIPE SENJATA NUKLIR

  • Bom Fisi, adalah nuklir yang paling dasar, merupakan satu-satunya jenis bom nuklir yang digunakan dalam perang sejauh ini. Seperti yang dijatuhkan di Hiroshima dan langsung menewaskan 100.000 orang. Tapi, kini bom fisi telah terdegradasi artinya ada nuklir yang lebih dahsyat itu.
  • Bom Fusi, juga dikenal sebagai termonuklir. Kekuatannya puluhan bahkan sampai seratus kali lipat dari bom fisi. Jangan berfikir Amerika dan Rusia saja yang memiliki bom fusi ini, tapi sudah banyak negara di dunia ini yang memilikinya.
  • EMP Weapon atau nuklir elektromagnetik. Merupakan senjata nuklir yang diledakkan dari ketinggian yang sangat tinggi dan akan menghasilkan gelombang elektromagnetik yang begitu kuat sehingga merusak seluruh perangkat elektronik dan listrik. Untuk mencegah kerusakan akibat gelombang elektromagnetiknya, Bungkus perangkat elektronik dengan tembaga atau alumunium foil dan kubur dalam tanah. Selamatkan barang yang bermanfaat nantinya seperti senter, radio atau alat-alat lain yang memiliki perangkat elektronik. Kalau TV dan ponsel? terserahlah.... hehe...
  • JENIS LAIN. Dirahasiakan, karena alasan keamanan nasional suatu negara sehingga tidak ada informasi yang lengkap tentang jenis ini.


3. MENCARI PERLINDUNGAN SEGERA

Setelah adanya peringatan. Atau jika tidak ada peringatan, ledakan nuklir tersebutlah yang menjadi peringatan. Adanya cahaya terang dari peledakan senjata nuklir, ini dapat dilihat dari jarak berpuluh-puluh mil dari ground zero. Tapi bila anda berada di sekitar wilayah ground zero, maka kemungkinan hidup hampir tidak ada kecuali bila berlindung di tempat yang betul-betul memberi perlindungan yang efektif terhadap serangan nuklir.

Jika anda hanya berjarak beberapa mil, dibutuhkan sekitar 10-15 detik hingga gelombang panas menghampiri anda dan shockwave nya akan datang sekitar 20-30 detik. Ini situasi darurat yang butuh pemikiran cepat. Bila terjadi serangan nuklir di hari yang cerah, dapat mengakibatkan kebutaan sementara bahkan pada jarak cukup jauh. Radius ledakan tergantung ukuran bom, ketinggian ledakan dan juga kondisi cuaca saat ledakan terjadi.

 (SELANJUTNYA BACA SENDIRI YA, CAPEK ANE NULISNYA HEHE.......)
  • If you can't find shelter, seek a depressed area nearby and lay face down, exposing as little skin as possible. If there is no shelter of this kind, dig as fast as possible. Even around 8 kilometers (5 miles) you will suffer third degree thermal-burns; still at 32 kilometers (20 miles) the heat can burn the skin off your body. The wind itself will peak at around 960 kilometers per hour (600mph) and will level anything or anybody caught in the open.
  • Failing the above options, get indoors, if, and only if, you can be sure that the building will not suffer significant blast and heat damage. This will, at least, provide some protection against radiation. Whether this will be a viable option depends on the construction of the building and how close you will be to the likely ground zero of a nuclear strike. Stay well away from any windows, preferably in a room without one; even if the building does not suffer substantial damage, a nuclear explosion will blow out windows at enormous distances
  • If residing in Switzerland or Finland, check if your home has an atomic shelter. If not, determine where your village/town/district atomic shelter is and know how to get there. Remember: anywhere in Switzerland, you'll be able to find an atomic shelter. When the sirens sound in Switzerland, you are advised to inform those who may not be able to hear it (e.g. the deaf) and then listen to the National Radio Services (RSR, DRS and/or RTSI).
  • Don't be surrounded by anything flammable or combustible. Substances like nylon or any oil based material will ignite from the heat. 

    4. Remember: it's not the initial blast that creates the high death toll; it's radiation exposure. There are two threats of radiation:
    • Initial (prompt) radiation. This is radiation released at the moment of detonation, and it is short-lived and travels short distances. With the large yields of modern nuclear weapons, it is thought that this will kill few who would not be killed by the blast or heat at the same distance.
    • Residual radiation. Known as radiation fallout. If the detonation was a surface blast or the fireball hits the earth, large amounts of fallout occurs. The dust and debris kicked into the atmosphere rains down, bringing with it dangerous amounts of radiation. The fallout may rain down as contaminated black soot known as "black rain," which is very fatal and may be of extreme temperature. Fallout will contaminate anything it touches.
      • Once you have survived the blast and the initial radiation (for now at least; radiation symptoms have an incubation period), you must find protection against the burning black soot.


    5. Know the types of radiation particles. Before we continue, we should mention the three different types:
    • Alpha particles. These are the weakest and, during an attack, are virtually non-existent as a threat. Alpha particles will survive for only a couple inches in the air before they are absorbed by the atmosphere. They possess a minuscule threat from the exterior, however, they will be fatal if ingested or inhaled. Standard clothing will help protect you from Alpha particles.
    • Beta particles: These are faster than Alpha particles and can penetrate further. They will travel for up to 10 meters (10 yards) before they are absorbed into the atmosphere. Exposure to beta particles is not fatal unless exposed for prolonged periods; which may cause "Beta burns," almost like painful sunburn. They pose a serious threat, however, to the eyes, should they be exposed for a prolonged period. Once again this is harmful if ingested or inhaled, and clothing will help prevent Beta burns.
    • Gamma Rays. Gamma Rays are the deadliest. They can travel for nearly a mile in the air and penetrate just about any kind of shielding. Therefore gamma radiation will cause severe damage to the internal organs even as an external source. Sufficient shielding will be required.
      • A shelter's PF against radiation will tell you how many times less a person inside the shelter will receive radiation compared to open space. For example, RPF 300 means that you will receive 300 times less radiation in the shelter than in the open.
      • Avoid exposure to Gamma radiation. Try not to spend more than 5 minutes exposed. If you are in a rural area, try finding a cave, or a fallen log into which you can crawl. Otherwise just dig a trench to lie in, with stacked earth around you.


     6. Begin reinforcing your shelter from the inside by stacking dirt around the walls or anything else you can find.

    If in a trench, then create a roof, but only if materials are nearby; don't expose yourself when not necessary. Canvas from a parachute or tent will help stop fallout debris from piling on you, though it will not stop Gamma rays. It is impossible, at a very fundamental physical level, to completely shield from all radiation. It can only be reduced to a tolerable level. Use the following to help you determine the amount of material you'll need to reduce radiation penetration to 1/1000:
    • Steel: 21 cm (0.7 feet)
    • Rock: 70-100 cm (2-3 ft)
    • Concrete: 66 cm (2.2 ft)
    • Wood: 2.6 m (8.8 ft)
    • Soil: 1 m (3.3 ft)
    • Ice: 2 m (6.6 ft)
    • Snow: 6 m (20-22 ft)

      7. Plan on staying in your shelter for a minimum of 200 hours (8-9 days).
      Under no circumstances leave the shelter in the first forty-eight hours


      8. Ration your supplies

      You will need to ration to survive, obviously; therefore you will eventually expose yourself to the radiation (unless you are in a specific shelter with food and water).
      • Processed foods are okay to eat, so long as the container has no punctures and is relatively intact.
      • Animals may be eaten but, they must be skinned carefully with the heart, liver and kidneys discarded. Try not to eat meat that is close to the bone, for bone marrow retains radiation.
        • How to Eat Dove or Pigeon
        • How to Eat Wild Rabbit

        • Plants in a "hot zone" are edible; those with edible roots or undergrowth (carrots, potatoes...) are highly recommended. Use an edibility test on the plants. See How to Test if a Plant Is Edible.
        • Open water may have received fallout particles and is harmful. Water from an underground source, such as a spring or covered well, is your best bet. (Consider making a basic pit-style solar still, as described in How to Make Water in the Desert.) Use water from streams and lakes only as a last resort. Create a filter by digging a hole about 1ft from the bank and drawing the water which seeps in. It may be cloudy or muddy so allow the sediments to sit, then boil the water to ensure safety from bacteria. If in a building, the water is usually safe. If there is no water (there most likely won't be), use the water already in the pipes by opening the faucet at the highest point of the house to let in air, then open a faucet at the lowest point of the house to drain the water.


          9. Wear all clothing (hats, gloves, goggles, closed sleeve shirt, etc.), 
          especially when outside to help prevent Beta burns. Decontaminate by shaking your clothes constantly and washing, with water, any exposed skin; settled residue will eventually cause burns.
            

          10. Treat radiation and thermal burns.
          • Minor Burn. Also known as a Beta burn (though it may be from other particles). Immerse Beta burns in cold water until the pain subsides (usually 5 minutes).
            • If skin starts to blister, char or break; wash it with cold water to remove contaminants, then cover with a sterile compress to prevent infection. Do not break the blisters!
            • If the skin does not blister, char or break; don't cover it, even if it covers a large portion of the body (almost like sunburn). Instead, wash the area and cover it with Vaseline or a solution of baking powder and water if available. But, moist (uncontaminated) earth will do.

            • Severe Burn. Known as a thermal burn, as it comes mostly from the high intensity blast heat, rather than ionizing particles, though it can be from the latter. This can be life threatening; everything becomes a factor: water loss, shock, lung damage, infection, etc. Follow these steps to treat a severe burn.
              • Protect burns from further contamination.
              • If clothing covers the burn area, gently cut and remove the cloth from the burn. DO NOT try to remove cloth which has stuck or fused onto the burn. DO NOT try to pull clothes over the burn. DO NOT put any ointment on the burn.
              • Gently wash the burned area with water ONLY.
              • Put a sterile dressing over the burnt area. In a mass casualty situation, a clean sheet may be used instead.
              • Prevent shock. Shock is the inadequate flow of blood to the vital tissues and organs. If untreated, it can be fatal. Shock results from excessive blood loss, deep burns, or reactions to the sight of a wound or blood. The signs are restlessness, thirst, pale skin and rapid heartbeat. Sweating may occur even if the skin feels cool and clammy. As it worsens, they breathe short fast gasps, with a vacant stare. To treat: maintain proper heartbeat and respiration by massaging the chest and positioning the person for adequate respiration. Loosen any constrictive clothing and reassure the person. Be firm yet gentle with self confidence.
               

              11. Feel free to assist people with radiation sickness, also called Radiation Syndrome.

              This is not contagious, and everything depends on the amount of radiation one recieved. Here is a condensed version of the table:

              (Gy (gray) = the SI unit used to measure the absorbed dose of ionizing radiation. 1 Gy = 100 rad. Sv (Sievert) = the SI unit of dose equivelant, 1 Sv = 100 REM. For the purpose of simplification, 1 Gy is usually equivelant to 1 Sv.)
                • Less than 0.05 Gy: No visible symptoms.

                • 0.05-0.5 Gy: Temporarily decreased red blood cell count.

                • 0.5-1 Gy: Decreased production of immunity cells; susceptible to infections; nausea, headache, and vomiting may be common. This amount of radiation is usually survivable without any medical treatment-

                • 1.5-3 Gy: 35% percent of exposed die within 30 days. (LD 35/30) Nausea, vomiting, and loss of hair all over the body.

                • 3-4 Gy: Severe radiation poisoning, 50% fatality after 30 days (LD 50/30). Other symptoms are similar to the 2-3 Sv dose, with uncontrollable bleeding in the mouth, under the skin and in the kidneys (50% probability at 4 Sv) after the latent phase.

                • 4-6 Gy: Acute radiation poisoning, 60% fatality after 30 days (LD 60/30). Fatality increases from 60% at 4.5 Sv to 90% at 6 Sv (unless there is intense medical care). Symptoms start half an hour to two hours after irradiation and last for up to 2 days. After that, there is a 7 to 14 day latent phase, after which generally the same symptoms appear as with 3-4 Sv irradiation, with increased intensity. Female sterility is common at this point. Convalescence takes several months to a year. The primary causes of death (in general 2 to 12 weeks after irradiation) are infections and internal bleeding.

                • 6-10 Gy: Acute radiation poisoning, near 100% fatality after 14 days (LD 100/14). Survival depends on intense medical care. Bone marrow is nearly or completely destroyed, so a bone marrow transplant is required. Gastric and intestinal tissue are severely damaged. Symptoms start 15 to 30 minutes after irradiation and last for up to 2 days. Subsequently, there is a 5 to 10 day latent phase, after which the person dies of infection or internal bleeding. Recovery would take several years and probably never complete. Devair Alves Ferreira received a dose of approximately 7.0 Sv during the Goiânia accident and survived, partially due to his fractionated exposure.

                • 12-20 REM: Death is 100% at this stage; symptoms appear immediately. The gastrointestinal system is completely destroyed. Uncontrollable bleeding from the mouth, under the skin and the kidneys occurs. Fatigue and general illness takes its toll. Symptoms are the same as before with increased intensity. Recovery not possible.

                • More than 20 REM. The same symptoms set in instantly, with increased intensity, then cease for several days in the "walking ghost" phase. Suddenly, gastrointestinal cells are destroyed, with a loss of water and excessive bleeding. Death begins with delirium and insanity. When the brain can't control bodily functions like breathing or blood-circulation, one dies. No medical therapy can reverse this; medical help is for comfort only.

                • Unfortunately, you have to accept that a person may soon die. Though harsh, don't waste rations or supplies on those dying of radiation sickness. Keep rations for the fit and healthy, should supplies be in demand. Radiation sickness is prevalent among the very young, the old or sick.
                 
              1. Most likely, a nuclear attack will not be a singular event. Be prepared for another strike or strikes by enemy nations, or an invasion by the attacking party.
              2. Be prepared for another blast. Keep your shelter intact, unless the materials used are absolutely necessary for survival. Collect any excess clean water and food that is available.
                • However, if the attacking nation does attack again, it will likely be in another part of the country. If all else fails, live in a cave.


                -------------------------------------------------------------------------------
                Nih videonya





                WIKIHOW.COM DAN HOWCAST.COM

                Efran Syah
                ARTILERI Updated at: 3/10/2012

                March 9, 2012

                HUT TNI AU ke-66 ---- 64 Pesawat Akan Unjuk Kebolehan

                Pada tanggal 9 April nanti TNI AU akan berulang tahun yang ke-66. Peringatan ulang tahun ini direncanakan akan lebih meriah dari sebelumnya. Akan hadirnya 64 pesawat terbang dari berbagai tipe dan jenis dari berbagai skuadron untuk melakukan demonstrasi statik, terbang formasi, dinamis hingga unjuk kemampuan aerobatik.

                Perencanaan sudah dlakukan dengan matang sejak sebulan yang lalu. Unsur udara dan juga darat telah disiapkan secara optimal sehingga akan saling menguatkan makna peringatan hari jadi TNI AU tahun ini.

                "Ke-66 pesawat terbang berbagai tipe itu akan berpartisipasi. Selain pesawat terbang, 2.500 personel terdiri dari dua brigade dan tujuh batalyon upacara akan berparade serta defile. Masyarakat umum bisa menyaksikan semua hal itu dari dekat," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Yunus Azman, di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis.

                Sejak 1 April, pesawat-pesawat terbang yang terlibat telah hadir di apron terminal haji, salah satu sisi pangkalan udara utama Halim Perdanakusuma.

                Terminal inilah yang akan dipergunakan menjadi lokasi persiapan utama unsur-unsur pesawat terbang, di sini pula akan dilakukan peragaan statis pesawat-pesawat terbang yang tidak mengudara. Direncanakan, yang menjadi inspektur upacara adalah Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Imam Sufaat.

                F5 tiger, masih keren koq hehe.....
                Jenis dan tipe pesawat terbang yang ada dalam daftar arsenal TNI-AU akan dilibatkan semua. Terdiri dari F-5E/F Tiger (3), Hawk 100/200 (10), F-16 A/B Blok 15 Fighting Falcon (6), Sukhoi Su-27 dan Su-30 Flanker (6), 11 C-130 Hercules (9 untuk terjun statik, 1 latihan terjun bebas, dan 1 tanker udara), dan B-737 200/400 Surveillance.

                Ditambah dengan CN-235/235 MPA (2), C-212 Aviocar (2), KT-1B Wong Bee (8, akan menjadi Jupiter Aerobatic Team), helikopter NAS-332/330 Super Puma dan Puma (4), helikopter EC-120 Colibri, helikopter Bolkow-Blohm, dan Cessna dari Akademi TNI-AU (2).

                CN 235 MPA Angkatan Udara Indonesia? Bukan, lihat logonya ini milik AU Perancis. -pictareo.com-
                "Manuver-manuver yang akan diperagakan semuanya manuver yang biasa dilakukan pesawat militer. Itu sebabnya tidak ada kalangan sipil yang bisa ikut dalam pesawat-pesawat terbang itu," kata Azman.

                ANTARA

                Efran Syah
                ARTILERI Updated at: 3/09/2012

                March 8, 2012

                Tiruan dari Pistol Glock - Skat GM-100 9mm dan .22LR


                Beberapa hari lalu saya memposting tentang prooduk terbaru SVD modern dari perusahaan Rusia SKAT. Ternyata perusahaan juga memproduksi tiruan Glock yang disebut GM-100 (sport)

                Secara visual, frame pistol adalah salinan identik dari frame ke-3 generasi 17 Glock. Memiliki gerigi yang sedikit berbeda dengan Glock. Tetapi selain dari hal itu, semua sekilas tampak sama dengan Glock.

                Skat GM-100
                Skat GM-100
                GM-100 tersedia dalam frame hitam atau stainless dan dengan high-contrast sights dan fiber optic sight.


                SKAT juga akan memproduksi kloning dari Glock 26 - chambered 22 LR

                22LR
                Pada tahun 2010 Glock telah menggugat perusahaan Austrian Sporting Arms dan ISSC di Amerika Serikat atas tuduhan pelanggaran perdagangan hak cipta pakaian. Btw, jika SKAT mencoba untuk menjual pistol ini, maka kemungkinan besar mereka akan segera menemui pengadilan.

                Tapi kabarnya prototipe pistol itu hanya sebagai prototipe sederhana. Karena beberapa bagian prototipe tersebut memang menggunakan bagian dari Glock. Jadi, bukan bentuk jadi dari GM-100.


                firearmblog

                Efran Syah
                ARTILERI Updated at: 3/08/2012

                March 7, 2012

                Teknologi Laser Masa Depan - Raman Spectroscopy


                Orang-orang biasanya selalu menjaga jarak aman dari bahan yang mudah meledak, tetapi kalau untuk menganalisa bahan yang mudah meledak tersebut, mau tak mau harus kontak dekat dengan bahan tersebut.

                Di Universitas teknologi Wina, ada metode baru yang dikembangkan untuk mendeteksi bahan kimia di suatu wadah dari jarak lebih dari 100 meter. Yaitu dengan menggunakan sinar laser. Dari sinar laser yang dapat menyebar ini, isi wadah akan menjadi transparan dan dapat dianalisa tanpa membuka wadah tersebut.

                "Metode yang kami gunakan adalan Raman-spectroscopy", kata profesor Bernhard Lendl (Tu Vienna). Sampel yang akan dianalisa diradiasi dengan sinar laser. Ketika cahaya telah menyebar oleh molekul sampel, maka akan mengubah energinya. Sebagai contoh, foton dapat mentransfer energi ke molekul dengan getaran molekul yang menarik.

                Hal ini akan mengubah panjang gelombang cahaya tersebut dan akan menghasilkan spektrum warna. Dengan menganalisis spektrum warna, para ilmuwan dapat menentukan jenis molekul objek yang diteliti itu.

                Raman Spectroscopy
                "Selama, pengujian sampel biasanya harus diletakkan dekat dengan laser dan detektor cahaya", Kata Bernard Zachhuber. Tapi karena adanya kemajuan teknologi ini, pengukuran dapat dilakukan dari jarak jauh. Partikel-partikel cahaya yang tersebar, menyebar rata ke segala bidang. kemungkinan fraksi kembali ke detector cahaya sangat kecil.

                Dalam proyek yang didanai oleh Uni Eropa ini, para peneliti di TU Wina bekerjasama dengan perusahaan swasta dan bermitra juga dengan Public Safety termasuk Guardia Civil Spanyol yang sangat antusias dengan teknologi baru ini. Tidak lupa militer Austria juga ambil bagian dalam proyek ini.

                Atas dasar hasil pengujian mereka, para peneliti di TU Wina mengatakan bahwa teknologi dapat digunakan untuk sesuatu yang lebih ekstrim. Mereka juga telah menguji beberapa bahan peledak yang sering digunakan militer seperti TNT, ANFO dan RDX. Tes tersebut sangat sukses bahkan dilakukan pada jarak lebih dari seratus meter.

                Raman Spectroscopy bukan hanya bekerja pada wadah yang transparan, tapi juga wadah/media yang tidak transparan. Sinar laser tersebar oleh dinding kontainer tetapi sebagian kecil akan menembus. Jadi bahan yang terdapat di dalam kotak/kontainer tersebut masih dapat dideteksi. Tapi tantangannya adalah bagaimana membedakan sinyal cahaya dari kotak/wadah dengan sinyal cahaya dari sampel, kata Bernhard Lendl. Tapi hal in dapat diatasi dengan menggunakan teknik geometris sederhana.

                Metode baru ini apabila digunakan untuk keamanan bandara maka akan jauh menjadi lebih akurat, lebih luas terapannya dan mudah. Dalam industri kimia, pengaplikasian teknologi ini sangat terbuka lebar. Dan satu hal lagi yang jangan dilupakan yaitu sangat berguna untuk militer. Militer kan biasanya emang selalu nimbrung kalau ada teknologi baru, terutama yang seperti ini. :)

                Efran Syah
                ARTILERI Updated at: 3/07/2012

                March 6, 2012

                Konsep-Konsep Leonardo Da Vinci Dalam Persenjatan Modern

                Nama aslinya Leonardo Di Ser Piero lahir di Vinci Italia 15 April 1452. Biasa kita kenal dengan Leonardo Da Vinci. Da Vinci merupakan seorang pelukis, musisi, arsitek, penulis dan pematung. Dianggap sebagai orang yang jenius dan sebagai prototipe manusia renaisans.

                Karya-karyanya begitu melegenda seperti Monalisa dan Last Super. Selain memajukan ilmu astronomi, anatomi, teknik sipil dan kuliner, tahukah anda jika Da Vinci juga mendesain teknologi modern seperti saat ini? ya, Da Vinci memang merancang banyak senjata antara lain crossbows raksasa, senjata mesin, bom cluster dan tank modern. Namun karya-karyanya tersebut hanya sebatas sketsa hitam putih.

                Berikut kita uraikan beberapa ide Da Vinci tentang teknologi modern terutama persenjataan dan perlengkapan perang.


                1. Leonardo Da Vinci Terminator


                Adalah sketsa prajurit mekanis atau teknologi modernnya adalah tentara robot. Karya Da Vinci ini ditemukan oleh Carlo Pedretti pada tahun 1957 di antara desain-desain Da Vinci lainnya yang tidak terhitung jumlahnya. Prajurit mekanis ini pertama kali disketsa oleh Da Vinci tahun 1495, tapi baru mulai direkonstruksi ulang tahun 1996 oleh Mark Rosheim saat mempublikasikan sebuah studi independen mengenai robot.

                Baru pada tahun 2002 proses rekonstruksi ulang itu selesai, lengkap dengan seluruh model fisiknya. Sejak itu, "robot" Da Vinci muncul di berbagai even, ekshibisi dan museum-museum.

                Di tahun 2007, Mario Taddei mengadakan penelitian baru mengenai dokumen asli prajurit mekanis Da Vinci ini. Hasilnya dia mendapatkan banyak data yang memungkinkannya untuk merekonstruksi kembali "robot" ini. Dari penelitiannya diketahui bahwa "robot" Da Vinci tersebut dapat bergerak tapi hanya terbatas pada lengan-lengannya saja. Gerakannya pun hanya ke kanan dan ke kiri. Jadi, dipastikan "robot" ini cuma dapat digunakan untuk bertahan atau pengalih perhatian. Model penting ini dipertunjukkan di berbagai ekshibisi di seluh dunia dan hasil penelitian Taddei telah dipublikasikan dalam bukunya "Robot-robot Leonardo Da Vinci".


                2. Multi Barrelled Mitralyur ("Senapan Mesin Multi Laras")


                Da Vinci mensketsanya sekitar tahun 1480, mungkin sebagai jawaban atas kebutuhan militer dalam perang. Dari sketsa dan keterangannya, alat ini menggunakan sebuah engkol tangan untuk mengatur elevasi dan reloading saat ditembakkan. Mudah dipindahkan karena senjata ini ditempatkan di atas roda-roda. Dan akan sangat efektif digunakan kala perang.


                3. Bom Cluster


                Digunakan untuk menyerang secara sporadis. Terbuat dari kerang yang dicampur dengan tanah liat kemudian dijejali kedalam sebuah bola besi. ketika ditembakkan, bola besi ini akan meledak menjadi banyak dalam potongan-potongan proyektil dengan jangkauan dan dampak yang mematikan.


                4. Scythed Chariots - Kereta Perang


                Ini Merupakan salah satu karya yang paling indah dari manuskrip-manuskrip Da Vinci . Yakni sketsa kereta perang yang dikelilingi dengan pedang-pedang melengkung untuk menebas orang yang didepannya. Pedang-pedang tersebut akan berputar untuk menebas apa saja di sekelilingnya. Di dalam gambarnya, Da Vinci mengilustrasikan pembantaian dalam detil yang mengerikan. Da Vinci mengilustrasikannya dengan gambar yang jelas dan menunjukkan keampuhan kereta perang tersebut untuk digunakan dalam perang.


                5. Barrage Cannon - Canon Baris


                Gambarnya sendiri sangat lengkap dan mengagumkan, mengilustrasikan sebuah bombard dengan 16 cannon dalam suatu lingkaran. Aspek yang paling menariknya adalah pada pusat bombard itu sendiri, yang merupakan tempat sepasang tongkat mekanis dan roda-roda gir. Apabila senjata ini dibuat, maka akan menjadi sebuah senjata raksasa.


                6. Tank


                Ini mungkin salah satu sketsa yang paling terkenal dari proyek Da Vinci. Idenya adalah membuat sebuah mesin yang dapat menyebabkan kepanikan dan kerusakan pihak musuh. Kendaraan berbentuk layaknya kura-kura yang dilindungi dengan piringan logam, cincin dan ditambah beberapa cannon.

                Dalam sebuah proposalnya kepada Duke of Milan, Da Vinci berkata “Saya dapat membuat kendaraan yang berlapis baja, aman, tak dapat dihentikan, dapat menembus jauh ke garis pertahanan musuh terutama artileri musuh, tidak akan melukai prajurit yang mengendarainya dan kendaraan tersebut akan membuat kejutan dan kekaguman”.

                Karena adanya beberapa kendala serius yang di hadapi Da Vinci, pada akhirnya proyek tersebut diabaikan.


                7. Dinding Pertahanan



                 Da Vinci juga mendesain metode bertahan yang mengagumkan. Konsep ini cukup rumit, saat dinding diserang, pasukan yang berada dibalik dinding pertahanan akan dengan cepat dan mudah mengelak dari serangan musuh hanya dengan satu pergerakan yang menggunakan sebuah sistem tuas. Saat musuh menggunakan tangga untuk menerobos dinding, tuas-tuas akan dikaitkan untuk menggerakan rel-rel pada dinding, dimana tangga disandarkan sehingga musuh akan berjatuhan.


                8. Catapult - Ketapel


                Dasar desain ketapel memeng sudah ada dan sudah digunakan sebelum akhirnya disempurnakan oleh da Vinci. Desain ketapel khusus ini menggunakan dua pegas yang akan menghasilkan energi yang besar untuk menggerakkan proyektil dari batu dengan jarak yang lebih akurat. Untuk melontarkan sebuah peluru digunakanlah engkol yang berada disamping mesin ketapel.


                9. Benteng


                Da Vinci mendesain benteng ini dengan ide mengutamakan keselamatan dalam suatu serangan. Bentuknya inovatif dan bisa dijadikan bentuk pertahanan yang efektif dari serangan proyektil-proyektil artileri yang mematikan.

                Benteng ini desainnya sangat modern dengan menara bundar dan agak miring, dinding eksterior dirancang untuk menahan serangan dari senjata api. Sang pemimpin tinggal di pusat benteng dan dibawah benteng terdapat lorong-lorong rahasia bawah tanah. Di samping itu, benteng ini memiliki dua tingkat konsentris dinding, yang paling atas berbentuk bulat, untuk mengurangi dampak serangan meriam musuh. Juga dibuat lubang kecil yang memungkinkan prajurit dalam benteng memerangi musuh di luar dengan resiko cedera yang kecil.


                10. Meriam Knock Down


                Meriam adalah senjata yang sangat berat dan sukar untuk dimobilisasi dan adakalanya kereta untuk mengangkutnyapun sering tidk berjalan sempurna. Da Vinci mendesain suatu struktur meriam yang dengan mudah bisa dibongkar pasang dan dipindahkan untuk kemudian dirakit kembali.


                11.  Springald


                Springald, adalah suatu alat yang melontarkan batu-batu atau kayu besar seperti crossbow dengan menggunakan lengan ayun di dalamnya. Meskipun banyak hasil rekonstruksi konsep da Vinci bisa dijumpai, tapi tidak ada bukti arkeologisnya yang mendukung. Diperkirakan karena material dari senjata ini sudah dihancurkan atau didaur ulang ketika tidak digunakan lagi.


                12. Helikopter Da Vinci


                Inilah dasar konsep helikopter modern. Leonardo Da Vinci juga dikenal sebagai penggagas pertama mesin yang dapat terbang secara vertikal. Sketsa dari mesin terbang berbaling-baling yang bertahun 1493 ini baru ditemukan pada abad 19. Tediri dari sebuah wahana yang dipasangi baling-baling yang dikendalikan oleh suatu sistem yang belum sempurna. Desain ini memang belum pernah digunakan. Da Vinci dikatakan sebagai penemu pertama yang secara praktis memperkenalkan mesin terbang. Da Vinci juga pernah mengatakan bahwa suatu saat nanti manusia akan bisa terbang. Baru pada 200 tahun kemudian prediksi da Vinci terbukti.


                13. Kapal Lapis Baja


                Gambar kapal perang Da Vinci memperlihatkan sebuah kapal kecil yang di haluannya dipasangi baja dan digunakan untuk menyerang kapal musuh. Kapal ini juga dilengkapi dengan perisai pelindung yang dapat berputar dan akan terbuka kembali setelah serangan selesai.

                Perisai pelindung dimaksudkan untuk melindungi dari serangan kapal musuh dan untuk membantu menerobos pertahanan musuh. Perisai ini tidak akan dibuka sebelum kapal perang ini mendekati musuh. Perisai ini dioperasikan menggunakan sistem derek dan dapat bekerja sangat cepat. Ketika terjadi goncangan di kapal, perisai akan menjadi rem untuk mencegah meriam bergerak. Belum ada mesin disitu, tutup/buka perisai masih dikerjakan secara manual.


                14. Crossbow - Panah Raksasa


                Panah ini sedemikian besar sehingga diperlukan 6 roda untuk pergerakan dan kestabilannya. Panah raksasa Da Vinci ini bukan melepaskan anak panah, tapi melepaskan bola-bola besi berat. Busurnya terbuat dari kayu-kayu yang fleksibel yang diikat dengan kawat dan menempel di tempatnya pin-pin yang bisa diputar.

                Panjangnya mencapai 13 meter dan ditarik oleh mekanisme baling-baling yang rumit. Da Vinci memasang kerek untuk mengatur traksi pada bagian belakang panah yang juga merupakan mekanisme baling-baling kedua, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi tenaga yang dibutuhkan saat mengencangkan panah untuk digunakan.


                15. Siege Weapon - Senjata Pengepung


                Sketsa dari Da Vinci yang satu ini memperlihatkan sebuah senjata yang didesain untuk menyerang benteng-benteng pertahanan musuh. Senjata ini memiliki struktur yang mudah dimobilisasi dan adanya jembatan yang dipersenjatai yang disandarkan pada dinding benteng, sementara pasukan mencoba memasuki kota atau benteng.

                Tangganya dibuat khusus dibuat dari roda-roda bergigi. Untuk mengangkat dan menurunkan tangganya digunakan engkol yang dapat memutar roda-rodanya ke depan atau ke belakang. Sebuah engkol memutar rodanya ke belakang dan ke depan yang mengangkat dan menurunkan tangganya.

                -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------



                Akhirnya, walaupun banyak karya Da Vinci diatas hanya sebatas sketsa dan keterangan, tapi ini menunjukkan kejeniusan seorang Da Vinci di masanya. Semua informasi diatas tercantum di dalam bukunya yang berjudul "The Codex Atlanticus" Atau "Atlantic Codex". merupakan sebuah buku penting karya Da Vinci, terdiri dari 12 volume dalam kumpulan gambar dan tulisan. Dari nama buku tersebut, menunjukkan luasnya pengetahuan di buku tersebut seperti luasnya samudera Atlantik.

                Efran Syah
                ARTILERI Updated at: 3/06/2012

                March 5, 2012

                Artileri Perang - Sejarah dan Perkembangannya


                Artileri telah mendampingi manusia bahkan sejak sejarah peperangan itu ada. Berawal dari ketapel, onager, trebuchet, dan busur. Oleh sejarawan militer, semua itu disebut sebagai artileri. Secara umum, artileri merupakan sebutan untuk kesenjataan, pengetahuan kesenjataan, pasukan serta persenjataannya sendiri yang berupa senjata-senjata berat jarak jauh.

                Sebuah Trebuchet di Perancis
                Pada awalnya, istilah artileri digunakan untuk menyebut alat berat apapun yang menembakkan proyektil di medan perang. Istilah ini juga dipakai untuk mendeskripsikan tentara yang tugasnya menjalankan alat-alat tersebut. Dengan ditemukannya pesawat terbang pada awal abad ke-20, artileri juga disebut  sebagai  senjata darat anti-udara.

                meriam klasik
                Artileri merupakan persenjataan darat paling mematikan dan paling efektif. Lihat Perang Napoleon, Perang Dunia I dan Perang Dunia II, sebagian besar kematian disebabkan oleh pertempuran artileri. Pada tahun 1944, Joseph Stalin pun mengatakan bahwa artileri adalah "GOd of War". Perwira artileri yang paling terkenal dalam sejarah mungkin Napoleon.

                “The King of Battles!”
                (Mayjen HG Bishop, Field Artillery, 1935)

                “An Infantryman’s best friend is not his mother It’s the artillery, brotheff"
                (Anonim, Fort Benning, Goergia, 1931)

                “No matterhowhighly trained the in/antryand otherbranches maybe, there is no action until the artillery is ready.”
                (Mayjen William J. Snow, dalam The Shrapnel-1924)

                “The artillery is the most important of our arms”
                (Jenderal Dwight D. Eisenhower)

                Dari kutipan-kutipan diatas tak berlebihan jika artileri kemudian disebut sistem persenjataan paling vital, Khususnya bagi para infantri. Kutipan-kutipan tersebut begitu faktual, karena diutarakan langsung oleh orang-orang yang tahu betul fungsi persenjataan ini. Pendek kata, artileri adalah pembungkam tembakan musuh di sepanjang garis pertahanan dan penghancur instalasi militer yang paling efektif.

                howitzer jadul
                Artileri kini bermacam-macam, mulai dari mortir, kanon, howitzer, dan pelontar roket. Artileri dengan mesiu propelan digunakan pertamakali pada 28 Januari 1132 ketika Jenderal Han Shizhong dari Dinasti Song untuk menyerang sebuah kota di Fujian. Kemudian menyebar ke Tengah timur dan sampai ke capai Eropa pada abad ke-13.

                Di Asia, Mongol mengadopsi artileri Cina dan digunakan secara efektif dalam penaklukan-penaklukkan besarnya . Pada akhir abad ke-14, pemberontak Cina menggunakan artileri dan kavaleri yang terorganisir untuk memaksa bangsa Mongol meninggalkan Cina.

                Artileri yang digunakan Tentara Mehmed II (penakluk Konstantinopel-1453), termasuk artileri yang paling canggih dan dahsyat pada masanya. Dinasti Utsmaniyah mengepung Konstanstinopel dengan enam puluh sembilan senjata artileri di lima belas tempat terpisah. Rentetan tembakan meriam Utsmaniyah berlangsung selama 40 hari, dan diperkirakan jumlah tembakan mencapai 19.320 kali. Wajar dengan tembakan sebanyak itu karena kita tahu Konstantinopel sangat "tidak mungkin" untuk ditaklukkan pada waktu itu. Kejatuhan konstantinopel membuktikan keefektifan penggunaan artileri pada perang yang akhirnya mengakhiri kekaisaran Bizantium.

                artileri terhebat penaklukkan konstantinopel
                Meriam Mehmed II
                Di Indonesia sejarah artileri di jaman kuno jarang terdengar. Sekitar tahun 1500- 1850an di kepulauan Nusantara setiap kapal saudagar besar pribumi pasti ada sebuah meriam Lantaka yang digunakan untuk menghalau serangan bajak laut. Biasanya, Lantaka terbuat dari besi atau perunggu dan sering dipasang pada kapal saudagar, biasanya beratnya di bawah dua ratus pound, dan bahkan ada yang hanya beberapa kilogram saja.

                Efran Syah
                ARTILERI Updated at: 3/05/2012

                 
                Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost