;

September 3, 2012

Rudal ICBM baru China: Dongfeng-41


China pada 1 September 2012 kemarin telah mengumumkan pengujian dari rudal balistik antarbenua generasi baru Dongfeng-41, dengan jarak tempuh 14.000 km dan mampu membawa hulu ledak nuklir ganda. "Pada bulan lalu China menguji rudal balistik antarbenua generasi baru Dongfeng-41, atau DF-41, yang diyakini memiliki jangkauan serangan 14.000 km," kata CCTV milik pemerintah China dalam sebuah laporan singkat.

Televisi tersebut juga menunjukkan rekaman "langka" dari unit rudal ini dalam aksinya. Sumber berita itu mengutip para ahli dari Komisi Ulasan Keamanan dan Ekonomi China-AS yang mengatakan bahwa sebanyak 10 hulu ledak nuklir dapat diletakkan pada rudal Dongfeng tersebut.

Pekan lalu Global Times memberitakan bahwa China sedang mengembangkan kemampuan untuk menempatkan hulu ledak nuklir pada beberapa rudal balistik antarbenua mereka. Laporan CCTV juga di "amini" artikel New York Times yang mengatakan China telah mengembangkan rudal balistik antarbenua generasi baru yang dapat diluncurkan dari kapal selam dan mampu membawa sebanyak 10 hulu ledak nuklir. Yang berarti China telah meningkatkan kemampuan rudalnya untuk mencapai AS dan dapat membuat AS kembali membanjiri dunia dengan pertahanan rudalnya.

Militer dan pejabat intelijen AS mengatakan bahwa China telah mengembangkan rudal jarak jauh baru Dongfeng-41 ICBM dengan sistem peluncuran mobile sehingga sulit untuk menemukan dan menghancurkan rudal tersebut sebelum diluncurkan, Times melaporkan. Secara terpisah, CCTV saat ini tengah memuat laporan tentang unit rudal mobile dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China yang sedang menjalani pelatihan di berbagai negara untuk beradaptasi dengan kondisi iklim yang berbeda-beda.

Truk besar dengan rudal besar terlihat bergerak dan terlihat bagaimana terampilnya tentara PLA mengambil posisi dan menembakkan rudal tersebut. Laporan itu juga mengatakan bahwa unit rudal tersebut juga memiliki anggota wanita, seperti terlihat beberapa tentara wanita mengambil bagian dalam penembakan rudal tersebut. New York Times, mengutip informasi dari panel Kongres AS, mengatakan bahwa AS dan kekuatan barat lainnya mungkin selama ini telah meremehkan ukuran dan jarak tempuh senjata nuklir China, tapi dengan adanya laporan baru ini yang mengatakan bahwa Beijing saat ini memiliki 55 sampai 65 ICBM, maka meremehkan China adalah salah besar. Baca juga varian ICBM China DF-21D

Para pakar pertahanan AS juga mengatakan bahwa Beijing di tempat telah menguji rudal yang diluncurkan dari kapal selam dalam beberapa pekan terakhir, yang bisa digunakan untuk "mengepung" sistem pertahanan rudal Amerika.


Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/03/2012

Empat Super Tucano Pesanan TNI AU Tiba Indonesia

Empat unit pesawat tempur taktis Super Tucano EMB-314 tipe kursi ganda buatan pabrikan Embraer Brasil tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (1/9). Kehadiran empat pesawat itu akan memperkuat Skadron Udara 21 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang.

Empat pesawat yang memiliki kemampuan serang antigerilya itu diawaki oleh delapan orang pilot, yakni Capt Carlos Alberto (team leader)/Capt Almir Suman, Capt Carlos Moreira/Capt Marco Antonio, Capt Airon/Capt Eduardo Torres, Capt Willian Souza/Capt Carlos Eduardo.
 
4 Super Tucano tiba di Indonesia
Super Tucano

Di Malang, keempat Super Tucano dalam konfigurasi standar tanpa senjata itu diterima oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkat Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Dede Rusamsi, Panglima Komando Operasi Udara II TNI AU, Marsekal Muda TNI AU Agus Supriatna, dan sejumlah pucuk pimpinan setempat.

"Pesawat ini belum diserahkan secara resmi, pada 17 September nanti baru ada penyerahan resmi ke negara atau TNI AU," kata Supriatna. Super Tucano ditempatkan di Skuadron Udara 21, skuadron udara yang sempat dinonaktifkan pada masa lalu.

Ia mengemukakan, TNI AU memesan 16 Super Tucano yang semuanya tipe kursi ganda. Batch pertama empat unit tiba, disusul batch kedua pada awal 2013 dan batch pamungkas pada akhir 2013. Di ASEAN, baru Indonesia yang menggunakan pesawat tersebut. Namun negara-negara Amerika Latin sudah cukup lama memakai Super Tucano, di antaranya Venezuela, Brazil, dan Meksiko.

Menurut Dede, delapan unit Super Tucano tahap pertama didatangkan dengan biaya US$ 143 juta. "Harga ini merupakan harga paket," ujar dia. Harga paket ini, ia menjelaskan, terdiri dari pesawat, pelatihan, persenjataan, dan sebagainya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan harga US$ 143 juta merupakan kontrak tahap pertama untuk mendatangkan delapan dari 16 Super Tucano. Harga ini meliputi harga pesawat, suku cadang, instruktur, simulator, dan persenjataan. Empat dari delapan Super Tucano didatangkan Sabtu ini, sedangkan empat lainnya pada Januari 2013.
EMB-314 Super Tucano merupakan pesawat serang antigerilya, pendukung tugas udara jarak dekat, yang memiliki mesin tunggal Turboprop Pratt dan Whitney PT6A-68C berdaya 1600 tenaga kuda
Keempat pesawat Super Tucano yang diberi Nomor Ekor TT-3101, 3102, 3103, 3104 dengan desain moncong berwarna merah yang diterbangkan dari Lanud Suwondo, Medan.

Sebelumnya keempatnya diberangkatkan dari pabrik Embraer Brasil dengan "Farry Flight" melalui rute Brasil, Spanyol, Maroko, Italia, Yunani, Mesir, Qatar, Oman, India, Thailand baru menuju Medan. Kemudian dari Medan menuju Lanud Halim Perdanakusuma.

"Jam terbang dari Brasil hingga ke Medan sekitar 54 jam, 35 menit selama kurun 14 hari penerbangan. Sebelum diterbangkan ke Indonesia keempat pesawat telah mendapat pemeriksaan meliputi klarifikasi dokumen, pencocokan komponen pesawat, interior pesawat dan uji terbang pesawat yang melibatkan personel ahli dan penerbang uji TNI AU," kata Wakasau.

Kemudian, keempat pesawat buatan Brasil itu akan meninggalkan Halim pada Minggu (2/9) menuju home base-nya di Lanud Abdulrachman Saleh (Malang).
 
4 Super Tucano tiba di Indonesia
Super Tucano

Keberadaan Super Tucano tersebut untuk menggantikan pesawat latih tempur sebelumnya yakni OV 10 Bronco yang kini dikandangkan (grounded) oleh Markas Besar (Mabes) TNI AU.

EMB-314 Super Tucano merupakan pesawat latih kemampuan Counter Insurgency (COIN) atau pesawat serang antigerilya, pendukung tugas udara jarak dekat, yang memiliki mesin tunggal Turboprop Pratt dan Whitney PT6A-68C berdaya 1600 tenaga kuda.

Pesawat tempur ringan dengan call sign EMB 314 ini memiliki berat maksimum 5,4 ton. Keempat Super Tucano: TT-3101, TT-3102, TT-3103, dan TT-3104, ini mampu mengangkut peralatan tempur seperti persenjataan dan bom dengan bobot maksimum 1.550 kilogram

[REPUBLIKA/ANTARA/TEMPO]

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/03/2012

September 2, 2012

L-ATV Oshkosh Menjadi JLTV Pilihan Militer AS

Oshkosh Defense pada Rabu lalu melakukan "perjudian" dengan memamerkan kendaraan taktis ringan (JLTV) mereka yaitu Combat Tactical Light-Terrain Vehicle (ATV-L) kepada para wartawan di sebuah lapangan untuk sebuah kompetisi di bagian selatan Quantico Marine Base.

Demonstrasi tersebut dilakukan untuk menentukan JLTV mana yang akan masuk ke tahap akhir, dimana ada 3 perusahaan yang maju dalam kompetisi ini. Keputusan akhir berada di Angkatan Darat dan Marinir AS.

JLTV pilihan Angkatan Darat dan Marinir AS
L-ATV Oshkosh

Hanya beberapa jam setelah demonstrasi selesai, Oshkosh memenangkan "perjudian" ini. Angkatan Darat dan Marinir memilih Oshkosh. Lockheed Martin dan AM General nantinya juga akan bersama-sama Oshkosh mengembangkan tahapan rekayasa, manufaktur dan pengembangan lebih lanjut kendaraan ini.

Tidak ada yang dapat menggambarkan kinerja Oshkosh LATV karena tidak ada satu wartawanpun yang dipersilahkan duduk di dalamnya. Tapi ada satu lokasi di lapangan uji -lihat video- bahwa LATV yang ditumpangi menuruni lereng bukit yang sangat terjal.

Oshkosh LATV besar dan "berotot", seperti halnya prototipe JLTV (Joint Light Tactical Vehicle). Namun para pejabat Oshkosh mengatakan bahwa itu hanya setengah dari berat kendaraan mereka lainnya M-ATV Mine Resistant Ambush Protected vehicle yang mampu off-road dengan kecepatan 70% lebih cepat dari M-ATV.

Dibawah ini adalah video dengan John Bryant, wakil presiden dan general manager untuk Joint Marine Corps Programs di Oshkosh Defense, yang berbicara tentang LATV tersebut.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/02/2012

KRI Klewang, Kapal Patroli Cepat Rudal Trimaran

Kapal perang pertama yang berlunas banyak di Asia Tenggara, bahkan diklaim sebagai salah satu yang tercanggih di dunia, secara resmi dinamakan KRI Klewang- pedang bermata tunggal tradisional Indonesia berasal dari Pulau Madura- dengan nomor lambung 625. Selain kecanggihan teknologinya, desain kapal juga terbilang radikal karena sisi depannya sangat lancip dan berlunas tiga (trimaran) dengan keseluruhan elemen berbahan dasar infus vinylester karbon fiber. Dengan penggunaan material seperti ini bodi KRI Klewang mampu menginduksi panas sehingga sulit terdeteksi radar (siluman).

Peluncuran kapal perang yang dengan panjang keseluruhan 63 meter itu dilakukan Wakil Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Pertama Sayyid Anwar, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan PT Lundin. “Kapal ini pengembangan lanjutan dari riset agar TNI AL tetap diperhitungkan di dunia internasional. Kapal ini sangat canggih dan baru ada di Amerika Serikat dan Indonesia,” kata Laksamana Sayyid Anwar.

Trimaran
KRI Klewang

Dia menjelaskan, KRI Klewang ini dianggarkan dari pengadaan dana sisa devisa anggaran tahun 2009 yang kemudian pengerjaan kapal dilakukan oleh PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi. KRI Klewang akan dipersenjatai peluru kendali asal China C-705 yang akan diproduksi di Indonesia dengan jarak tembak hingga 120 kilometer. “Kapal cepat siluman ini yang pertama dengan menggunakan rudal dan berlunas trimaran. Kapal ini tidak bisa terdeteksi oleh radar karena menggunakan bahan khusus salah satunya dari komposit,” ujarnya.

Spesifikasi kapal itu memiliki panjang 63 meter, kecepatan maksimal 35 knot, bobot 53,1 GT, serta mesin utama 4x marine engines MAN nominal 1.800 PK. Saat diluncurkan ke perairan Selat Bali, kondisi pengerjaan KRI Klewang baru selesai 90%. Adapun finalisasinya, termasuk pemasangan peralatan persenjataannya, akan dilakukan di Pangkalan TNI AL Banyuwangi. Pengamat militer dari Universitas Indonesia (UI) Andi Widjajanto menilai peluncuran KRI Klewang yang berjenis kapal cepat rudal merupakan awal yang baik bagi pengembangan kapal modern pada masa mendatang.

Sekarang ini hanya ada beberapa negara yang mampu membuat kapal dengan tiga lambung seperti itu, Amerika Serikat dan Jerman. Karena itu, jumlah kapal berlambung tiga ini juga masih sedikit di dunia, apalagi yang digunakan untuk kapal militer. “Kapal dengan tiga lambung ini menjadi arah pengembangan industri ke depan, dan kita sudah mampu membuatnya,” katanya. Andi menilai, Indonesia perlu mengembangkan kapal seperti ini karena selain mengikuti arah pengembangan kapal modern, kapal jenis ini juga cocok dengan kondisi perairan Indonesia. Kapal ini memiliki stabilitas yang lebih baik dibandingkan kapal-kapal lain yang berlambung satu.

“Ini sangat cocok untuk kondisi perairan dengan gelombang dan angin keras seperti yang ada di Indonesia,” ungkap dia. Meskipun merupakan salah satu kapal modern, kehadiran kapal ini bagi jajaran TNI Angkatan Laut dinilai belum cukup memberi perubahan berarti bagi perimbangan kekuatan dengan negara tetangga.“ Trimaran belum memberi perubahan apa-apa karena kapasitas minim, teknologi, dan tonase kecil,” bebernya. Karena itu, kapal ini perlu dikembangkan lagi pada masa mendatang. Andi menyebut ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian dalam pengembangan antara lain dari segi kapasitas tonase.

Trimaran
KRI Klewang

KRI Klewang memiliki tonase yang kecil sehingga menjadi masalah tersendiri karena tak bisa mengangkut amunisi banyak untuk senjata rudal yang dimilikinya. KRI Klewang dilengkapi peluru kendali (rudal) yang standarnya sama dengan kapal perang jenis fregate.“Hanya tonase kecil, masalah utama ada di daya angkut amunisi. Kedepan perlu dikembangkan kapal sejenis dengan kapasitas lebih besar, minimal menyerupai fregate,”tuturnya. Selain itu, pengembangan juga diharapkan menyangkut masalah teknologi yakni membuat kapal menjadi antiradar (stealth).

Amerika Serikat sekarang sudah merancang prototipe yang stealth (siluman). Kalau yang KRI Klewang ini belum stealth, baru andalkan teknologi permukaan saja dan memiliki lambung tiga,”sebut Andi. Untuk bisa membuat kapal antiradar (stealth),dibutuhkan bahan dan teknologi khusus dalam membuatnya. Kapal antiradar berbahan titanium ringan yang proses pembuatannya didesain sedemikian rupa sehingga mampu meminimalisasi irisan radar hingga mendekati nol.


Trimaran Cocok untuk Karakteristik Indonesia

Direktur PT Lundin Industry Invest Lizza Lundin dan John Lundin memaparkan, kapal ini hasil kolaborasi riset, desain, dan pengembangan antara North Sea Boats Pte Ltd/PT Lundin dan arsitek kapal LOMOCean dari Selandia Baru yang dilakukan secara intensif selama 24 bulan. “Hasil kolaborasi tersebut merepresentasikan suatu langkah maju dalam penggunaan teknologi maju di bidang pembuatan kapal perang,” kata Lizza.

Penggunaan bahan baku karbon foam sandwich untuk aplikasi kapal dalam skala yang luas seperti itu suatu hal yang belum pernah dilakukan di luar Skandinavia dan suatu representasi kemutakhiran teknologi di bidang rekayasa struktural dan produksi.Dengan kemampuan stabilitas yang sangat baik dan rancangan lambung yang dangkal, kapal ini didesain untuk berpatroli di pesisir yang panjang. Bentuk lambung dirancang agar kapal dapat melaju dengan kecepatan yang tinggi, namun dengan tetap memperhatikan kemampuan kru atau kapal untuk beroperasi di laut curam dan pendek yang merupakan karakteristik garis pantai di kepulauan di Indonesia.

Sedangkan bagian bawah garis air telah dioptimalkan untuk dapat mencapai kecepatan jelajah yang cukup jauh. Pajang, posisi melintang dan membujur, serta kemampuan peredaman dari masing-masing lunas telah dirancang secara khusus guna daya tahan terbaik dengan menggunakan analisis slender body dan towing tank. Desain struktural, meskipun masih memerlukan persetujuan dari Germanischer Lloyd di Hamburg Jerman, menggunakan metodologi desain yang dirancang khusus untuk geometri dari sebuah kapal berlunas tiga yang dapat memecah ombak.

Konstruksi kapal ini menawarkan beberapa keunggulan antara lain lebih ringan (karbon fiber yang telah dilaminasi memimiki tingkat kepadatan separuh lebih rendah daripada alumunium) dan efisien dalam biaya perawatan (karbon komposit tidak dapat berkarat dan memiliki batas kelelahan yang tinggi).

Kapal tersebut juga mempunyai kemampuan tidak terdeteksi oleh radar karena bentuk panel yang benar-benar datar yang didapat sebab tidak ada distorsi selama proses perakitan, tingkat keakuratan geometris yang sangat tinggi, tidak mengandung unsur magnet, tingkat deteksi panas,dan suara yang rendah. Untuk tenaga dan sistem propulsi,kapal ini menggunakan beberapa mesin diesel MAN V 12 dan waterjet MJP 550, yang mana terletak di lunas tengah dan juga di masing-masing lunas kiri dan kanan,guna menghasilkan tenaga pendorong yang maksimum dan kemampuan bermanuver yang baik.

“Ruang akomodasi disediakan untuk 29 orang kru kapal pada tiga lantai dek termasuk anjungan kapal dan ruang kendali, juga disediakan fasilitas dan peralatan termasuk kapal rigid inflatable boat sepanjang 11 meter yang dapat dipergunakan untuk penerjunan pasukan khusus,”katanya.

By the way, sepertinya Trimaran bukan kapal perang full stealth, tapi masih terbilang sulit untuk terdeteksi oleh radar-radar konvensional. Maju terus Indonesia


Efran Syah
ARTILERI Updated at: 9/02/2012

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost