;

February 11, 2012

CZ SCORPION EVO 3 S1 - Senapan Mesin Ringan Republik Ceko (Czech)

CZ SCORPION EVO 3 S1 adalah dari senapan mesin ringan buatan produsen senjata terkenal Česká Zbrojovka Uherský Brod (CZ-UB) republik Ceko (Czech). Varian pendahulu senjata ini lahir di Slowakia sekitar tahun 2000, sebagai senjata mesin ringan/pertahanan pribadi. Tidak berkembang di Slowakia, lalu "senjata" tersebut dijual kepada CZ-UB dan menjadi perhatian publik pada tahun 2009 dengan nama CZ SCORPION EVO 3 dan dengan fitur dan desain yang baru. Target pasar dari CZ SCORPION EVO 3 S1 ini adalah polisi dan unit militer tertentu.

senapan mesin ringan Ceko
CZ ScorpionEVO 3 S1

senapan mesin ringan Ceko width=
CZ ScorpionEVO 3 S1

senapan mesin ringan Ceko width=
CZ ScorpionEVO 3 S1

senapan mesin ringan Ceko width=
CZ ScorpionEVO 3 S1

senapan mesin ringan Ceko width=
CZ ScorpionEVO 3 S1

senapan mesin ringan Ceko width=
CZ ScorpionEVO 3 S1

senapan mesin ringan Ceko width=
CZ ScorpionEVO 3 S1

senapan mesin ringan Ceko width=
CZ ScorpionEVO 3 S1

senapan mesin ringan Ceko width=
CZ ScorpionEVO 3 S1

senapan mesin ringan Ceko width=
CZ ScorpionEVO 3 S1

senapan mesin ringan Ceko width=
CZ ScorpionEVO 3 S1

senapan mesin ringan Ceko width=
CZ ScorpionEVO 3 S1

senapan mesin ringan Ceko width=
CZ ScorpionEVO 3 S1


senapan mesin ringan Ceko width=
CZ ScorpionEVO 3 S1

senapan mesin ringan Ceko width=
CZ ScorpionEVO 3 S1

senapan mesin ringan Ceko width=
CZ ScorpionEVO 3 S1

KARAKTER
Kaliber (magazine pisah) : 9x19mm Luger / Parabellum
Kapasitas Magazine : 20 atau 30
Bingkai : plast
Sights : Adjustable
Panjang Keseluruhan (stock closed/open) : 410/660 mm
Barrel : Hammer Forged
Barrel length : 196 mm
Tinggi : 240 mm
Lebar : 97/60 mm
Berat : 2,55 kg
Rate of fire : 1100 rounds per minute

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 2/11/2012

February 10, 2012

Generasi Kelima Senapan Serbu Kalashnikov

Ak-12 kalashnikov senapan serbu generasi kelima rusia
Produsen terbesar senjata api rusia, JSC Izhmash, memperkenalkan model terbaru dari senapan serbu (assault rifle) generasi kelima Kalashnikov. Untuk sementara ini, senapan tersebut diberi nama AK-12. Pengembangan dan perakitan senjata serbu baru tersebut diprakarsai oleh kepala desainer Vladimir Zlobin, diselesaikan pada tahun 2011 lalu.

Secara resmi, pihak Kementerian Dalam Negeri Rusia telah meminta test eksploitasi atas AK-12 tersebut. JSC Izhmash (produsen) juga telah merespon dengan menyampaikan kesiapannya dalam hal memenuhi kebutuhan AK-12 untuk tentara Rusia. ---Perlu diketahui, dalam waktu dekat Departemen Pertahanan Rusia akan mempensiunkan penggunaan AK-47 pada militernya. Diharapkan, AK-12 dapat menjadi solusi yang tepat untuk menggantikannya---.

"AK-12 sedang dikembangkan untuk tujuan ekspor. Namun juga memenuhi persyaratan dari Departemen Pertahanan Rusia, yang kementerian tersebutlah yang memiliki hak untuk pengadaan  persenjataan baru. Jika ada pesanan, JSC Izhmash akan siap memenuhi kebutuhan AK-12 untuk Angkatan Bersenjata dan pasukan khusus dari federasi Rusia" kata layanan pers.

Untuk saat ini, test AK-12 masih dilakukan di markas sendiri. Tentang ada atau tidaknya perubahan konstruksi dan keergonomisan Ak-12 tersebut tergantung dari hasil test. "kami terus melakukan konsultasi dengan ahli-ahli yang kompeten dalam hal keefektifan dan kehandalan senapan serbu tersebut" kata Vladimir Zlobin, sang perancang senapan.

Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin adalah pejabat Rusia pertama yang telah melihat secara langsung Ak-12. Para desainernya telah berhasil meningkatkan parameter dari senapan. Mereka meningkatkan adaptasi senapan tersebut dalam hal perang modern dan tetap berhasil mempertahankan kualitas yang unik dari Kalashnikov itu yaitu : sederhana, handal dan biaya produksi yang rendah.

senapan serbu generasi kelima rusia
AK-12 Kalashnikov

Ak-12 memiliki konfigurasi yang klasik, konstruksi sederhana, moncong yang powerfull dan magazin yang besar. Para desainernya juga membuat AK-12 menjadi lebih ergonomis. Seperti kontrol senjata (kunci, selektor jenis tembakan, kait klip, kait baut) yang dapat digunakan hanya dengan satu tangan. Kedepannya, Ak-12 akan dibuat dalam dua model yaitu model Light (5.45x39mm, 5.56x45mm dan 7.62x39mm) yang memakai magazine varian-varian dari senapan AK yang terdahulu, juga magazine 60 round quad stack, dan model heavy (7,62 x51mm) yang menggunakan jenis magazine baru.

Picatinny Rails (Rel Picatinny) juga diintegrasikan dalam pembuatan Ak-12. Yang digunakan untuk integrasi dengan peralatan tambahan seperti : optik, collimating, night sights (modus malam), mexometer, peluncur granat, lampu, inidkator target dan peralatan lainnya. Dengan kelengkapan tersebut, Ak-12 menjadi senjata yang efektif dalam kondisi atau waktu apapun.

senapan serbu generasi kelima rusia
AK-12 Kalashnikov

Ak-12  juga berpopor lipat. Pegangan (operating rod) Ak-12 dapat dipasang di kiri atau di kanan yang menjadikan senjata tersebut juga nyaman dipakai orang oleh orang kidal. Fungsi terbaru dari Ak-12 adalah adanya 3 jenis tembakan yaitu : tembakan tunggal, tiga tembakan dan otomatis.

Untuk meningkatkan efisiensi tembakan tunggal (single shoot), Ak-12 dilengkapi dengan peralatan optik yang lebih akurat. Model Ak-12 memang tidak cantik, bahkan dapat dikatakan jelek dan kuno, tapi memiliki semua fitur dari senapan serbu canggih dan tingkat ergonomis yang tinggi.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 2/10/2012

February 8, 2012

TNI AD Targetkan Pengadaan 18 Unit Helikopter MI-17


helikopter angkut rusia
Setelah 6 unit helikopter MI-17 resmi memperkuat TNI AD - ditempatkan di Skuadron Udara Serbu Pusperbad Semarang- pada agustus 2011 lalu, kini TNI AD menargetkan untuk menambah lagi 18 unit helikopter MI-17. Helikopter MI-17 merupakan helikopter buatan Mill Moscow Helicopter Plan Rusia.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, Indonesia memang memfokuskan pengadaan alat utama sistem senjata multifungsi seperti helikopter MI-17 yang dapat digunakan untuk Operasi Militer Perang maupun Operasi Militer Selain Perang. "Geografis Indonesia yang terdiri atas pulau-pulau sekitar 17 ribu pulau, sangat memerlukan dukungan moda transportasi termasuk transportasi militer untuk menjangkau daerah-daerah yang tersebar itu, terutama daerah yang tidak bisa didarati pesawat besar maupun sedang," katanya.

Apalagi, tambah Purnomo, beragam ancaman non tradisional kini makin tersebar pula seperti terorisme, separatisme yang memerlukan penanganan berupa pengerahan pasukan ke wilayah sasaran dengan cepat. Dalam Operasi Militer Selain Perang helikopter juga bisa digunakan untuk pemetaan wilayah bencana, mengangkut bantuan kemanusiaan dan mengungsikan warga di lokasi bencana. "Jadi, dengan adanya helikopter ini sangat bermanfaat sekali," kata Menhan.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menambahkan, keberadaan helikopter itu bisa digunakan pula untuk pengamanan perbatasan, baik untuk pemantauan, maupun pengerahan pasukan dan logistiknya. "Helikopter ini juga bisa digunakan sebagi helikopter serbu dan angkut pasukan pada jumlah tertentu misalnya dalam rangka pengamanan perbatasan," katanya.

helikopter angkut rusia
Helikopter MI-17
Sedangkan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan MI-17 memiliki daya angkut cukup besar. "TNI Angkatan Darat menargetkan 18 unit Mi-17 yang bermarkas di Skuadron 31 Heli Serbu sehingga satu batalyon pasukan dapat diangkut dalam waktu bersamaan," tuturnya. Ia menambahkan daya angkut Mi-17 lebih besar dibandingkan Helikopter jenis Bell yang hanya mampu mengangkut 1/3 dari kekuatan satu batalyon.

"Jadi helikopter ini sangat efektif apalagi TNI Angkatan Darat lebih banyak gelaran kekuatan di daerah perbatasan, daratan dan pegunungan," ujar Pramono.

suasana penyerahan 6 helikopter mi-17 purnomo yusgiantoro
Penyerahan 6 unit MI-17 agustus lalu
Sementara itu Dubes Rusia untuk RI Alexander Ivanov mengatakan pengadaan helikopter MI-17 itu menggunakan "state loan" yang diberikan Pemerintah Rusia kepada Indonesia. "Besarnya 'state loan' itu adalah 56 juta dolar AS dengan persyaratan yang sangat ringan dan menguntungkan Indonesia mengingat Indonesia merupakan mitra yang baik," katanya.

ANTARA

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 2/08/2012

Mitsubishi F-2 - Jet Fighter Jepang

Kalau mendengar nama Mitsubishi, orientasi kita biasanya selalu tertuju ke kendaraan roda empat dari Jepang. Tapi Mitsubishi kali ini beda, ini jet tempur bung. Mitsubishi F-2 fighter merupakan jet tempur multiperan yang diproduksi oleh Mitsubishi Heavy Industries (MHI) dan Lockheed Martin untuk Pertahanan Angkatan Udara Jepang (Japan Air Self Defence Force) dengan porsi pembagian 60/40 dalam hal pabrikan antara Jepang dan Amerika Serikat. Produksi pesawat tempur ini dimulai pada tahun 1996 dan terbang perdana pada tahun 2000. Mitsubishi F-2 merupakan pengembangan dari jet tempur F-16 karena berbasis pada design F-16.

Seperti halnya Sukhoi Rusia, Mitsubishi F-2 ini dibuat dalam dua versi yakni : tempat duduk tunggal (F-2A) dan tempat duduk tandem (F-2B). Pembuatan Mitsubishi F-2 di Jepang juga melibatkan beberapa Industri raksasa Jepang antara lain Kawasaki, yang bertanggung jawab untuk konstruksi bagian tengah dari badan pesawat, termasuk pintu, roda utama dan mesin. Mitsubishi bertanggung jawab untuk bagian depan, sayap dan juga struktur lower-wing box termasuk lower skin, spars, ribs dan cap yang dibuat dari bahan komposit graphite-epoxy.

pesawat tempur jepang
Mitsubishi F-2

Lapisan sayap bagian atas dibuat oleh pihak Fuji, termasuk wing fairing, radome, flaperons dan engine air-intake serta bagian ekor.

Pihak Lockheed Martin bertanggung jawab untuk memasok bagian belakang pesawat, port-side wing box, leading-edge flaps, dan system avionic.  Sistem fly-by-wire digital dipasok oleh Japan Aviation Electric bersama Honeywell.

pesawat tempur jepang
Mitsubishi F-2

Cockpit pesawat dilengkapi dengan tiga buah display multi-fungsi, termasuk liquid crystal display dari Yokogawa.  HUD (Head-up display) untuk pilot di buat oleh Shimadzu.  Sistem integrated electronic warfare, mission computer dan active phased array radar dibuat oleh pihak Mitsubishi Electric.
Mitsubishi F-2 dilengkapi dengan persenjataan M61A1 Vulcan kanon multi laras caliber 20mm yang dipasang pada bagian sayap, misil jarak menengah jenis AIM-7F/M Sparrow (dari Raytheon), misil jarak pendek AIM-9L dan AAM-3 (dari Mitsubishi) dan juga misil anti kapal yaitu ASM-1 dan ASM-2.

Pesawat ini memiliki 13 titik letak persenjataan, satu di tengah, masing-masing satu pada ujung sayap, dan masing-masing lima pada sayap bagian bawah.  Sistemnya dibuat oleh Lockheed Martin.

pesawat tempur jepang
Mitsubishi F-2

Perangkat komunikasi F-2 adalah transceiver AN-ARC-164 yang beroperasi pada UHF band dari Raytheon transceiver V/UHF dari NEC.  IFF interrogator dari Hazeltine dan radio HF dari Kokusai Electric.

Spesifikasi Mitsubishi F-2
Kru: 1 atau 2 (Khusus F2-B)
Panjang : 15,52 m
Rentang sayap : 11,13 m
Bentang sayap ekor: 6,05 meter
Tinggi: 4,69 m
Wing area : 34,84 m²
Berat  kosong : 9.527 kg
Maksimal lepas landas : 22.100 kg
Kapasitas bahan baker internal: 3.600 kg
Jarak tempuh tempur: 833 km
Harga : 127 juta dollar (2009)

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 2/08/2012

February 7, 2012

Peluru Ini Dapat Mengenali Sasaran (Peluru Pintar)

dapat mengenali sasaran
Inilah dunia militer, perkembangan teknologinya sangat cepat. Semua berlomba-lomba untuk menjadi yang "tercanggih". Peluru ini menggunakan semacam sirip kecil untuk mengarahkan penerbangan hingga mengenai target yang diterangi sinar laser. Tebak, siapa yang buat? salah.... bukan Indonesia, tapi Amerika Serikat hehe.... hoaaamm

Peluru ini dirancang untuk mampu mengenai benda-benda hingga radius dua kilometer. Namun hasil uji coba prototipe peluru menunjukkan akurasi terbaik dijumpai pada jangkauan jarak yang lebih jauh. Proyek pembuatan peluru dilakukan oleh anak perusahaan kontraktor pertahanan Lockheed Martin yang berbasis di Albuquerque atas nama pemerintah Negeri Paman Sam. Tim yang mengotaki pembuatan peluru mengatakan teknologi terbaru ini cocok digunakan bagi para penembak jitu. Tetapi mereka khawatir jika peluru canggih ini kelak dipasarkan untuk umum.

Prototipe peluru yang saat ini dikembangkan berupa peluru berukuran 10 sentimeter yang memiliki sensor optik pada bagian ujungnya untuk mendeteksi laser. Informasi yang ditangkap melalui sensor optik kemudian diolah dan digunakan untuk menggerakkan motor mini yang ada di dalam peluru. Motor mini berfungsi menyetir sirip kecil pada bagian luar peluru, mengubah dan mengarahkan jalan peluru ke sasaran yang dituju. "Kita bisa melakukan koreksi 30 kali per detik. Itu berarti kami bisa sangat tepat sasaran," kata peneliti peluru Red Jones.

Tim peneliti telah menggelar baik uji lapangan maupun simulasi komputer untuk mengetahui kemampuan peluru. Kendati menyebut pembuatan peluru masih sebatas rekayasa teknologi, tapi mereka semakin percaya diri memasarkan peluru tersebut ke pasar. Para ahli mengatakan akan ada permintaan besar untuk inovasi di medan perang.

"Salah satu keberhasilan besar di Libya adalah bahwa akurasi dari amunisi yang digunakan jauh lebih tinggi dari yang dikampanyekan sebelumnya," kata Elizabeth Quintana, peneliti senior di Royal United Services Institute seperti dikutip BBC. Quintana mengatakan, 97 persen senjata Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengenai target mereka yang berukuran sekitar 2 meter, tapi hanya dapat dicapai menggunakan amunisi udara. "Ini akan menjadi revolusi untuk pasukan darat, dan dapat membantu mengurangi korban sipil dalam konflik di masa depan," kata dia menambahkan.

Tidak seperti peluru kebanyakan, prototipe peluru bersirip ini mampu terbang seperti sebuah anak panah. Peluru senapan berkaliber kecil biasanya berputar pada level lebih dari 2.000 putaran per detik untuk menstabilkan jalur terbang dan memaksimalkan kecepatan.

Pengujian dengan mesiu yang tersedia secara komersial menunjukkan bahwa peluru bersirip mampu melesat dengan kecepatan lebih dari dua kali kecepatan suara, yakni sekitar 800 meter per detik. Namun kecepatan tersebut masih di bawah standar kecepatan peluru yang dipatok militer.

Kendati demikian, para peneliti yakin dapat meningkatkan kecepatan peluru jika disesuaikan dengan bubuk mesiu yang digunakan. Lalu, siapa saja yang nanti diperbolehkan menggunakan peluru canggih tersebut? Ini menjadi kendala lain yang harus dihadapi para peneliti yang mengembangkan peluru bersirip. Mereka harus mengkaji siapa saja yang dapat mengakses dan memanfaatkan peluru tersebut agar tidak disalahgunakan.

Para pengamat industri senjata mengatakan, pelanggan potensial yang bakal menggunakan peluru bersirip antara lain pihak militer, aparat penegak hukum, dan pemburu. "Masyarakat mungkin tidak nyaman dengan implikasi bahwa semua orang dapat menembakkan peluru tanpa perlu membidikkan ke target. Anda juga bisa melihat peluru ini dapat dimiliki dan digunakan teroris," kata Quintana.

Menurut Quintana, pemerintah sebaiknya membatasi akses publik terhadap teknologi peluru canggih semacam ini. "Tapi teknologi itu akan sangat berguna untuk penegakan hukum, terutama menghadapi situasi penyanderaan," ujar dia.

 Tempo.co - BBC NEWS

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 2/07/2012

February 5, 2012

Sekilas Sejarah PT. Pindad -Indonesia


Riwayat Singkat

PT. Pindad adalah perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial di Indonesia dan memperkerjakan sekitar 3000 karyawan.

Pada periode tahun 1808-1850 berdiri bengkel peralatan militer bernama Artilleriee Constructie Winkle (ACW) dan Pyrotekniesche Werkplaats (PW) berfungsi mengadakan persediaan dan pemeliharaan alat-alat perkakas senjata dan memperbaiki senjata-senjata yang rusak, sementara PW berfungsi membuat dan memperbaiki munisi atau mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan bahan peledak untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Belanda.

Pada periode tahun 1923-1932, bengkel-bengkel  yang  ada di Surabaya dan lain-lain dipindahkan ke Bandung dan digabung menjadi satu dengan nama Artilerie Inrichtingen (AI). Tahun 1942, Belanda menyerah kepada Jepang dan kemudian ACW berganti nama menjadi Dai Ichi Kozo (DIK). Pada tahun 1947 DIK berganti nama menjadi Leger Productie Bedrijven (LPB)

Pada tanggal 29 April 1950 pemerintah Belanda menyerahkan LPB kepada pemerintah RIS dan berganti nama menjadi Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM). Tahun 1958 PSM berganti menjadi Pabrik Alat Peralatan Angkatan Darat kemudian berubah nama menjadi PINDAD dan pada tahun 1983 status PINDAD berubah menjadi BUMN.

Pada tahun 1989, bersama dengan 9 Persero lain, PT. PINDAD (Persero) berada dibawah pembinaan Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS). Tahun 1998 BPIS dibubarkan, seluruh perseroan yang berada di bawah pembinaannya menjadi anak perusahaan PT. Pakarya Industri (Persero). Tahun 1999 PT. Pakarya Industri (Persero) berubah nama menjadi PT. Bahana Pakarya Industri Strategis (Persero), yang kemudian dibubarkan melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 52 tahun 2002. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 41 tahun 2003, PT. Pindad (Persero) berada di bawah kewenangan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara.

panser pesanan malaysia
Anoa 6x6 buatan Pindad


Bidang Usaha :
PT. PINDAD (Persero) dalam kegiatan usaanya, mencakup bidang :
a. Manufaktur
  1. Produk senjata dan munisi
  2. Produk kendaraan khusus
  3. Produk piroteknik, bahan pendorong dan bahan peledak (militer dan komersil)
  4. Produk konversi energi
  5. Produk komponen, sarana dan prasarana dalam bidang transportasi
  6. Produk mesin industri dan peralatan industrial
  7. Produk mekanikal, elektrikal, optikal dan opto elektronik
b. Jasa
  1. Perekayasaan sistem industrial
  2. Pemeliharaan produk/peralatan industri
  3. Pengujian mutu dan kalibrasi
  4. Konstruksi
  5. Permesinan
  6. Heat dan Surface treatment
  7. Peledakan
c. Perdagangan
Melaksanakan pemasaran, penjualan dan distribusi produk dan jasa tersebut termasuk produksi pihak lain, baik dalam maupun luar negeri

d. Produk jasa dan lainnya dalam rangka memanfaatkan sisa kapasitas yang dimiliki perusahaan.

nb: Komisaris Utama PT. PINDAD saat ini adalah Jend. TNI (Purn) George Toisutta dan dirut utamanya adalah Ir. Adik Avianto, MSIE, Ph.d


Efran Syah
ARTILERI Updated at: 2/05/2012

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost