;

August 4, 2012

Baru: Sistem Kamuflase Peluncur Rudal Balistik Rusia

Rudal balistik Rusia
Rudal TOPOL SS-27

Peluncur mobile untuk rudal balistik Rusia akan dilengkapi dengan sistem kamuflase baru yang akan menghilangkan/mengacaukan jejak mereka di tanah sehingga sulit untuk mendeteksi mereka, Vadim Koval, juru bicara kementerian Pertahanan Rusia mengatakan. - Bukan rudal baru, tapi sistem kamuflase baru untuk peluncur rudal, ARTILERI -

Sistem kamuflase yang baru ini tidak hanya secara efektif mengkamuflasekan peluncur rudal ketika dikerahkan, tetapi juga dapat segera menghapus jejaknya di tanah untuk menutupi pergerakan kendaraan rudal tersebut, serta menciptakan jalur palsu untuk menyesatkan musuh, Koval melanjutkan.

Konsep kamuflase terbaru tersebut akan menghemat waktu beberapa kali lipat lebih baik untuk waktu yang dibutuhkan selama ini untuk menutupi peluncur rudal. Unit Rudal balistik Teikovo di Wilayah Ivanovo Rusia akan menjadi unit rudal pertama yang dilengkapi dengan kamuflase canggih baru tersebut pada akhir tahun ini, Koval menambahkan. Unit Teikovo, 280 kilometer dari ibukota Rusia Moskow, terdiri dari rudal Topol-M (SS-27 Sickle B) dan sistem rudal balistik antar benua Yars (RS-24).

Tidak dijelaskan mekanisme peralatan kamuflase tersebut. Detasemen pasukan rudal strategis lainnya, termasuk unit Irkutsk dan Novosibirsk di Siberia, juga akan mendapatkan kelengkapan serupa di masa datang.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/04/2012

Harta yang Hilang: Bom Napalm Byzantium

Bom napalm Byzantium

Bom Napalm Byzantium adalah senjata yang paling menakutkan yang pernah dibuat. Tapi sejauh ini bahan-bahan rahasia dan teknologi yang dibutuhkan untuk membuat apa yang dijuluki sebagai "Api Yunani" ini telah mengalahkan fikiran ilmiah sejak abad 12.

Api Yunani adalah senjata yang merupakan suatu campuran bahan yang terbakar ditembakkan dari kapal kekaisaran Byzantium di abad ke-7. Api akan menempel di daging dan terus menyala dan tidak dapat dipadamkan dengan air. Ramuan mematikan ini diciptakan oleh keluarga ahli kimia dan insinyur dari Konstantinopel, dan resep rahasia ini pun mati bersama dengan kematian mereka.

John Haldon dari Princenton University, menduga itu adalah cairan yang berbasis minyak bumi dan dimodifikasi untuk meningkatkan kinerjanya. Menurutnya, bahan utama seperti itu yang sangat mudah terbakar disebut nafta, dan resin pinus yang lengket dan percampuran itu akan membuat bahan lebih lama terbakar dan lebih panas.
"Kekuatan Api Yunani tidak diragukan lagi. "Ini benar-benar senjata yang efektif untuk teror," kata Haldon"
Masih ada misteri lain tentang api Yunani ini dari sekedar bahannya saja. "Ketika musuh berhasil mendapatkan peralatan "Api Yunani", mereka tidak tahu cara menggunakannya untuk menciptakan efek yang sama," jelas Haldon. Sejarawan pun memiliki masalah yang sama, tetapi mereka telah menyimpulkan bahwa pompa perunggu mungkin memiliki tekanan minyak panas, yang kemudian dikeluarkan melalui nozel dan dinyalakan. Pada tahun 2002, sebuah rekonstruksi dibangun untuk program televisi National Geographic, menggunakan campuran minyak mentah ringan dan resin pinus. "Api Yunani" dari hasil rekonstruksi tersebut menghancurkan sebuah kapal  hanya dalam waktu hitungan menit.

Kepastian sesungguhnya dari resep Api Yunani tersebut tidak pernah ditemukan, tetapi kekuatan Api Yunani tidak diragukan lagi. "Ini benar-benar senjata yang efektif untuk teror," kata Haldon.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/04/2012

August 3, 2012

Gambar Hari Ini: Formasi Unik Lima Airbus A400M

Unik, lima Airbus Militer A400M melakukan uji terbang secara bersamaan dan membentuk sebuah formasi. Test flight dilakukan beberapa waktu lalu di Toulouse.

formasi lima Airbus Militer A400M

Sumber gambar: Airbus

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/03/2012

Kekuatan Nuklir dalam Persenjataan India

Uji senjata nuklir pertama India terjadi pada tanggal 18 Mei 1974. Jumlah sebenarnya senjata nuklir India saat ini tidak diketahui secara pasti, tetapi diyakini India masih memiliki stok sebanyak 4,2 ton plutonium yang cukup untuk membuat 1000 senjata nuklir lagi.

Sistem rudal strategis India sangat luas, mencakup rudal darat yang berbasis IRBMs dan rudal jelajah (dengan ICBM sedang dalam pengembangan), sea based surface, kapal selam peluncur rudal jelajah, kapal induk, dan peluncur rudal dan bom dari udara. 

peluncuran rudal AGNI India
Rudal AGNI V India

Rudal balistik India meliputi:
  • Prithvi I, versi Angkatan Darat dengan jangkauan 150 km.
  • Prithvi II, versi Angkatan Udara dengan jangkauan 250 km.
  • Prithvi III, versi Angkatan Laut dengan jangkauan 350 km.
  • Keluarga rudal Agni yaitu Agni I, II , III, IISL dan versi V ICBM dengan rentang sampai 5000 km.
Rudal jelajah India antara lain:
  • Rudal 3M-54 Klub buatan Rusia, jangkauan 250-300 km dengan kecepatan subsonik Mach 2,9.
  • Popeye Israel, Brahmos supersonik dengan jangkauan 300 km.
  • Ametist P-70 Rusia, Moskit Rusia yang sangat berbahaya (juga biasa disebut Sunburn). Selain itu, Akash air defense SAM India dapat menggunakan hulu ledak nuklir.
Angkatan Laut India adalah salah satu angkatan laut paling kuat di dunia dengan kapal selam nuklir mereka, kapal induk dan berbagai jenis kapal permukaan dan kapal bawah permukaan canggih.

India adalah satu dari -hanya- empat negara (AS, Rusia, dan China) yang masih menerbangkan pesawat pembom strategis jarak jauh nuklir. Tujuh belas unit masih berada dalam layanan IAF termasuk Tupolev Tu-142 (versi Angkatan Laut dari pembom Tu-95 Bear), Tupolev Tu-22M3 "backfire" dan II-38. Beberapa jet tempur India juga dapat ditugaskan untuk menjalankan misi nuklir antara lain Sukhoi Su-30MKI, MiG-27m, MiG-29 (versi Angkatan Laut India), Dassault Mirage 2000 Perancis, Jaguar Perancis-Inggris dan jet tempur dalam negeri India Tejas.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/03/2012

Koarmatim Gelar Latihan Manuvra Lapangan


Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), siap mengamankan perbatasan wilayah laut RI dalam gelar latihan Manuvra Lapangan (Manlap) dari unsur-unsur laut dan udara, yang tergabung dalam Latihan Pratugas Satuan Tugas Operasi (Satgas Ops) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Laut tahun 2012 di wilayah sekitar laut Jawa, Kamis 2 Agustus. Gladi tempur laut itu dilaksanakan selama tiga hari, mulai  31 Juli hingga berakhir kemarin, Kamis 2 Agustus.

Manlap Pratugas Satgas Opspamtas Laut tahun 2012, melibatkan 8 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yaitu: 
  • KRI Oswald Siahaan-354
  • KRI Abdul Halim Perdana Kusuma-355
  • KRI Frans Kaisiepo-368
  • KRI Diponegoro-365
  • KRI Untung Surapati-372
  • KRI Layang-805
  • KRI Arun-903
  • Kapal selam KRI Nanggala-402
Latihan Manuvra Lapangan Koarmatim

Selain unsur laut,  latihan  tersebut  juga melibatkan unsur udara yaitu sebuah Pesawat Udara (Pesud) jenis Cassa dan sebuah Helikopter Bolcow dari Pusat Penerbangan Angakatan Laut (Puspenberbal) Juanda Surabaya.

Selama tiga hari di laut, unsur KRI dan pesawat udara melaksakan beberapa serial latihan peperangan laut diantaranya melawati medan ranjau Mine Fild Transit (MFT), pertempuran bahaya udara Air Defence Exercise (Adek), Manuvra Taktis (Mantak),  komunikasi dengan isyarat bendera (Falg Hoist) dan isyarat menggunakan sinar atau cahaya (Flahsex) dan penembakan senjata artileri Gun Exercise (Gunex).

Gladi tempur laut selanjutnya adalah tindakan unsur laut dan udara dalam menanggulangi aksi kejahatan dan terorisme di laut Maritime Interdiction Operation (MIO) dengan mengerahkan tim Visit Boarding Search and Seizure (VBSS), dalam Bording Exercise (Bordex).

Guna meningkatkan kesiapan personel KRI dalam menghadapi ancaman kebocoran dan kebakaran kapal, juga telah dilaksanakan Peran Penyelamatan Kapal (PEK) atau Damage Control Exercise (Dcex). Tak kalah pentingnya dalam konvoi kapal perang dalam pertempuran laut tersebut,  adalah kemampuan untuk melaksanakan bekal ulang di laut atau Relenisment At Sea Approach (Rasap).

Latihan Manuvra Lapangan Koarmatim

Gladi Manlap itu dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pamtas Laut tahun 2012 Kolonel laut (P) Rahmat Eko Rahardjo yang sehari-hari mejabat sebagai Komandan Satuan Kapal Patroli (Dansatrol) Komando Armada Timur.

Latihan Pratugas Satgas Operasi Perbatasan Laut ini, merupakan salah satu upaya TNI Angkatan Laut khususnya Koarmatim untuk selalu memelihara dan meningkatkan kesiapsiagaan, baik personel maupun alutsistanya dalam menjawab tantangan tugas dalam mengamankan dan menjaga wilayah perairan yurisdiksi nasional yang berbatasan dengan negara lain.


Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/03/2012

August 2, 2012

Kendaraan Taktis Ringan Saratoga

Nama lengkapnya International Saratoga, tapi kita sebut saja Saratoga. Saratoga adalah kendaraan taktis ringan yang dikembangkan oleh Navistar Defense. Kendaraan ini dirancang untuk mengisi kesenjangan antara Humvee - Modernized Expanded Capacity Vehicle (MECV) - dan program kendaraan taktis ringan JLTV. Saratoga adalah kendaraan multiperan yang dirancang untuk memberikan keamanan dalam mobilitas dan sebagai kendaraan transportasi yang baik bagi pasukan yang beroperasi pada lingkungan penuh ancaman/perang.

Kendaraan taktis ringan
Kendaraan taktis ringan Saratoga

Pada bulan Oktober 2011, Navistar Defense meluncurkan kendaraan taktis ringan Saratoga saat Rapat Tahunan dan Simposium Asosiasi Angkatan Darat Amerika Serikat (AUSA).

Pada bulan Maret 2012, perusahaan ini mengajukan tawaran untuk program JLTV AS. Perusahaan ini menawarkan varian dari kendaraan taktis ringan Saratoga untuk program JLTV tersebut. JLTV adalah program bersama dari Angkatan Darat dan Korps Marinir AS untuk menggantikan armada Humvee yang sudah "uzur" dengan keluarga baru dari kendaraan taktis.


Kendaraan Taktis Ringan Internasional Saratoga

Saratoga menggabungkan desain modular yang nantinya memungkinkan untuk berintegrasi dengan sistem masa depan. Platform yang fleksibel memungkinkan produsen untuk dengan cepat mengembangkan varian baru dengan biaya rendah untuk memuaskan kebutuhan pelanggan, dalam hal ini AD dan AL AS. Desain Saratoga standar telah dimodifikasi untuk memenuhi persyaratan program JLTV.

ditawarkan untuk program JLTV AS
Saratoga ditawarkan untuk program JLTV Angkatan Darat AS

Seperti halnya kendaraan konvensional, mesin Saratoga terletak di bagian depan, kabin kru di tengah dan dengan kompartemen kargo terbuka di bagian belakang. Kabin kru dapat menampung empat penumpang plus seorang penembak (opsional). Penembak menggunakan bagian atas (open-close) dengan menggunakan senjata yang terpasang pada bagian atas Saratoga.
"Dengan beban angkut 3,26 ton, Saratoga mampu mengangkut trailer tow dan unit artileri ringan"
Saratoga memiliki panjang 5,7m, lebar 2,4 meter dan tinggi 2,1m. Berat kendaraan ini adalah 6.7 ton dengan maksimal beban muatan 3,26 ton. Artinya dengan beban angkut ini dapat juga membawa trailer tow atau unit artileri ringan.


Sistem Senjata dan Lapis Baja

Saratoga dilengkapi dengan sistem senjata ganda. Kendaraan taktis ini dapat dipersenjatai dengan senapan mesin 7,62mm atau 12,7mm atau peluncur granat otomatis 40mm. Juga dapat dipasang dengan stasiun senjata dengan remote control.

transportasi pasukan darat
Saratoga memberikan keamanan mobilitas dan transportasi yang baik bagi pasukan darat

Kendaraan ini akan melindungi kru dari tembakan senjata ringan, serpihan cangkang artileri, ledakan ranjau, IED dan ancaman-ancaman ringan lainnya. Lapis baja Saratoga adalah baja logam.
"Saratoga menggunakan mesin diesel turbocharged MaxxForce D6.0L V8 6-liter yang dikembangkan oleh Navistar."
Kelengkapan perlindungan dirancang untuk memenuhi batas maksimal beban tanpa mengorbankan kapasitas kinerja, payload dan manuver. Ketinggian lantai kendaraan dinaikkan setinggi mungkin guna perlindungan yang efektif dari ledakan. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan sistem pencegah kebakaran sebagai fitur standar.

menunjukkan kemampuannya di medan pasir
Saratoga menunjukkan kualitasnya di medan pasir

Solusi daya tahan eksklusif yang dirancang untuk Saratoga telah berhasil diuji oleh produsen. Solusi ini dikembangkan menggunakan teknologi kunci dalam pencampuran bahan, struktur kendaraan dan bentuk lambung kendaraan.


Mesin dan Uji Mobilitas Internasional Saratoga

Kendaraan taktis ringan JLTV adalah kendaraan program dukungan baru yang dikembangkan oleh pasukan AS, khususnya Angkatan Darat, USSOCOM, dan Korps Marinir AS.

Saratoga didukung oleh mesin diesel turbocharged MaxxForce D6.0L V8 6-liter yang dikembangkan oleh Navistar. Sistem transmisi Allison 2100 SP 6-speed otomatis menghasilkan kekuatan 340 tenaga kuda. Mesin kompatibel bahan bakar JP8/military dilengkapi dengan modul kontrol elektronik (ECM).

Mendaki di daerah perbukitan
Saratoga mendaki di daerah perbukitan

Kendaraan ini telah mengalami pengujian lebih dari 40.000 km. Ini menunjukkan tingkat mobilitas yang unggul selama uji coba. Kendaraan ini dilengkapi dengan sistem suspensi independen air spring dengan variabel kontrol naik tinggi.

Saratoga memiliki ground clearance yang tinggi, tetapi muat untuk transportasi melalui udara dan untuk disimpan/dibawa dengan kapal. Sistem inflasi ban sentral dipasang ke kendaraan untuk meningkatkan kemampuan menanjak pada permukaan yang tidak rata.

Radius putar dari kendaraan ini adalah 1,3m. Mampu menanjak sisi lereng dengan kemiringan 40 derajat dan dapat melalui medan air dengan kedalaman 0,76m.

Spesifikasi SARATOGA
Produsen
Navistar Defense
Kru
4 kru dan 1 penembak
Panjang
5,7 meter
Lebar
2,4 meter
Tinggi
2,1 meter
Mesin
MaxxForce D6.0 V8 diesel
Berat kotor
9,979 ton

Sumber gambar: Navistar Defense.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/02/2012

Abu Dhabi Luncurkan Kapal Rudal Buatan Lokal

Pembuatan kapal terkemuka Abu Dhabi ADSB dan penyedia dukungan jasa angkatan laut di kawasaan Teluk, beberapa hari lalu meluncurkan kapal rudal Ghannatha, pertama dari fasilitas galangan kapal Musafah. Program Ghannatha tahap II diberikan kepada ADSB pada tahun 2009, ADSB ditugaskan untuk membangun 12 kapal rudal baru.

Seperti tahapan sebelumnya pada program I, mitra strategis ADSB yang terlibat dalam proyek ini adalah Swedeship Marine dari Swedia, yang membangun 3 dari 12 kapal rudal dengan 9 kapal yang tersisa dibangun di ADSB. Abu Dhabi System Integration (ADSI) bertanggung jawab atas semua pekerjaan integrasi, termasuk perlengkapan dan peralatan tempur yang dipasang ke kapal.

kapal rudal Abu Dhabi
Kapal rudal Ghannatha Abu Dhabi

Program Ghannatha tahap II untuk Angkatan Laut UEA adalah salah satu program yang paling signifikan saat ini sedang dibangun di wilayah tersebut. Sistem propulsi, senjata, sensor dan sistem manajemen pertempuran terbaru yang ditanamkan pada kapal ini membuatnya menjadi salah satu dari kapal platform ukuran kecil yang paling pas untuk pertempuran di laut dari semua kapal berflatform sama yang tersedia.

Kapal Ghannatha membawa sistem rudal permukaan-ke-permukaan, juga dilengkapi dengan meriam utama dan senjata kecil yang letaknya memanjang. Kapal ini cuma memiliki panjang 27 meter, dibuat dengan menggunakan campuran alumunium dan didukung oleh mesin ganda MTU diesel yang digabungkan ke mesin waterjets Rolls Royce, yang memungkinkan kapal untuk melakukan perjalanan dengan kecepatan lebih dari 35 knot.
"Semua kapal yang jumlahnya 12 unit akan selesai dan dikirim secara bertahap ke Angkatan Laut UEA hingga 2014"
Menandai hari peluncuran di ADSB, CEO Mohamed Saleem Al  Junaibi berkomentar: "Kami kembali merasa senang karena dapat meluncurkan kapal lain untuk Angkatan Laut UEA. Kami yakin bahwa dengan memiliki kapal di bawah 30 meter, dilengkapi dengan dua senjata dan seistem rudal, niscaya akan memberikan popularitasnya di kawasan ini. kami juga berterimakasih kepada Angkatan Laut UEA yang telah memberikan kami kesempatan untuk membangun konsep ini dan untuk dukungannya selama ini"

Semua kapal yang jumlahnya 12 unit akan selesai dan dikirim secara bertahap ke Angkatan Laut UEA. Pengiriman kapal rudal yang terakhir dijadwalkan selambat-lambatnya pada tahun 2014.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/02/2012

Kendaraan Cage Armor Q-Net

Kendaraan Lapis Baja

Tidak ada kendaraan "cage armor"  yang memberikan perlindungan 100%, tetapi efektifitasnya bisa mencapai 50% dalam menyelamatkan nyawa. QinetiQ Q-Net menggunakan teknologi tinggi untuk menggantikan lapis baja kendaraan, dan memberikan perlindungan yang maksimal dari serangan roket dan granat. Di bulan Mei 2012, QinetiQ North America di Watham, MA, menerima dana 11,7 juta dolar untuk kontrak 420 unit "kendaraan anti roket dan granat."  Pekerjaan akan dilakukan di Franklin, MA, dengan tanggal penyelesaian diperkirakan pada 12 Desember 2012. Kontrak tersebut berasal dari Angkatan Darat AS.

Ini bukan pembelian Q-Net pertama AS. Kendaraan yang dibuat ditujukan agar tahan terhadap serangan roket RG-31s dan M-ATv. Seperti kandang ya.. Namanya saja cage

Prinsip Q-Net mirip dengan prinsip kendaraan Tarian QuickSafe dan TNO Constrictor. Lapis baja unik mengelilingi bagian kendaraan yang paling rentan terkena serangan roket atau granat, dan cukup tangguh, roket dan granat tidak akan dengan mudah menembus lapis baja tersebut. Kendaraan Q-Net ini menawarkan bobot yang lebih ringan dari kendaraan-kendaraan lainnya. Ini bukan produk pertama mereka di pasar, tetapi menjadi pilihan bagi militer AS.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/02/2012

August 1, 2012

Kemenhan Resmikan Pembangunan Tiga Kapal Perang

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Irjen Kemhan  Laksdya TNI Sumartono, dan Wakasal Laksdya TNI Marsetyo serta sejumlah Pejabat Mabes TNI dan Angkatan, Selasa 31 Juli, meresmikan pembangunan tiga kapal perang di Galangan Kapal PT. Dok dan Perkapalan (DKB) Kodja Bahari, di Jakarta, yang ditandai dengan peletakan lunas (keel laying) pembangunan satu unit kapal perang jenis Bantu Cair Minyak (BCM) serta pemotongan baja pertama (first steel cutting) untuk pembangunan dua unit kapal jenis Kapal Pendarat Tank - Landing Ship Tank (LST)

Wamenhan resmikan pembangunan 3 kapal perang
Wamenhan resmikan pembangunan 3 kapal perang

Dalam sambutannya, Wamenhan mengatakan, Peristiwa peresmian ini merupakan bukti satu langkah maju dari peran PT Dok Kodja Bahari dalam membangkitkan industri pertahanan, sekaligus menjadi peran pemerintah sesuai dengan apa yang telah dicanangkan oleh Presiden RI untuk memodernisasi alutsista TNI. Terlebih, produk yang dihasilkan akan menjadi bahan laporan Bapak Presiden kepada rakyat Indonesia pada 5 Oktober 2014 di Surabaya.

Karenanya, Wamenhan melanjutkan, PT Dok Kodja Bahari masih ada 2 episode tantangan lagi yang harus dimenangkan oleh PT Dok Kodja Bahari yaitu, masalah kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian pembangunan kapal. Sedangkan ke depan, Wamenhan berharap PT Dok Kodja Bahari juga harus mampu berbicara tidak hanya pada skala nasional saja, tetapi juga pada tingkat regional. Dan untuk mewujudkan upaya tersebut, sedang dipikirkan wacana mengadakan joy sea trip bagi tamu-tamu dari negara luar pada event Indonesian Defence mendatang, sebagai bagian memperkenalkan kepada negara-negara luar tentang industri perkapalan khususnya yang berada di Jakarta, untuk menopang kebangkitan industri pertahanan. Mengingat, hal tersebut dapat menjadi cermin serta Indonesia dikenal dengan kebangkitan industri dan tidak mengenal krisis ekonomi global.
"Kapal LST berukuran panjang 117 meter, lebar 16,40 meter dengan kecepatan maksimal 16 knots, diproyeksikan dapat mengangkut tank tidak hanya jenis BMP 3F tetapi juga untuk tank sekaliber Leopard"
Sementara itu, Dirut PT Dok Kodja Bahari Riry Syeried Jetta dalam laporan kesiapan penyelesaian pembangunan kapal - kapal tersebut menyampaikan, bahwa kapal jenis BCM yang berukuran panjang 122,40 meter, lebar 16,50 meter, memiliki kecepatan maksimal 18 knots dan berkapasitas bahan minyak cair sebanyak 5500 m3 akan selesai pembangunannya dan diserahkan pada bulan Desember 2013.

Pola pembangunan kapal tersebut menggunakan Multiyard Single Construction Methode dengan sistem Integrated Hull Construction Outfitting & Painting, yakni dilaksanakan di tiga galangan di Jakarta yang dilakukan secara paralel serta pengerjaan konstruksi bangunan kapal sudah mencapai 550 ton dari total 1.770 ton. Sedangkan untuk kapal LST berukuran panjang 117 meter, lebar 16,40 meter dengan kecepatan maksimal 16 knots, diproyeksikan dapat mengangkut tank tidak hanya jenis BMP 3F tetapi juga untuk tank sekaliber Leopard.


Sumber: kemhan

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/01/2012

Bahaya di Depan Mata Untuk Kapal Selam Nuklir Inggris

Keberlangsungan kapal selam nuklir Inggris saat ini dalam bahaya karena pemotongan anggaran yang melanda, laporan Departemen Pertahanan Inggris memperingatkan. Laporan yang ditulis oleh Komodor David Langbridge, kepala keselamatan nuklir di Kementerian Pertahanan, mengatakan bahwa masalah ini telah menjadi semakin buruk "kurangnya anggaran berarti menurunkan tingkat keselamatan atau keamanan nuklir." Kedepan, harus dilakukan tindakan signifikan untuk mengatasi hal ini.

Kurangnya anggaran menimbulkan kekhawatiran serius karena menyebabkan kurangnya staf yang terlatih. Langbridge memperingatkan bahwa ada kekurangan insinyur pada reaktor kapal selam dan bahwa langkah-langkah pemerintah pemerintah saat ini bukan menjadi alamat ke keadaan yang lebih baik. Pemerintah Inggris dalam hal ini Departemen  Pertahanan malah akan mengurangi jatah kerja sebanyak 17.000 pada militer dan 25.000 pada sipil. "Ini sungguh menempatkan nuklir Inggris dalam risiko."

Kapal selam nuklir Inggris dalam bahaya
Kapal selam nuklir Inggris kelas Vanguard

Laporan ini mencakup kegiatan keselamatan nuklir tahun 2011 dan merupakan laporan yang terbaru dalam sejumlah penyelidikan tentang masalah ini. Sejak 2010 Kementerian Pertahanan telah "dipaksa" untuk menginformasikan semua temuannya, ini mengikuti tantangan hukum yang dibuat berdasarkan kebebasan hukum informasi. Laporan 2010 juga memperingatkan bahwa risiko kebocoran radiasi atau kecelakaan nuklir menjadi semakin buruk. Langbridge menemukan ada sejumlah insiden di 2011 lalu, meskipun tidak serius, tapi bila dibiarkan akan menjadi kecelakaan yang lebih dahsyat," katanya.

Dan itu menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai keputusan pemerintah untuk Sistem Rudal Nuklir Trident, sebuah langkah yang yang penuh dengan risiko. Kementerian Pertahanan Inggris bertanggung jawab untuk 220 hulu ledak nuklir yang digunakan untuk mempersenjatai Sistem Rudal Trident pada empat kapal selam nuklir mereka. Angkatan laut Inggris juga menggunakan enam kapal selam bertenaga nuklir yang dipersenjatai dengan senjata konvensional, dan satu lagi kapal selam akan datang ke layanan pada akhir tahun ini dan lima lainnya sedang dibangun. Saat ini, setidaknya ada juga 17 kapal selam nuklir di Angkatan Laut Inggris yang "terbaring" dan menunggu untuk dinonaktifkan.

Fasilitas Nuklir ditambah, tapi Anggaran Keselamatan Dikurangi

Fred Dawson, menuduh kementerian pertahanan tidak mendengarkan peringatan oleh regulator keselamatan nuklir. "Kementerian Pertahanan telah gagal mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk keselamatan nuklir," katanya. John Ainslie, koordinator di Kampanye Perlucutan Senjata Nuklir Skotlandia, mengatakan bahwa sementara pemerintah Inggris baru saja mengalokasikan miliar pound untuk kapal selam nuklir baru, di saat yang bersamaan mereka telah memotong anggaran untuk regulator keselamatan nuklir.
'Inggris menambah fasilitas reaktor nuklir, tapi anggaran regulator keselamatan nuklir dikurangi '
Anda perlu tahu, ini bukan hal sepele. Anggaran untuk Regulator Keselamatan Nuklir Pertahanan telah dipotong hingga 75 persen. Sementara pemerintah Inggris pada bulan Juni lalu mengumumkan telah mengalokasikan 1,1 miliar pound untuk membangun fasilitas baru reaktor nuklir, khusus untuk kapal selam. Dana 1 miliar pound sebelumnya juga telah diumumkan untuk Aldermaston di Berkshire, di mana hulu ledak nuklir sedang dibangun awal tahun ini.

Skotlandia, Basis Nuklir Inggris

Saat ini semua kapal selam nuklir dengan rudal Trident yang berlabuh di pangkalan khusus dibangun di Skotlandia. Partai Nasional Skotlandia telah berulang kali meminta Inggris menghapus semua senjata nuklir dari wilayah Skotlandia. Referendum untuk kemerdekaan Skotlandia kabarnya direncanakan pada 2014 ini.

Jika nantinya nuklir Inggris hengkang dari Skotlandia, ini bisa menjadi akhir dari kekuatan senjata nuklir Inggris karena tidak ada tempat lain yang cocok selain Skotlandia untuk dermaga kapal selam Trident dan bahwa "biaya dan kemarahan publik untuk membangun basis nuklir baru tidak akan sanggup ditanggung pemerintah Inggris."

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 8/01/2012

July 31, 2012

Khawatirkah Mereka Oleh Senjatamu?

Sersan Bashir, seorang sersan peleton Kandak 6, Brigade 3, Korp 203, Angkatan Darat Nasional Afghanistan, menyapa seorang petani selama operasi kliring di selatan Provinsi Ghazni, Afghanistan, 2 Juni 2012. Selama operasi, tentara Afghanistan mengunjungi semua rumah penduduk.


Cukup sopan ya....

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/31/2012

Angkatan Laut India Terima Frigat Siluman INS Sahyadri

INS Sahyadri, frigat siluman kelas Shivalik, dilengkapi dengan berbagai senjata modern dan sensor untuk beroperasi baik di masa damai dan dalam lingkungan multi-ancaman/perang. Kapal perang itu dibangun oleh MDL selama tujuh tahun terakhir.

Menteri Pertahanan India AK Antony meninjau INS Sahyadri
Menteri Pertahanan India membelakangi INS Sahyadri

Dengan kehadiran frigat siluman asli buatan India ini - merupakan kapal ketiga dari kelas Shivalik - Angkatan Laut India pun dapat unjuk gigi untuk kekuatan armada perang mereka. Dua frigat siluman sebelumnya adalah INS Shivalik dan INS Satpura, yang sekarang aktif bertugas di Angkatan Laut, termasuk operasi anti pembajakan di Teluk Aden. 

Tiga frigat siluman dalam proyek P-17 ini menelan biaya sekitar Rs. 10.000 crore (97 juta dolar). Dua kapal perang - INS Shivalik dan INS Satpura - ditugaskan dalam layanan Angkatan Laut India masing-masing pada bulan April 2010 dan Agustus 2011. INS Shivalik baru saja berlayar ke pantai Pasifik barat China dan telah berlabuh di Shanghai.

Kapal frigat siluman India
INS Sahyadri, kapal frigat siluman India

INS Sahyadri dilengkapi dengan rudal permukaan yang paling canggih dan rudal udara-ke-udara dari Rusia, Eropa dan Israel. INS Sahyadri dapat mengangkut dua helikopter -heli jenis Dhrun, Sea King atau Kamov- onboard untuk berbagai macam misi.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/31/2012

Teknologi Kapal Siluman dari Surabaya

Kapal berteknologi siluman, yang memungkinkan sebuah kapal perang tak terdeteksi radar musuh, menjadi salah satu keunggulan penting bagi sistem pertahanan di negara maju. Hanya saja, untuk menciptakan teknologi canggih semacam ini membutuhkan anggaran besar. Tak mengherankan jika teknologi semacam ini seperti menjadi monopoli negara maju.
Kapal frigat siluman India
INS Sahyadri, kapal frigat siluman India. Tiga unit telah menghabiskan dana 97 juta dolar

Mampukah Indonesia menguasai teknologi ini? Jawaban atas pertanyaan inilah yang ingin dipecahkan oleh Mochammad Zainuri, dosen Fisika Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, melalui risetnya sejak tahun 2009 lalu.

Dua Cara Mengembangkan Kapal Siluman

Menurutnya, teknologi kapal siluman sebenarnya bisa dikembangkan dengan dua cara:

Pertama, membuat kapal dengan struktur dan desain yang tidak bisa dilacak dengan radar. Artinya, saat terkena radar, bagian dari kapal tersebut akan memantulkannya ke arah lain sehingga membuatnya tak terdeteksi. "Untuk membuat kapal sendiri dengan desain dan struktur canggih, butuh biaya sangat besar. Ini tidak mungkin saya lakukan," kata dia saat ditemui Tempo di rumahnya di Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu 29 Juli 2012. Ia menyadari anggaran untuk alat utama sistem persenjataan Indonesia sangat terbatas.

Kedua, mengembangkan teknologi kapal siluman dengan menyulap kapal-kapal bekas yang dilapisi material nano komposit sehingga bisa menyerap gelombang radar. Konsep inilah yang sedang ditelitinya sejak tiga tahun lalu hingga kini. Pria 48 tahun ini terus mengembangkan teknologi siluman dengan mengembangkan material nano komposit, pelapis yang mampu menyerap gelombang radar.

Prinsip Kerja radar dan Bahan Nano Komposit

Material untuk nano komposit itu diambil dari bahan-bahan alam pasir besi di Pantai Bambang Lumajang, Jawa Timur.  Pertimbangannya, pasir di wilayah ternyata mempunyai sifat veromagnetik (pasir besi). Untuk bisa menjadi bahan nano komposit, pasir besi ini terlebih dahulu dipisahkan, diekstraksi, dan direkayasa. Hasilnya lantas digabung dengan partikel listrik yang berbahan dasar PANi (ponianeline) dalam orde nano dan diikat sehingga bisa dilapiskan dalam bahan logam.

Kenapa dalam ukuran orde nano? Kata Zainuri, semakin kecil ukuran partikel maka akan memperluas permukaan spesifik, sehingga kemampuan menyerap radar semakin besar.
"Prinsip kerja radar adalah mengirim gelombang ke kapal tersebut. Biasanya kapal selalu memantulkan kembali gelombang yang dikirim tersebut, sehingga membuat keberadaannya terbaca di alat pemantau radar"
Setelah diuji coba, kata Zainuri, logam yang telah dilapisi dengan material ini tidak bisa dilacak radar jarak jauh microwafe dengan gelombang 8-12 GHz. Radar jarak jauh jenis ini biasanya digunakan untuk mendeteksi keberadaan kapal. Hasilnya, gelombang radar yang dikirim oleh alat deteksi tidak bisa terpantul kembali alias terserap atau (terabsorsi) oleh material tersebut hingga 99 persen.

Zainuri menambahkan, prinsip kerja radar adalah mengirim gelombang ke kapal tersebut. Biasanya kapal selalu memantulkan kembali gelombang yang dikirim tersebut, sehingga membuat keberadaannya terbaca di alat pemantau radar. "Jika diberi pelapis logam ini, maka kapal-kapal perang kita tidak akan terdeteksi oleh gelombang radar meski sebelumnya adalah kapal-kapal bekas yang selalu bisa terdeteksi oleh gelombang radar," ujarnya.

Lumajang Sebagai Lumbung Nano Komposit

Ia mengungkapkan, ketertarikannya untuk menggunakan pasir besi pesisir pantai Lumajang menjadi bahan dasar pelapis logam anti radar berawal dari karena keterlibatannya dalam survey yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum Jawa Timur. Ia diminta untuk meneliti bahan-bahan alternatif yang terkandung pada pasir pantai tersebut.

Saat itu kata dia, banyak kontraktor perumahan yang langsung datang dan membeli pasir di wilayah setempat. Harga pasirnya juga lebih lebih mahal dari yang lain. "Saya diminta meneliti apa kelebihannya.Dan setelah saya teliti ternyata pasir setempat mempunyai sifat veromagnetik (pasir yang mengandung besi)," kata pria kelahiran Surabaya, 30 Januari 1964 ini.

Usai melakukan survey itulah muncul ide untuk berkontribusi terhadap ketahanan alutsista Indonesia. Ide semacam ini juga terpicu oleh tantangan Profesor Sirait, promotor Strata III-nya di Universitas Indonesia. "Loe bisa apa untuk bantu pertahanan keamanan Indonesia ?" kata Zainuri, menirukan ucapan promotornya. Zainuri adalah lulusan Strata 3 Metalurgi dan Material Universitas Indonesia tahun 2008. Strata 2-nya juga dari kampus yang sama. Sedangkan Strata 1-nya dari ITS.

Setelah itu, ia terus berfikir untuk meneliti sesuatu dan memanfaatkan ilmunya. "Awalnya ingin melakukan riset menciptakan peluru ramah lingkungan sehingga selongsongnya tidak terbuang sia-sia. Namun akhirnya menawarkan untuk mengembangkan teknologi anti radar," ujar dia. Dengan bantuan dana dari Departemen Riset dan Teknologi, ia kemudian mengembangkan riset teknologi siluman ini.

Sumber: Tempo

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/31/2012

Filipina Minati Helikopter Serang Afrika Selatan

Angkatan Udara Filipina (PAF) telah memutuskan Afrika Selatan sebagai salah satu negara yang sedang dipertimbangkan untuk menyediakan helikopter serang baru bagi angkatan bersenjatanya. Afrika Selatan adalah salah satu dari sedikit negara yang telah mengembangkan helikopter serang khusus, yaitu helikopter Denel Rooivalk atau biasa disebut sebagai Kestrel dalam bahasa Inggris.

Diproduksi oleh Afrika Selatan
Helikopter serang Denel Rooivalk buatan Afrika Selatan

PAF saat ini sedang mencari 10 helikopter serang sebagai bagian dari program modernisasi besar militer negara itu. Negara-negara lain yang tercantum sebagai produsen yang dimungkinkan oleh Letnan Kolonel Miguel Okol antara lain Italia, Perancis, Rusia dan Inggris. Helikopter AS telah dikesampingkan oleh PAF karena harganya terlalu mahal bagi negara Filipina.

Tampaknya PAF ingin membeli helikopter serang yaitu helikopter yang beristilah "setiap helikopter yang bersenjata dan tidak hanya helikopter yang berdesain serang." Ini menjelaskan masuknya Inggris pada daftar rencana pembelian PAF- Inggris tidak memiliki helikopter dengan desain serang tapi versi angkatan darat AgustaWestland Lynx bisa dan telah dipersenjatai dengan senapan mesin dan rudal.
'Helikopter Denel Rooivalk saat ini tidak dalam produksi, tetapi perusahaan (Afsel) bisa memulai kembali produksi jika menerima order yang sesuai'
Begitulah, PAF mengacu pada kekuatan tempur saat ini dari MD Helikopter MG 520, yang merupakan helikopter ringan bersenjata yang juga merupakan helikopter serang. PAF juga melakukan upgrade atas MG 520 nya.

Helikopter Denel Rooivalk saat ini tidak dalam produksi, tetapi perusahaan (Afsel) bisa memulai kembali produksi jika menerima order yang sesuai. Perusahaan juga telah mengusulkan kembali Rooivalks upgrade sebagai standar operasi bagi Angkatan Udara Afrika Selatan, setuju atau tidaknya usulan ini ditentukan pada bulan Agustus nanti.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/31/2012

July 30, 2012

Empat Tentara Kamboja Lulus Pendidikan Kopassus 2012

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayjen TNI Agus Sutomo menutup secara resmi Pendidikan Kursus Komando angkatan 92 Gelombang -1 TA 2012 di pantai Permisan Nusakambangan, Cilacap-JawaTengah, Minggu, 29 Juli.

Penutupan Pendidikan ditandai dengan Serangan Regu Komando yang dilaksanakan pada waktu fajar di Pantai Permisan yang merupakan rangkaian kegiatan terakhir dari keseluruhan tahapan pendidikan. Kursus Komando yang telah berlangsung selama tujuh bulan tersebut dibagi dalam tiga tahap: tahap basis, tahap gunung hutan dan diakhiri tahap rawa laut.

penutupan pendidikan kopassus 2012


Pada Pendidikan angkatan 92 ini, Kopassus telah berhasil meluluskan 169 personel termasuk diantaranya 4 personel dari Angkatan Bersenjata Kerajaan kamboja (RCAF). Berhasil sebagai peserta pendidikan yang dinyatakan terbaik antara lain Perwira terbaik Letnan Dua Inf Denny Sopyan, Bintara terbaik Serda Bambang.SB, Tamtama terbaik Prada Anas Rifai .

Danjen Kopassus dalam amanatnya mengatakan keberhasilan menjadi prajurit Komando merupakan suatu kebanggaan yang patut disyukuri karena tidak semua peserta didik berhasil menjadi prajurit Komando. Kebanggaan dan rasa syukur tersebut hendaknya selalu diikuti dengan kesungguhan dan dedikasi untuk membawa organisasi Kopassus menuju kepada keadaan yang lebih baik, lebih maju dan lebih berkualitas dimasa yang akan datang .
"Pada Pendidikan angkatan 92 ini, Kopassus telah berhasil meluluskan 169 personel termasuk diantaranya 4 personel dari Angkatan Bersenjata Kerajaan kamboja (RCAF)"
Menutup amanatnya, Danjen Kopassus berharap agar seluruh prajurit Kopassus dimanapun berada dan bertugas senantiasa berupaya memberi arti dan peduli terhadap lingkungannya serta memberi solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada. Selain itu prajurit Kopassus harus selalu terus  berlatih dan berlatih untuk mencapai prestasi demi keharuman nama Korps Baret Merah.

Turut hadir dalam acara penutupan para Asisten Danjen Kopassus, para Komandan Satuan, unsur Muspida Cilacap, perwakilan Athan Kamboja, Persit KCK PCBS Kopassus dan keluarga mantan siswa.

Sumber: Pen Kopassus/Dispenad

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/30/2012

AS Kesulitan Lacak Kapal Selam Mini Iran

Komandan Angkatan Laut AS Christopher Harmer mengatakan bahwa Amerika Serikat saat ini memiliki kesulitan besar untuk melakukan pelacakan terhadap kapal selam mini Iran. "Kapal selam mini Iran merupakan masalah besar bagi kami," kata Harmer, yang menjabat sebagai direktur Future Operation untuk Armada Kelima Angkatan laut AS di Bahrain 2008-2009.

AS kesulitan lacak kapal selam mini Iran
Kapal selam mini Iran

Setiap kapal selam dengan berat kurang dari 500 ton umumnya dianggap sebagai kapal selam mini. "Mereka adalah ancaman bagi kami karena mereka dapat dengan mudah menyebar di sepanjang Teluk Persia dan Laut Arab, dan itu sangat sulit bagi kami untuk melacak mereka," katanya, menambahkan bahwa sebagai akibatnya, mereka (kapal selam mini) dapat terus bersiap dan menunggu untuk menjalankan penyergapan atau serangan mendadak."

Angkatan Laut AS memang lebih terbiasa dengan pelacakan besar. Iran bukannya tidak memiliki armada kapal selam besar, tapi baca pernyataan ini. Harmer menyatakan, "Mencari kapal selam kecil di perairan dangkal jauh lebih sulit, karena akustik yang lebih sulit -. Kapal selam kecil membuat sedikit noise". Akibatnya, lanjut dia, militer Iran lebih memprioritaskan kapal selam mini untuk operasi-operasinya dan untuk dibangun lebih banyak."
"Iran kini telah memiliki sedikitnya 19 unit kapal selam mini dalam layanannya dan sedang membangun rata-rata empat unit per tahun"
"Lima tahun lalu, Iran belum memiliki kapal selam mini," kata Harmer. Saat ini seorang analis angkatan laut senior di Institut untuk Studi Perang di Washington, menambahkan bahwa Iran kini telah memiliki sedikitnya 19 unit kapal selam mini dalam layanannya dan sedang membangun rata-rata empat unit per tahun, yang merupakan kekuatan strategis yang signifikan Iran. Iran juga memiliki kemampuan yang sangat baik untuk operasi khusus, termasuk banyaknya pasukan katak terlatih, Harmer menambahkan.

Menurut pejabat militer AS, bila kapal selam mini Iran yang bertenaga diesel-listrik telah sampai ke target operasinya, mereka dapat dengan cepat meletakkan ranjau. Bukan hanya itu, kapal selam mini tersebut juga dilengkapi dengan torpedo yang secara tiba-tiba dapat menenggelamkan kapal-kapal perang AS.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/30/2012

July 29, 2012

Tampilan Tentara Masa Depan

Teknologi di dunia terus berkembang, khususnya teknologi dalam militer. Mungkin beberapa tahun lagi kita bisa menyaksikan teknologi baru untuk dilengkapkan pada para tentara. Ya, teknologi yang belum pernah kita lihat dan belum pernah diterapkan sebelumnya.

Di bawah ini beberapa foto "khayalan" dari berbagai kostum tentara masa depan. Jangan dipercaya, ini cuma hiburan belaka tapi semua bisa saja diterapkan. Tapi bisa saja sih kalau mau sekedar membuat kostum seperti ini dengan tanpa memperhitungkan keefektifan dari kostum masa depan tersebut.

klan terakhir dari tentara masa depan

kostum hantu

dalam suatu operasi

Bergaya romawi bersama motor dan serigala

ragam kostum tentara masa depan

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/29/2012

Apakah Benar Masalah Oksigen F-22 Terpecahkan?

Angkatan Udara AS merasa yakin telah mengidentifikasi masalah yang menyebabkan beberapa pilot mengeluh pusing dan pingsan saat berada di jet tempur paling canggih tersebut, Pentagon mengatakan beberapa waktu lalu.

Akar penyebab dari masalah ini adalah pasokan oksigen - yang diperlukan untuk pilot terbang di tempat yang tinggi - bukan kualitas oksigen yang disuplai kepada pilot," kata juru bicara Pentagon George Little kepada wartawan.

Untuk mengatasi masalah ini, Little mengatakan Angkatan Udara AS akan mengganti katup yang menyebabkan inflasi di rompi yang dipakai pilot, yang apabila sang pilot berada di tempat yang tinggi, maka akan mengganggu pernapasan bahkan dapat menyebabkan pingsan yang tentunya dapat berujung pada kecelakaan.

Masalah pasokan udara terpecahkan
F-22 Raptor, mengalami masalah dalam pasokan udara

Solusinya, Angkatan Udara AS akan meningkatkan aliran oksigen ke pilot dengan membuang filter yang sebelumnya berfungsi untuk menganalisa dan menyaring apakah oksigen tersebut mengandung bahan kontaminan yang berbahaya bagi pilot. Sebuah perangkat baru sistem pasokan oksigen darurat juga akan dipasang pada pesawat siluman tersebut.

"Kami memiliki keyakinan sangat tinggi bahwa kami telah mengidentifikasi masalah ini," kata Little, "tapi itu semua butuh waktu, beri kami sedikit waktu untuk memastikan bahwa semua komponen yang salah selama ini telah diganti."

Panetta Kembali Menginstruksikan F-22 untuk Terbang

Tahun lalu, sebanyak 187 buah F-22 Raptor telah di"grounded" selama 4 bulan setelah serentetan insiden pilot yang mengatakan bahwa mereka telah pingsan atau mengalami kekurangan oksigen ketika menerbangkan F-22 Raptor

Para insinyur F-22 Raptor masih berusaha untuk memecahkan masalah tersebut bahkan ketika penerbangan dilanjutkan kembali pada September 2011. Tapi pilot terus menyatakan kekhawatiran atas permasalahan oksigen pada F-22, yang menyebabkan Menteri Pertahanan AS Leon Panetta untuk membatasi ketinggian dan jarak terbang fighter siluman tersebut, menjadi lebih rendah, rentang yang pendek, dan mudah dicapai dari landasan pacu.
'Satu skuadron F-22 Raptors akan dikerahkan ke Jepang, dengan melalui rute terbang ketinggian rendah'
Panetta pun kini telah setuju mengangkat batasan-batasan terbang tersebut, setelah ia menerima jaminan bahwa langkah-langkah perbaikan telah dilakukan dan akan meminimalkan risiko serangan pusing atau serangan lebih lanjut yaitu pingsan, Little mengatakan.

Satu skuadron F-22 Raptors akan dikerahkan ke Jepang, dengan melalui rute terbang ketinggian rendah. "Setelah selesai dari penerbangan ke Jepang, Angkatan Udara akan merekomendasikan untuk melanjutkan terbang dalam waktu yang lama," tambah juru bicara Pentagon.

Pesawat Termahal dalam Armada AS

F-22 Raptor merupakan pesawat paling mahal dalam armada AS yaitu 143 juta dolar per-unit, mampu terbang pada ketinggian yang lebih tinggi dari jet lain, yaitu di atas 50.000 kaki. Tetapi F-22 Raptor cuma mengandalkan oksigen bertekanan, bukan campuran oksigen di bawah tekanan dan udara di kokpit, menurut Angkatan Udara.

Pesawat itu lebih cepat dan lebih lincah dari pesawat-pesawat sebelumnya, dengan pilot menghadapi gaya gravitasi lebih dari pada pesawat lainnya, kata para pejabat.

Tapi hingga kini F-22 Raptor belum digunakan dalam pertempuran, dan overruns biaya telah menjadi kontroversi yang lama melenggang di pentas politik AS hingga akhirnya program ini dibatasi.

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/29/2012

Agustus: Empat Pesawat Super Tucano Tiba di Indonesia

Bertempat di fasilitas produksi Embraer di Gaveao Peixoto Sao Paulo Brazil, baru-baru ini telah dilaksanakan pemeriksaan pesawat Super Tucano TNI-AU nomor seri produksi 179 dan 180 oleh tim dari Kementerian Pertahanan RI/TNI-AU.

Tim pemeriksa yang dipimpin oleh Letkol Lek Alit Erbawa dengan anggota Letkol Tek Sianturi, Mayor Pnb James Yanes Singal dan Mayor Tek Yani Prasetyo melakukan pemeriksaan pesawat meliputi dokumen, pencocokan komponen pesawat, interior pesawat, pengecatan dan uji terbang.

Pesawat Super Tucano take off
Super Tucano take-off
Penerbang memeriksa Super Tucano sebelum take off
Penerbang memeriksa Super Tucano sebelum take-off

Adapun uji terbang dilaksanakan baru-baru ini oleh test pilot Embraer, William, yang duduk di kursi depan disertai oleh Komandan Skadron Udara 21, Mayor Pnb James Yanes Singal yang duduk di kursi belakang.

Dalam uji terbang yang setiap sortirnya memakan waktu sekitar dua jam, test pilot Embraer melakukan pemeriksaan terhadap berbagai sistem pesawat yang diamati oleh Mayor Pnb James.

Pemeriksaan di darat dimulai dari melihat kondisi fisik pesawat, pemeriksaan instrumen pesawat sebelum dan sesudah mesin dinyalakan dan pemeriksaan kendali pesawat selama taxy. Dalam uji terbang yang dilaksanakan hingga ketinggian 25.000 kaki, diperiksa beberapa sistem pesawat meliputi sistem bahan bakar, tekanan udara, auto pilot, mesin, navigasi, komunikasi, penembakan (simulasi) dan landing gear.
"Empat pesawat Super Tucano TNI-AU telah siap untuk diterbangkan ke Indonesia yang direncanakan akan dilakukan pada pertengahan bulan Agustus"
Selain itu diperiksa pula handling pesawat selama dilakukan berbagai manuver.

Setelah bekerja selama tiga hari, tim pemeriksa menyatakan bahwa pesawat nomor seri produksi 179 dan 180 dalam kondisi baik. Dengan demikian, saat ini empat pesawat Super Tucano TNI-AU telah siap untuk diterbangkan ke Indonesia yang direncanakan akan dilakukan pada pertengahan bulan Agustus.

Super Tucano TT-3101, 3102, 3103 dan 3104 dengan cocor merah desain dari Almarhum Marsda TNI (Purn) F. Djoko Poerwoko akan segera memperkuat Skadron Udara 21 pada akhir bulan Agustus 2012.


SPESIFIKASI SUPER TUCANO
 
Mesin
 1 × Pratt & Whitney Canada PT6A-68C
Power
 1,600.00 Horsepower
Kecepatan Maksimum
 592.22 km per hr     
368.00 mph
Service Ceiling -
 10,670.44 metres
     35,008.00 feets
Exterior Length -
11.42 metres     
37.47 feets
Wingspan / Rotor Diameter -
11.14 metres
     36.55 feets

Maximum Take Off Weight -

5,200.00 kgs
     11,463.92 lbs

Maximum Payload -

1,500.00 kgs
     3,306.90 lbs

Fuel Tank Capacity -

183.62 gallon
     695.00 litres

Fuel Economy -

6.90 km per litre
16.23 NM per gallon

Minimum Take Off Distance -

350.00 metres
1,148.28 feets

Minimum Landing Distance -

550.00 metres
1,804.44 feets
Sumber : TNI AU

Efran Syah
ARTILERI Updated at: 7/29/2012

 
Design by WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost