;

September 15, 2012

Vladimir Putin: Rusia Akan Menghabiskan $710 miliar untuk Rudal Balistik, Pesawat Tempur dan Upgrade

Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin pada 7 September menuntut drive persenjataan baru yang mirip dengan yang diatur oleh diktator Stalin pada tahun-tahun terburuk pemerintahannya yaitu teror tahun pada 1930-an.

"Kita harus memodernisasi industri pertahanan dengan komprehensif seperti yang dilakukan di tahun 1930-an," kata Putin di Pertemuan Mingguan Dewan Keamanan Rusia.

Stalin membantu merevolusi Rusia era Tsar dengan kampanye negara yang bergantung pada tenaga kerja budak dan represi politik, dimana jutaan orang meninggal dalam kurun waktu bertahun-tahun. (Baca juga: Tentara Terminator Rusia)

Rusia telah mengumumkan sebuah program persenjataan besar-besaran untuk dekade mendatang yang akan menghabiskan dana sebesar 23 triliun rubel (710 miliar dolar) untuk 400 rudal balistik dan 600 jet tempur dan upgrade armada kapal selam.

Rencana tersebut telah memberikan tekanan pada anggaran sektor lain dan pabrikan militer tua era Uni Soviet yang tidak mampu mengatasi lonjakan yang besar dalam permintaan untuk senjata generasi baru.

Putin telah menyatakan rasa frustasinya terhadap masalah yang terus berputar-putar pada produk senjata Rusia seperti tank dan sistem persenjataan lainnya yang harganya lebih tinggi dari harga saingan Barat mereka namun sering gagal melewati fase tes kemampuan dan kehandalan.
"Kami harus memecahkan prinsip lama yang mengatakan bahwa hanya perusahaan negara khusus dan agensinya saja yang diperbolehkan terlibat dalam pertahanan"
Putin sebelumnya telah memerintahkan para menterinya untuk melakukan perbaikan yang efektif untuk proses pengadaan militer pada akhir tahun lalu dan pada awal tahun ini.

"Sampai saat ini saya masih belum menerima proposal. Tidak ada," gerutu Putin. "Jika ini terus berlanjut, kita tidak akan pernah mampu untuk tepat waktu dalam pengadaan militer." Putin menambahkan bahwa efisiensi di pada perusahaan pertahanan bisa dibenahi jika pemain swasta diizinkan untuk mengakuisisi saham di sentra produksi militer, yang kemudian bisa beroperasi sebagai usaha dari mencari keuntungan bisnis.

"Kami harus memecahkan prinsip lama yang mengatakan bahwa hanya perusahaan negara khusus dan agensinya saja yang diperbolehkan terlibat dalam pertahanan," kata Putin.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/15/2012

Sekilas Kronologis Serangan 11 September 2001

Update terlambat. Foto ini sebenarnya sudah cukup lama tersimpan di draft admin, tapi lupa di share di hari "H" nya yaitu pada 11 September lalu. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, tapi  tetap saja tepat waktu masih menjadi yang terbaik. Ok, cuma 1 foto kronologis serangan 11 September 2001. Semoga bermanfaat.

Serangan 11 September 2001
Klik saja pada gambar untuk resolusi yang lebih besar

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/15/2012

Rusia Jual 52 Helikopter Mi-171E ke China

Mi-171E

Pada hari Kamis, 6 September 2012, Rusia menandatangani kontrak dengan China untuk pengiriman 52 helikopter transportasi Mi-171E (Hip).

Kontrak tersebut ditandatangani oleh Rosobonexport Rusia dan China Poli Technologies, inc. Delapan helikopter pertama akan dikirimkan sebelum akhir tahun ini dan kontrak pengiriman seluruhnya akan selesai pada tahun 2014, seperti janji yang diungkapkan oleh Rusia. Helikopter Mi-171E merupakan helikopter transportasi versi ekspor dari helikopter Mi-8/17. Dengan turbin medium ganda, helikopter transportasi ini juga dapat berperan sebagai helikopter tempur.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/15/2012

September 14, 2012

DARPA Pamerkan Drone Darat "Big Dog"


Komandan Korps Marinir dan direktur DARPA mendapat kesempatan pertama pada hari Senin lalu di DARPA untuk menyaksikan robot "Big Dog" yang merupakan drone darat dan sekarang dijuluki dengan The Legged Squad Support System (LS3).

Boston Dynamics telah membangun drone darat. Official DARPA mengembangkan LS3 guna "mengistirahatkan punggung" para tentara dan marinir dalam misinya. Drone berkaki ini dirancang untuk membawa 400 kilogram muatan dan akan mengikuti perjalanan pasukan di medan berbatu maupun perbukitan.

LS3 pertama kali di tes di luar ruangan pada bulan Februari. Sejak tes tersebut, para teknisi Boston Dynamics telah menjadikan LS3 menjadi robot yang lebih luwes (mode jogging dan run)

"LS3 sekarang kira-kira 10 kali lebih baik daripada LS3 pada video online Februari lalu," Letkol Joe Hitt, manajer program DARPA menjelaskan dalam sebuah pernyataan.

Drone tanah LS3 bisa berlari melalui medan berbatu pada kecepatan 1-3 mil/jam (baca juga Satuan Ukuran Standar). LS3 juga bisa berlari santai di kecepatan 5 mil/jam dan kemudian dengan mode run dapat berlari dengan kecepatan 7 mil/jam pada permukaan datar.

Jika robot "BigDog" terguling, maka robot ini akan mampu berdiri sendiri karena telah disipkan program ini pada "BigDog" LS3.

"Visi LS3 adalah untuk menggabungkan kemampuan keledai dengan kecerdasan hewan terlatih," lanjut Hitt.

Korps Marinir AS pada bulan Juli memulai program 2 tahun untuk mengembangkan LS3. Tes pertama diselenggarakan oleh DARPA dan Laboratorium Korps Marinir, dijadwalkan pada bulan Desember.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/14/2012

AS Kirim 2 Kapal Perusak ke Libya

USS Laboon
USS Laboon
[Foto:PressTV]

Amerika Serikat mengirimkan dua kapal perangnya ke pantai Libya. Kedua kapal perusak (destroyer) tersebut setidaknya mengangkut 50 marinir AS. Pihak AS mengambil langkah-langkah militer untuk membela para iplomatnya di Libya.

Salah satu kapal perusak - Laboon - telah mendekati pantai Libya, kapal lainnya - McFaul - akan berada di Libya dalam beberapa hari. Kedua kapal perang tersebut dipersenjatai dengan rudal jelajah Tomahawk, kata NTV. Menurut militer, kapal akan tetap dekat pantai Libya

Sebuah tim investigasi dari FBI juga akan tiba di Libya segera, The Voice of America mengatakan. Menurut laporan yang belum dikonfirmasi, AS akan mengintensifkan pengumpulan informasi intelijen di Libya, termasuk dengan penggunaan drone (kendaraan tanpa awak).

Sementara itu, personel diplomatik AS telah meninggalkan Libya. Seluruh staf dari konsulat di Benghazi akan dievakuasi ke Jerman. Selain itu, AS memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawan kedutaan AS di ibukota Libya, Tripoli.

Langkah AS ini merupakan tindak lanjut dari serangan di konult AS pada malam hari tanggal 12 September, kelompok "Islamis" menyerang konsulat AS di Benghazi. Mereka (Islamis) marah akibat sebuah film dokumenter yang berjudul "Innocence of Islam," yang ditayangkan di internet. Film ini dibuat di AS oleh pembuat film amatir. Kelompok "Islamis" tersebut masuk ke gedung dan menewaskan empat diplomat AS, termasuk Duta Besar AS untuk Libya Christopher Stevens. Sampai saat ini belum jelas penyebab kematian para diplomat AS tersebut.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/14/2012

Latihan Armada Jaya XXXI: TNI AL Akan Tembakkan Torpedo

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Untung Suropati mengungkapkan, TNI Angkatan Laut akan melaksanakan latihan perang secara besar-besaran di laut Jawa selama satu bulan, mulai tanggal 23 September s/d 23 Oktober 2012. Latihan perang laut yang diberi sandi "Armada Jaya XXXI/2012" akan melaksanakan penembakan berbagai macam senjata strategis, antara lain peluncuran peluru kendali Torpedo Sut sasaran permukaan baik dari kapal selam KRI Nanggala-204 maupun kapal perang jenis Patrol Ship Killer KRI Ajak-653. 

Latihan Armada Jaya XXXI/2012 di perairan Indonesia Kawasan Timur, mulai dari Laut Jawa hingga puncaknya dilaksanakan operasi amfibi berupa pendaratan pasukan pendarat Marinir di Sangatta, Kalimantan Timur. Seluruh kesenjataan TNI AL yang tergabung dalam SSAT yaitu kapal perang, pesawat udara, Marinir dan Pangkalan akan digelar pada latihan puncak TNI AL ini, tegas Kadispenal Laksamana Pertama TNI Untung Suropati, seusai mengikuti paparan Rencana Garis Besar Latihan Armada Jaya XXXI/2012, Kamis, 13 September di Mabes TNI AL Cilangkap, Jakarta Timur.

KRI Nanggala

Latihan ini merupakan salah satu aktualisasi mengenai kesiapan TNI AL dalam melaksanakan Operasi Amfibi, Operasi Laut Gabungan dan Operasi Pendaratan Administrasi di perairan timur yurisdiksi nasional dalam rangka menjaga dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada latihan ini, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno bertindak selaku Pemimpin Umum Armada Jaya XXX/2012, sedangkan Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, S.E. sebagai Direktur Latihan.

Dalam Armada Jaya XXXI/2012 ini akan dilaksanakan berbagai rangkaian kegiatan latihan dengan melibatkan kurang lebih empat ribu personel, 23 kapal perang berbagai jenis (Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda), delapan pesawat udara, satu Brigade Pasukan Pendarat Marinir beserta 93 kendaraan tempur lengkap dengan logistiknya.

Latihan dilaksanakan dua tahap yaitu geladi Posko termasuk gelar pasukan tanggal 23 September s/d 7 Oktober 2012 dan gladi lapangan tanggal 9 s/d 23 Oktober 2012 guna menguji kemampuan perencanaan Operasi Amfibi, Operasi Laut Gabungan dan Operasi Pendaratan Administrasi. Setelah serbuan amfibi berakhir dan pantai pendaratan dinyatakan dikuasai, akan digelar bakti sosial  yang didukung kapal perang rumah sakit KRI dr. Soeharso-990.

Menurut Kadispenal, konstelasi geografis Indonesia merupakan negara kepulauan (Archippelagic State) terbesar di dunia, memiliki wilayah laut  yang luas dan berbatasan langsung dengan wilayah perairan negara tetangga, apabila kita tidak mengelola dan memanfaatkannya dengan baik maka akan berpeluang munculnya konflik. Permasalahan perbatasan yang sampai saat ini masih mencuat di permukaan, menjadikan pelajaran bagi kita untuk selalu waspada dan siap untuk mempertahankan serta menjaga setiap jengkal wilayah yurisdiksi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

TNI Angkatan Laut sebagai alat pertahanan negara di laut dituntut kesiapannya dalam menghadapi dan mengantisipasi berbagai bentuk ancaman yang dapat mengganggu keamanan dan kedaulatan NKRI. Kesiapan TNI AL berupa tampilan kemampuan dan kekuatan alutsista yang andal, kesiapsiagaan operasional seluruh komponen Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) dan profesionalisme prajurit Matra Laut. Hasil dari kegiatan pembinaan tersebut diukur melalui latihan puncak TNI AL yakni Armada Jaya.

Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak bagi TNI AL dan dilaksanakan setiap tahun di wilayah yang berbeda, bahkan diusahakan seluruh pantai yang ada di Indonesia ini pernah dijadikan sebagai daerah latihan. Dengan menggelar latihan di daerah tersebut akan menjadi salah satu referensi bagi TNI AL, jika sewaktu-waktu dibutuhkan operasi sebenarnya.

[DISPENAL]

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/14/2012

September 13, 2012

Kunjungan Kuasa Usaha Jerman, Leopard Tiba Awal November

Pembicaraan tentang Leopard

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin dengan didampingi Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Mayjen TNI R. Ediwan Prabowo, S.Ip dan Kepala Bidang Opini Pusat Komunikasi Publik (Kabid Opini Puskom Publik) Kemhan Kolonel Arh Sugandi Agus, Rabu, 12 September,  menerima kunjungan Kuasa Usaha Jerman untuk Indonesia Mrs. Heeidrun Tempel, di Kantor Kemhan Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Wamenhan menyampaikan rencana kunjungan kerja High Level Committee (HLC) ke Jerman untuk bertemu dengan Chief Executive Officer (CEO) baik pabrik Rheinmetall maupun Grob dan tim HLC akan meninjau kesiapan produksi lainnya dari kedua pabrik industri pertahanan Jerman di Frankfurt minggu depan, pihak kedutaan besar Jerman akan membantu menginformasikan rencana kunjungan kerja ini kepada pihak-pihak terkait di Jerman, baik pihak industri pertahanan yaitu pabrik Rheinmetall dan Grob maupun pemerintah Jerman.

Terkait dengan pembelian sejumlah 103 unit Main Battle Tank (MBT) Leopard, Tank jenis Marder 1A3 sebanyak 50 unit dan Tank pendukung 10 unit, Wamenhan menyampaikan bahwa pihak Rheinmetall akan berada di Indonesia untuk finalisasi penandatanganan kontrak yang akan dilaksanakan pada minggu ke empat September 2012.
"Leopard dapat tiba di Indonesia pada awal November 2012 bertepatan dengan pameran Industri pertahanan Indo Defence 2012"
Wamenhan juga mengungkapkan pihak Rheinmetall telah mempersiapkan pengiriman perdana Main Battle Tank (MBT) Leopard sesuai dengan target Kementerian Pertahanan tetapi terdapat beberapa hal terkait administrasi dan logistik yang perlu diselesaikan oleh pihak Rheinmetall dengan Kementerian Pertahanan.

Dengan demikian Main Battle Tank (MBT) Leopard dapat tiba di Indonesia pada awal November 2012 bertepatan dengan pameran Industri pertahanan Indo Defence 2012. Menanggapi hal tersebut, pihak kuasa usaha Jerman akan membantu pihak Indonesia dalam hubungan Government to Government.

[DMC]

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/13/2012

September 12, 2012

Rudal PAC-3 Suskes Instersep Rudal Balistik

Lockheed Martin

Rudal PAC-3 Lockheed Martin berhasil menghancurkan target sebuah rudal balistik taktis pada 1 September lalu di Missile Range White Sands,N.M, dalam sebuah uji operaional yang dilakukan oleh Angkatan Darat dan Komando Evaluasi AS.

Tes ini melibatkan tiga sasaran yang akan dihancurkan, dua rudal Patriot dan satu drone MQM-107. "Kemampuan Rudal PAC-3 seperti yang diharapkan dalam kondisi-kondisi yang darurat," kata Richard McDaniel, wakil presiden program rudal PAC-3 di Lockheed Martin. "Ini adalah ketiga kalinya dan berturut-turut dari suksesnya uji coba rudal PAC-3 dalam tahun ini. Dengan keberhasilan dari setiap tes, rudal PAC-3 menambah deretan keberhasilan kinerja."

Tiga tambahan tes untuk PAC-3 dijadwalkan pada paruh kedua 2012 ini, termasuk tes terbang yang akan menguji kemampuan Missile Segment Enhancement (MSE) dari PAC-3.

Lockheed Martin di fasilitas Dallas adalah kontraktor utama untuk PAC-3. Berkantor pusat di Bethesda, Md, Lockheed Martin adalah perusahaan kedirgantaraan dan keamanan global yang mempekerjakan sekitar 120.000 karyawan di seluruh dunia yang bergerak dalam penelitian, desain, pengembangan, manufaktur, integrasi sistem teknologi canggih, produk dan jasa. Penjualan bersih dari perusahaan ini untuk 2011 adalah sebesar 46,5 miliar dolar.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/12/2012

Karakteristik C-295 Pesanan TNI AU

Pesawat CN-295 (hasil kerja sama PT DI dan Airbus Military), atau dikenal sebagai C-295 (versi Spanyol), merupakan pesawat angkut taktis militer twin turboprop produksi Airbus Military di Spanyol. Pesawat yang melakukan terbang perdana pada 1998 ini merupakan pengembangan dari pesawat CN-235, dengan peningkatan muatan sebesar 50 persen dan mengalami pembaruan di sektor mesin (engine), yang menggunakan PW127G baru. Pesawat ini diproduksi dan dirakit di kawasan Airbus Military di Bandara San Pablo, Seville, Spanyol.

C-295, yang membutuhkan 670 meter panjang landasan untuk tinggal landas, dan 320 meter untuk mendarat. Pesawat ini digunakan sebagai pesawat taktis di 14 negara untuk berbagai fungsi.

C-295
C-295
[Foto:Airbus Military]

Pesawat C-295 buatan Spanyol ini memiliki tiga varian. Pertama, C-295M (versi transpor militer, kapasitas angkut 73 personel, 48 personel pasukan payung/para, 27 tandu, lima 2,24 × 2,74 m (88 × 108 cm) palet, atau tiga kendaraan ringan.

Kedua, versi C-295MPA/Persuader (versi patroli maritim/anti-kapal selam). Ketiga versi C-295 AEW&C (Prototype airborne early warning and control version with 360 degree radar dome).

Pesawat C-235 bakal menjadi pengganti beberapa pesawat angkut taktis, seperti de Havilland Kanada DHC-5 Buffalo (Canadian Forces), de Havilland DHC-Kanada 4 Caribou (Australia), dan Fokker F-27 (TNI AU). Kelebihan dari pesawat buatan Spanyol ini, memiliki pintu belakang/ram door sebagaimana C-130 Hercules.


Spesifikasi
Tipe
C-295/CN-295
Kru
Dua Orang
Payload
9.250 kg
Berat Take-off
23.200 kg (51,146 lbs)
Mesin
2 × Pratt & Whitney Canada PW127G Hamilton Standard 586-F (six bladed), masing-masing 1.972 kW (2.645 hp)
Kecepatan maksimum
576 km/jam (311 knots)
Cruise speed
480 km/jam (260 knots, 300 mph)
Ferry range
5.220 km (3.240 mi; 2.820 nmi)
Take-off run
670 meter (2200 kaki)
Landing run
320 meter (1.050 kaki)
Pengguna
o  Spanyol/Spanish Air Force (13 pesawat), Alzajair (Patmar   dan transport)
o  Brazil/Brazilian Air Force (12 pesawat)
o  Chili/Chilean Navy (3 C-295 MPA)
o  Kolumbia/Columbian Air Force (4 pesawat)
o  Republik Ceko/Czech Air Force memesan 4 C-295M)
o  Mesir/Egypt Air Force memesan 3 pesawat untuk transport taktis dan logistik)
o  Finlandia (Finnish Air Force, mengoperasikan 2 C-295M dan memesan satu C-295M)
o  Ghana/Ghana Air Force memesan 2 C-295
o  Yordania/Royal Yordan Air Force memesan 2 pesawat
o  Meksiko(mexican Navi mengoperasikan 4 C-295, Mexican Air Force mengoperasikan 10 buah)
o  Polandia (Polish Air Force mempunyai 12 pesawat, accident satu sisa 11 pesawat)
o  Portugal (Portuguese Air Force mengoperasikan 12 C-295)
o  Indonesia (TNI AU akan mengoperasikan 9 pesawat CN-295 akan menerima pada 21September 2012 sampai semester kedua 2014)

[GATRA]

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/12/2012

C 295 Pesanan TNI dari PT DI Diharapkan Tidak Terhambat

Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq berharap kesulitan modal yang dialami PT Dirgantara Indonesia (DI) untuk membiayai pesanan pesawat dari dalam dan luar negeri sekitar 73 unit dengan modal yang dibutuhkan sekitar Rp 7 triliun secepatnya teratasi.

Selain itu, "Saya berharap kondisi itu tidak lantas menghambat pengerjaan pesanan pesawat untuk TNI karena merupakan bagian dari program modernisasi alutsista," tutur Mahfudz Siddiq di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa , 11 September.

C 295
C 295 merupakan versi Spanyol dari CN 295

Mahfudz menjelaskan bahwa saat ini setidaknya Kemenhan telah memesan sembilan unit pesawat CN 295 untuk TNI AU dan beberapa unit pesawat bel untuk TNI AD. "Kami berharap, pengerjaan tetap berjalan lancar dan bisa diselesaikan sesuai jadwal," lanjutnya.

Pesawat CN-295 (hasil kerja sama PT DI dan Airbus Military), atau dikenal sebagai C-295 (versi Spanyol), merupakan pesawat angkut taktis militer twin turboprop produksi Airbus Military di Spanyol. Pesawat yang melakukan terbang perdana pada 1998 ini merupakan pengembangan dari pesawat CN-235, dengan peningkatan muatan sebesar 50 persen dan mengalami pembaruan di sektor mesin (engine), yang menggunakan PW127G baru.

Terkait besaran modal yang dibutuhkan PT DI untuk pengerjaan pesanan puluhan pesawat tersebut, menurut Mahfudz, anggaran negara tak akan cukup unruk menyehatkan cash flow perusahaan ini. "Kementerian BUMN diharapkan segera mengusulkan kebijakan taktis guna menyelesaikan kekurangan masalah modal itu," ujar Mahfuz.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiyantoro usai menghadiri raker yang membahas revisi UU Veteran RI menyatakan, meski saat ini PT DI kesulitan dalam permodalan, dipastikan tidak sampai mempengarui pengadaan dan penyelesaian pesanan pesawat untuk TNI.

"Kami optimis pengerjaan pesanan pesawat TNI dapat di kerjakan tepat waktu," tegas Menhan.


Filipina Akan Pesan CN-235 dari PT IPTN


Pemerintah Filipina berencana membeli pesawat intai maritim dari Indonesia dan pesawat angkut militer dari Italia, diungkapkan juru bicara Departemen Pertahanan Nasional Peter Paul Galvez, Senin, 10 September, dikutip harian The Philippine Star. .

“Pesawat patroli dan intai maritim jarak jauh dibuat di Indonesia berdasarkan kesepakatan kerjasama dengan Spanyol,” ucap Galvez.

CN 235 MPA Angkatan Laut Meksiko
CN 235 MPA, pesawat intai maritim

Departemen Pertahanan Nasional Filipina sedang mencari juga pesawat angkut menengah dari Eropa. Bila Presiden Aquino menyetujui pembelian pesawat ini dari Indonesia, akan meningkatkan kemampuan Filipina dalam menjaga kedaulatan wilayah maritimnya. .

Filipina berminat membeli CN-235MPA (Maritime Patrol Aircraft) dari PT DI, pesawat jenis ini telah digunakan oleh militer Indonesia.

Sumber: Jurnas/ The Philippine Star

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/12/2012

September 11, 2012

Rudal Baru AS: Raytheon AIM-9X Block II

Raytheon AIM-9X Block II

Rudal Raytheon AIM-9X Block II, merupakan rudal yang paling canggih untuk kisaran rudal udara-ke-udara jarak pendek milik AS. Dengan datalink, manuver vectoring dorong dan pencitraan inframerah yang baik akan mampu menemukan target disamping jet tempur peluncur rudal ini.

Tidak seperti model sebelumnya AIM-9, AIM-9X juga dapat digunakan untuk melumpuhkan target di darat. Datalink dua arah adalah perubahan yang paling signifikan yang diterapkan pada rudal Block II, karena memungkinkan rudal untuk terbang menuju sasaran yang tidak terlihat. Block II juga telah meningkatkan lock-on-after-launch, jangkauan dan cocok digunakan untuk target kecil.

Beberapa upgrade ini menjadikan rudal ini tetap bisa berkompetisi dengan rudal-rudal dari negara lain seperti AIM-132 ASRAAM Inggris, Python 5 Israel, IRIS-T Jerman dan R73/AA-11 Arche Rusia.

Karena rudal Raytheon AIM-9X Block II ini menggunakan sistem digital secara keseluruhan karena perubahan yang signifikan, dibutuhkan proses integrasi agar jet-jet tempur dapat memakainya. F-15C / D Eagle, F-16C / D Falcon, dan F/A-18 Super Hornet dapat menggunakan AIM-9X. Singapura telah memesan rudal ini untuk F-15SG Strike Eagle-nya, F-15K Slam Eagles Korea Selatan dan F-15SA Strike Eagle Arab Saudi, segera akan diintegrasikan dalam waktu dekat.

Pesawat Amerika lainnya, dan pesawat negara lain yang dapat menembakkan Sidewinders, terbatas hanya bisa menggunakan rudal sebelumnya yaitu AIM-9Ms. Perlu Anda ketahui ini juga termasuk F-22 Raptor.

Rudal AIM-9X menggunakan prosessor baru, baterai pengapian baru untuk motor roket, electronic ignition safety/arm device dan DSU-41/B Active Optical Target Detector (AOTD) fuze/datalink assembly. Tapi tak satu pun dari hal-hal ini yang secara signifikan meningkatkan kinerjanya, hanya saja OFS 8,3 adalah perangkat lunak yang menjadikan peningkatan untuk trajectory management untuk meningkatkan jangkauan rudal.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/11/2012

September 10, 2012

Fakta Nuklir Iran: untuk Senjata atau Damai

Pada tanggal 30 Agustus, inspektur PBB melaporkan bahwa Iran telah mengambil upaya-upaya baru untuk memproduksi uranium yang diperkaya. Iran menambah dua kali lipat jumlah sentrifugal untuk memperkaya uranium di kompleks bawah tanah Ford. Dalam laporan triwulanan, IAEA mengatakan bahwa Iran memiliki 2.140 sentrifugal, dan sejak tahun 2010 Iran telah menghasilkan hampir 190 kilogram uranium yang sudah diperkaya.

Masyarakat dunia telah lama mengikuti perkembangan program nuklir Iran, takut bahwa nantinya Republik Islam ini akan membuat bom nuklir. Sejauh mana kecurigaan dan kekhawatiran ini dibenarkan?

Iran telah mengembangkan nuklir selama lebih dari 40 tahun, sejak tahun 1967, ketika Shah Iran, Mohammad Reza Pahlavi, menerima reaktor nuklir dari AS yaitu reaktor dengan kekuatan lima megawatt. Perancis dan Jerman juga memberikan bantuan teknologi nuklir kepada negara Iran.

Pada tahun 1974, Iran mengakuisisi empat reaktor nuklir dari Perancis dan Jerman. Jerman juga mulai membantu produksi dua unit pembangkit listrik tenaga nuklir di Bushehr. Iran, dengan bantuan China, juga mendirikan pusat pelatihan dan penelitian dan pertambangan bijih uranium lanjutan. Pada tahun 1992, Iran menandatangani perjanjian kerjasama dalam penggunaan energi nuklir damai dengan Rusia. Pada tahun 1995, Rusia menandatangani kesepakatan dengan Iran untuk menyelesaikan pembangunan unit pertama pembangkit nuklir Bushehr. Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr dimulai pada tahun 1998.

Ahmadinejad
Ahmadinejad, sentrifugal fasilitas nuklir Iran
[Foto:thetemplateoftime]

Pada awal milenium baru, Amerika Serikat menjadi khawatir dengan perkembangan kegiatan nuklir Iran. Pada tahun 2002, George W. Bush menyebut Iran sebagai "poros kejahatan," - yaitu negara-negara yang mensponsori kelompok teroris dan mengembangkan senjata pemusnah massal dengan maksud untuk meneruskannya kepada teroris.

Selain Iran, yang terkenal "poros kejahatan," menurut presiden Amerika saat itu, juga termasuk Irak dan Korea Utara. Amerika Serikat lalu mencoba untuk mengisolasi Iran dari dunia luar guna mencegah munculnya senjata nuklir dari sana. Namun tidak mudah, Amerika Serikat menemukan penentangan dari Rusia, Inggris, Jerman dan Perancis pada saat ini. Negara-negara ini sebelumnya menandatangani perjanjian dengan Iran untuk penyediaan berbagai jenis peralatan militer dan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr.

Pada akhir 2003, sebuah kesepakatan dicapai, yang mengizinkan IAEA (Badan Energi Atom Internasional) memeriksa fasilitas nuklir di Iran. Parlemen Iran tidak meratifikasi perjanjian tersebut, sehingga Iran sering menolak untuk mengizinkan perwakilan internasional berada di fasilitas nuklirnya.

Pada tahun 2004, situasi semakin buruk karena Pakistan mengumumkan untuk mentransfer teknologi pengayaan uranium ke Iran. Iran tetap menolak pengamat internasional untuk mengawasi beberapa fasilitas nuklirnya. Setelah itu, dengan bantuan dari Rusia, Inggris dan Prancis, Iran menandatangani perjanjian di mana Iran berjanji untuk menggunakan energi nuklir untuk tujuan damai saja.

Rudal Shahab
Uji coba Rudal Shahab Iran, jangkauan 2000km
[Foto:FARS]

Pada tahun 2005, dengan kedatangan Mahmoud Ahmadinejad ke tampuk kekuasaan di Iran, penelitian nuklir pun diintensifkan. Negara ini melanjutkan penelitian ini dari pusat penelitian di Isfahan. Di informasikan kepada dunia, Iran melanjutkan penggunaan teknologi nuklir tersebut untuk tujuan damai di bawah Perjanjian Non-Proliferasi.

Pada tahun 2009, Iran meluncurkan satelit ke orbit ruang angkasa. Amerika Serikat dan trio Eropa, yang mencakup Rusia, Prancis dan Inggris, sekali lagi menyatakan kekhawatiran mereka tentang teknologi nuklir Iran dan kemungkinan digunakan untuk militer. Iran, sementara itu, melanjutkan uji coba rudalnya, dan mengumumkan pembangunan pabrik pengayaan uranium kedua. Pada bulan Agustus 2010, Iran memulai pengayaan 20 persen uranium di pabrik di wilayah Natanz.

Pada tanggal 1 Januari 2011, menurut Institut Sains dan Keamanan Internasional, Iran memiliki 4,922 kilogram uranium hexafluoride rendah yang sudah diperkaya. Setelah diperkaya dengan uranium weapon-grade, jumlah ini mungkin cukup untuk empat hulu ledak nuklir. Pada tahun yang sama, IAEA mengeluarkan laporan yang mengatakan bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir.

Ketegangan mengenai program nuklir Republik Islam Iran tidak berkurang. Dengan demikian, pada Februari 2012, Iran dilaporkan telah sukses dalam mengembangkan program nuklir. Menanggapi hal ini, beberapa negara menyerukan sanksi lebih keras terhadap Teheran. Pada bulan Maret, Israel mulai membahas kemungkinan serangan rudal Iran. Menurut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, program nuklir Iran mengancam keamanan wilayah Israel dan global.

Natanz
Foto satelit fasilitas nuklir Iran Natanz

Pada bulan Mei 2012, Korea Selatan, AS dan Jepang menambah tekanan terhadap Iran dan Korea Utara, yang juga dicurigai mengembangkan senjata nuklir rahasia. Para pejabat Rusia mengatakan bahwa Rusia tidak akan mengizinkan solusi militer mengenai masalah nuklir Iran.

Situasi pada program nuklir Iran telah semakin panas. Namun, apakah kekhawatiran masyarakat internasional mengenai kemungkinan Iran menggunakan nuklirnya untuk militer benar?

Israel sebagai sebuah negara di dekat Iran menunjukkan kekhawatiran terbesar tentang program nuklir Teheran. Ahmadinejad pun mengancam untuk menghapus Israel dari muka bumi. Publikasi Israel The Jerusalem Post pada Februari 2012 mengutip kepala intelijen militer Israel, Aviv Kohavi, yang mengatakan bahwa Iran memiliki jumlah uranium diperkaya yang cukup untuk membuat empat bom nuklir. Menurutnya, untuk membuat senjata nuklir, Iran harus mendapat restu dari pemimpin agama tertinggi Iran, Ali Khamenei. Pejabat Iran, bagaimanapun, telah berulang kali menyatakan bahwa kegiatan nuklirnya sepenuhnya untuk tujuan damai. Namun Kohavi meragukan hal tersebut, ia menuduh Teheran ingin mendominasi wilayah tersebut.

Mungkin, kata-kata Kohavi masuk logika. Menurut dia, Iran memiliki 200.000 rudal yang ditujukan pada Israel.

Pada akhir Agustus 2012, Presiden Prancis Francois Hollande juga mengatakan bahwa program nuklir Teheran menimbulkan bahaya nyata bagi wilayah tersebut. Hollande pun menyerukan Iran untuk mematuhi ketetapan internasional.

Saat ini terdapat sanksi internasional yang diberlakukan terhadap Iran. Sanksi itu dimotori oleh AS, Uni Eropa, Jepang, Kanada dan Australia. Sanksi-sanksi tersebut, menurut Kepala Staf IDF Benny Gantz, sudah membuahkan hasil. Gantz meyakini bahwa Iran belum sampai pada keputusan akhir apakah negara itu perlu memiliki bom nuklir. Para pejabat Israel berharap bahwa orang-orang rasional dalam pemerintahan Republik Islam tidak akan membiarkan hal ini terjadi.

Sementara itu, negara-negara Barat meyakini bahwa Iran diam-diam berusaha dalam pengembangan nuklir militer. Para pemimpin Iran membantahnya, dan Mahmoud Ahmadinejad mengatakan kembali perkataannya pada tahun 2009 bahwa Iran tidak membutuhkan senjata nuklir. Namun, kata-katanya tidak meyakinkan bagi negara-negara Barat dan Israel, yang mungkin menjadi yang pertama untuk mengalami semua kemungkinan konsekuensi dari teknologi militer nuklir Iran.

Bushehr
Fasilias nuklir Iran Bushehr
[Foto:Digital Globe]

Pada tanggal 24 Agustus, negosiasi dilakukan di Wina antara IAEA dan Iran, yang berakhir tanpa hasil yang nyata. Deputi Direktur Jenderal IAEA Herman Nackaerts mencatat bahwa kedua belah pihak memiliki banyak kendala untuk mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada 30 Agustus dalam sebuah wawancara dengan Sky News Arabia bahwa dunia tidak boleh mementingkan begitu banyak masalah program nuklir Iran. Masalahnya, Lavrov mengatakan, ini tidak lebih serius dari masalah wilayah lain seperti masalah konflik Palestina-Israel, misalnya. Lavrov juga menghimbau bahwa melakukan dialog dan negosiasi dengan Iran adalah cara yang terbaik untuk mencapai kata sepakat.

Kembali pada Mei 2012, kepala Organisasi Energi Atom Iran Fereydoun Abbasi-Davani mengatakan bahwa Iran akan terus memperkaya uranium dalam jumlah yang cukup untuk Republik Islam, meskipun mendpatkan protes dari kalangan internasional. Tampaknya "kecepatan kerja" Iran ini memang terjadi. Ketika ahli dari IAEA menemukan uranium yang diperkaya sampai 27 persen di salah satu fasilitas nuklir Iran, yang bertentangan dengan statement pejabat Iran yang berjanji tidak akan melampaui batas pengayaan uranium 20 persen.

Pada bulan Juli 2012, menurut Interfax, Ayatollah Khamenei mengatakan bahwa tingkat pengayaan uranium untuk reaktor nuklir akan mencapai 56 persen jika masyarakat internasional terus menekan Iran.

Dengan demikian, data dari IAEA dan intelijen militer Israel menyatakan bahwa Iran, memiliki jumlah uranium untuk membuat bom nuklir. Kuantitas serta kualitas nuklir Iran semakin tumbuh. Kemungkinan besar, negara ini di ambang mengembangkan senjata nuklir. Namun, masih belum jelas apakah pemimpin Iran telah membuat keputusan akhir tentang penciptaan bom nuklir.

[Pravda.ru]

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/10/2012

Pesawat C-295 Tiba di Indonesia 21 September

C-295
C-295
[Foto: Air Bus Military]

Empat penerbang TNI Angkatan Udara dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, yaitu Letkol Pnb Elistar Silaen Komandan Skadron Udara 2 Lanud Halim, Mayor Pnb Destianto, Mayor Pnb Trinanda dan Kapten Pnb Reza Fahlifie saat ini berada di Air Bus Military, Sevilla, Spanyol untuk menjalani Training dengan menggunakan pesawat C-295 Air Bus Military selama kurang lebih tiga Bulan dari Bulan Juli sampai September 2012.

“Saat ini program training kami sudah melaksanakan latihan simulator sebanyak 48 jam, mulai dari tanggal 5 Sepember kami sudah flight training degan pesawat C-295 Air Bus Military , dan rencana training sampai dengan tgl 14 September” ujar Komandan Skadron 2 Letkol Pnb Elistar Silaen yang disampaikannya melalui E-mail yang dikirimkan kepada Penerangan Lanud Halim baru-baru ini.

Lebih lanjut Komandan Skadron 2, mengatakan bahwa “latihan training masing-masing pilot dilaksanakan Enam jam terbang. Rencana ferry pesawat C- 295 Air Bus Military sementara tanggal 17 September dan tiba di Indonesia tanggal 21 September” ujarnya sambil mengharapkan bantuan doa kepada seluruh anggota TNI Angkatan Udara, agar seluruh kegiatan latihan dan rencana kembali ke Indonesia berjalan dengan lancar dan aman.
"Pesawat C-295 merupakan pesawat buatan Air Bus Military yang bekerja sama dengan PT DI"
Selain Penerbang TNI Angkatan Udara dua penerbang Test Pilot dari PT Dirgantara Indonesia (DI) Ester Gayatri saleh dan Novirsta Mafriando Rusli serta satu Flight Test Engineer Heru Riadhi Soenardi juga melakukan training dengan menggunakan pesawat C-295 di Air Bus Military, Sevilla, spanyol.

Pesawat C-295 merupakan pesawat buatan Air Bus Military yang bekerja sama dengan PT DI, direncanakan akan memperkuat jajaran TNI Angkatan Udara di Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma menggantikan operasional pesawat Fokker F-27 yang belum lama dinyatakan tidak boleh terbang lagi oleh Pemerintah.

[TNI AU]

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/10/2012

RI Jerman Jajaki Kerjasama Pembuatan Tank Medium

Marder 1A3
Tank Medium Marder 1A3 Jerman
[Foto: DESURA]

Pemerintah menjajaki kemungkinan melakukan kerjasama alih teknologi pembuatan tank medium dengan Jerman sebagai bagian dari pengadaan 100 unit tank tempur utama (MBT) Leopard. Jika proses ini lancar, maka Indonesia ke depan bakal memproduksi tank medium merujuk pada Tank Marder 1A3 milik Jerman.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsdya TNI Eris Herryanto mengatakan, pemerintah sekarang ini dalam proses pembicaraan agar bisa dilakukan kerjasama alih teknologi pembuatan tank medium Marder 1A3 dari Jerman. “Semua pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) ada transfer of technology (alih teknologi),” ujarnya di Jakarta, Sabtu (8/9).

Meskipun sekarang ini Indonesia tidak sedang melakukan pembelian tank medium tersebut, namun proses alih teknologi tersebut tetap memungkinkan dilakukan, tergantung proses pembicaraan antara kedua negara. “Ini masih proses, dan nanti menjadi bagian dari pengadaan MBT Leopard,” paparnya.

Dia mengakui pemerintah telah mengajukan permohonan resmi kepada pemerintah Jerman agar hal tersebut disetujui. “Kita masih akan bicarakan lagi ke mereka. Saya belum bisa menyampaikan keputusannya,” imbuh Eris.
"Kerjasama dengan Jerman ini tidak akan mengganggu kerjasama PT Pindad dalam rencana memproduksi tank medium dengan Turki"
Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengaku pihaknya belum mengetahui rencana pemerintah tersebut. Namun secara umum dirinya menyambut baik jika langkah alih teknlogi pembuatan tank medium itu betul-betul bisa direalisasikan.

Tubagus menyebut, pihaknya akan menyetujui bilamana kerjasama yang dilakukan bisa memberikan keuntungan bagi badan usaha milik negara (BUMN) industri pertahanan. Apalagi dengan memproduksi tank medium, maka kebutuhan alutsista TNI ke depan tidak lagi tergantung pada asing. “Bisa juga untuk dijual. Ada nilai tambah ekonominya,” sebut dia.

Di samping itu, memproduksi tank medium akan menguntungkan dari segi strategi pertahanan. Sebab, tank-tank jenis inilah yang sebenarnya sangat cocok untuk karakter geografis Indonesia. “Sesuai kajian, tank medium lebih cocok dibandingkan MBT,” katanya.

Dia percaya, jika terealisasi, kerjasama dengan Jerman ini tidak akan mengganggu kerjasama PT Pindad dalam rencana memproduksi tank medium dengan Turki. “Pilihan-pilihan itu sudah dikaji Kementerian Pertahanan. Tidak apa-apa karena selama ini Jerman dan Turki juga kerjasama menghasilkan tank. Pasti ketika kita kerjasama dengan Jerman, otomatis kita pun kerjasama dengan Turki,” pungkas Tubagus.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/10/2012

September 9, 2012

Sekilas Kekuatan Armada Kapal Selam Rusia di Tahun 2012

Angkatan Laut Rusia memiliki armada sekitar 60 kapal selam bertenaga nuklir dan diesel-listrik. Enam puluh kapal selam ini termasuk diantaranya 10 kapal selam strategis bertenaga nuklir, lebih dari 30 kapal selam serang bertenaga nuklir, kapal selam diesel-listrik dan kapal selam misi khusus.

Kapal selam Delta-III dan Delta-IV menjadi tulang punggung armada kapal selam strategis Rusia. Mereka masing-masing membawa 16 rudal balistik dengan hulu ledak ganda, dan fitur elektronik canggih dan pengurangan kebisingan.

Akula

Kapal selam Dmitry Donskoy telah dimodernisasi untuk platform uji rudal "Bulava" baru Rusia. Dua kapal selam lain, Arkhangelsk dan Severstal, tetap menjadi cadangan di sebuah pangkalan angkatan laut di Severodvinsk di utara Rusia. Mereka kemungkinan besar akan dimodernisasi untuk membawa generasi baru rudal jelajah berbasis laut untuk mengimbangi kapal selam AS kelas Ohio.

Rusia telah memulai uji coba kapal selam strategis kelas Borey bertenaga nuklir pertama, yang akan dilengkapi dengan rudal balistik Bulava berbasis laut. Kapal selam Yury Dolgoruky dibangun di pabrik Sevmash di Rusia utara.

Panjang kapal selam ini adalah 170 meter, memiliki diameter 13 meter dari lambung, kru 107, termasuk 55 perwira, kedalaman maksimum 450 meter dan kecepatan selam sekitar 29 knot . Kapal selam ini dapat membawa sampai 16 rudal balistik dan torpedo. Dua kapal selam nuklir kelas Borey lainnya, Alexander Nevsky dan Vladimir Monomakh telah selesai pada tahun 2009 dan 2011. Rusia berencana untuk membangun total delapan kapal selam kelas ini pada tahun 2015.

Nerpa

Armada kapal selam serang bertenaga nuklir Rusia terdiri dari kapal selam kelas Oscar II dan Akula. Masing-masing kapal selam dilengkapi dengan 24 SS-N-19 Shipwreck rudal jelajah jarak jauh anti-kapal. Sebuah kapal selam serang generasi keempat bertenaga nuklir dari kelas Graney dikirim ke Angkatan Laut Rusia pada 2010. Kapal selam Severodvinsk menggabungkan kemampuan untuk meluncurkan berbagai rudal jelajah jarak jauh (hingga 3.100 mil) dengan hulu ledak nuklir, dan secara efektif dapat menenggelamkan kapal selam dan kapal perang permukaan musuh.

Kapal selam diesel-listrik di Angkatan Laut Rusia diwakili oleh kapal kelas Kilo. Mereka secara bertahap akan digantikan oleh Proyek 667 kapal selam kelas Lada. Sub fitur lapisan anti-sonar baru untuk lambung, daya jelajah diperjauh, dan persenjataan anti-kapal dan anti-kapal selam canggih, termasuk sistem rudal jelajah Klub-S. Kapal selam pertama dari kelas Lada, bernama St. Petersburg, saat ini sedang menjalani uji coba laut.

Dmitry Donskoy

Kapal selam kelas Lada yang kedua, Kronshtadt, merupakan yang pertama dalam seri produksi, juga sedang dibangun di galangan kapal St. Petersburg Admiralty dan telah beroperasi di tahun 2009. Kapal selam yang ketiga, diberi nama Sevastopol diluncurkan pada tahun 2010. Sumber itu juga mengatakan bahwa Angkatan Laut Rusia juga memiliki kapal selam "misi khusus", beberapa dirancang untuk pengujian teknologi baru dan persenjataan. Beberapa sumber terbuka lainnya sebelumnya menginformasikan adanya kapal selam diesel-listrik Proyek 20120 B-90 Sarov, yang memiliki reaktor nuklir sebagai pembangkit listrik tambahan.

Kapal ditugaskan pada tahun 2007 dan digunakan oleh Armada Utara Rusia sebagai mata-mata kapal di perairan utara.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/09/2012

Sekilas Tentang Tank BMP-3F Pesanan TNI AL

Sebelumnya kita ketahui pada 11 Mei lalu Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) secara resmi menandatangani  kontrak pembelian 37 Unit Tank BMP-3F dari Rusia. Pengadaan tersebut merupakan pengadaan lanjutan, mengingat sebelumnya Kemhan RI sudah melaksanakan pengadaan serupa pada tahun 2008 sebanyak 17 unit.

Kontrak tersebut terdiri dari 37 unit Tank BMP 3F Infantry Fighting Vehicle khusus untuk Marinir dan satu Unit BREM-L Kendaraan Recovery Lapis Baja,  Amunisi dan segala peralatan pendukungnya. Selain itu pihak JSC Rosoboronexport Rusia bersedia memberikan transfer teknologi yaitu berupa peningkatan kemampuan workshop dari TNI AL didalam memiliki kemampuan pemeliharaan yang baik terhadap tank-tank tersebut.

Tank BMP-3
BMP-3 pertama kali digunakan Rusia pada tahun 1987

Dari segi teknologi, kendaraan tempur lapis baja asal Rusia ini bisa dikatakan sempurna, karena sesuai dengan kebutuhan pertempuran Asimetris (pertempuran masa kini). Beberapa upgrade terbaru dari Tank BMP 3F ini antara lain:
  • Komputer balistik telah di upgrade dengan sistem digital yang lebih akurat
  • Lubang penembakkan untuk pasukan yang semula diperuntukkan untuk senapan serbu tipe AK-47 telah disesuaikan dengan senapan serbu tipe SS-1 Pindad
  • Track (rantai) yang dapat digunakan di aspal sehingga tidak merusak aspal
  • Penyempurnaan sistem perlindungan terhadap peperangan nuklir biologi kimia (Nubika)
  • Perubahan lainnya yang bersifat minor change pada tameng tombak (anti surge vane) yang semula tebal 5 mm menjadi 10 mm
  • System pemanas ruangan yang disesuaikan dengan iklim di Indonesia.
Selain itu, keunggulan-keunggulan lainnya yang dimiliki Tank BMP-3F diantaranya, mampu beroperasi di laut selama 7 jam dan untuk menunjang kemampuan amfibinya, tank ini dapat dilengkapi snorkel. Dalam hal meriam, Tank BMP 3F dilengkapi meriam kaliber 100 mm, dimana meriam ini dirancang untuk menembakkan peluru/roket non-kendali (shell). Meriam jenis ini masuk dalam kategori balistik sedang, dengan kecepatan tembak berkisar 250m/detik.

Tank BMP-3
Kompartemen driver BMP3

Konstruksi persenjataan Tank BMP 3F  merupakan penggabungan dalam satu komponen antara meriam, peluncur roket berkaliber 100 mm, senjata otomatis berkaliber 30 mm dan mitraliur berkaliber 7,62 mm. Dengan penggabungan ini, memungkinkan awak tank dapat memilih model keperluan penggunaan senjata yang tersedia dikaitkan dengan situasi, kondisi serta medan tempur, tergantung sasaran yang dipilih untuk dihancurkan baik sasaran di darat, laut maupun udara. Tank BMP 3F memiliki berbobot kurang lebih 18,7 ton, panjang 8 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 2,5 meter, kapasitas awak 3 orang serta 7 personel pasukan bersenjata lengkap.

[DMC]

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/09/2012

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost